Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 34


__ADS_3

Kini mereka sedang makan bersama, dan Mia juga ikut serta, di saat sedang makan mereka akan tenang dan menikmati setiap suap dalam yang masuk, namun di tengah keheningan itu tiba-tiba terdengar orang yang membuyarkan keheningan tersebut.


"Heh..... ternyata aku tak salah melihat,.......?? " ujar orang tersebut menepuk pundak ayura yang langsung menoleh ke arahnya.


"Ada yang bisa saya bantu....?? " tanya ayura sopan.


"Heh.... wanita ******, kenapa kau kembali lagi ke kota ini??, bukan kah kau sudah pergi??, untuk apa kau kembali ?? , jangan bilang kau ingin merebut angga dari ku lagi, kau tau bulan depan kami akan menikah dan untuk kamu jangan berharap terlalu tinggi, dan sebaiknya kau menyerah sekarang juga...!! " ketua orang itu yang tak lain adalah gabriel.


"Adit.. Mia kalian pergi dulu aku akan membayar terlebih dahulu, dan tunggu aku di mobil " ucap ayura karena tak mau kedua anak nya melihat ayura bertengkar.


"Ok.... kami duluan ya " Ujar Mia sembari menarik tangan si kembar.


Begitu juga dengan adit menarik tangan keponakan nya lembut untuk kembali ke mobil, sedangkan gabriel yang di acuhkan merasa kesal, ocehan nya sedari tadi tak tak ada sedikit pun respon dari ayura.


Semua tamu restoran sudah melihat kerah mereka yang, disebabkan oleh gabriel yang berteriak pada ayura.


"Heh.... wanita ******..... kau dengar tidak apa yang aku ucap kan barusan hah....!!!! " teriak nya kesal karena di acuhkan.


"Hei.... kalian semau yang ada di sini dengar..!!!! jika kalian punya kekasih atau suami kalian jaga lah dan perhatikan mereka dengan lebih baik.....!!! jika tidak nanti wanita ****** seperti dia akan menggodanya.....!!!! " teriak gabriel.


Namun ayura masih santai duduk mendengarkan dan asik sendiri dengan ponselnya iya melihat imel dari kantor pusat untuk pekerjaan besok.


'Brrrrrrraakkkk.......... '


"Apa kau tuli... " gabriel menggebrak meja ayura.


"Apa anda sudah selesai ber pidato nya nona....???jika sudah selesai saya akan pergi membayar makanan saya dulu...???? "tanya ayura dengan santai.


Gabriel kesal sampai menggerakkan giginya dan mengangkat kepalan tangannya geram melihat respon ayura. Ayura berdiri dan mendekat kan mukanya ke arah telinga gabriel, gabriel yang melihat itu iya mengambil langkah kecil ke belakang hingga mentok tertumbur meja di belakangnya.


" Dengar nona.... saya memang ******.... tapi saya ****** yang mempunyai kewibawaan tinggi, tidak seperti anda ****** murahan yang gampang di tawar di pinggir jalan, jika ****** jangan teriak ******, dan saya akan menjawab semua pertanyaan Anda tadi.... "Ucap ayura pelan di telinga gabriel.


" Saya kembali ke kota ini, atau tidak nya itu bukan urusan anda, dan satu lagi saya kesini tak berniat untuk berebut lelaki dengan mu... jadi tak usah khawatir ambil saja dan masukan kedalam lemari agar lelakimu itu tak ada yang mengambil atau keliaran mencari ****** di luarran sana... !!! "lanjut ayura, dan kini ayura melangkah pergi meninggalkan gabriel yang sudah geram menahan emosinya.


"Heh.... ****** pinggir jalan ingin melawan aku yang ****** berkelas ini cih... berkhayal saja sana di atas ranjang...!!!! " gumam ayura dengan senyum kecut nya.


"Mba..... berapa semua total makanan di meja no 54 ...??? " tanya ayura dengan sopan pada sang kasir.


"Semua totalnya sekitar.... 896ribu nona " jawab kasir itu.


Ayura memberikan 900lembar uang kertas pada kasir tersebut dan langsung pergi , untuk segara menyusul mereka yang sudah menunggu di mobil, saat hendak keluar ayura melewati gabriel yang masih berdiri di tempatnya.


"Nona gabriel.... harus anda ingat bukan saya yang menggodanya tapi dia sendiri yang datang padaku, jika anda tak percaya anda bisa tanyakan saja pada orang nya langsung " ucap ayura sebelum iya benar-benar pergi.


Semakin di buat geram lah gabriel oleh ayura, dia pun pergi dan tak jadi makan dengan emosi nya tersebut.


"Paman.... kenapa bunda lama sekali.????? " tanya Galuh yang menunggu ayura yang tak kunjung datang.


"Tunggu sebentar ya mungkin bunda pergi ke toilet sebentar sayang.. " ujar Adit menjelaskan pada keponakannya itu.


"Tante.... tante kenal wanita tadi...??? " tanya aji pada Mia.


"Emhhhh... tidak kenal emang kenapa...???? tapi kayaknya bunda kalian kenal,mungkin saja teman lamanya dulu sewaktu bunda kalian di bandung " jawab Mia dan tanya Mia pada aji.


"Tidak ada aku hanya aneh saja, jika itu teman lama bunda kenapa cara bicaranya itu seperti tak suka dengan bunda,... " jawab aji dengan pemikiran nya.


"Mungkin ada kesalahan pahaman di antara keduanya , kamu mana ngerti dunia orang dewasa, sudah lah tak usah ikut campur urusan bunda mu " ujar Mia lagi memberi pengertian pada aji.


Dan tak lama ayura pun sampai ke mobil dengan muka yang terlihat sedikit tak senang.


"Maaf ya menunggu lama , tadi ada sedikit kendala " ujar ayura dan duduk di kursi samping pengemudi.


Mobil di kemudikan oleh Adit, ayura duduk dan langsung mengenakan sabuk pengaman nya.


"Jalan... kita ke panti asuhan terlebih dahulu, aku ingin mengajak seseorang untuk tinggal bersama besok di rumah baru kita untuk, menemani mereka " ujar ayura dengan dengan datar.


Adit tak bertanya dan dia susah tau pastilah ada yang telah membuatnya kesal tadi yang membuatnya lama di dalam, hingga saat kembali melihat iya yang tak senang.


"Ok.... kita meluncur... ...!!! " ucap Adit dan langsung tancap gas.


Tiba-tiba terdengar dering ponsel ayura yang menandakan ada panggilan masuk pada ponsel nya tersebut, iya melihat ponselnya itu nomor baru tak ada di kontak nya ayura jadi ragu untuk menjawab nya.


"Siapa bun...?? kok gak di jawab...?? " tanya galuh yang kepo.


"Tak tau bunda juga tak kenal ini kontak baru tak terdaftar di HP bunda " jawab ayura sembari menatap lekat ponselnya yang masih berdering.


"Coba jawab aja dulu kakak... siapa tau penting...?? " ujar Adit yang memberi saran pada ayura.


"Malas... tak penting... " ujar ayura dan langsung meletakan kembali ponselnya kedalam tas.


Di dalam tas ponsel ayura terus saja berdering tak hentinya minta untuk di jawab panggilan nya tersebut.


"Yur angkat aja dulu kali... tuh kayaknya oenting banget sampek nelponin terus...??! " ujar Mia yang ikut bicara karena merasa risih yang mendengar deringan ponsel ayura.


Ayura yang penasaran juga iya pun mengambil kembali ponselnya di alam tas dan menggeser tombol hijau yang tertera di layar ponselnya tersebut.


"π™·πšŠπš•πš˜... πš’πšžπš›... πš”πšŽπš—πšŠπš™πšŠ πš‹πšŠπš›πšž πšπš’ πš“πšŠπš πšŠπš‹ πšœπš’πš‘ πšŠπš”πšž πšœπšžπšπšŠπš‘ πšπšŠπšπš’ πšπšŠπšπš’ πš–πšŽπš—πšŽπš•πš™πš˜πš— πš–πšž...?? ;! " πšžπš“πšŠπš› πš˜πš›πšŠπš—πš πš’πšŠπš—πš 𝚊𝚍𝚊 πšπš’ πšœπšŽπš‹πš›πšŠπš—πš πšπšŽπš•πš™πš˜πš—.


"πš‚πš’πšŠπš™....??? " πšπšŠπš—πš’πšŠ πšŠπš’πšžπš›πšŠ πšœπš’πš—πšπš”πšŠπš.


"π™Έπš—πš’ πšŠπš”πšž πš’πšžπš›... πšŠπš—πšπšπšŠ... " πšžπš“πšŠπš› πš˜πš›πšŠπš—πš πš’πšŠπš—πš 𝚊𝚍𝚊 πšπš’ πšœπšŽπš‹πš›πšŠπš—πš πšπšŽπš•πš™πš˜πš—.


"π™°πšπšŠ πšŠπš™πšŠ πšπšžπšŠπš— πš–πšŽπš—πšŽπš•πš™πš— 𝚜𝚊𝚒𝚊...???? πšπšŠπš— πšŠπš‹πšŠπšπšŠ πš‹πš’πšœπšŠ 𝚝𝚊𝚞 πš”πš˜πš—πšπšŠπš” 𝚜𝚊𝚒𝚊 πšπšŠπš›πš’ πš–πšŠπš—πšŠ???? " πšπšŠπš—πš’πšŠ πšŠπš’πšžπš›πšŠ 𝚜𝚊𝚊𝚝 πšœπšžπšœπšŠπš‘ 𝚝𝚊𝚞 πšœπš’πšŠπš™πšŠ πš˜πš›πšŠπš—πš πš’πšŠπš—πš πš–πšŽπš—πšπš‘πšžπš‹πšžπš—πšπš’πš—πš’πšŠ πšπšŽπš›πšœπšŽπš‹πšžπš.


"π™Έπšπšž πšπšŠπš” πš™πšŽπš—πšπš’πš—πš... πš”πšŠπš–πšž πšπš’ πš–πšŠπš—πšŠ πšœπšŽπš”πšŠπš›πšŠπš—πš, πš”πšŽπš—πšŠπš™πšŠ πšπšŠπš” 𝚊𝚍𝚊 πšπš’ πš‘πš˜πšπšŽπš•...?? " πšπšŠπš—πš’πšŠ πšŠπš—πšπšπšŠ πš•πšŠπšπš’ πš’πšŠπš—πš πš”πš’πš—πš’ πšœπšžπšπšŠπš‘ 𝚊𝚍𝚊 πšπš’ πšπšŽπš™πšŠπš— πš”πšŠπš–πšŠπš› πšŠπš’πšžπš›πšŠ.


"π™°πš”πšž πšœπšŽπšπšŠπš—πš πš™πšŽπš›πšπš’ .... 𝚊𝚍𝚊 πšŠπš™πšŠ??? " πšžπš“πšŠπš› πšŠπš’πšžπš›πšŠ πšπšŠπšπšŠπš›.


"π™³πš’πš•πšžπšŠπš› πšπš’ πš–πšŠπš—πšŠ...??? " πšπšŠπš—πš’πšŠ πšŠπš—πšπšπšŠ


" π™ΌπšŽπš–πšŠπš—πš 𝚊𝚍𝚊 πšŠπš™πšŠ πš”πšŠπšž πš–πšŽπš—πšŒπšŠπš›πš’ πš”πšž???? "πšπšŠπš—πš’πšŠ πšŠπšπšžπš› πš•πšŠπšπš’.


" π™±πšžπš”πšŠπš— πš”πšŠπš‘ πšπšŠπšπš’ πš”πšŠπšž πš‹πš’πš•πšŠπš—πš πšŠπš”πšž πš‹πš’πšœπšŠ πš‹πšŽπš›πšπšŽπš–πšž πšπšŽπš—πšπšŠπš— πšŠπš—πšŠπš” πš”πšž πšœπšŽπšœπšžπš”πšŠ πš”πšž, πšŠπš”πšž πš’πš—πšπš’πš— πš–πšŽπš—πšπšŠπš“πšŠπš” πš–πšŽπš›πšŽπš”πšŠ πšžπš—πšπšžπš” πš–πšŠπš”πšŠπš— πš–πšŠπš•πšŠπš– "πš“πšŠπš πšŠπš‹ πšŠπš—πšπšπšŠ


" πšƒπšŠπš” πšžπšœπšŠπš‘ πš–πšŽπš›πšŽπš”πšŠ πšœπšžπšπšŠπš‘ πš–πšŠπš”πšŠπš—, πš“πš’πš”πšŠ πšπšŠπš” 𝚊𝚍𝚊 πš™πšŽπš›πš•πšž πš•πšŠπšπš’ 𝚜𝚊𝚒𝚊 πšŠπš”πšŠπš— πš–πšŽπš–πšŠπšπš’πš”πšŠπš— πšπšŽπš•πš™πš˜πš— "πšžπš“πšŠπš› πšŠπš’πšžπš›πšŠ πšπšŽπš—πšπšŠπš— πš•πšŠπš—πšπšœπšžπš—πš πš–πšŽπš–πšŠπšπš’πš”πšŠπš— πšπšŽπš•πš™πš˜πš— πšœπšŽπš™πš’πš‘πšŠπš”.


" Ak ..... "saat melihat panggilan sudah terputus.


" Belum juga ku jawab kau sudah mematikannya... isssshh... "Gumam angga kesal.


Angga beranjak pergi dari tempatnya untuk mencari makan karena iya belum makan yang tadinya berencana untuk makan bersama dengan kedua anaknya, dan ingin juga mencoba mendekati ayura, namun rencana itu gagal karena ayura tak ada di tempat.

__ADS_1




Tak terasa kini hari sudah berganti pagi kembali ayura yang sudah siap-siap dengan semua koper dan barang bawanya untuk segera pindah ke rumah barunya, itu terlebih dahulu menurunkan barang ke mobil, lalu kembali lagi untuk membangun kan si kembar, saat iya kembali dari bawah iya melihat orang yang tak asing di matanya ada di depan pintu.



"Ada yang bisa saya bantu tuan??? " tanya ayura pada orang tersebut.



"Aku datang kesini ingin mengajak anak-anak untuk sarapan bersama " jawab orang itu yang tak lain adalah angga.



"Mereka masih tidur, sebentar aku bangun kan dulu " ujar ayura sembari membuka pintu dan masuk.



"Ada apa lagi dengan wanita ini kemaren saja dia bisa selembut itu berbicara, tapi semenjak tadi malam nanda iya bicara dengan ku menjadi dingin seperti itu " gumam angga dalam hatinya yang heran dengan sifat ayura.



Angga ikut masuk kedalam dan duduk di sofa yang ada di kamar tersebut.


Yang mana aji telah bangun terlebih dahulu dan baru saja selesai mandi , iya melihat angga yang sedang duduk di sofa.



"Bun.... ada apa dengan paman ini... kenapa masih pagi saja sudah bertamu??? " tanya aji pada ayura.



Angga yang mendengar itu kaget kenapa putranya masih memanggil dia dengan sebutan tapan bukan ayah.



"Oh... tak apa dia mau mengajak kalian sarapan " jawab ayura santai.



Saat aji mendapat jawaban dari sang bunda iya melanjutkan aktifitasnya yang sedang mengeringkan rambut nya itu.



"Ji... dimana kakak mu???? " tanya ayura yang tak melihat Galuh di tempat tidur.



"Dia sedang di wc bun.... " Jawab nya dengan aktifitas nya yang belum selesai.



Angga berjalan menghampiri ayura yang sedang sibuk duduk di nakas samping tempat tidur yang sedang mempersiapkan semua dokumen dan barang untuk iya kerja nantinya saat sudah selesai iya pindah.




"Huh... mau bicara apa katakan saja tuan. " ucap ayura dengan kembali tenang.



"Ayura... apa kamu tak memberi tahu meraka kebenarannya jika aku adalah ayah nya, dan kamu tak memberitahu jika aku ayah kandung mereka???? " ujar angga yang mulai kesal.



"Oh..... itu belum ku katakan... tapi semua itu rak perlu akau sendiri yang mengatakan nya mereka pintar akan tau siapa anda sebenarnya dengan sendirinya tuan " jawab ayura dengan santai nya.



"Bunda..... tolong ambilkan aku baju .... dong... aku lupa.....!!!! " teriak Galuh dari dalam kamar mandi.



"Permisi tuan.... " ujar ayura berjalan di samping angga untuk menuju ke bagian pojok ranjang untuk mengambil baju anak nya yang sudah di siapkan di sana.



Angga tak mengerti dengan perkataan ayura padanya barusan dia hanya bisa menghela napas.



"Paman... bukan kah paman ini yang kemaren kita bertemu di taman??? " tanya aji yang menghampiri angga.



"Iya... sayang kita kemaren bertemu di taman " Jawab angga dengan lesu.



"Saya sudah tau.... kakak saya sudah menceritakan nya pada saya tentang siapa anda sebenarnya, paman jika saya boleh tau kenapa, kenapa anda selama ini tak pernah datang pulang untuk mengunjungi kami, setiap kali bunda berkata jika anda sedang berada di rantau, kenapa tak ada kembali..?? "ujar aji dengan datar bertanya pada angga,



Aji meskipun dia terlihat begitu dingin sebenarnya iya juga merindukan pelukan seorang ayah, namun semalam ayura juga bercerita jika ayahnya itu susah akan menikah dengan wanita lain.



" Sayang maafkan ayah... ayah bukan nya tak mau pulang tapi, ayah memeng sibuk bekerja untuk masa depan kita nanti nak "ujar angga.



Aji hanya menanggapi dingin semua perkataan yang keluar dari mulut angga.



" Saya tau sebenarnya kalian tak pernah menikah, kami juga tau kalo kami ini anak di luar nikah yang sebenarnya terjadi keren suatu kejadian dan kebodohan bunda yang telah memilih, pria yang salah" gumam aji dalam hatinya ternyata selama ini Aji dan Galuh sudah mencari tau tentang ayah nya namun tak menemukan apa-apa tau pun jejak sang bunda menikah dengan pria mana.


__ADS_1


"Kau tau .... selama ini bunda selalu melampiaskan rasa kesal dan lelah nya hanya dengan meneguk alkohol apa kau tahun itu??? " ujar aji lagi dengan dingin bertanya pada angga.



Angga yang mendengar itu terkejut karena baru mengetahui selama ini ayura sering mengonsumsi alkohol, memeng iya pernah melihatnya dulu saat iya masih bekerja sebagai pembantu di rumahnya. Tapi angga mengira ayura tak lagi seperti ini.



"Maaf.... ayah telah lalai dan jauh dari kalian, tapi bisakah kau sekali saja panggil aku ayah, karena, bagaiman pun aku juga ayah mu nak...?!! " ujar angga dengan wajah yang memelas ingin dia kui sebagai ayah dari mereka.



"Bun..... apa yang sedang di bicarakan aji dengan ayah....??? " tanya Galuh pada ayura.



"Ya mana bunda tau, bukanya kau tau bunda sedari tadi dengan mu ?? " ujar ayura datar.



"Yayayaya.... siapa tau bunda tau, kan biasanya bunda telinganya tajam " gadis kecil itu mengomel dengan jawaban sang bunda.



"Ya sudah bersiap lah dia akan mengajak kalian untuk sarapan, bunda juga ada urusan sebentar di kantor, nanti siang baru kita pindah ke rumah baru, " ucap ayura menyuruh putrinya untuk bersiap.



"Baik bunda " gadis itu bergegas berjalan ke arah aji dan angga.



"Aji bunda berangkat... kalian sarapan baik-baik dengan tuan angga jangan menyusahkan nya ..! " ujar ayura yang susah berjalan ke arah pintu.



"Ayura......!!! apa kau tak ikut sarapan dengan kami...!!? " ujar angga yang sedikit berteriak pada ayura.



"Terima kasih tuan tapi tidak perlu " jawab ayura sembari terus berjalan.



![](contribute/fiction/2666904/markdown/6174376/1631835320932.jpg)



Kedua anak itu kini sudah siap dengan pakaiannya.



"Kalian sudah siap..??? " tanya angga pada keduanya.



"Siap... oh iya bolehkah aku memanggil paman dengan sebutan ayah... " ujar Galuh bersemangat dan bertanya sembari menundukkan kepa nya .



"Iya boleh dong sayang.... ayah malah sangat senang jika kamu bisa menerima ayah " ujar angga bahagia saat putrinya yang telah menerima keberadaan nya itu.



Sedangkan aji iya hanya diam tak banyak bicara lagi setelah iya bicara secara empat mata dengan angga tadi.



"Hari ini kita mau kemana hem....??? " tanya angga pada kedua anak nya.



"Bagaimana kalo kita ke taman hiburan ayah.... aku sudah lama gak ke taman hiburan, karena bunda sibuk terus sama kerjaannya jarang ada waktu sama kita akhir-akhir ini " Galuh sangat antusias saat di tanya ingin pergi kemana setelah makan.



"Baik lah.... kalo kamu mau keman boy...??? " tanya angga pada aji yang hanya diam saja sedari tadi.



"Aku ikut saja " jawab nya singkat dan datar.



"Hei.... boy kamu dapat muka datar dan nada bicara yang dingin dari siapa.???? " tanya angga yang heran melihat putranya itu memiliki sikap yang dingin.



"Gak tau tuh ayah... dia mah emang dari dulu kayak gitu kaku kaya manekin di kantor bunda " celetuk anak gadisnya.



Kini keduanya sudah di restoran si kembar sedang memilih tempat yang cukup enak bagi keduanya, namun tak ada yang enak bagi mereka.



"Ayah kita ganti saja di sini tak enak... " keluh Galuh.



"Tapi sayang di sini makannya enak loh, apanya yang gak enak??? " tanya angga yang heran kenapa kedua anak nya minta pindah.



"Lihatlah tempat ini... sangat buruk seperti ini susah pasti lah makan di sini juga tak enak " celetuk aji yang angkat bicara.



Yang aji maksud tempat buruk itu karena di sana banyak raja yang deng berpacaran padahal hari masih begitu pagi, dan semaunya tak pantas untuk di lihat anak-anak.


Angga melihat ke sekitar tempat itu, tapi yang iya lihat semuanya itu bersih dan rapi tak ada yang bermasalah, tapi ya susah lah angga menuruti apa saja mau mereka karena tak mau membuat kesan buruk di hadapan kedua anak nya itu .

__ADS_1


__ADS_2