
Ayura tak langsung pulang melainkan dia bertengger di meja bartender... dengan kembali meneguk weni yang tadi dia pesan dengan santai iya mengedarkan pandangan melihat satu persatu tamu yang datang... dan iya sejenak terdiam saat melihat sosok yang sangat akrab baginya sedang duduk di keliling oleh para wanita malam di bagian pojok ruangan.
"Merasa kurang kah.... dengan tubuh istri nya sendiri... hingga masih mencari wanita penghibur di sini.....??? " gumam ayura sembari terus menatap pria tersebut.
"Siapa....??? " tanya seseorang yang membuat ayura terkejut.
"Yak..... kau membuat ku terkejut saja... ..!! " teriak ayura yang terkejut
"Ya elah... pecah nih nanti gendang telinga gue.... loe teriak sekenceng itu...!!! " ucap pria itu sembari mengusap kupingnya.
"Ya makanya jangan kek jelangkung dong.... kan bikin jantungan, eh... bartender yang tadi di mana , kok loe yang disini??? " tanya ayura pada pria tersebut.
"Oh.... gantian.. dia istirahat.. oi... dah lama loe ngilang dari sini.. kemana aja?? apa udah dapat sugar dedy yang ngehidupin loe???.... kepo nih soal nya loe ngilang tanpa jejak 5 tahun lalu " tanya pria itu yang menghujani ayura dengan pertanyaan.
"Njirr.... itu kereta api... apa motor. GP kenceng amet... and panjang kali....??! " tanya ayura yang memang sudah akrab sekali dengan bartender satu ini.
"Gue jawab ya... "
"Jadi gini... gue gak dapat sugar dedy, tapi gue selama lima tahun kemaren itu pulang kampung, gue dah gak kerja di sini lagi udah pensiun.. dan alhamdulillah sekarang gue dah kerja di salah satu perusahaan yang cukup maju " jawab ayura.
"Oh... syukur lah... kalo begitu... oh iya kamu udah tau kalo ayu di tangkap....??? " tanya bartender itu.
"Iya udah.... " jawab ayura sedikit sendu.
"Rudi.. loe apa gak bosen gitu kerja ginian terus....??? " tanya ayura pada bartender itu yang bernama rudi.
"Yae lah.... yur kalo di tanya gitu ya pasti bosen lah... tapi kan pekerjaan ini yang lebih santai cuman ngelayani tamu yang memesan minuman gak harus panas-panasan apa lagi harus menguras pikiran " jawab rudi dengan santai
"Iya juga sih.... emang bener, kalo kerja kantoran itu cuman lebih bagus aja gitu dipandang orang.... tapi kalo soal kerjaan beh..... lebih capek dari ngelayani tamu sampai 5 orang " jawab ayura.
"Hahahah..... ya suruh siapa mau terjun ke dunia bisnis... " rudi hanya tergelak geli saat mendengar ucapan ayura.
"Hah.... tapi kalo kerjaan gue cuman ngangkang... di bawah badan cowok doang mah gak bisa tahan lama kali.... tar kalo gue dah semakin berumur kan mana ada yang mau lagi... lah iya kalo sekarang body masih bohai muka masih glow up lah kalo udah engga... tar anak gue mau makan apa... " turut ayura dengan pandangan nya masih tertuju ke arah pojokan dan kini di kursi itu tidak hanya ada satu pria saja namun ada dua... dan itu semua ayura kenal.
" Eh.... rud.. gue ke sana bentar ya tar kita ngobrol lagi kalo ada waktu"Ujar ayura sembari menunjuk ke tempat tujuan ayura.
"Oh... ok... eh... tapi kalo gak salah salah satu dari keduanya itu adalah tuan muda yang baru saja menikah tadi siang... " ujar rudi pada ayura namun tak di tanggapi karena ayura sudah berjalan agak jauh
"Eh... ya susah lah... padahal tadi juga dia jadi trending di pernikahan tuan muda itu... terus dia mau ngapain lagi menghampiri dia lagi " gumam rudi yang melihat ayura menghampiri meja orang itu.
"Emh... boleh gabung...?? " tanya ayura dengan membawa satu gelas weni di tangan nya.
"Ayura.... sedang apa kau di sini...?? " tanya angga yang mendongak kan kepala nya dan melihat wanita yang ada di hadapan nya.
"Boleh gabung gak nih....??? " tanya ayura tanpa menjawab pertanyaan angga.
"Duduk saja... " ujar bili.
Ayura langsung duduk dan menyimpan gelas di atas meja, dan memandang ke arah keduanya.
"Aku kok merasa bingung kenapa tuan muda yang baru saja menikah beberapa jam ini sudah main di tempat seperti ini ???? apa istri Anda tak dapat memuaskan anda... hingga anda mencari tambahan di sini..???? "celetuk ayura yang tak mereka duga.
" Hem..... aku tak menyentuh nya, dan tak berniat menyentuhnya "jawab angga sembari sesekali menenggak weni di gelas nya.
" Aku kira kau masih di atas , menikmati permainan panas orang lain...?? "kata ayura dan kini pandangan nya mengarahkan ke arah bili.
Perkataan ayura mampu membuat angga yang ada di sana menjadi berpikir permainan apa, iya memeng ngga melihat bili ada di sini dan iya melihat saat bili menghampiri nya dari lantai atas.
" Kau habis menggerbek siapa bil....????? "tanya angga.
" Hah... siapa yang menggerbek... aku tadi ikut ayura ke atas untuk bertemu dengan teman nya "jawab bili dengan datar.
" Oh.... iya pertanyaan ku belum di jawab tadi ayura, kau sedang apa di sini...?? "tanya angga lagi mengingat pertanyaan nya tadi belum di jawab ayura.
" Tadi bukannya sudah dengar kata orang mu, aku di sini bertemu teman, dan sekalian bermain "jawab ayura sembari menyesap rokok nya.
" Kau masih sering bermain di sini..??? "tanya angga
" Jika merasa bosan saja "jawab nya singkat sembari melirik ke arah bili.
" Ada apa..??apa ada yang salah ??? atau aa yang aneh...? "tanya bili yang merasa jika iya sedari tadi di pandangi.
" 😕😒 Tidak... aku hanya heran saja... kenapa kau itu sangat-sangat hobi menguntit..... jangan bilang setiap hari nya kau suka menguntit juga "celetuk ayura dengan nanda mengejek.
"Tidak..... tadi itu hanya kebetulan aku ingin ketempat orang tua ku dan tak sengaja aku melihat anda keluar jadi saya memutuskan untuk mengikuti anda " jawab bili mengelak.
"Oh.... tapi aku kok tak percaya ya,. . .. ??? " ujar ayura sembari melirik bili lagi.
Bili yang di lirik ayura dia menjadi salah tingkah sedangkan angga dia tak tahu apa-apa hanya diam dan terus meneguk weni di setiap gelas nya, hinga sudah habis beberapa botol.
__ADS_1
Angga yang kini sudah mabuk namun terus saja meminum minuman nya, bili yang tahu itu dia mencoba menghentikan tuanya untuk tak minum lagi, dan dia memutuskan untuk mengantar angga pulang ke vila pribadi milik angga, dan ayura juga akan segera pulang karena hari juga sudah hampir subuh, iya masih harus bekerja besok.
Ayura yang kini sudah ada di rumah nya langsung masuk kedalam kamar untuk istirahat sejenak karena terasa lelah hingga iya ter hanyut dalam indahnya mimpi malam itu.
Namun berbeda dengan gadis cantik yang satu ini yang baru saja tadi siang dia sah di persunting oleh tuan muda wiranto, yang sedang menikmati malam dingin nya sendiri, hanya di temani alkohol dan satu bungkus rokok.
"Heh. .. kena aku kesal bukanya aku dari awal juga susah tau jika dia tak akan mungkin mencintai ku....??? " gumam nya.
"Hai... sayang sedang apa kau di sini sendiri di mana suami mu...???? " sapa seseorang yang baru saja masuk kedalam rumah tersebut.
"Tak ada... " jawab nya ketus.
"Lah kemana.... bukanya kalian baru saja menikah harusnya sekarang ini sedang bergulat menikmati indahnya dunia bukan... kenapa kesayangan ku malah duduk termenung di sini sendiri " ujar orang tersebut lagi sembari memainkan rambut gadis itu.
"Sudah malas tak usah kau bahas dia sayang, lebih baik kita nikmati malam ini kita berdua saja, tak usah memikirkan dia, toh tujuan aku masuk ke keluarga nya juga bukan untuk sungguh menjadi istri nya " ucap gadis itu sembari berbalik menghadap sang pria.
"Baik lah sayang " Keduanya mulai menautkan bibir mereka berdua dan semakin dalam tautan tersebut menjadi \*\*\*\*\*\*\*.
Kedua kekasih itu sekarang berpindah tempat yang semula duduk di tepi balkon kini , telah bersama di atas tempat tidur, Hingga terjadilah pertarungan yang lebih intim di keduanya, yang seharusnya malam ini iya habiskan dengan pria yang baru saja tadi siang menikahi nya, namun kini malah menikmati malam yang panjang dengan kekasihnya.
"Emhhhh.... kau tetep saja selalu membuat ku kewalahan sayang.... " ucap gadis itu yang tak lain adalah gabriel di sela-sela permainan panasnya.
Keduanya berkali-kali kelimaks... namun seakan tak pernah ada puasnya keduanya bermain hingga subuh pun menjelang ayam jantan sudah menyerukan suaranya... pertanda matahari akan segara beranjak dari tempat nyaman nya untuk kembali baik dan menyinari kota yang sibuk itu.
Keduanya yang lelah karena permainan nya tadi malam, hingga membuat keduanya terkapar lemah dan ter hanyut dalam mimpi indah meraka masing-masing.
~~~~\`~
Namun berbeda di kediaman ayura yang mana kini iya sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak dan dirinya serta adik tirinya.
Saat semua makanan sudah tertata rapi di meja makan ayura pun beranjak menuju ke dalam kamar nya untuk mandi dan bersiap untuk kekantor, dan mengantar anak-anak.
"Eh... bunda mana??? " tanya gadis kecil pada kakak nya.
"Kayaknya bunda lagi mandi... ya sudah bentar lagi kita tunggu bunda turun ya" jawab sang kakak.
"Pagi anak-anak...??? wih udah cantik dan ganteng aja nih ponakan paman sama adek , udah pada siap ya mau belajar lagi " sapa evan pada anak-anak yang sudah ada di meja makan.
"Iya kak "
__ADS_1
"Eh... paman... paman gak ke kampus apa kali ini???? " tanya sang ponakan karena melihat evan yang mengenakan baju santai.
"Oh... paman nanti kelas siang jadi paginya gak ada ke mana-mana" ujar nya.
"Oh... iya bunda kalian di mana kok gak ikut makan...?? " tanya nya karena evan belum melihat ayura.
"Ada apa tumben nanyain saya...?? " Tiba-tiba ada yang menyahut daru arah belakang .
"Eh.... tidak kak... emh... aku hari ini ada kelas siang... ih iya kak pagi ini boleh tidak akhir pekan nanti aku ikut liburan dengan teman-teman ke Jogja?? " ucap nya dengan sedikit ragu akan izin dari ayura.
"Berapa hari...?? " tanya ayura dengan serius.
"Paman... aku boleh ikut tidak... ???? " Tiba-tiba si irit ngomong ikut nimbrung.
"Eh.... emh.... sekitar ti... tiga hari kak?? " ucap nya dengan sedikit gugup.
"Pergi saja " Jawa ayura dengan santai.
"Hei paman aku tadi bicara dengan mu...!?? " ketus aji lagi yang kesal di kacangin.
"Kau harus sekolah sayang, jika kamu mau ke Jogja nanti sama bunda ya " jawab ayura dengan senyuman sembari memberikan piring yang sudah berisi nasi beserta lauk-pauk dan sayur.
"Lah... bunda mah gak tau... kapan ada libur nya... lagian kan cuman tiga hari doang bun...?? " celetuk aji lagi dengan merengek.
"Maaf... aji paman bukan mau liburan... rapi paman pergi ke sana ada sedikit tugas yang harus di kerjakan.. maaf ya kamu dengerin kata bunda ya nanti saja sama bunda liburan nya " jawab lembut evan.
"Sudah makan...! " ayura menghentikan pembicaraan mereka dan menyuruh diam dan makan .
Semuanya menurut saat sesuap demi sesuap nasi masuk kedalam mulut mereka tak ada satu pun dari mereka yang mengeluarkan suara, hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring.
Setelah selesai sarapan mereka yang akan pergi segera pergi karena evan ada di rumah dia memutuskan untuk dia yang membantu ayura merapikan meja makan dan mencuci piring bekas mereka makan, karena iya juga merasa tak enak sudah menumpang dengan ayura.
Sedangkan Angga yang baru terbangun dan segara sarapan di ruang makan nya yang mana makanan sudah di siapkan oleh bili yang ikut menginap di sana untuk mengurusi angga yang mabuk semalam.
"Tuan setelah ini anda akan kemana??? " tanya bili pada tuan muda nya itu yang masih terlihat dalam suasana hati tak baik.
"Ke kantor..., dan ada apa saja untuk jadwal sing ini....? " tanya angga dengan tatapan tetep pada makan nya.
"Untuk sing ini sepertinya anda harus rapat dengan para dewan direksi, setalah itu di lanjut bertemu dengan kelen.. di luar gedung.... setalah itu di lanjut lagi dengan acara pelelangan untuk sebuah daerah... dan setelah itu Anda masih harus menghadiri beberapa rapat kecil dan malam nya anda harus menghadiri acara pertemuan yang cukup berpengaruh untuk bisnis yang sedang berjalan " bili menjelaskan semua pekerjaan yang harus angga lakoni hari ini cukup menumpuk dan padat rupanya jadwal iya hari ini mungkin tak akan empat untuk pulang tepat waktu .
"Oh.... Ok aku ambil semua.... ingat lah jika nanti ada yang mencari ku, jangan biarkan dia masuk karena hari ini aku tak mah di ganggu " ujara nggak yang di anggukki oleh bili yang sudah mengerti dengan arah tujuan perkataan tuan mudanya.
"Tadi malam bagai mana dengan keadaan ayura...??? " angga sempat teringat karena tadi malam iya di club itu orang tiga dengan ayura.
"Dia baik-baik saja dan pulang menaiki mobil sendiri , " jawab bili.
"Oh... ternyata iya kuat juga minum.... tapi kenapa dulu iya minum dengan ku , hanya baru minum beberapa botol dia sudah mabuk " gumam angga.
__ADS_1
Bili mendengar itu tau iya tak berani bertanya dia lebih baik diam tak banyak tanya, karena iya lebih mencari aman , karena iya metada apa yang Iya tak tau tak harus iya cari tahu.