Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 71


__ADS_3

Ayura bukan lah pergi ke tempat mia melainkan iya pergi ke sebuah club malam, iya melampiaskan semua emosi dan masalahnya pada minuman beralkohol.


"Hai... dah lama ya gak ketemu...??? " sapa seseorang seraya menepuk pundak ayura.


"Emh... loe... baru datang ya..?. " ayura menoleh dan bertanya pada orang tesebut.


"Iya... nih, tagihan ada kerjaan dikit jadi baru datang, loe juga tumben baru nongol lagi..? " jawab pria itu sembari duduk di sebelah ayura.


"Oh... iya rud..... aku kau tanya itu siapa kayak nya bunga masih seger tuh..?? " tunjuk syur pada seorang gadis.


"Oh .. iya baru tuh.. baru kemaren malem di bawa kesini sana tuan Yuda.. " jawab rudi sembari melihat orang yang di maksud ayura.


"Yuda....?? cih.. orang itu lagi, anak mana lagi tuh yang dia bawa kesini, hutang apa lagi dia sama madam..? " gumam ayura tapi masih terdengar sayup di telinga rudi.


"Bukan buat bayar utang, tapi emang udah banyak kok cewek yang di bawa sama tuan Yuda buat di jadiin budak di sini, emang madam yang membeli mereka dari tuan Yuda " jelas rudi lagi.


"Hah... memang mereka berdua tak berubah, masih saja memperdagangkan anak gadis orang demi ke untungan mereka tanpa, memikirkan bagai mana perasaan mereka " hela nya napas berat, ayura sangat kenyang kan kelakuan mereka yang dengan sesuka hati memaksa, orang untuk menjadi budak nya.


"Ya kalo gak gitu.... mau gimana yur... yang ada nih tempat dari dulu dah tutup... kalo cuman ngandelin kayak bar doang mah masih kurang kali, "


"Terus kalo bunga gak di ganti, ya mana ada yang mau yur... kan orang juga akan memilih daun muda dan baru untuk di cicipi " timpal rudi lagi.


"Em... bener yang loe bilang rud... kalo bunga lama tak di ganti dengan daun muda baru... mana bisa sejaya ini " angguk nya mengiyakan.


"Ya udah yur... gue mau kerja lagi... loe jangan terlalu banyak minum, tar gak ada orang buat pelampiasan lagi " ujar rudi menepuk pundak ayura lembut sembari pergi berlalu.


Ayura hanya mangut-mangut, dan kembali mengedarkan pandangan ke setiap penjuru club itu, dia teringat akan masa nya dulu yang menjadi bagian orang di club itu, setiap malam nya haris bisa merayu, dan mendapat kan perhatian dari para pria hidup belang, dan para suami yang kurang kasih sayang atau pun yang merasa tak puas dengan istri di rumah.


"Ck... bikin kesal kalo aku ingat, alasan kenapa dulu aku bisa terjebak di tempat ini " dengus nya kesal pada diri sendiri.


Ayura membayar semua minuman nya, dan iya langsung beranjak pergi, untuk pulang dan sekedar bermain sebentar dengan kedua anak nya jika belum tertidur.


"Rud.... tadi kayak nya saya melihat ayura...?? di mana dia sekarang..? " tanya seorang wanita pada rudi.


"Oh... iya ada tadi madam... tuh di meja sana, kayak nya dia lagi banyak masalah, makannya dia datang ke sini " jawab nya dengan sopan dan ramah.


Sebab orang yang bertanya padanya adalah, atasannya, dan selalu pemilik club malam tersebut, ya itu madam.


"Mana rud... gak ada, loe yang bener lihat ayura di mana..? " ujar madam yang mulai jengah karena tak menemukan orang, yang iya kenal.


"Eh.... tadi ada di sana kok, mungkin lagi ke toilet atau ke tempat kain, ya sudah saya antar pesanan pelanggan dulu madam " rudi bingung sembari menggaruk tengkuk nya pasal nya orang yang iya tunjuk sudah tak ada di tempat.


Madam mengangguk dia melangkah ke meja yang di tunjuk rudi, dia ke sana pikir nya mungkin nanti ayura balik sana lagi.Karena tadi kata rudi ada kemungkinan kalo ayura pergi ke toilet, Madam ingin menunggu karena ada yang ingin iya bicarakan dengan ayura.


Sedangkan kini ayura sudah kembali ke rumah nya, Anak-anak juga sudah tertidur, di sana ayura hanya melihat ayu yang masih terjaga, dan sedang menonton acara televisi bersama bili.



"Asalamualaikum... "



"Waalaikumsalam,"



"Eh... baru pulang yur... dari mana dulu..? ke apa anak-anak pulang dengan tuan bili tadi..? " tanya ayu yang melihat ayura baru kembali.



"Aku ada kerjaan sedikit tadi, jadi aku titip kan anak-anak sama bili, aku duluan " jawab nya sembari berjalan ke arah kamar nya.



"Oh.. iya nona ayu ayura kan sudah pulang kalo begitu saya juga pamit pulang... "Ujar bili berpamitan pada ayu.



" Ah.. iya tuan hati-hati di jalan, dan terima kasih sudah mengantarkan anak-anak pulang "jawab nya sembari bangkit untuk mengantarkan tamu nya ke depan pintu.


__ADS_1


" Iya sama-sama "bili berjalan ke arah pintu dan kini iya menaiki mobil nya untuk segera pulang.



Ayu menutup pintu, dia kembali ke ruang tengah, setelah itu iya mematikan televisi, lalu iya juga menuju kamar untuk tidur karena hari juga sudah larut malam.



Gabriel yang kini ada di rumah sedang asik duduk di ruang tengah dengan televisi yang menemani nya, angga berjalan melewatinya.


"Sayang kamu baru pulang ya...??? habis dari mana..? jangan bilang habis ketemu sama pelakor itu...? " celetuk gabriel tak menoleh.


Angga sejenak menghentikan langkah nya dan menoleh sebentar ke arah wanita uang sedang terduduk santai di sofa, yang tak lain adalah istri nya sendiri, namun dia langsung melanjutkan lagi langkah nya untuk menuju kamar.


"Apa sih... istimewa nya wanita.. itu..? hingga kamu sendiri yang sudah memiliki istri yang tak kalah cantik dan seksi ini, tapi masih saja di campak kan tak di pedulikan ...??! " gerutunya kesal pasal nya setelah angga menikahinya, tak sekali pun angga ada menyentuh nya tau sekedar mengajak ngobrol berdua.


Gabriel langsung mematikan televisi dan dia juga beranjak mengikuti angga untuk menuju ke kamar.


"Angga.... tunggu...!! " ucap nya dengan nada yang cukup besar.


Angga menoleh karena iya mendengar namannya di panggil dari arah belakang.


"Ada apa lagi....?? tak usah membuat rusuh aku sudah cukup lelah hari ini...! " ucap nya tanpa menoleh ke lawan bicara nya.


"Aku hanya ingin bicara sebentar....?" ujar nya sembari mendekat ke arah angga.


"Apa yang ingin kamu bicarakan lagi....? bukan nya sudah jelas..? " tanya angga dengan nada ketus nya.


"Angga kamu pasti belum tau bukan tentang... ayura mantan tuan muda Yudistira..... dan dia sebagai wanita malam " celetuk Gabriel memberitahu apa yang sudah angga ketahui lebih awal.


"Jika ingin bicara tentang masalah itu... lebih baik tak usah, aku lebih tau dari mu " pungkasnya sembari melanjutkan jalan nya yang sempat terhenti itu.


Gabriel yang tak di tanggapi oleh angga dia berdecak kesal dan berjalan menuju ke kamar nya sendiri, ya meski mereka tinggal satu atap tapi mereka tetep saja tak satu kamar, karena angga tak mau jika kamar nya di masuki oleh orang lain.


Seperti malam pertama nya telah sah menjadi suami dari Gabriel wilastri, setelah Gabriel pergi di malam itu, angga pun pergi dan menyuruh pelayan segera mengganti seprai dan barang yang sudah di pegang oleh Gabriel, dia menganggap Gabriel sebagai virus, yang harus di hindari dan jagan sampai terinfeksi.


Padahal kala itu sudah sangat larut malam, pembantu di rumah itu harus mau tak mau harus tetap bangun dan menggantikan semua.





"Selamat pagi bunda mamah..?? " sapa gadis kecil itu yang berjalan ke arah meja makan.



"Pagi jiga sayang " jawab serentak ayu dan ayura.



"Bunda hari ini bunda kerja gak...?? " tanya gadis itu lagi.



"Iya kerja sayang kenapa emang nya..?? " tanya ayura dengan meneguk teh .



"Emh... gini bunda sebenar nya di sekolah ada acara, yang mengharuskan orang tua dari murid hadir, tapi kalo bunda gak bisa gak papa kok bunda " ujar gadis itu sembari tertunduk.



"Hai... cantik coba lihat bunda,...? apa ada bunda bilang gak bisa temenin kalian..? " ucap nya yang membuat gadis kecil itu mendongak ke arah ayura.



Galuh hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya sembari menatap lekat manik mata coklat milik bunda nya tersebut.


__ADS_1


"Nah kalo tidak jadi anak gadis bunda jangan sedih dong..., iya bunda nanti datang sayang bareng kalian , nanti bunda telpon aunty Mia untuk mengambil semua pekerjaan bunda " ucap ayura sembari tersenyum.



"Beneran bunda...!!! yey... asik... nanti bakal di temanin bunda deh... " ujarnya girang, muka nya yang sumringah saat mendengar ucapan sang bunda.



"Pagi semua...! " sapa aji yang baru turun.



"Pagi.. "



"Ya sudah sekarang kita sarapan dulu, baru nanti kita pergi ke sekolah kalian, sebelum makan jangan lupa doa dulu " ujar ayura saat melihat aji susah duduk.



Sarapan pagi pun di mulai seperti biasa setelah berdoa baru lah, mereka menyuap kan nasi ke mulut mereka, dan seperti biasa juga tradisi di meja makan tak boleh bicara atau pun mengobrol, jadilah saat makan terjadi keheningan yang hakiki cuman terdengar dentingan sendok dan garpu yang beradu piring.



Tak berapa lama kini acara sarapan susah selesai, ayura bersiap untuk mengantar anak-anak ke sekolah, dan dia juga berganti pakaian santai untuk menghadiri acara di sekolah si kembar.



"Bunda... gak ke kantor...?? " tanya aji yang bingung melihat bunda nya yang berganti pakaian.



"Gak sayang bunda akan temani kalian di sekolah, bukan nya hari ini ada acara bukan.. ? " jawab ayura dengan lembut dan tersenyum.



"Tumben biasanya super sibuk " gumam aji sembari masuk ke dalam mobil.



Ayura mendengar itu hanya tersenyum tipis, ternyata memeng kesan yang tertanam di hati anak-anak ternyata, iya adalah ibu yang selalu sibuk dan tak punya banyak waktu untuk bermain dengan mereka, meski di sudut bibirnya terukir senyum yang sangat lembut dan manis namun, di dalam hati nya ayura merasa bersalah , kepada anak-anak, karena iya selalu tak ada untuk mereka.



"Sayang maaf, selama ini bunda yang terlalu sibuk akan pekerjaan, dan tak pernah merasakan perasaan kalian, yang mana kalian ingin bermain dan selalu di dekat bunda, maaf... bunda dari sekarang akan mulai meluangkan waktu untuk kalian " gumam ayura sembari menyetir mobil.



"Bunda... apa kah nanti ayah akan datang juga...?? " celetuk gadis kecil itu yang membuat ayura seketika menoleh ke arah belakang.



"Em... bunda tidak tau sayang.... apa kalian ada memberi tahu ayah kalian untuk datang..?? " tanya ayura yang masih dalam kaget nya.



"Em... ada sih bunda, pas kami di rumah ayah... apa bunda tak menelpon ayah untuk datang juga, kami juga ingin di teman oleh ayah dan bunda " rengek gadis itu, yang mampu membuat ayura bingung, harus apa.



" Eh... tar ya bunda coba telpon ayah, tapi apa ayah setuju untuk datang saat kalian tanya ..? "tanya ayura lagi memastikan.



" Ya.. dia setuju dia berjanji sama Galuh kalo ayah akan datang "ucap nya dengan yakin nya.



Ayura hanya membalas ucapan gadis itu dengan senyuman, dia kembali fokus menyetir kembali.


__ADS_1


Tak berapa lama iya pun sampai di halaman sekolah, iya dari kejauhan melihat orang yang sepertinya iya kenal di sana, tapi ayura masih belum yakin dengan penglihatan nya tersebut.


__ADS_2