Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 29


__ADS_3

Angga yang merasa kesal iya hanya langsung, membersihkan diri dengan cepat dan pergi dengan cepat juga agar tidak terlambat menghadiri rapat, yang penting bagi perusahaannya, yang mana disini akan ada perusahaan pengganti untuk yang melakukan investasi dalam produk yang akan di luncurkan oleh perusahaan nya.


"Sial kalo saja bukan karena, ulahnya tadi aku mana mungkin terburu-buru dan di kejar waktu seperti ini " umpat nya kesal.


Angga menancap gas dengan kecepatan yang cukup tinggi, padahal waktu itu jalanan lumayan padat.


Saat sedang mengumpat sendiri ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk padanya, angga langsung mengenakan handset nya untuk mengangkat telpon.


"π™·πšŠπš•πš˜ πšŠπšπšŠπš•πšŠπš‘ πšŠπš™πšŠ πš‹πš’πš•??? πšžπš“πšŠπš› πšŠπš—πšπšπšŠ 𝚜𝚊𝚊𝚝 πšœπšžπšπšŠπš‘ πšπšŽπš›πš‘πšžπš‹πšžπš—πš πš™πšŠπš—πšπšπš’πš•πšŠπš—πš’πšŠ.


" πš‚πšŽπš”πšŠπš›πšŠπš—πš πšπšžπšŠπš— 𝚊𝚍𝚊 πšπš’ πš–πšŠπš—πšŠ??? "πšπšŠπš—πš’πšŠ πš‹πš’πš•πš’ πšπšŠπš›πš’ πšœπšŽπš‹πš›πšŠπš—πš πšπšŽπš•πš™πš˜πš— .


" π™°πš”πšž πšœπšŽπšπšŠπš—πš πšπš’ πš“πšŠπš•πšŠπš— πš–πšŽπš—πšžπš“πšž πš”πšŽ πšπšŽπš–πš™πšŠπš πš’πšŠπš—πš πšœπšžπšπšŠπš‘ πš”πš’πšπšŠ πš‹πš’πšŒπšŠπš›πšŠπš”πšŠπš— πšœπšŽπš‹πšŽπš•πšžπš–πš—πš’πšŠ πšπšŽπš—πšπšŠπš— πš–πšŽπš›πšŠπš”πšŠ "πš“πšŠπš πšŠπš‹ πšŠπš—πšπšπšŠ πšπšŽπš—πšπšŠπš— πš‹πš’πšŠπšœπšŠ πšœπšŠπš“πšŠ.


" π™Έπš—πš’ 𝚊𝚍𝚊 πš™πšŽπš—πšπšπšŠπš—πšπš’πšŠπš— πšπšŽπš–πš™πšŠπš πš™πšŠπš”, πšœπš˜πšŠπš•πš—πš’πšŠ πš’πš—πš’ πš’πšŠπš—πš πšŠπš”πšŠπš— πš‹πšŽπš›πšπšŽπš–πšž πšπšŽπš—πšπšŠπš— πš”πš’πšπšŠ πšπš’ πšπšŠπš—πšπš’, πš”πšŠπš›πšŽπš—πšŠ 𝚌𝚎𝚘 πšπšŠπš›πš’ πš™πšŽπš›πšžπšœπšŠπš‘πšŠπšŠπš— πšπšŽπš›πšœπšŽπš‹πšžπš πšπšŠπš” πš‹πšžπšœπšŠ πš‘πšŠπšπš’πš› πš–πšŠπš”πšŠ πšπš’πš›πšŽπš”πšπšžπš› πš’πšžπš›πšŠ πš’πšŠπš—πš πšŠπš”πšŠπš— πš–πšŽπš—πšπšπšŠπš—πšπš’πš”πšŠπš— , 𝚜𝚊𝚒𝚊 πš“πšžπšπšŠ πš‹πšŠπš›πšž πšœπšŠπš“πšŠ πš–πšŽπš—πšπšŠπš™πšŠπš πš™πšŽπšœπšŠπš— πšπšŠπš›πš’ πš’πš‹πšž πšŠπš–πš‹πšŽπš› πšπšžπšŠπš— "πš“πšŽπš•πšŠπšœ πš‹πš’πš•πš’.


" π™±πšŠπš’πš” πšœπšŽπš”πšŠπš›πšŠπš—πš πš”πš’πšπšŠ πšπšŠπš™πšŠπš πš‹πšŽπš›πšπšŽπš–πšž πšπš’ πš–πšŠπš—πšŠ???! "πšπšŠπš—πš’πšŠ πšŠπš—πšπšπšŠ πšπšŽπš—πšπšŠπš— πšœπšŽπšπš’πš”πš’πš πš”πšŽπšœπšŠπš• πš”πšŠπš›πšŽπš—πšŠ πš™πšŽπš—πšπš’πš‹πšŠπš‘πšŠπš— πšπšŽπš–πš™πšŠπš πšπšŠπš— πš˜πš›πšŠπš—πš πš’πšŠπš—πš πšŠπš”πšŠπš— πš‹πšŽπš›πš“πšžπš–πš™πšŠ.


" π™³πš’πšŠ πš‹πš’πš•πšŠπš—πš πš”πš’πšπšŠ πšŠπš”πšŠπš— πš‹πšŽπš›πšπšŽπš–πšž πšπš’, πšœπšŠπš•πšŠπš‘ 𝚜𝚊𝚝𝚞 πš‘πš˜πšπšŽπš•,πš†πš πš‘πš˜πšπšŽπš• πš’πšŠπš—πš 𝚊𝚍𝚊 πšπš’ πš™πšžπšœπšŠπš πš”πš˜πšπšŠ πšπšžπšŠπš— "πš“πšŠπš πšŠπš‹ πš‹πš’πš•πš’.


" π™Έπš—πš’ πš’πš—πšπš’πš— πš›πšŠπš™πšŠπš 𝚊𝚝𝚊𝚞 πš’πš—πšπš’πš— πš‹πš˜πš”πš’πš—πš πš‘πš˜πšπšŽπš• πšœπš’πš‘, πš–πšŠπšœπšŠ 𝚊𝚍𝚊 πš›πšŠπš™πšŠπš πšπš’ πš‘πš˜πšπšŽπš•..??? "πšžπš“πšŠπš› πšŠπš—πšπšπšŠ πš’πšŠπš—πš πšœπšŽπš–πšŠπš”πš’πš— πš”πšŽπšœπšŠπš•.


" π™ΌπšŠπš”πšœπšžπšπš—πš’πšŠ πšπš’ πš›πšŽπšœπšπš˜πš›πšŠπš— πš‘πš˜πšπšŽπš• 𝚠𝚝 πšπšžπšŠπš— "πš“πšŽπš•πšŠπšœ πš‹πš’πš•πš’ πš•πšŠπšπš’.


" π™·πšŽπš–.. "πš“πšŠπš πšŠπš‹ πšŠπš—πšπšπšŠ πšπšŽπš—πšπšŠπš— πšœπš’πš—πšπš”πšŠπš πšπšŠπš— πš–πšŽπš–πšŠπšπš’πš”πšŠπš— πšπšŽπš•πš™πš˜πš— πš—πš’πšŠ .


Yang mana hotel tersebut adalah tempat ayura dan si kembar tinggal sekarang, kenapa ayura meminta bertemu sbb rapat di hotel tersebut, karena iya merasa cemas jika harus meninggalkan kedua anak nya lebih lama lagi di kota yang baru mereka injak ini, meski meraka pintar, yang tak mungkin akan tersesat, tapi rasa khawatir seorang ibu itu pasti.


Angga memutar arah untuk menuju ke hotel nya , yang kini menjadi tempat rapat mereka.


"Yur.... semoga saja kita nanti bisa menenangkan tendernya ya " ujar Mia teman sekaligus sekertaris nya sekarang.


"Iya... kamu kesini gak bilang sama aku sih mia " ujar ayura yang merasa terkejut saat di kantor tadi ternyata Mia susah ada di sana di tugaskan untuk membantu ayura di bandung.


"Heheh.... namanya juga dadakan yur... ya mana sempat mau kasih tau, aku juga kesini gak ada persiapan, cuman di suruh bu amber kesini bantuin kamu dari kantor langsung berangkat bandung " ujar Mia bercerita.


"Hahahaha..... bu amber emang suka dadakan dia mah... masa suruh pindah, langsung di pindahin gitu aja tanpa persiapan " ayura tertawa saat mendengar cerita Mia.


"Iya gitu lah bos kita mah, eh abis ini kosong kan kalo gitu tar bantuin gue beli baju sama perlengkapan lainya ya, masa gue kerja ini lagi sih,tar lengket bauk lagi kalo gak ganti " ujarnya pada ayura.


"Emh.... iya deh kayaknya kosong,... ya udah nanti sekalian sama anak-anak aja belanja nya " ujar ayura.


Dan tak lama orang yang mereka tunggu pun tiba, saat ayura melihat kedatangan orang tersebut iya sempet terkejut namun, iya tetap profesional dalam pekerjanya toh iya dan angga juga tak ada masalah, yang membuat ayura harus menghindar.


Begitu juga dengan angga iya terkejut plus sebagai saat melihat ayura ada di hadapan nya , begitu juga dengan bili.


"Maaf.. sudah menunggu lama " ujar bili dengan profesional dan tetep menunjukan muka datarnya meski dia bahagia dalam hatinya.


"Ya tak apa silahkan duduk " ujar ayura mempersilahkan duduk pada mereka.


"Yur... ganteng orangnya pada ganteng " bisik Mia pada ayura.

__ADS_1


"Hhuuusssttt..... kita di sini mau kerja, bukan mau goda orang " balas ayura berbisik.


"Emm.... begini tuan pertama-tama kami mewakili perusahaan meminta maaf pada anda karena ceo kami yang sedang banyak urusan dan tak bisa di tinggalkan maka, dari itu saya yang menggantikannya untuk mengatasi tender hari ini dengan anda " jelas ayura pada angga selalu pemimpin perusahaan Wt.smart.


"Ya.. tak masalah silahkan jelaskan tentang apa yang akan kalian jelaskan " ucap angga dengan terus menatap ayura tanpa mengalihkan pandangan.


Ayura yang sedari tadi iya merasa jika dirinya di perhatikan iya hanya bersikap bisa seakan tak kenal dengan angga sebelumnya.


Mia menjelaskan semau apa yang ada di atas berkas yang telah mereka susun dan rancang, sedangkan ayura menyimak semua tiap kata yang di ucapkan dan semua kata yang di ucapkan oleh bili tentang rencana mereka.


"Apa wanita bodoh ini sudah lupa dengan ku... " gerutu angga dalam hatinya kesal karena sedari tadi di acuhkan oleh ayura.


Kini semua sudah selesai, ayura hendak kembali ke kamar hotelnya namun di hentikan oleh angga.


"Nona yura apa saya bisa berbicara empat mata...?? " tanya angga.


"Oh... masih ada yang harus kami perbaiki kah??? "tanya ayura dengan lembut.


" Tidak.. ini bukan masalah pekerjaan melainkan masalah pribadi " jawab angga.


Mia dan bili yang mengerti dengan apa yang ingin mereka bicarakan mereka pun pergi menyingkir terlebih dahulu, Mia pergi ke kamar nya untuk beristirahat, karena lelah.


"Ya silahkan tuan jika ada yang ingin di bicarakan karena saya tak banyak waktu " ujar ayura pada, angga.


"Ayura... selama ini kamu pergi kemana?? kenapa menghilang tanpa kabar begitu saja, kau tau tidak aku selama 5tahun mencari kamu tapi tak ada hasil hingga kamu kembali kesini " ujar angga dengan serius.


"Tak urusannya bukan dengan anda tuan saya harus pergi kemana, dan harus memberi kabar apada siapa " jawaban ayura yang begitu datar.


"Oh masalah itu, bukanya sekarang sudah berlalu saya juga susah tak ada hubungan dengan anda lagi tuan, susah selesai bukan " terus menerus ayura menjawab semua perkataan angga dengan dingin.


"Ayura.... apa kamu dari awal sudah tau kalo aku adalah ayah dari anak mu maka dari itu kau menghindar dari ku....!!!!??? " ucap angga dengan sedikit meninggikan nada suaranya.


Ayura terkejut saat mendengar penuturan angga jika iya adalah anak dari si kembar, selama ini tapi ayura tetap berusaha tenang.


"Memangnya kenapa jika kau adalah ayah dari mereka??? " tanya ayura dengan santai nya.


"Ya jelas ada apa-apa nya, aku ini sebagai ayah dan wali sah bagi mereka, jadi aku ingin membawa mereka...!!! " tutur nya dengan tegas.


"Heh.... kau ingin anak itu ikut dengan mu, apa tuan tidak tau selama ini apa yang saya tanggung dalam pundak saya ini....??? dan dengan mudah kau mengatakan ingin mengambil mereka saat kamu mengetahui jika dia anak mu, maaf saya tak akan dengan sukarela memberikan mereka pada anda "ujar ayura sembari berdiri dan pergi.


" Ehh.... bukan itu maksudku.... aahhh... kenapa jadi begini akhirnya, apa kah nanti aku masih bisa melihat anak ku "gumam angga dengan rasa prustasi nya .


" Bili ayok kita kembali... "ucap angga dengan ketus berlalu terlebih dahulu.


Bili yang mengikuti dari belakang menjadi merasa heran dengan tuan mudanya itu yang tadinya saat awal bertemu dengan ayura dia terlihat sangat bahagia, namun setelah berbicara berdua kenapa iya menjadi murung dan lesu.


"Memang nya apa yang mereka tadi bicarakan hingga membuat tuan muda menjadi menekuk wajahnya seperti itu?? " gumam bili dalam hatinya sembari memasuki mobil nya.


Dengan cepat tak ingin membuat suasana hati sangat tuan muda, bili pun mengemudikan mobilnya meninggalkan hotel tersebut.


Berbeda dengan ayura yang sudah berada di dalam kamar hotel nya iya melihat kedua anaknya yang sedang asik bermain dengan Mia.

__ADS_1


"Bunda sudah pulang??? " tanya mereka.


"Iya... oh iya kalian mau ikut tidak tante Mia ajak jalan-jalan " ujar ayura sembari menyimpan rasa kesal dengan tersenyum melihat mereka.


"Mau dong bun " ujar sang putri yang sangat gembira.


"Ya sudah sanah ganti baju lalu kita jalan-jalan dan makan di luar saja " ujarnya dengan lembut pada si kembar.


"Yur.... kamu ngobrol apa tadi sama tuan angga?? " tanya Mia yang penasaran.


"Oh... itu cuman nanyain kenapa 5tahun lalu aku ngilang begitu aja, soalnya aku dulu punya kontrak kerja ama dia Mia " jawab ayura hanya sebagian.


"Oh... kirain kalian ada hubungan apa?? " tuturnya.


"Emang kenapa kamu suka ya sama tuh cowok aneh??? " tanya ayura mulai menggoda Mia.


"Kalo boleh jujur , iya sih aku suka pada pandangan pertama yur... dia ganteng banget pekerja keras dan udah lagi eeuuuhh dia dalam bicara lembut banget yur... udah kebayang dia itu tipe cowok idaman banget deh " ujar Mia memuji angga dengan mata berbinar nya.


Ayura hanya menggelengkan kepalanya melihat dan mendengar pujian Mia pada angga, tapi memang tak salah yang di ucapkan Mia dia memang tampan dan baik, tapi nyebelin bagi ayura.


"Bun kita sudah siap nih " ujar Galuh yang kini sudah berganti baju.



"Wah.... cantik dan tampan banget keponakan tante ini sini-sini.. tante pengen cium πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™" Mia takjub melihat si kembar dan doa merentangkan tangan sembari memonyongkan bibirnya.


"Gak mau ah tar luntur lagi make up Galuh, gara-gara tante ciumin" gerutu Galuh sembari menyilang kan tangan nya di dada.


"Ih.... kok gitu sih " rengek Mia.


"Ya sudah yok kita berangkat " ajak ayura yang sudah siap dan rapi kembali.


Mereka pun berjalan keluar kamar hotel dan menuju ke lift untuk turun kebawah dan berjalan keluar untuk ke pusat perbelanjaan yang tak terlalu jauh dari hotel tersebut.


Meski ayura terlihat tersenyum dan bahagia, saat melihat mereka bercanda namun dalam hatinya campur aduk saat dari tadi siang, sesudah berbicara dengan angga.


"Aahhh.... bagaimana kalo dia benar ingin mengambil mereka dari ku, aku benar tak akan rela untuk memberikan nya pada cowok aneh itu " gumam ayura dalam hatinya sembari menyetir mobil.


"Oh iya Mia, kamu nanti memutuskan untuk tinggal dimana?? " tanya ayura


"Gak tau juga paling tar aku cari apartemen aja, lah yang deket sama kantor, soalnya kalo mau tinggal di mees aku males soalnya di sana, sepi gak ada temen aku " ujar Mia menjawab pertanyaan ayura.


"Oh... ya jika kamu nanti tinggal sendiri harus hati-hati aja, soalnya kamu kan cewek " ujar ayura mewanti-wanti Mia.


"Iya yur.. pasti itu mah " balasnya dengan tersenyum.


"Ya udah yok kita belanja " ujar Mia lagi karena sudah sampai di mall yang mereka tujuan.


"Ok.... ayok.... " jerit Galih yang kegirangan.


Semuanya turun dari mobil dan menuju ke arah pintu masuk mall, yang besar tersebut si kembar berlari sesuka hati, karena ingin ke arah restoran terlebih dahulu mereka berdua ingin mencari tempat duduk yang menurut mereka nyaman karena si kembar itu kalo, tempat duduknya tak nyaman ujar mereka, keduanya tak akan mau duduk di sana dan harus sampai pindah restoran.

__ADS_1


__ADS_2