
Sedangkan keadaan di kediaman besar wiranto... kini mereka sudah berada di kamar masing-masing karena leleh juga sehabis acara tadi, begitu juga dengan angga yang langsung tidur tanpa memperdulikan apa pun lagi, gabriel merasa kesal karena malam pertama iya menjadi istri namun malah di cuekin.
Gabriel yang di cuekin oleh angga iya pun pergi ke arah balkon dengan sebotol anggur di tangan nya dan sebungkus rokok.
"Heh.... setidak nya aku sudah masuk ke keluarga ini " gumam Gabriel dengan senyum kecut nya.
Sedangkan di kamar nyonya wiranto dan tuan wira.
"Pah.... bagai mana apa wanita ****** itu mau untuk pergi dari sini agar tek menggangu rumah tangga angga...?? " tanya sang istri.
"Dia menentang.... tapi kita lihat saja.... dia masih berani menentang atau tidak besok " ucap tua wira.
"Tapi yang membuat aku terkejut adalah , iya bilang jika bocah yang di bawa nya tadi adalah cucu keluarga kita " tuan wira mengingat kembali saat ayura mengatakan jika anak nya adalah darah daging keluarga wiranto.
"Papah percaya kalo anak yang iya bawa adalah anak angga...???? gak mungkin pah bisa aja kan kalo itu anak orang lain, papah kan tau sendiri jika wanita itu, itu wanita malam, dia pasti mengada-ngada karena ingin mengambil kekayaan kita "
"Ya gak lah..... papah mana percaya.... tapi besok pagi kita coba tanya pada angga... sepertinya angga ada tau sesuatu. "
"Sudah tidur lah mah... ini sudah malam, dan badan juga sangat lelah "
Kini keduanya pun tertidur mengingat badan mereka yang leleh, dan hari juga sudah sangat larut.
Sedangkan Gabriel dia masuk kembali dan mencoba untuk tidur dia menaiki ranjang di dan hendak tidur di sebelah angga, namun angga merasa kan ada pergerakan jadilah iya terbangun dari tidurnya, dan melihat Gabriel di sebelahnya.
"Cih.... " desis angga dan iya beranjak dari tempat tidurnya lalu melangkah ke arah sofa.
"Angga semenjijikan itukah aku di matamu.... hingga kau harus menjauh....!!! " ucap Gabriel kesal.
"Kita hanya menikah tapi tak mesti tidur dalam satu alas.... kau tidur lah jangan banyak bicara.. dan jangan harap aku akan menyentuh atau menganggap mu ada di kehidupan ku " ucap angga dengan dingin.
"Aahgggghhh.... kau lihat saja besok akan aku buat wanita itu hilang dari bumi ini....!!!!! " ancam gabriel kesal.
"Berani kau menyentuh seujung rambutnya.... kau akan tau akibat nya....!!! " tekan angga lagi.
Gabriel yang merasa depresi dengan kenyataan nya kini dia pun mengganti baju lalu mengambil ponsel dan kunci mobil, lalu pergi keluar.
'Braakkkkk...... '
Pintu kamar di tutup dengan kasar hingga orang tua angga mendengar nya dan keluar dari kamar untuk melihat apa yang terjadi dengan menantu dan anak nya.
Tuan wira yang melihat dari kejauhan jika menantunya itu pergi keluar di malam pernikahannya, diapun sudah menebak pasti peraka habis berdebat, iya pun memutuskan menghampiri angga dan menegurnya.
'Brakkkkk.... brakkkk..... brakkkk... '
Pintu kamar yang di gebrak dari luar yang membuat angga terbangun dari tidurnya dan melihat siapa yang menggedor pintu tanpa sopan santun itu.
"Ada apa malem begini... menggedor pintu gak sopan....????! " tanya angga dengan kesal nya.
"Ada apa lagi sih...??!! " tanya nya saat melihat siapa yang telah menggedor pintunya.
"Istri... malam begini ingin ke mana kenapa kau biarkan pergi sendiri....!!!! "
"Ya mana aku tau... kenapa tak di tanyakan saja dengan orang nya langsung kenapa harus bertanya pada ku " jawab angga malas...
'Plakkk..... '
"Kau ini baru saja sah menjadi suaminya kenapa.... mau lepas dari tanggung jawab hah... "teriak tuan wira kesal dengan putranya itu....
" Bukanya kau hanya menyuruhku menikahinya saja bukan untuk bertanggung jawab...??? lagian aku juga tak pernah menyentuh nya.... yang benar pernah aku sentuh pun tak aku tanggung jawabi hingga putraku sendiri membenci ku.... yang ayah kandungnya sendiri.... akibat keegoisan kalian ....!!! "nada bicara angga meninggi di hadapan ayah nya karena iya harus menyimpannya sendiri selama ini.
'Palkkkk...... '
" Berani kau meninggikan suaramu di hadapan ku....!!!! "tuan wira lagi-lagi menampar angga dengan sangat keras hingga di sudut bibirnya mengeluarkan darah..
" Heh.... "Angga hanya menanggapi dengan senyum kecut dan tak berkata apa-apa.
Tuan wira yang kesal kembali ke kamarnya.... sedangkan angga dia mengambil kunci mobil nya dan pergi keluar rumah entah kemana tujuan nya kali ini.
Sedangkan bili yang kini berada di depan rumah ayura... dia tak berani untuk bertandak... karena iya tau tadi ayura marah padanya... jadi iya hanya bisa memandangi rumah ayura dari dalam mobil yang iya parkir kan di sebrang jalan.
__ADS_1
"Ayura maaf .. bukan niatku untuk menekan mu dan menyuruhmu pergi.... tapi aku juga tau jika tuan besar sudah berucap maka itu akan terjadi aku takut terjadi apa-apa dengan kalian.... pas di saat itu akun juga tak bisa banyak membantu " ucap bili dengan sendu saat mengingat perkataan nya tadi biasa ayura.
Tak lama pintu rumah ayura terbuka dan keluar lah wanita cantik, dan iya berjalan menaiki mobil nya, bili yang melihat itu mencoba mengikuti kemana perginya mobil itu.
Ayura yang berada di dalam mobilnya merasa jika iya sedang di ikuti.... dia pun mempercepat laju mobilnya, hari itu yang sudah larut jadilah jalan sangat sepi tak begitu banyak pengendara yang berlalu-lalang di jalan.
Hingga saat nya mobil yang di ikuti bili berhenti di sebuah pelataran club malam yang di sana bertuliskan label 'Sedap malam 'Bili berpikir kenapa ayura datang ke sana .
"Huh.... sudah lah.... semoga aku di sini bisa merasa tenang ... " Ayura menghembuskan napas kasar dan melangkah masuk.
"Selamat malam nona.... apa anda ingin kami temani....!!! " ucap gigolo yang menyambut di depan pintu.
Ayura hanya menatap sekilas orang tersebut dan terus berjalan masuk, yang masih di ikuti oleh bili dari belakang.
"Satu botol weni.... " Pintar ayura pada bartender.
"Nona anda datang sendiri....!??? " tanya bartender itu sembari menyiapkan pesanan ayura.
"Tidak.... ada penguntit di belakang ku , Oh.... iya dimana madam....??? " jawab ayura sembari matanya mendelik ke belakang, dan iya langsung menanyakan sangat pemilik club.
"Oh... iya apa kamu mau bergabung lagi....?? " tanya nya lagi pada ayura.
"Tida.... aku hanya ada sedikit pekerjaan dengan nya, ya sudah aku akan menemui madam... berikan ini nanti pada pria itu " ayura meminta bartender itu untuk memberikan weni itu pada bili yang iya tunjuk tak jauh darinya.
"Oh.. ok" saat bartender itu susah melihat pria yang di tunjuk ayura.
Ayura berjalan melenggang menuju ke arah bagian lantai atas... untuk bertemu dengan madam, Bili yang melihat itu mencoba untuk mencari info pada bartender yang sempat berbicara dengan ayura tadi, karena bili juga tau bagian atas club itu adalah kamar hotel atau tempat para pelacur di sana menghabiskan malam.
"Tuan silahkan minuman anda...!? " ucap bartender itu menyerahkan satu gelas pada bili.
"Saya tak meminta minuman... saya ngin bertanya wanita tadi bicara apa saja dan dia ingin menemui siapa di kamar mana...??? "Bili menggeser gelasnya dan langsung menghujani pertanyaan pada bartender tersebut.
" Selow... selow.... bro.... satu.. satu jika ingin bertanya.. "ujar orang tersebut.
" Aku jawab satu-satu okeh dan dengerin. "ujar bartender itu iya tarik bapas dan mulai berbicara.
__ADS_1
" Minuman ini nona tadi yang traktir, dia hanya bertanya tentang madam apa ada di tempat, dan dia ingin menemui madam, Di kamar paling atas, jika boleh tau anda siapanya nona tadi ya.....??? "jawab nya dan kemudian bertanya balik.
Bili yang merasa tak yakin jika ayura ingin bertemu dengan sang pemilik club tersebut, dan dia pun meneguk weni di dalam gelas, lalu berjalan menuju ke lantai atas tanpa menjawab pertanyaan sangat bartender padanya.
"Lah... lah... main nyelonong aja gak jawab dulu pertanyaan ku " ujar sang bartender yang di cuekin oleh bili.
Sedangkan ayura yang kini sudah ada di dalam kamar madan iya menyesap anggur yang ada di gelas nya, Sembari menunggu madam menyelesaikan pekerjaan nya di ranjang dengan rekan nya itu, ayura melihat itu sudah seperti tontonan nya sehari-hari, iya tampak biasa saja dengan anggur di tangan nya.
"Ada apa kau mencari ku...??? " ujar madam yang sudah selesai dengan kegiatan panasnya.
"Apa.. kau ingin bergabung kembali...???? hingga main masuk saja ganggu aku yang sedang asik... " ketua madam sembari menuang anggur ke gelasnya.
"Tidak.... aku hanya bosan saja... ada mainan bagus gak buat aku... untuk kali ini saja...?? " tanya ayura
"Heh.... ke biasakan kamu , oh iya tadi aku lihat berita sepertinya kamu akan menjadi pelakor ya di rumah tangga tuan muda itu....!!! " tanya madam yang melihat berita tadi sore yang mana ayura sedang di maki di acara resepsi pernikahan angga.
"Heh.... gak ada kerjaan banget gue.... mau jadi pelakor " jawab ketus ayura.
"Lah bukanya dari dulu juga gitu ya lo jadi pemuas laki orang yang kekurangan... " ucap madam lagi.
"Ais... sudah lah ada tidak barang yanga ku minta... ??? " celetuk ayura lagi.
"Ada sebentar aku ambil dulu " madam bangkit dari duduk nya dan iya berjalan menuju ke arah lemari bajunya.
Madam mengambil bungkus kecil dari dalam tumpukan baju nya, dan membawa nya ke ayura.
"Ini tapi ini tinggal sisa segini tak ada lagi... aku juga masih belum menerima paketan... semenjak ayu ke tangkep.. " ujar madam sembari memberikan barang nya pada ayura.
"Eh.... bukanya dari dulu kamu paling anti ya dengan barang beginian... lah kenapa sekarang loe mau makek...??? " tanya madam yang heran tak seperti dulu ayura selalu menolak untuk mengunakan obat tersebut meski sudah di paksa bagai mana pun.
"Bukan... buat gue... oh iya usah gue transfer duit nya " ujar ayura sembari menunjukan bukti transfer dari HP nya.
"Emh... ya mungkin aja loe ada minat... gitu buat coba " jawab madam lagi sembari menyesap anggur di gelasnya.
Keduanya sedang asik dengan pikiran masing-masing tiba-tiba terdengar ketika dari balik pintu, yang membuat keduanya mengerinyit kan alis meraka masing-masing, sembari saling tatap bertanya siapa yang datang.
"Bentar gue buka dulu... " madam bangun dari duduk nya hendak membuka pintu.
Saat madam membuka pintu iya melihat sosok pria yang tak iya kebal namun iya pernah melihat nya saat beberapa hari lalu ayura datang ke club tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu tuan...?? " tanya madam pada pria itu.
"Maaf nona apa tadi ayura datang kemari...???? " tanya pria itu yang tak lain adalah bili.
"Ayura.. oh... itu dia sedang minum di dalam.. silahkan masuk saja " madam mempersilahkan pria itu masuk.
Bili pun masuk saat sudah di perbolehkan oleh sang pemilik kamar tersebut, dan iya melihat ayura yang sedang terduduk menghadap ke arah balkon kamar tersebut dengan satu gelas anggur di tangan kiri dan satu batang rokok di tangan kanan nya.
"Eh... tuh ada yang nyariin loe... " ucap madam sembari menepuk pundak ayura.
Ayura hanya menampakan muka bingung nya karena iya merasa tak akan ada orang yang mencarinya, iya lupa jika bili sedari tadi mengikutinya.
"Astagfirullah.... " Ayura seakan terkejut saat mengingat jika bili yang mengikutinya.
"Ya elah... gak usah ngagetin gitu kali tuh orangnya di belakang loe. " ujar madam sembari mengelus dadanya karena terkejut.
Ayura memutar kepalanya ke arah belakang dan melihat,tatapan bili yang dingin mengarah padanya.
"Oh... ada apa... duduk saja jangan hanya berdiri " ujar ayura.
Bili yang masih diam iya berjalan ke arah samping sofa ayura dan iya pun duduk di sana dengan masih menatap ayura dengan dingin.
"Tak usah menatap ku seperti itu... toh aku juga bikan siapa-siapa anda... hanya pernah menjadi teman satu malam saja " ujar ayura pada bikin yang tetep menatapnya.
"Eh.... kalian lanjut bicara saja aku juga mau lanjut yang tadi sempat terjeda " madam melangkah ke arah ranjang nya yang mana di sana masih ada rekan yang yang masih setia berbaring menunggu iya.
"Yur.... aku tau aku tak ada hak untuk melarang kamu... untuk kamu berbuat apa pun... tapi yur... apa kamu bisa jika memiliki masalah.. tak harus seperti ini...!!??? " ucap bili membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Cih.... lucu sekali... aku mau berbuat apa pun ya itu terserah... maaf tuan saya tak banyak waktu.. saya akan kembali dan saya ingatkan paa anda jangan anda mengikuti saya lagi, atau menguntit saya secara diam-diam di depan rumah " ujar ayura yang membuat bikin terkejut ternyata ayura tau jika sedari tadi iya berada di depan rumah ayura.
Ayura beranjak dari duduk nya dan berjalan ke luar dari kamar itu tanpa memperdulikan dua orang yang sedang terbakar gairah di atas ranjang, Bili lagi-lagi hanya bisa menatap kepergian ayura dan di iringi dengan irama yang bergema di ruangan itu dari efek permainan panas , dari dua orang, bili yang mendengar itu merasa merinding dan iya pun segara ke luar dari kamar tersebut.