
Setelah melakukan check-in kamar mereka pun berjalan ke arah kamar yang telah mereka pesan.
"Kau jangan menyesal tuan setelah malam ini, ingat lah jika yang telah terjadi tak bisa lagi untuk kita ulang " bisik ayura masih dengan menggoda angga.
"Seharusnya aku yang berkata seperti itu padan mu " jawab angga.
"Heh.... apa lagi yang akan aku sesali toh aku memeng seorang wanita malam " dengan tersenyum malas ayura mengatakan identitas nya.
Angga yang sadar iya memang tak akan mungkin akan ada penyesalan lagi di diri ayura, jika cuman tidur semalam dengannya karena tak dapat di pungkiri ayura memeng seorang pekerja sek.
"Bagai mana apa kau akan menyerah di tengah jalan tuan, bahkan ini kita belum memulainya, jika kau ingin mundur maka , sekarang lah waktu nya, jika nanti sudah terjadi bagai mana pun kau membersihkan kan badan mu itu tak akan bersih seperti semula " ucap ayura memberikan saran terhadap angga, sebelum iya menyesali telah meniduri seorang wanita malam.
Angga yang masih terbakar api gairah, dia tak menjawab perkataan ayura, karena iya juga susah sampai di lantai kamar mereka, iya langsung membopong ayura bagai kan karung beras untuk segara keluar.
"Hei turun kan aku.... aku bisa berjalan sendiri...!! " berontak nya sembari memukuli tubuh angga.
"Diam lah...!!! " ucap angga dengan nada yang menyeramkan.
Saat setalah masuk kedalam kamar angga langsung melempar ayura ke kasur dengan kasar.
"Aaaaaggghhh..... kau kasar sekali jika kau tak suka maka ya sudah tak usah kau main membanting ku...!! " jerit ayura yang merasa kesakitan karena di banting.
"Heh.... bukan kah kau yang menginginkan tubuh ku ini hah, lalu kenapa ingin menyerah di awal, apa kau takut di esok hari tak dapat bangkit lagi dari tempat tidur " Angga menindih ayura yang masih kesakitan akibat di banting tadi.
"Hei.... siapa yang menginginkan badan mu, badan mu yang biasa saja tak ada yang sepesial " berontak ayura sembari meremehkan angga.
.
Angga yang merasa terhina itu iya menguatkan cengkraman tangannya di tangan ayura dan mulai melepasi pakaiannya dan pakaian ayura, ayura terpelongok saat melihat badan angga yang suspek dan sangat indah di pandang tersebut.
"Sudah puas kah kau melihatnya apa kita bisa memilih nya sekarang..?! " tanya angga dengan nada sekar nya itu pada ayura yang masih saja memandangi tubuhnya tersebut.
"Ahhh..... awas aku sudah selesai bermain dengan mu, susah sana kau panggil wanita lain saja, aku harus pulang besok masih harus bangun pagi dan mengerjakan pekerjaan ku " ucap ayura yang tersadar dari pandangan dan mencoba mendorong tubuh angga.
Angga menggertak kan giginya karena kesal karena baru kali ini ada wanita yang menolaknya.
Ayura yang sudah terlepas dari cengkraman angga iya pun langsung meramaikan pakaian nya dan berjalan keluar kamal hotel untuk segera pulang ke rumahnya.
"Sial pembantu ini lihat saja besok, kau akan habis di tanganku " gerutu angga dengan emosi yang meluap.
Akhirnya angga hanya bermain solo di kamar mandi dan mandi air dingin agar cepat mereda.
"Sungguh merepotkan " ketus nya sembari mandi.
Ayura yang sudah berada di lobi hotel bingung akan pulang bagai mana karena hari sudah begitu larut, dan di luar juga sedang hujan deras.
"Memang sial aku hari ini, aaahhh.... mana ada lagi taksi selamat ini, mana hujan lagi" gerutunya sembari menghentikan kaki.
Akhirnya Ayura menghampiri lagi meja resepsionis untuk check-in satu kamar lagi.
"Permisi mas...! " ucap ayura dengan muka yang kesalnya.
"Iya mba ada yang bisa saya bantu??? " tanya resepsionis itu.
"Saya ingin satu kamar untuk malam ini saya akan check-aut nanti jam 04:15dari sini " ucap ayura pada sangat resepsionis.
"Maaf mab tapi kamar kami semuanya susah penuh dan kamar yang anda dan kekasih anda pesan itu kamar terakhir mba " ucap resepsionis itu pada ayura.
Ayura tak bisa berbuat apa-apa, doa hanya berjalan ke arah sofa yang ada di lobi tersebut dan duduk sembari memandang ke arah langit-langit hotel tersebut.
"Aaaahhhh.... tak mungkin aku kembali ke kamar pria aneh itu lagi, tapi aku malam ini bakal tidur di mana, tak mungkin juga aku akan tidur di sini....!!! " gumam nya pada diri sendiri yang bingung harus pergi kemana.
Ayura bingung harus berbuat apa, dia hanya duduk termenung di atas sofa, sampai iya berpikir untuk kembali saja ke kamar yang iya pesan dengan angga tadi saja, karena tak mungkin untuk iya keluar mencari hotel lain atau tidur di sofa.
__ADS_1
Ayura berjalan dengan dengan malas menuju kamar angga , di dalam hatinya serasa enggan untuk kembali namun badannya berkata lain karena di luar sangat lah dingin.
'Tok. tok.... tok.... tok... '
Ada suara ketika dari balik pintu angga yang baru saja selesai mandi pun merasa heran karena sudah sangat larut ada orang yang mengetuk pintu kamarnya, dan seingat nya iya juga tak memesan pelayanan hotel.
Angga membuka kan pintu, dan orang yang di depan pintu langsung menerobos masuk dan berjalan menuju ke tempat tidur dan langsung menjatuhkan badannya ya di sana.
"Hei..... siapa yang mengizinkan kan mu tidur di situ...??! " ucap angga dengan nada kesal.
"Jangan ribut ini sudah malam tidur lah akun lelah" ucap ayura masih dengan posisinya yang telungkup.
Angga menarik kaki ayura agar turun dari tempat tidur, namun ayura juga tak mau kalah iya berpegangan ke ranjang dengan kuat.
"Hei bukanya kau ingin pulang lalu kenapa kau kembali lagi??, keluar sana aku tak mau tidur dengan pelacur seperti kamu...!! "tanya angga masalah ayura yang kembali lagi, dan iya mencaci nya.
Ayura yang merasa kesal dengan ucapan angga dia pun langsung melepaskan pegangan nya hingga angga terjungkal ke belakang. Ayura bangkit dari baringan nya dan berdiri di hadapan angga dengan muka penuh emosi.
" Aku memeng pelacur...!!! lalu kenapa, aku juga tak akan tergoda dengan tubuh mu, aku hanya ingin menumpang tidur saja....!!,apa kau tak melihat di muara hujan dan ini sudah sangat larut...!!! "bentak ayura yang membuat angga terdiam hanya mengerutkan dahinya dan menautkan kedua alisnya.
Ayura yang kesal dia mengambil bantal dan selimut lalu pergi ke arah sofa dan tertidur di sana. Angga bangkit dari lantai dan melihat dingin pada ayura iya pun mengunci pintu dan mematikan lampu lalu tertidur.
"Cih... wanita aneh " ucap angga sesaat sebelum iya memejamkan matanya sembari melihat ayura sekilas.
"Kenapa apa ku ingin tidur di sofa juga..!! " ketua ayura yang sadar jika iya di lirik .
"Idih...... siapa juga yang mau cukup kau saja yang tidur di situ...! " jawab angga dengan datar.
Ayura tak menghiraukan lagi perkataannya dan iya langsung terlelap tidur. Angga yang tak bisa tidur dia bangun dan berjalan menghampiri ayura yang telah tertidur nyenyak.
"Ternyata kalo di lihat sedang tertidur kau cantik juga " ucap angga pelan.
"Ishhh.... apa yang kau lihat angga, sudah lah ini sudah malam aku juga akan tidur " gerutunya pada diri sendiri atas apa yang iya ucapkan tadi.
Angga pun akhirnya bisa tertidur dengan pulas, namun tak lama iya merasa badannya ada yang memeluk, saat iya membuka mata iya melihat ayura yang telah ada di atas ranjang.
Alarm di ponsel ayura berbunyi, yang tadi malam telah disetel oleh ayura, ayura terbangun tepat jam 04:15pagi iya melihat di sebelahnya angga yang tertidur pulas, dan sepertinya iya kedinginan karena selimut iya kuasai. Dengan rasa iba ayura menyelimuti angga , setalah itu ayura bangkit dan mengambil barang-barang nya dan pergi keluar dari kamar itu.
"Hai.. susah lama ya nunggu??? " tanya ayura pada ayu uang menunggunya.
"Gak aku juga baru sampek, baru aja selesai ini juga, oh iya kamu di sini sama siapa??? " jawab ayu dan bertanya perihal ayura yang ada di hotel tersebut.
"Aku di sini dengan pria aneh, tadinya mau pulang tadi malam tapi malah hujan, sini biar aku saja yang bawa motor kayaknya kamu capek " jawab ayura dengan malas saat ayura melihat Ayub yang kelelahan, dia pun menyarankan agar dia saja yang membawa motor.
"Ya udah nih, Hati-hati ya, loe juga kan pasti capek " ayu memberikan motornya dan iya berpindah ke belakang, sembari memberi nasehat.
"Gak.. gue gak maen, gue hanya numpang tidur aja " balas ayura sembari mengendari motonya pulang.
Tak terasa kini hari sudah semakin siang mata hari yang telah terjadi dan semakin tinggi, angga terbangun dari tidur nya dan melihat ke sebelah sudah tak ada orang dan di badan ada selimut.
__ADS_1
"Heh.... wanita aneh malah main pergi saja, tak membangun kan ku, ini sudah jam berapa lagi!?? " angga mencari b ponselnya dan melihat jam di sana yang sudah menunjukan pukul 08:56pagi .
"Astaghfirullah.... ini udah mau kesiangan sial itu cewek ya... " gerutu angga dengan langsung mengambil semua barangnya dan langsung menuju ke meja resepsionis untuk check-aut dari hotel tersebut.
Angga mengendarai mobil nya dengan cepat, untuk kembali sejenak ke rumah untuk mengganti baju, saat sesampainya di rumah, rumah semuanya sudah rapi dan di sana ada bili juga.
"Pagi tuan..! " sapa bili pada angga yang baru saja sampai.
"Emh... " jawab nya sembari terus berjalan ke raja kamarnya.
Ayura yang berpapasan dengan bili, dia hanya bersikap biasa saja seakan tak pernah terjadi apapun di antara meraka tadi malam.
Namun berbeda dengan bili iya merasa canggung saat melihat ayura.
"Anda ingin minum apa tuan??? "tanya ayura yang menghampirinya.
" Tak usah "jawab nya singkat.
" Oh ok "ayura langsung berjalan hendak mengerjakan bagian atas.
"Wanita ini apa dia tak merasa canggung setalah kejadian tadi malam yang dia perbuat??? " tanya bili di dalam hatinya sembari menatap ayura yang berjalan ke atas.
Ayura yang sadar jika iya sedari tadi di tatap iya pun menghentikan langkah nya dan menoleh ke arah belakang.
"Kenapa tuan apa masih penasaran yang tadi malam??, apa menyesal karena tadi malam malah buru-buru menolak dan pergi??? " tanya ayura tanpa malu.
"Jaga ucapan mu nona...! " tegas bili yang menahan malu itu.
"Ya elh.... tak usah sungkan jika ingin melanjutkan boleh saja, mau di mana disitu saja, atau kita pinjam salah satu kamar pada majikan saya??? " tanya ayura yang semakin menggoda bili.
"Emh...... " dehem angga yang ada di ujung tangga saat mendengar pembicara kedua bawah nya itu.
__ADS_1
Ayura menoleh ke asal suara dan hanya melempar senyuman tipisnya , dan melangkah meneruskan ke atas.