Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 10


__ADS_3

Ayura yang di buka kan pintu oleh suster , suster tersebut langsung m m bantu ayura untuk membawa barang bawaan, karena ayura terlihat kerepotan dengan menggendong dia bayi dan menarik koper yang berisi perlengkapan si bayi.


"Mba ayura pulang kok gak ada bilang dulu biar saya bantu jemput dan bawa barang biar gak kerepotan gini?? " ujar sang suster sembari membawa koper ayura masuk kedalam.


"Gak papa Sus, saya gak mau ngerepotin kalian, jadi aku pulang aja sendiri, ini juga pasti ganggu jam istirahat suster kan, karena ini udah malam " ujar ayura yang merasa tak enak hati karena menganggu malam-malam.


"Engga kok mba saya juga ini kebetulan baru pulang dari belanja keperluan di panti yang udah mulai menipis, ya udah sana mba tidurin aja dulu Galuh sama aji nya di kamar bayi terus emba nya juga istirahat ini juga sudah malam " usul sang suster pada ayura untuk segera istirahat karena melihat hari juga sudah sangat larut.


"Ok.ya sudah makasih ya sus udah bantuin saya, suster juga istirahat, barang biar besok saja saya bereskan " jawab ayura sembari membawa si kembar untuk beristirahat dan dia juga istirahat.


Suster juga bersiap kembali ke kamar nya untuk istirahat, sedangkan ayura dia tertidur di kamar bayi sembari memandangi dengan lekat memar di tangan aji, iya merasa bersalah atas apa yang iya lakukan pada sang anak, hingga jika iya teringat akan itu dia akan teringat akan Yuda dan menjadi semakin kesal.



Sedangkan angga yang baru saja sampai di rumah mewah nya , dia langsung menyalakan lampu di setiap ruangan, iya mengambil anggur yang telah iya simpan dengan rapi di rak penyimpanan.



"Ngga... gue numpang tidur tempat loe ya.... " tiba-tiba dito puncak begitu saja entah dari mana seperti hantu.



"Setan....loe ngagetin gue, kalo masuk rumah orang itu permisi bukan maen nyelonong aja, lah loe mau tidur tempat gue emang rumah loe kenapa?? " angga nyerocos kayak emak-emak arisan yang gak ada henti.



"Ya elah berhenti dulu ngapa gak usah takut kehabisan kata-kata kali, gue juga gak bakal ngerebut kata-kata loe koh " ujar dito yang menghentikan temannya itu yang terus saja bicara tanpa henti.



"Gue mau nginep sini, karena gue bosen aja suasana di rumah udah gitu aja alasnya " jawab dito simpel.



"Cih.... emang nya rumah gue risotto atau hotel gitu yang seenak nya maen, loe numpang tidur gitu aja, gak ada balik sana kamar gue dah penuh semua huss.... sana balik " usir angga yang m ngiring dito bagaikan menggiring ayam untuk pergi keluar.



"Ya elah masa loe tega gitu sama gue, gue kan cuman mau numpang nginep aja lagian rumah segede gini kamar berderet pilihan kamar mana ada penuh mang siapa yang ngisi " ocehan nya yang merasakan rak terima dia di usir dengan nada bete.



"Terserah gue ini rumah, rumah gue jadi sesuka gue kalo kata gue kamar penuh ya penuh, husss sana pergi aja, cari hotel sana kalo bosen sekalian minta temani tuh para wanita loe " ujar angga sembari menutup pintu.



"Tega sekali kau mengusir ku di tengah malam begini, hotel mana yang masih buka coba??" gerutunya sembari mengoceh pada pintu.



"Itu urusan mu, jika tau tak akan ada lagi hotel maka kembali saja ke rumah besar mu,...!!! " pekik angga dari dalam rumah.


__ADS_1


Dito dengan kesal mau tak mau pulang saja ke rumah nya, karena tak mungkin untuk tidur di depan rumah orang jadi seperti pengemis pikirnya.



"Hah punya teman yang tak punya pengertian ya begini " keluh dito sembari terus menyetir ke arah pulang.



Namun saat di perjalanan dito tak sengaja melihat seorang wanita sedang berjalan sendirian, di jalanan yang sepi setengah malam, dito melihat sembari melanjutkan mobilnya perlahan tampak wajah cantik wanita itu.



"Eh..... bukanya itu cewe pemarah itu ya dia lagi ngapain jalan sendirian di tengah malam gini??! " tanya dito pada dirinya sendiri karena tak biasanya seorang wanita berjalan sendiri di tengah malam.



Dito menghentikan laju mobilnya pas di samping wanita cantik itu. Iya menurunkan kaca mobilnya dan bertanya.



"Hai.... kau sedang apa tengah malam begini berjalan sendirian??? , Apa tak takut akan ada preman jalanan berbuat semena-mena dengan mu ?? , karena seorang wanita cantik berjalan sendiri " tanya dito pada wanita itu.



Wanita itu hanya menatap tak senang pada dito namun tak menghentikan laju jalannya.




"Tak perlu, aku bisa berjalan sendiri, dan tak tak usah merepotkan mu " jawab si wanita sembari terus berjalan.



"Ihhh ...... ternyata ada juga wanita yang berani menolak ketampanan ku ini, ehhh..... apa jangan-jangan itu bukan manusia lagi?,ihhh kok jadi merinding ya soalnya kenapa ada cewek cantik jalan sendirian di tengah malam di jalan sepi begini lagi " gerutunya kesal namun sesaat kemudian dito merasa aneh karena wanita yang iya tanya itu sangat dingin menjawab nya, hingga iya berpikir aneh -aneh.



Di pikiran dito mulai berkeliaran pikiran yang tak karuan karena iya berpikir ada wanita cantik keliatan di tengah malam sendirian di tempat sepi, apa itu jangan-jangan mahluk astral penunggu tempat tersebut.



"Ihhh.... serem.. " ujar dito, dan langsung menancap gas dengan cepat meninggal kan tempat tersebut .



"Aduh.... mimpi apa coba, salah apa coba yang aku buat tadi siang hingga di ganggu begituan di tengah malam begini, mana lagi diperjalanan lagi " gumam dito yang masih merasa takut.



Dengan rasa takut dito terus melajukan mobil nya dengan kecepatan maksimal, namun dito merasa kenapa sekarang jarak rumah nya dari rumah angga jadi terasa sangat jauh.


__ADS_1


Sedangkan ayura yang masih berjalan sendirian di jalan sepi, dia terus berjalan yang masih belum tau akan pergi kemana itu.


"Aku sekarang harus pergi kemana??? aku juga ingin membawa kedua anak ku, tapi harus lari kemana , aku masih tak tau aku harus kemana, tapi jika aku terlalu di sani, pasti masa akan segera menemukan ku " Gumam ayura bertanya pada dirinya sendiri begitu banyak pertanyaan .


Ayura berhenti di salah satu taman bermain di daerah tersebut dia duduk termenung di atas ayunan sembari memandang ke atas langit malam yang indah dengan bertabur kan bintang yang di terangi cahaya bulan purnama.


Ayura menatap langit dengan tatapan sendu seakan ada yang iya rindukan, yang selama ini iya pendam di dalam hatinya yang paling dalam dia duduk di situ cukup lama, iya merasa hari semakin larut dan akan segera menjelang subuh iya pun berjalan untuk kembali ke panti asuhan, karena takut membuat suster atau orang panti khawatir mencarinya.


"Ahhh... iya aku besok harus bekerja?!! aku baru pertama kerja saja sudah tak masuk 2 hari nanti aku di pecat uang tak dapat tapi aku harus bayar uang pinalti " gumam ayura yang teringat bahwa iya besok harus segera masuk kerja.


"Aku harus semangat karena, kerja kali ini aku harus bisa membiayai semua kebutuhan anak ku " ucap nya lagi menyemangati dirinya.


Ayura sampai di panti asuhan dia masuk dengan perlahan agar tak membangun kan orang yang sedang pada tertidur, dengan perlahan iya berjalan ke ruang bayi untuk mengecek keadaan kedua anak nya.


"Huhhh..... untung lah mereka tidurnya nyenyak " ayura mengucap syukur saat melihat kedua ank nya tertidur dengan pulas.


Tak terasa kini pagi telah menyapa para mahluk bumi dengan hangatnya sinar matahari, ayura yang bangun lebih dulu iya setelah membereskan semua barang langsung berangkat ke alamat rumah majikanya untuk bekerja sebagai pembantu.


"Huhh... ini rumah nya, tapi sepertinya tak ada orang, tapi dari pesan ini aku di suruh masuk aja kedalam, apa gak papa gitu ya aku asal masuk " gumam ayura dengan rasa ragu untuk masuk kedalam.


Namun angga yang dari kamarnya melihat ayura yang sedari tadi hanya berduri saja di depan pagar dia pun mengirim kan pesan lagi ke ponsel ayura untuk segera masuk, ayura yang telah menerima pesan itu iya pun tak sungkan lagi, dia masuk dengan perlahan.


Ayura melihat ke sekeliling rumah itu, iya merasa kagum dengan interior dari bangunan tersebut yang begitu indah, dan akan membuat kita merasa tenang dan nyaman tinggal di sana.


"Rumahnya lumayan bagus juga, emhh tapi kok aku kayak pernah liat ya interior ini di mana tapi ya " Ayura mengingat sesuatu saat melihat rumah tersebut namun iya lupa pernah melihat nya di mana.


"Sudah lah, lebih baik aku sekarang kerja dulu, tapi mau kerja apa, mana tuan ruang nya gak ada ya maan aku tau mau kerja apa, orang gak ada yang ngarahin " gerutunya ayura merasa kesal karena di sana tak ada yang mengajarinya untuk melakukan apa terlebih dahulu.


Yura hanya duduk santai di sofa dan menyalakan televisi, karena tadi malam iya kurang tidur hingga ketiduran di sofa, angga yang melihat ayura tertidur dia mengerutkan keningnya dan mencari sarapan nya di atas meja, namun meja di situ masih kosong tak ada apa pun di sana yang terhidang.


"Saya kok punya pembantu begini amat datang bukanya buat kerja malah numpang tidur " gerutu angga di depan ayura yang masih tertidur.


Angga mencari gelas dan mengisi air di dalam nya, iya pun berjalan kembali ke arah ayura dan menyiramkan nya , kemuka ayura yang sedang tertidur.


"Haahhhhhhhhh...... Hujan.....!!! " pekik ayura yang terkejut karena ada air yang tumpah ke mukanya.


Ayura yang terbangun langsung mengelap mukanya dan tampak lah muka tampan angga di hadapannya.


"Heh loe nyulik gue ya....!!! " ketus ayura sembari melihat ke seluruh badannya .


"Cih.... kau berpikir apa, dengan badan mu yang rata dan bekas seperti itu siapa yang akan nafsu, " caci angga pada yura.


"Heh.... cowok sialan lalu loe ngapain di sini...!!! meski bodi gue datar tapi gini juga masih laku dan masih banyak yang BOKING....!!! " bentak ayura dengan kesal kepada angga.


"Ya yang BOKING, om-om yang kekurangan , sana bekerja siap kan sarapan untu ku, aku akan bekerja " perintah angga dengan nada dingin dan dengan tatapan sinis pada ayura.


"Cih asal memerintah, emang kau siapa ku, kau juga bukan majikan ku, jangan suka seenak jidat asal memerintah..!! " ketus ayura yang masih merasa kesal dengan ayura.


"APa kau kurang jelas bukan kah di surat kontrak sudah tertulis dengan jelas siapa nama majikan mu ??? "timbal angga dengan kesal karena iya hampir terlambat.


" Ahhh sudah lah aku sudah akan terlambat, sebaiknya kau membereskan semua rumah aku kembali nanti harus sudah tapi dan tak ada sedikit pun debu"Ucap angga s mari melihat arloji di tangannya dan memberi perintah pada ayura.


Angga pergi meninggalkan kediaman untuk pergi kekantor, sedangkan ayura dia masih saja berdiri dengan mulut kimat-kamit memaki angga.

__ADS_1


__ADS_2