Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 73


__ADS_3

Berhubung hari ini adalah hari minggu, jadi ayura dan anak-anak juga libur dari kesibukan mereka, kini mereka sedang duduk bersama di kursi meja makan untuk menyantap sarapan pagi mereka sebelum melakukan kegiatan di hari weekend.


Setelah sarapan selesai, seperti biasa ayu lah yang membersihkan bekas mereka makan, karena iya juga mereka tak enak dengan ayura yang tinggal di tempat nya , dengan cuma-cuma.


"Bunda... gimana kalo kita jalan-jalan yok...? " usul gadis kecil itu.


"Mau jalan-jalan kemana?.? " tanya ayura tanpa mengalihkan pandangan nya peda laptop yang iya pangku.


"Em.. bentar deh.. Galuh pikirin dulu kita mau jalan kemana...?? " jawab nya seraya berpikir ingin pergi jalan-jalan kemana.


"Gimana kalo ita pergi ke pasar malam....?, " celetuk aji yang menimpali.


"Tapi kan ini masih pagi sayang..... ya mana ada..? " seloroh ayura sembari tersenyum pada putranya itu.


"Lah kan gak ada yang bilang ini malam bunda,,maksud aji itu entar malam kita main di pasar malam, kalo pagi ini mah kita rebahan aja di rumah, untuk isi energi jadi tar malam mainnya bisa puas " jawab anak itu lagi sembari merebahkan tubuh nya.


" Boleh juga tuh... ya udah lah Galuh mau main sama kan lona aja lah " Galuh berseru setuju sembari berjalan ke arah halaman belakang.


Ayura hanya mengangguk mengiyakan perkataan, kedua anak nya, tapi masih dengan kesibukan nya sendiri yang menyelesaikan pekerjaan nya.


"Kak... aku pergi keluar ya sama temen-temen " ucap evan meminta izin untuk main keluar.


"Em... jangan pulang lewat dari jam 10 malam " ucap ayura tanpa menoleh.


"Ok.. Asalamualaikum "


"Em waalaikumsalam"


Avan yang sudah melajukan kendaraan nya untuk berbaur dengan kendaraan lain dan ikut melerai kemacetan kota bandung, di hari libur seperti sekarang ini, sedangkan ayura dia merasa agak sedikit bosan dia pun menutup sebentar laptop nya mencari cemilan di dapur, di situ aji yang masih berbaring pun merasa kepo dengan apa yang di kerjakan sang bunda di pun mulai membuka laptop yang tergelatak di atas meja.


"Wah... ternyata memeng pekerjaan bunda banyak ya . . ?? pantas sering gak ada waktu buat main ama kita " gumam nya sembari terus melihat-lihat isi laptop sang bunda.


Aji... sempat melihat ada foto, di sana terlihat ada tiga orang yang di dalam foto salah satu nya orang yang belum pernah aji temui, entah lah siap.


"Kamu lagi liat apa sayang....?? " tanya ayura yang mengejutkan aji.


"Eh... bunda... engga ada tadinya aku cuman mau liat apa di laptop bunda ada game, aji tadi bosen aja bun " ucap aji dengan polos nya.


"Oh.... di laptop bunda ini gak ada game nya sayang... di situ mah semua isi nya juga data kerja aja " jawab nya dengan lembut sembari mendudukkan badannya di sofa.


Aji hanya cengar-cengir gak jelas dan mengembalikan laptop nya pada sang bunda, aji kali duduk dengan manis dan melihat cemilan yang ayura bawak tadi dia pun antusias, iya turun dari duduk nya dan menghampiri meja, iya mengambil cemilan itu , dan memakan nya.


"Pelan-pelan ji nanti kamu keselek lagi " seloroh ayura gemas melihat anak nya, layak nya anak seumuran mereka, jika menemukan makanan manis pasti lah antusias.


Aji hanya mengangguk kan kepalanya, tanda mengiyakan perkataan bunda nya.


"Oh ya bunda... kalo aji boleh tanya, paman yang berfoto sama bunda dan mamah itu siapa, aji kok gak pernah liat..? " celetuk anak itu setelah menelan makanan di mulut nya.


"Itu foto bunda sama temen bunda waktu kuliah" jawab ayura asal.


Ayura tau iyang di maksud putra nya itu adalah foto iya bertiga dengan rudi di, sebuh bar meski waktu itu memeng bar itu terbilang lagi sepi.


"Dulu bunda orang nya nakal ya...?? itu kayak nya main nya udah malem banget " celetuk nya polos.

__ADS_1


"Itu kan bunda sama mamah lagi ada pekerjaan rumah sayang, kita kerjain bareng di rumah teman " jelas ayura lagi yang mendengar perkataan putranya itu yang sangat menusuk.


"Bun aku mau makan.... es krim boleh gak...? " seloroh anak itu lagi.


"Sayang kamu kan usah banyak makan manis barusan, jadi gak usah ya, besok aja lagi makan es krim nya " ayura memberi pengertian pada putranya.


"Tapi bunda.. aku mau nya sekarang... " rengek nya.


"Sayang.. kalo kamu kebanyakan makan manis nanti gigi kamu sakit loh... mau gigi nya sakit " ucap ayura dengan lembut.


Aji hanya memanyun kan bibir nya karena apa yang iya mau tak di beri oleh bunda nya, entah lah aji yang biasannya bersikap dingin sekarang tiba-tiba menjadi manja layak nya anak kecil seumuran dia, ya mungkin itu udah kodrat nya toh, emang bocah seusia lima tahun itu memeng bersikap manja, bukan dingin dan seperti orang dewasa.


Ayura hanya gemas dengan tingkah putra nya itu, dia hanya menggelengkan kepalanya , dan terdengar lah bel pintu ada yang menekan dari luar.


"Siapa yang bertamu sepagi ini..? " tanya ayura sembari bangkit dari duduk nya untuk membuka kan pintu.


"Mana aji tau bun, paling mamang kurir, bunda lupa kali kalo ada beli barang atau apa gitu " celetuk anak kecil itu dengan nada ketus dan dingin nya yang khas.


Saat ayura membuka pintu iya terkejut, saat melihat ada empat orang yang berdiri di depan pintu nya, ayura berpikir ini ada masalah apa hingga ada polisi yang datang bertandang ke rumah nya.


"Selamat pagi... apa benar ini rumah, nyonya ayura...?? " tanya salah satu polisi.


"Iya pagi, bener pak ini dengan saya sendiri, ini ada apa ya pak..?? " jawab nya dengan melemparkan pertanyaan.


"Begini bu kami datang kemari ingin, memberi tahu kan jika kami mendapat surat laporan, untuk saudara evan " jelas mereka akan kedatangan nya di kediaman ayura.


"Kalo boleh tau , kerena apa ya pak..? " tanya ayura penasaran.


" Ya ,begini bu dari laporan yang kami terima kalo saudara evan adalah pengedar dan pengguna obat-obatan terlarang " jelasnya


"Mohon kerja saman nya nyonya... anda jangan mencoba menyembunyikan tersangka " ucap para apar kepolisian yang sedikit memaksa


"Tapi emang benar anak itu tak ada di rumah " ujar ayura yang mulai kesal.


"Kalo anda sekalian tidak percaya silahkan cari saja kedalam, tapi jika anda tak menemukan nya kalian silahkan angkat kaki dari sini " ketus ayura yang entah lah.


"Maaf nyonya tapi bukan nya kami tidak sopan, tapi kamu harus membawa saudara evan segera agar cepat untuk di proses " ujar polisi itu sembari melambaikan tangan mengode untuk yang lain masuk mencari evan.


Ayura hanya berdiri di depan pintu dengan malas iya tak ingat kalo anak-anak jiga ada di dalam, entah lah mungkin dia sudah sangat emosi, jadi tak ingat akan anak-anak.


"Bocah sialan..... buat orang susah, gak ibu gak anak sama aja bikin orang susah dan terlibat dalam masalah yang tak ada hubungan nya dengan ku " gerutunya dengan umpatan-umpatan kecil nya.


"Bunda....!! " teriak anak-anak sembari berlari ke arah ayura yang masih berdiri di ambang pintu utama, sembari di ikuti oleh ayu.


Ayura terkejut dan tersadar dari lamunannya iya pun menoleh ke asal teriakan.


"Ada apa sayang...!? " tanya ayura.


"Bunda .. kok didalam banyak sekali osman polisi... memang kita ada buat salah ya...?? " tanya Galuh.


"Iya yur ada apa ini..? " sambung ayu menimpali.


"Gak apa-apa kok sayang, paman polisi hanya mau cek rumah aja, gak papa yu " jawab nya sembari tersenyum.

__ADS_1


"Bener gak papa yur....? " tanya lagi ayu memastikan.


"Iya gak papa... emh yu.. boleh gak, kamu bawa dulu anak-anak berkunjung ke rumah, nyonya Yosi.. aku mau selesaikan ini dulu " ucap ayura untuk membawa anak-anak pergi terlebih dulu.


"Ok.. tapi nanti kalo ada apa-apa beri tau aku yur, Ayok anak-anak kita main ke tempat oma yosi, sebentar ya " angguk nya dan langsung menggiring anak-anak untuk ke rumah orang tua bili.


Karena ayura masih ada yang harus di urus dengan para aparat kepolisian.


"Mah bunda gak bakal di tangkap sama para paman polisi itu kan...?? " tanya para anak-anak pada ayu.


"Gak bakal di tangkap kok sayang tenang ya, bunda kalian kan orang baik, mana ada paman polisi bakal tangkap orang baik, paman polisi kan tangkap nya penjahat " jelas ayu.


"Iya benar apa yang di katakan ibu, jadi Galuh sama aji tenang aja ya gak usah khawatir " timpal wilona sembari menggandeng tangan Galuh.


"Iya kak "


Sedangkan di rumah ayura, kini para aparat kepolisian sudah menggeledah seisi rumah ayura tapi tak menemukan apa yang iya cari, atau barang bukti.


"


"Lapor komandan target tak di temukan "lapor para rekan yang lainnya pada komandan polisi.


Ayura hanya memandang malas, karena pastikan masalah nya tak hanya sampai situ saja, ayura juga sudah menyuruh evan untuk pulang ke rumah segara, melalui pesan singkat yang iya kirim pia Whatsapp.


" Tidak ada bukan...!? "tanya ayura dengan ketus.


" Jadi anda sekalian sudah bisa pergi, saya ingin menikmati hari libur saya dengan keluarga saya"lanjut ayura.


"Maaf nyonya kami telah menggangu anda tapi, nanti sekitar lima jam lagi ki akan kembali untuk mengecek, dan saya mohon bantuan pada nyonya ayura untuk kerjasama nya, jika ananda evan telah kembali, tolong segera kabari kami " ujar komandan polisi itu pada ayur, dan mereka pun segera hengkang dari kediaman ayura.


Ayura kembali menutup pintu dan duduk di sofa ruang tamu dengan, pikiran yang kacau dan emosi yang sudah siap untuk meledak kapan saja, selang waktu sekitar setengah jam orang yang di tunggu pun kembali, terdengar deru mesin motor berhenti tepat di halaman rumah nya.


Evan dengan santai dan tak tau jika di balik pintu, ada singa betina yang sedang mengamuk sedang menantinya untuk di mangsa.


"Asalamualaikum... " evan mengucap salam saat membuka pintu dan melangkah masuk.


"Waalaikumsalam " terdengar jawaban dari dalam.


Evan melangkah menghampiri orang buang sudah menunggunya dari tadi dengan tatapan tajam yang mengarah padannya.


"Kak.. ada apa ya..? minta aku cepat pulang biasanya gak pernah..? " tanya remaja itu dengan polisi nya.


'Plakkkkkkkkkkkkk........ '


Satu tamparan keras mukus mendarat di pipi putih milik remaja itu, yang kini meninggalkan jejak merah di sana dan sudut bibir yang mengeluarkan darah segar.


"Kak... ada apa...!!! ? kenal main tampar gini sih...!!? " ujar evan yang tek terima dengan iya menerima tamparan dari sang kakak tiri itu.


"Kau masih... berani bertanya... bukan kah sudah jelas peraturan di rumah ini, tapi kenapa kau melanggar nya hah.... ?!! " ucap ayura dengan amarah yang meledak.


"Apa yang kakak maksud aku gak ngerti..! " tanyanya dengan nada yang sedikit meninggi.


"Yogi Evano kau tak usah berlagak polos, Apa selamat ini uang yang aku beri atau orang tua mu beri itu masih tidak cukup hah... sampai harus menjual barang haram, dan kau mengunakan nya" ucap ayura dengan menyebutkan nama lengkap evan dengan tatapan tajam nya.

__ADS_1


Evan yang masih tak tau apa-apa yang di maksud oleh ayura, dia hanya terus berpikir apa yang di maksud ayura, barang haram apa..? menggunakan apa..? "itu lah kalimat yang berkeliling di kepala evan sekarang.


__ADS_2