Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 06


__ADS_3

Angga yang sudah sampai di panti asuhan, dia langsung masuk menemui pemilik panti asuhan dan pengurus di sana .


"Permisi buk, tuan saya datang kemari ingin menanyakan apa kah nona ayura hari ini ada datang kemari??? " tanya bili pada ibu panti.


"Ahh maaf kalo boleh tau tuan-tuan ini siapanya ayura ya?? " tanya ibu panti dengan sopan kepada mereka berdua.


"Oh.. ini, tuan muda ini adalah bos di tempat nona ayura bekerja, kami datang ingin menanyakan keadaan nona ayura pada anda, karena hari ini beliau tak ada masuk kerja. " bili menjabarkan maksud kedatangan nya dan angga.


"Oh... tapi maaf ayura hari ini tak ada datang kemari, dan kemaren malam dia hanya ijin pergi, tapi ki tak ada yang tau kalo dia pergi kemana " jawab ibu panti.


"Oh baik lah, jika nanti dia ada kemari ibu tolong hubungi saya ini kartu nama saya " ular bili dengan dingin sembari memberikan kartu nama angga.


Tiba-tiba ayuna datang ke ruangan pengurus niat untuk berpamitan pulang karena hari sudah mulai sore.


'Tok... tok... tok... '


"Iya masuk neng " ujar ibu panti mempersilahkan ayuna untuk masuk.


"Ehh ibu sedang ada tamu, ya sudah saya bantu saja untuk bicara dengan ibu, ibu selesaikan dulu urusannya "ucap ayu saat melihat ibu panti sedang menerima tamu.


" Ya tunggu sebentar ya neng "jawab ibu panti dengan senyum.


" Dia sapa bu?? "tanya bili yang tadi melihat ayuna.


" Oh itu nona ayuna salah satu ibu yang menitipkan anak nya di sini tuan, oh iya dia juga tan dekat nya nona ayura "jelas si ibu sembari melihat ke arah pintu yang sudah kembali tertutup.


Angga dan bili mengangguk mengerti, dan mereka pun berpamitan untuk pulang.


Ibu panti mengantarkan kedua tamunya ke depan pintu keluar.


" Bu.. siapa mereka??? "tanya ayi sembari memandangi punggung mereka yang mulai hilang.


" Ibu juga tidak mengenal nya neng, cuman dia bilang tadi tuan muda yang berwajah sangat tampan dan putih itu, bosnya neng ayura, oh iya dia juga ninggalin ini sama ibu " jawab ibu panti sembari melihatkan kartu nama.


Ayu mengambil kartu itu dan dia melihat nama yang tertera di atas secarik kertas itu, dan sangat terkejut nya, ternyata temanya itu bisa kenal dengan CEO muda di perusahan perhotelan Wt. smart yang mana iya juga bekerja di salah satu hotel tersebut, yang tak berada jauh dari tempat mereka tinggal.


"Hah.. ternyata yura kenal dengan bisa besar, wih hebat bos besar sampek bisa mencari dia secara langsung " gumam ayu yang terdengar samar-samar oleh ibu panti.


"Ehh kalian kenal ya?? " tanya ibu panti yang melihat raut wajah ayu.


"Ahh tidak bu cuman yang saya tau tuan muda tadi itu bos besar kami, oh iya ada apa ya dia mencari yura bu?? " jawab nya dengan tenang dan kembali bertanya.


"Katanya sih neng yura gak ada masuk kerja, jadi di cariin " jawab ibu panti sembari berjalan.


"Tak mungkin sesepele itu, pasti ada yang lainya, karena ini bos besar sampek yang turun tangan untuk mencari pekerjanya sediri " gumam ayu dalam hatinya.


"Oh iya bu, tadi saya menemui ibu itu untuk pamitan untuk kembali, karena hari juga udah hampir sore, jika nanti wilona bangun tidur nyariin saya bilang saja saya sudah pulang " ayu teringat akan tujuannya untuk bertemu dengan ibu panti, dan iya pun mengatakan niat nya, dan menitip pesan untuk putrinya.


"Iya neng kamu hati-hati dijalan , dan selalu jaga kesehatan, di musim yang gak tentu kayak gini tubuh jadi sering sakit, karena perubahan cuaca neng " nasehat ibu panti mengingat kan ayu untuk menjaga kesehatan.


"Iya bu. ok, ya sudah aku pulang ya bu asalamualaikum" jawab ayuna dan mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam " jawab ibu panti.



Ayura yang kini terbangun dari tidurnya karena Galuh menangis, karena lapar, yura pun mempersiapkan susu untuk Galuh dan sekalian membuatkan untuk aji.



"ooooweeeekkk..... ooooweeeekkkk.... "



"Cup... cup.. anak bunda lapar ya, sebentar ya bunda buatin susunya, Galuh putri bunda sabar ya " ayura mengoceh sendiri menenangkan suara tangisan putrinya.


__ADS_1


Karena Galuh menangis cukup keras aji yang berada tak terlalu jauh pun terbangun dari tidurnya, dan ikut menangis.



"Oweekkk.. . . .oweeekkkk..... oweekkkk... "



"Aduh anak bujang bunda juga bangun ya, maaf ya sayang kakak Galuh berisik ya cup... cup.. cup... anak bunda "ucap ayura menenangkan keduanya sembari tangan nya sibuk memasukan air dan bubuk susu ke botol.



"Ini punya kakak cup.. cup.. cup... jangan nangis lagi ya" ayura memberikan susu pada Galuh sembari di ganjal oleh kain agar tak terjatuh botol susunya.



"Nah ini susu punya adek.. cup.. cup.. jangan nangis lagi ya, bunda ada disini buat nemenin kalian berdua "ucap ayura yang menghibur kedua anaknya yang belum mengerti apa yang iya katakan.



Keduanya mulai diam dan menghisap botol susu masing-masing ayura bergantian melihat Galuh dan aji agar botol susunya tak jatuh.



"Sayang andai ayah kamu ada di sini mungkin dia bisa bantu bunda, tapi maaf bunda sampai sekarang belum tau siapa ayah kalian " gumam ayura dalam hatinya yang merasa sedih, akan keadaan nya sekarang, dan merasa kasihan pada si kembar.



"Ehhh kakak udah selesai ya??minum susunya , sini bunda minta botolnya ya " ucap ayurq sembari mengambil botol susu Galuh yang sudah kosong.



'Tok... tok... tok.. '




Ayura menoleh ke arah suster yang baru saja masuk itu.



"Oh iya Sus, silahkan " ayura mempersilahkan suster untuk melepas jarum dan selang yang ada di tubuh Galuh.



Suster hanya membalas dengan senyuman ramah pada ayura, lalu menghampiri tempat tidur Galuh dan melepaskan semau alat yang melilit di tubuh Galuh.



"Kamu sudah sehat nak, lain kali jangan mau datang ke rumah sakit lagunya sayang, kamu harus sehat terus " celoteh suster pada Galuh.



"Iya suster,, Terima kasih udah mau rawat aku " ucap ayura menjawab perkataan suster yang menirukan suara anak kecil.



"Iya bunda ini anak nya sudah sehat, gak ada lagi keluhan lain, dan lain kali jaga lebih baik dan harus menjaganya dan selalu berikan kasih sayang dengan penuh, kita jangan sampai sibuk hanya dengan pekerjaan kita " pepatah sang suster yang mengingatkan ayura yang selama ini meninggal kan si kembar di panti asuhan dan iya sibuk m nyari uang.



"Iya Sus, makasih atas sarannya " jawabnya dengan senyum.



"Iya sama-sama bunda, ya sudah saya permisi, kalo anda butuh bantuan panggil saja saya atau yang lain, ya sudah saya permisi " ucap suster lalu pergi.

__ADS_1



Ayura hanya mengangguk mengiyakan dan iya pun kembali melihat aji yang kembali terlelap tidur, begitu juga dengan Galuh dia juga tertidur kembali.



"Maaf ya sayang, bunda yang sering nutupin kalian sama ibu panti, Mudah-mudahan mulai hari ini bunda akan dengan tangan bunda ini akan mengurus kalian sendiri " ucap ayura dia sudah mantap untuk mengurus si kembar sendiri.



Ayura memikirkan masalah hutang dengan madam, dia akan mencicil nya sedikit-sedikit dia akan berhenti menjadi wanita malam atau wanita penghibur.



"Kamu pasti bisa ayura, untuk merawat mereka berdua semangat " ucap ayura menyemangati dirinya sendiri .



Ayura mulai membuka ponselnya untukencari rumah untuk iya beli dan tinggali untuk mereka bertiga dan mencari art buat menjaga anak nya ketika iya harus bekerja.



Sangat yang berada di dalam mobil yang ingin pulang baru saja teringat prihal tadi pagi yang iya bertemu dengan ayura di restoran yang berada tak terlalu jauh dari rumah sakit.


"Bil... pergi ke rumah sakit anak dan ibu budi Darma " ketus angga memberi perintah namun pandangannya keluar jendela.


"Apa kah anda kurang sehat tuan...??! " tanya bili sembari mengamati tuanya dari kaca kecil yang ada di hadapannya.


Namun bili melihat angga yang baik-baik saja seperti tidak sedang ada yang sakit menjadi bingung dan untuk apa juga datang ke rumah sakit anak dan ibu.Pikirnya di dalam hati yang bertarung dengan kenyataan yang iya lihat.


"Tak usah banyak tanya lakukan saja " ketus tuanya lagi dengan posisi yang sama.


Bili tak berani bertanya lagi dia langsung melaju kan mobil nya ke arah rumah sakit yang di sebutkan tuanya barusan.


Bili hanya fokus pada jalan tiba-tiba di tepuk pundaknya dari belakang yang membuatnya terkejut dan reflek berbalik.


"Ya tuan ada apa?? " tanya bili dengan cepat.


"Itu orang yang kita cari tepikan mobil di pinggir jalan saja " Ucap angga saat melihat ayura yang sedang berjalan di trotoar.


Bili langsung mengikuti intruksi tuanya untuk menepi, saat mobil sudah menepi angga langsung membuka pintu mobil dan keluar dengan elegan di hadapan ayura.


Ayura yang terkejut karena ada mobil yang berhenti di sampingnya dia pun melihat siapa yang keluar dari mobil, dan dia hanya mengerutkan dahinya saat melihat angga yang keluar.


"Mau apa lagi orang aneh ini " gumam ayura yang menatap aneh pada angga.


"Nona anda ikut saya sebentar.! " perintah angga pada ayura.


"Dih.. emang kamu siapa nya saya asal asik main perintah saja, kita juga gak kenal jadi gak usah sok kenal " ketus ayura sembari hendak melangkah namun di hadang oleh angga .


"Heh tuan aku tak ada masalah dengan anda, jadi anda tak usah mencari masalah atu mempersulit hidup ku, toh kita juga tak kenal satu sama lain " ketus ayura lagi sembari menepis tangan angga.


Bili yang melihat dari dalam mobil jika bosnya diperlakukan tak sopan oleh ayura, iya pun turun dari mobil. Ayura yang melihat bili iya ingat kalo bili adalah asisten di perusahan wt. Grupo smart. ayura hanya diam dan kembali berjalan.


"Nona tunggu sebentar...!!! " ucap bili menghentikan langkah ayura.


"Iya ada apa pak.??? oh untuk hari ini maaf saya tak bisa masuk bekerja jadi tolong sampaikan pada bos besar, kemungkinan besok juga belum bisa karena anak saya belum sehat " tanya ayura dan iya pun paham akan bili menghentikannya.


"Nona sebaiknya anda ikut dengan kami dulu, nanti baru kita bicaranya karena tak enak untuk bicara di pinggir jalan seperti ini " ucap bili .


"Maaf saya hari ini juga sedang sibuk, lainkali saja " ucap ayura sembari berjalan pergi.


Bili berjalan menghampiri ayura dan memegang tangan nya. syura reflek menepis tangan bili.


"Lepas kau jangan sesuka hati ya ingin melecehkan kan orang, di sini banyak saksi yang melihat, " bentak ayura yang kesal.


"Maaf nona tapi saya tak ada niat untuk melecehkan anda, saya mohon untuk ikut dengan kami, dan bukanya anda juga sering suka rela naik keranjang para pria tau mengundang pria naik ke ranjang anda, jadi apa kah hanya memegang tangan mu itu termasuk melecehkan " ucap bili berbisik di telinga ayura.

__ADS_1


Ayura yang mendengar perkataan bili hanya diam ternyata identitasnya sudah di selidiki oleh orang di sebelahnya tersebut, ayura hanya memandang tak senang ke arah bili .


__ADS_2