
Adit melihat ayura yang terburu-buru iya pun menghampirinya untuk bertanya akan pergi kemana kakak nya itu, tapi Adit melihat sekilas raut wajah sang kakak yang terlihat sangat panik, membuat Adit juga jadi panik dan dengan cepat menghampiri ayura yang sedang mengemas barang nya.
"Kak.... kamu mau kemana..?? di tengah malam begini..?? " tanya Adit sembari melihat semua barang yang di kemas ayura.
"Aku kan balik bandung..... aku dah salah meninggalkan anak-anak pada orang lain seharusnya aku tak mengambil keputusan itu dari awal " ucap ayura tanpa melihat ke arah Adit yang bertanya.
"Memang apa yang terjadi sama anak-anak..??? " tanya nya
"Anak-anak di bawa pergi oleh, istri tuan angga " jawab nya dengan penuh emosi.
"Hah.... kok bisa.....?? " tanya angga dengan terkejut.
"Dit... kakak pinjam mobil kamu ya kakak bakalan berangkat ke Bandung sekarang..." ujar ayura.
"Kak... lebih baik besok pagi sana kita naik pesawat agar lebih cepat, jika kaka mau naik mobil itu bakal lebih lama sampai " ucap adit memberi saran.
Ayura pun berpikir kembali memeng jika mengenakan mobil untuk menempuh perjalanan dari palembang ke bandung, itu memakan waktu yang cukup lama, tapi iya juga sudah tak sabar ingin segera balik ke bandung untuk mencari anak-anak nya.Namun mampu di yakin kan oleh Adit hingga ayura mau bersabar dan percaya dengan bili yang akan membawa kembali anak-anak nya, dan kini ayura yang tak sabar untuk menunggu pagi pun iya sibuk kan dengan pekerjaan yang belum sempat iya selesai kan tadi.
Meski kantuk melanda diri nya ayura tatap saja harus terjaga, sudah beberapa kali ayura membuat kopi agar iya tetep terjaga, Adit yang melihat nya kasih, dan ayu sedari tadi sudah menasehatinya agar beristirahat, agar besok iya juga tak terlalu lelah untuk mencari anak-anak tapi ayura tatap saja tak mendengar kan, hingga Adit dan ayu hanya menghela napas, dan membiarkan apa yang ayura mau.
Sedangkan di bandung kini ketiga orang itu masih saja melakukan negosiasi dengan gabriel agar mengembalikan anak-anak ayura.
"Aduh... suami ku tercinta ini... kenapa bodoh sekali sih... aku ini juga sedang membantu mu loh.....??? bukan nya selama ini ibunya tak mengizinkan kamu untuk bertemu mereka, sampai dia sanggup menitipkan dengan orang lain bukan nya menitip kan anak-anak pada ayah nya, begitu bukan bil...??? " ujar gabriel sembari menatap ke arah bili.
"Gabriel...! saya sudah sabar dengan kamu...??! saya juga tau kelakuan buruk mu di belakang...! tapi saya diam... tapi untuk masalah anak-anak saya tak mau tinggal diam, saya akan melaporkan pada pihak berwajib akan kasus penculikan " tegas nya pada sang istri dengan wajah dingin nya.
"No... no... no... sayang mudah ko janan laporkan aku ke polisi... kan kamu tinggal serahkan saham milik mu saja menjadi atas nama ku " ucap nya dengan tersenyum.
"Nyonya muda... sebaik nya anda jangan keterlaluan.....! kembalikan anak-anak, maka semua di anggap tak pernah terjadi...?! " ujar bili yang sudah geram padahal dia sedari tadi diam.
Bili sedari tadi diam tapi iya menerima pesan singkat dari Adit , Adit yang menanyakan bagai mana keadaan di bandung sekarang.Bili yang merasa iya bersalah dan bertanggung jawab akan anak-anak iya pun ikut bicara.
Galuh yang mendengar keributan di luar yang tadi nya iya sudah tertidur menjadi terbangun kembali, dan iya melihat adik nya yang ada berbaring di sebelah nya.
"Uuhhhh... kenapa di luar ribut sekaki sih... katanya ayah bakal kesini .... tapi udah makan gini kok ayah belum datang malah ada keributan di luar lagi...??? " keluh gadis kecil itu karena mereka terganggu.
"Tenang lah tuan bili sabar... sekarang anak-anak sedang tertidur.... bagai mana kalo besok saja, saya antar pulang toh saya juga punya hak atas mereka sebagai ibu sambung nya bukan...??! " ujar gabriel
"Kalian juga sebaik nya istirahat saja dulu di sini toh ini juga sudah malam " saran gabriel sembari memainkan anggur di gelas nya.
"Gabriel.... saya sudah baik dengan mu.... tapi n kau keterlaluan... cepat kembalikan anak-anak...!!! " bentak angga yang sudah tak sabar lagi karena menahan emosi sejak tadi.
"Yo... sayang jangan marah... tenang lah... aku ini ibu yang baik... tak akan ku telantar kan dan ku titip kan anak-anak pada orang yang tak ada sangkutannya dengan kita.. "sindir nya lagi.
"Apa yang kamu maksud kenapa sedari tadi ucapan mu itu berbelit-belit dan membawa-bawa orang...!!!?? bicara dengan jelas...!!! " segak angga lagi
__ADS_1
"Oh... ok karena suami ku bertanya, aku sebagai istri yang baik dan berbakti... maka akan aku katakan yang sebenarnya padamu sayang " ujar nya sembari menatap bili dengan senyum miring nya.
Bili hanya bisa terdiam membeku saat mendengar ucapan Gabriel akan memberi tahu kan, maksud ucapan nya yang sedari tadi berbelit-belit.
"Sayang... apa kau selama ini tak pernah curiga akan orang terdekat mu...??? " tanya Gabriel yang membuat angga semakin bingung.
"Seharusnya ada sayang... dan seharusnya kau menaruh rasa curiga... apa lagi selama sebulan lebih ini kamu nyari keberadaan anak-anak, dan lebih bodoh nya kamu memberi perintah pada orang yang salah, dan selama ini kamu juga bertanya pada orang yang mana dia harus menutupi semuanya dari mu..! " ucap gabriel yang semakin membuat angga bingung.
"Sayang.... biar kamu tak bingung lagi... aku beritahu kamu.... jika selama ini anak-anak itu di sembunyikan oleh ayura dan bili.... dari mu.Maka dari itu sesering apa pun kamu menyuruh bili mencari mereka, bili tak akan memberitahukan nya padamu, karena dia sendiri yang menyembunyikan nya 😏😏😏" ucap gabriel.
Yang membuat angga langsung melirik ke rahmatullah bili dan menatap nya dengan dingin dan emosi, di situ gabriel tersenyum dengan bahagia nya, mereka tak saat jika sedari tadi pembicaraan mereka di dengarkan oleh gadis kecil dari arah pintu kamar yang sudah setengah terbuka.
"Hah... jadi selama ini bunda dan paman bili memeng sengaja ya membuat aku dan aji tak bisa bertemu ayah...?? " tanya nya dengan lirih dan ada rasa kecewa.
Tadi kecil itu dengan slrasa kecewa nya, dia berjalan menghampiri ketiga orang dewasa tersebut dengan tatapan sendu.
"Apa itu semua benar tante paman,...?? jika selama ini paman dan bunda menghalangi aku dan aji untuk bertemu ayah...??? " tanya gadis kecil itu yang mebuat semua nya terkejut.
"Sayang... sini nak sama ayah.. " angga merentangkan tangan nya untuk memeluk putri kecil nya karena iya sangat merindukan nya.
Galun berjalan menghampiri angga dan memeluk nya, karena gadis kecil itu juga merindikan ayah nya.
"Ya... aku ini berkata yang sebenar nya... ibu mu itu.. tak mengharapkan kau bdan ayah mu untuk bertemu... " celetuk gabriel.
"Paman bili...? Galuh bertanya... kenapa paman dan bunda melakukan itu.. ?? bukan kah hak kami sebagai nak untuk bertemu ayah... seharusnya kalian tak menghalangi..? " ucap Galuh dengan lantang.
"Dan apa hak paman melarang kami.... untuk bertemu ayah... paman hanya teman bunda... bukan keluarga atau pun siapa... tapi kenapa panam...??? " ujar Galuh lagi dengan sedikit emosi.
Sedari tadi bili hanya diam tak bersuara, dia masih bingung harus menjawab apa, andai yang iya hadapi bukan lah anak kecil mungkin sedatintadi iya sudah menutup mulutnya bungkam dan tak bertanua lagi.
"Sayang Galuh.... maaf kan paman... tapi paman tak bisa mengatakan apa pun... paman melakukan ini dengan bunda kalian karena demi kebaikan kalian.... paman melakukan ini semua... untuk kebaikan kita semua, paman tak ada bermaksud lain " ucap bili sembari menatap mata gadis kecil itu yang masih ada di pelukan sangat ayah.
Angga yang sedari tadi hanya diam, dan mendengarkan, semua pertanyaan Putri kecil nya itu pada bili, dan sembari menahan emosi agar tak berbuat berutal, kini angga tak bisa menahan nya lagi dia pun melepaskan putrinya dari pelukan nya, dan menyuruh nya untuk kembali ke kamar.
"Sayang... kamu balik kamar dulu ya, nanti ajak aji kita akan pulang tapi sebelum itu kamu di kamar dulu ya, ada yang mau ayah bicarakan dengan paman bili " ucap angga dengan lembut pada putrinya.
__ADS_1
Galuh menganggukkan kepalanya dan berjalan, menuju ke kamar nya, namun sebelum iya berjalan iya sempat melirik ke arah bili dan, memberikan tatapan rasa kecewa nya terhadap bili. Namun di sana bili hanya diam dan mencoba tersenyum dengan paksa kearah Galuh.
"Katakan dengan jujur.... bili apa alasan mu menghalangi ku untuk bertemu anak-anak...??? dan apa yang kamu katakan semi kebaikan mereka....??? memang nya kenapa jika anak-anak bertemu dengan ku...??? toh aku juga tak akan mencelakai nya...???, aku ini ayah kandung nya...! aku berhak bertemu dengan mereka..! sedangkan kamu bukan siapa-siapa nya...!! "ucap angga dengan dingin dengan tatapan datar nya pada bili.
" Maaf tuan..... saya hanya ingin melindungi ayura dan anak-anak... tak ada alasan lain, karena ayura juga tak mungkin untuk meminta bantuan dengan anda tuan, dia juga sadar diri dia tak mau menjadi pelakor di dalam rumah tangga kalian berdua "ucap bili menampih perkataan angga.
"Saya tau... anda adalah ayah kandung anak-anak, dan anda juga berhak bertemu dengan mereka..!? tapi tuan saya mohon mengerti dengan posisi anda jangan menyulitkan ayura, ayura selama ini hidup dalam penekanan.... dan sekarang di tambah dengan masalah anak-anak yang selalu saja jadi ancaman bagi dia " ucap bili yang membuat angga sulit untuk memahaminya.
"Bicara itu dengan jelas...!??? " ujar angga yang di sulut emosi, sampai mencengkram kerahasiaan baju bili.
Namun bili disitu hanya pasrah tak melawan, dia juga sadar akan salah nya yang telah dia lakukan, yang membohongi angga.
"Saya tak... pernah mempersulit kehidupan ayura....!! dan satu lagi jika ingin bersaing untuk mendapatkan hati ayura...! kita harus bersaing dengan sehat dan adil ...!!! jangan menggunakan cara murahan begini ...! " maki nya namun tetap saja bili hanya menerima dengan pasrah.
'Bbbraassaakkkk........!!!!!!! '
"Jika kalian ingin baku hantam lebih baik keluar... rumah rumah ku bukan arena gulat atau ring tinju....!! " gabriel kesal dengan keduanya.
Gabriel kesal dan emosi karena suami nya sendiri ,di hadapan mukanya sendiri lebih mementingkan orang lain , ketimbang perasaan nya sebagai istri, iya malah berkata untuk menaklukan hati wanita lain, dengan lantang di hadapan gabriel.
"Tuan sadar lah... dengan status anda.... sebaiknya anda menjaga perasaan istri anda... dan untuk urusan aku suka pada ayura itu hak saya " jawab bili dengan dingin dan sedikit egois.
"Kau tak perlu mengajari ku...!!! "
"Galuh...!!! ayok nak kita pulang...?! " angga berteriak memanggil putri nya untuk iya bawa pulang.
"Heh... tak segampang itu suami ku tercinta untuk membawa mereka.... jika ingin membawa nya maka sesuai perjanjian.. " ujar gabriel yang masih kekeh dengan kehendak nya.
"Ya... besok kau datang ke kantor akan aku berikan saham itu...!!! " ucap angga sembari berjalan ke arah kamar anak-anak untuk segera membawa mereka pulang.
"Heh... bagai mana bil.... aku menang..... sebaiknya kamu itu.... tak melawan ku. " ejek nya.
"Maaf nyonya... saya orang nya tak se serakah anda ..?? " ujar bili sembari berlalu pergi lebih dulu .
Gabriel tersenyum menang ternyata benar anak-anak itu berguna untuk, menekan angga untuk mendapatkan apa yang iya mau.
__ADS_1
Bili sekarang bingung harus bilang apa nantinya pada ayura jika sekarang anak-anak ada di tangan angga, dan angga tak akan mungkin untuk menyerah kan anak-anak pada ayura lagi, karena angga mereka kalo ayura kurang bertangungjawab atas anak-anak. Dan di anggap nya tak becus untuk merawat anak-anak.