
Kini Angga dan Bili sudah berada di Kalimantan dan sedang menunggu taksi untuk mencari penginapan atau hotel, setelah itu baru iya akan mencari ayura.
"Bil kau tau ayura tepatnya dia tinggal di mana..??? " tanya angga.
"Tidak tua saya hanya mendapat kabar yang simpang siur saja , saya juga tak mengetahui alasan nona ayura ke kalimantan, karena banyak nya berita yang mengatakan iya pergi ke sini " jawab bili sembari melihat e-mail yang masuk pada ponsel nya.
"Hem.... kita perlahan mencari nya " angga langsung menaiki taksi yang sudah ada di hadapannya kini.
Bili dan Angga terlihat sibuk dengan dunia nya masing-masing, Bili mengirim pesan pada ayura jika iya dengan Angga sudah ada di Kalimantan juga, namun pesan itu hanya centang satu saja.
"Eh.... kok gak kayak biasanya " gumam bili yang bingung.
Bili yang penasaran terus saja mencoba mengirim pesan ke ayura namun semuanya sama hanya centang satu, dan dia juga baru terpikir untuk mengirim pesan ke sekertaris ayura.
"π°πππππππππππππ ππππ πππ’π πππ πππππππ’π πππ ππππ ππ’πππ πππ ππππππ ππππ "
Pesan bili pada sekertaris nya ayura.
Namun sama halnya sekertaris ayura juga memang sepertinya sedang tak memegang ponsel.
Kini akhirnya Angga dan Bili sudah sampai di hotel, mereka telah masuk ke hotel dan merebahkan badan di kamara masing-masing untuk menghilangkan leleh karena perjalannya tadi.
Sedangkan di tempat ayura , Ayura dan Mia sedang asik dengan pekerjaan mereka, karena memeng pekerjaan nya kali ini sangat lah menumpuk, hingga tak sempat melihat ponselnya.
"Huh.... kapan ini semua selesai.... membuat aku leleh saja mana sudah mau malam lagi... " keluhnya sembari melihat arloji di tangan kirinya.
'Tok.... tok... tok... '
Terdengar ketukan di balik pintu ayura pun langsung merapikan duduk nya.
"Masuk....!!! " perintah nya
'Keerrkk.... '
"Permisi... bu... saya kesini ingin menyerahkan dokumen yang Anda minta tadi...?? " ujar karyawan tersebut sembari menyerahkan tumpukan dokumen.
"Emh.... taruh saja di meja, dan kamu juga sudah boleh pulang..." ucap ayura ramah.
"Baik bu.... sebaik ya ibu dan sekertaris Mia juga segara kembali... ini sudah mau malam, " karyawan itu membungkuk kan badannya sejenak dan langsung berlalu pergi.
"Emh.... aku telpon anak-anak dulu deh coba " ayura mencari ponselnya didalam tas.
"Lah... ternyata baterai nya abis... gue lupa cas sudah lah tar aja kalo udah selesai " gumam nya dan langsung menyelesaikan pekerjaannya.
Tak terasa kini jam sudah menunjukan pukul 20:30 malam ayura baru menyelesaikan pekerjaan nya, dia pun langsung bergegas untuk pulang, karena hati juga sudah malam.
Saat dalam perjalanan ayura melihat ke sekitar jalanan malam itu merasa aneh karena malam ini jalanan cukup sepi dan jarang juga kendaraan yang melintas di sekitaran sana, karena kurang fokus ayura hampir menabrak orang yang berlari melintas di jalan.
"Aduh...... siapa lagi malam-malam gini lari-lari-an di jalan kan hampir ketabrak...!! " gerutunya
Ayura turun dari mobil dan melihat orang yang hampir saja iya tabrak sedang berjongkok di jalan.
"Hei... kau tak apa...?? " tanya ayura pada orang itu.
Orang itu pun mendongak ke arah ayura dan iya langsung berdiri dan memeluk ayura.
"Tur.... gue takut...!!! " ujar orang tersebut di dalam pelukan ayua.
"Loe kenapa Mia... kok penampilan loe acak-acakan gini hah, ayok masuk mobil dulu " ajak ayura sembari memapah Mia untuk masuk mobil.
Ya orang yang berlari tadi adalah Mia, yang membuat ayura sedikit terkejut adalah dengan penampilan Mia yang acak-acakan tak karuan.
Ayura pun kembali melajukan mobilnya sembari sesekali melihat ke arah Mia yang ketakutan itu.
"Coba lor cerita... loe kenapa...?? " tanya ayura perlahan.
"Gue... takut yur.... kita balik bandung aja ya... yur takut di sini " jawab Mia dengan gemetar.
"Iya cerita dulu apa masalah nya " ayura terus mencoba bertanya.
"Pokok nya gue mau balik bandung....!!! gue gak mau lagi di sini...!! " Mia mulai ngegas
"Iya kita balik bandung setelah pekerjaan kita selasa Mia... memangnya loe kenapa...!!!?? cerita biar gue tau apa masalah loe... jangan diem aja mana gue tau " ayura juga mulai kesal dengan ucapan Mia.
__ADS_1
"Terserah loe... pokok nya gue malam ini juga mau balik bandung... kalo loe masih mau di sini itu terserah... " ujar Mia
"Huh... sudah lah terserah.... bingung gue sama loe " dengus kesal ayura.
Tak berapa lama kini keduanya sampai di rumah, Mia langsung berlari ke rumah dan langsung menuju ke kamarnya untuk berkemas.
"Gue harus balik gue gak mau lagi di sini.. hiks... hiks... hiks... " Mia mengemas baju sembari bergumam dan menangis ayura hanya melihat dari ambang pintu.
Ada rasa kasihan ayura pun menghampiri dan mencoba menenangkan Mia dan kembali bertanya pada teman sekaligus sekertaris nya tersebut apa yang telah terjadi padanya.
"Mia kamu kenapa...???! " tanya nya perlahan.
"Gue mau balik yur... gue takut di sini.. tadi gue mau di jual sama pacar gue untuk di jadiin Psk yur... gue gak mau... " ucap Mia lirih dengan badan yang masih gemetaran.
"Udah tenaga dulu ya... besok pagi baru aku antar kamu ke bandara soalnya ini udah malam tambah bahaya kalo kamu ke bandara sekarang ok... " Ayura memeluk Mia dan mengisap punggungnya pelan untuk menenangkan Mia.
Ayura mendengar cerita Mia seketika iya teringat akan masa lalunya dulu yang Sama-sama di jual oleh pacarnya untuk melunasi hutangnya pada sang mucikari tempat iya membeli \*\*\*\*\*.
β¦β’βββΏππ‘ππ¨πππππ βΏβββ’β¦
Di pagi yang cukup cerah di rumah yang di bilang sederhana tidak di bilang mewah juga tidak, ada gadis dan pria paruh baya sedang berselisih.
"Aku gak mau pah... pokok nya yura mau kuliah di bandung "
"Tapi nak papah khawatir kamu itu anak gadis kalo merantau jauh... kamu kan tau sendiri sudah banyak berita bukan "
"Tapi pah yura kan sudah dewasa yura bisa jaga diri pah... pokok nya yura mau ke Bandung... percaya ama yura pah "
"Ah.. ya sudah lah terserah kamu.. tapi harus sering hubungi papah "
"Makasih ya pah... "
"Kapan kamu berangkat nya sayang..? "
"Kak... kakak mau kemana..??? "
"Eh... kakak mau ke Bandung mau kuliah dit "
"Kakak mau ninggalin Adit di sini ..? "
"Kakak mau kuliah dit "
Ayura yang keras ingin tetap ke Bandung, membuat sangat papah dengan berat melepaskan anak gadisnya itu untuk pergi merantau jauh darinya.
Dan tak terasa kini hari sudah berganti hari, dan ayura pun sudah akan berangkat ke Bandung, untuk berkuliah di sana, papah dan sang adik pun mengantarkan iya untuk berangkat ke Bandung.
"Pah... aku berangkat ya??? "
"Iya kamu hati-hati ya nak, kamu juga baik-baik di kota orang, ingat kau harus jangan sembarang membawa orang ke kos jangan berpacaran dulu untuk, harus fokus kuliah "
"Iya pah.. "
Kini ketiga nya saling memeluk untuk melepaskan kepergian ayura untuk merantau, Adit yang merasa, Ayura pun berjalan untuk masuk masuk ke pesawat yang sebentar lagi akan lepas landas.
Tak terasa ayura kini sudah tepat 3bulan berada di kota bandung, untuk berkuliah.Siang hari ini ayura yang sedang berjalan untuk menuju ke kosannya, karena iya berjalan sembari melihat ponselnya sampai tak sengaja menabeang seseorang.
'Bbruukkkk'
"Aduh.... kau itu apa tak bisa melihat jalanan jalan saja sampai menabrak....?!!! " pekik orang yang ditabrak oleh ayura.
"Maaf... maaf tuan saya tidak sengaja" ayura meminta maaf berkali-kali sembari membungkukkan badannya.
Ayura pun mengangkat wajahnya, dan pria yang ada di hadapan ayura terpelongok saat melihat paras cantik ayura, sepertinya ini cinta saat pandangan pertama.
"Wih... cantik... mangsa baru nih bisa, pasti mahal nih kalo kita jual..?? " gumam nya dalam hati sembari menatap ayura.
Ayura yang merasa sedari tadi di pandang iya pun melihat badannya apa kah ada yang salah dengan dirinya, dan iya melambaikan tangan nya di hadapan wajah pria tersebut yang masih bengong menatap dirinya.
"Tuan... tuan... tuan...!! " panggil ayura
__ADS_1
"Eh... iya, oh untuk masalah barusan ya sudah lah saya tak mempermasalahkannya lagi, oh iya perkenalkan nama ku Yuda " yuda tersadar dan mengalihkan topik pembicaraan dan menjulurkan tangan berkenalan.
"Emh... nama ku ayura tuan " ayura menjabat tangan Yuda dan mengenalkan namannya juga.
"Nama yang cantik sama seperti orang nya, sepertinya kamu masih mahasiswi ya,..?? " sanjung Yuda sembari melihat seragam yang di kenakan oleh ayura.
"Tuan bisa saja, iya saya mahasiswi di ITB " ujar ayura sembari malu-malu saat iya di puji cantik.
"Oh..... kalo bisa jangan panggil aku tuan panggil saja aku Yuda, karena sepertinya umur kita juga tidak terpaut jauh " ujar nya dengan ramah.
"Ahh... baik lah. tu... eh Yuda, tapi rasanya tak enak bagai mana jika aku panggil kakak saja, bagai mana pun aku harus sopan " ujar ayura.
"Ya itu tak masalah.. kamu jalan sendirian memangnya mau kemana..?? " tanya Yuda lagi.
"Aku mau pulang kak... baru selesai kuliah aku setelah itu akan kerja part time " jawab ayura.
"Oh... kerja apa..?? " tanya Yuda penasaran.
"Aku kerja di cafetaria, di dekat kosan sana " ayura sembari menunjuk cafe yang sudah tampak dari tempat iya sekarang mengobrol dengan Yuda.
"Ya sudah kalo seperti itu aku duluan ya kak, permisi " ayura pun berpamitan untuk segera pergi dan pulang ke kos nya.
"Emh... eh.. iya silahkan " ujar Yuda yang melihat ayura yang sudah agak jauh darinya.
"Besok bisa bertemu lagi baru aku meminta kontak nya, sudah lah aku juga harus segera ke kantor masih banyak pekerjaan yang menumpuk di meja ku " gumam Yuda sembari melanjutkan perjalannya.
Tak terasa kini ayura dan Yuda sudah dekat selama 6 bulan dan sudah semakin dekat dan mereka sudah menjadi sepasang kekasih dari 1minggu yang lalu, meski perjuangan Yuda untuk menaklukan hati ayura itu tak mudah tapi iya tetep terus aja mendekati ayura.
"Kak.. apa kaka hari ini tidak ke kantor, kenapa harus mengantar aku ke kampus, aku kan bisa berangkat sendiri lagian kosan ku sama kampus juga tak jauh " ujar ayura.
"Tak apa yur... lagian kantor ku sama kampus kamu itu searah jadi tak masalah " jelasnya sembari mengusap lembut rambut ayura sembari mata tetap fokus pada jalan.
Ayura hanya tersenyum, karena selama iya kenal dengan Yuda, sifat Yuda itu baik dan perhatian padanya, iya pun merasa nyaman jika berada dekat dengan yuda.
"He.. kau telah menyatakan aku mengemis pada mu, lihat lah besok malam kau akan menghasilkan banyak uang untuk ku, jangan saja kau membuat ku rugi karena aku sudah mengeluarkan banyak uang utuk mu " gumam licik dalam hati Yuda, yang sudah ada niat tak baik pada ayura
"Nah sudah sampai... belajar yang baik ya sayang" ujar Yuda sembari mengelus puncak kepala ayura.
"Iya kakak juga hati-hati ya di jalan dan semangat kerjanya " jawab ayura sembari menyemangati.
Yuda tersenyum dan menunggu ayura benar masuk ke area kampus baru lah iya beranjak dari sana untuk menuju ke kantornya.
Saat Yuda sampai di kantornya di sana iya melihat ada orang buang telah menunggunya di ruangan kerja Yuda.
"Ada apa nih masih sepagi ini kau sudah ada di kantor ku..?? " tanya Yuda pada orang tersebut.
"Kau kapan akan membawa barang itu pada ku, sudah banyak yang menawarkan harga tunggi untuk dia dalam satu malam, cepat lah kalo semakin lama nanti harga akan semakin turun " ujar wanita itu pada Yuda.
"Ya besok akan aku bawa barang itu pada mu, karena hari ini aku tak bisa karena masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan dulu " jelas Yuda.
"Ok aku tunggu awas saja jika kau tak membawanya, kau akan tau sendiri akibatnya " wanita itu berlalu keluar dari ruang Yuda.
"Ck... sial tak sabar sekali sih dasar wanita licik, selalu saja kau mengancam ku dengannya masalah itu, huh... sudah lah besok aku akan mendapatkan uang banyak ππ" ucap mua pada diri sendiri.
Kini Yuda pun mulai aktifitas nya iya mulai mengerjakan tumpukan berkas yang ada di hadapan nya , dengan teliti, begitu juga dengan ayura iya mendengarkan materi yang dosen jelaskan di depan dengan serius ayura mencatat semua materi yang di berikan.
Tak terasa kimi hari sudah siang mata pelajaran ayura pun sudah selesai, hari ini karena tak ada lagi mata pelajaran ayura pun langsung bergegas pulang , agar lebih awal untuk masuk kerja nya.
Sedangkan Yuda iya masih sibuk dengan pekerjaan yang menumpuk di hadapan nya .
Ayura yang sudah berganti baju dan makan terlebih dulu sebelum ke cafe tempat iya bekerja, dan kini iya sudah siap dan akan segara beranjak dari kamar kos nya.
"Eh... yur.. kamu mau kemana..?? " tanya teman yang di sebelah kamar kos nya.
"Aku mau kerja mba, " jawab ayura sembari mengunci kamar kos nya.
"Tumben biasanya kamu agak sore baru berangkat, ini juga masih siang usah pulang aja ngampusnya ..?? " tanya tetangga kosnya itu.
"Iya mba udah gak ada pelajaran lagi jadi, ayura putusin pulang cepat aja " jawab nya dengan ramah.
"Oh." jawab nya singkat.
"Ya sudah kalo begitu, yura berangkat ya mba, asalamualaikum "
"Iya, waalaikumsalam "
__ADS_1
Ayura pun berjalan keluar area kos dan bertujuan ke arah cafe yang tak jauh dari tempat nya ngekost .