Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 97


__ADS_3

"Yur ...apa ada waktu ......?"ujar pria yang di sebelah ayura saat ,berada di luar kantor.


"Ini masih lingkungan kantor ,sopan lah sedikit "ketus ayura dengan tidak mood .


"Ah ....maaf Bu ,bagai mana dengan pertanyaan saya barusan Bu ....?"ujar pria itu lagi dengan senyum kikuk nya .


"Tidak ada saya sibuk "jawab nya seadanya ,ayura langsung naik ke mobil nya dan menyalakan mesin mobil nya .


Pria itu menghela napas berat akan penolakan ayura ,yang kerap kali iya dapat kan jika iya ada niat untuk mengajak nya sekedar makan bersama .


Sedangkan ayura ,yang sudah di dalam mobil yang melaju menembus keramaian kota Bandung tersebut ,karena emang sangat padat ,bertepatan juga dengan jam pulang kerja para pekerja .


"Halo assalamualaikum ," .ucap ayura pada orang yang telah mengangkat telpon nya .


Ayura menelpon menggunakan airpods ,karena iya juga sedang menyetir mobil .


"Waalaikumsalam ,iya yur ada apa ....?"jawab salam dari sebrang telpon dan bertanya prihal Ayura menelpon nya .


"Bagaimana ke adaan Aji sekarang . ....?" seloroh ayura sekenaknya ,karena iya harus fokus dengan jalan .


Karena barusan ada pesepeda motor yang menyalipnya ,dengan ngebut yang sontak membuat ayura sedikit terkejut .


"Astaghfirullah ..."terdengar ayura mengucap kan istighfar ,ayu langsung terkesiap dia belum juga menjawab pertanyaan ayura dia langsung bertanya dengan khawatir .


"Ada apa Yur kamu baik-baik aja kan....?" tanyanya .


"*gak papa aku baik-baik aja ,Hanya kaget barusan "jelas ayura sembari memperlambat laju kendaraan nya* .


"Oh syukur lah kalo tak apa ,maaf yur aku hari ini belum ada ke rumah sakit ,sekali lagi maaf ,soal nya aku harus ke sekolah Wilona ,aku baru baca pesan dari gurunya tadi pagi ,maaf ya yur "pungkas ayu yang merasa tak enak hati.


"Tapi tadi aku suruh Evan ke rumah sakit untuk jaga Aji " sambung ayu memberi tahu ayura


Ayura hanya mendengar kan perkataan ayu ,yang dapat memaklumi nya karena ayu juga adalah seorang ibu ,mungkin di sekolah nya anak nya juga sedang ada masalah atau emang yang membutuhkan wali murid itu sendiri .


"Iya tak apa yu ,maaf aku juga selalu merepotkan mu ,ya sudah kalo begitu aku akan menelpon Evan ,soal nya aku masih belum bisa ke rumah sakit karena masih ada pekerjaan yang belum bisa di tinggal sama sekali " Jawab ayura dengan tenang .


"Ya baik lah kamu juga hati-hati di jalan ,ya sudah Assalamualaikum "ayu mengucapkan salam sebelum mengakhiri telpon nya ,yang di sahut oleh Ayura .


"Ya , waalaikumsalam "


Setalah ayura menjawab salam dan kini telpon terputus ,Ayura memelankan laju kendaraan nya sembari tangan kiri mengsecrol layar handphone nya guna mencari nomor kontak Evan di sana .


Setelah Ayura menghubungi Evan dan mengetahui kondisi sang putra ,dia juga sudah sampai di tepat tujuan ,Ayura turun dari mobil nya sembari merapikan pakaian nya ,langsung berjalan ke dalam agar cepat iya menyelesaikan pekerjaan nya tersebut .


"Selamat malam Bu Ayura ....?!"sapa scurity yang berjaga di depan gedung yang menjulang tinggi tersebut .


"Em malam "jawab Ayura singkat sembari melirik sekilas .


"Bu....sebelah sini ......!!!"panggilan dari seorang wanita yang membuat ayura mendongak dan melihat ke arah orang yang memanggil nya itu .


Wanita itu berlari menghampiri Ayura dengan wajah yang sumringah ,dan senyuman tersungging di bibir merah nya .


"Mari Bu ...acara akan segara di mulai ,heheh maaf ya bu tadi aku tak sempat kembali ke kantor ,soal nya malas mondar-mandir "ucap nya saat sudah ada di hadapan ayura sembari cengengesan tak jelas.


"Em.....bagai mana Mia semua persiapan tim kita sudah lengkap ...dan tak ada lagi yang tertinggal kan .....?!"tanya Ayura dengan tegas .


"Insyaallah Bu ...semua nya sudah semua ,semu tim hari ini sudah sangat bekerja dengan maksimal untuk acara ini "jelas Mia lagi sembari kedua nya berjalan untuk memasuki aula gedung tersebut .



Sedangkan kini di ke Diaman Angga yang mana , Gabriel sedang mencoba berbicara dengan Angga ,karena semenjak malam itu Angga hanya diam saja di rumah tanpa ada minat keluar .



"Angga ...apa kamu harus begini ,aku ini istri mu "ujar Gabriel yang mencoba sabar .

__ADS_1



"Aku juga butuh di hargai ,bukan kau abaikan ,ok jika kita sedang berdua seperti ini terserah kamu Angga tapi ingat lah ,coba kamu beri aku sedikit muka saat di depan umum ,setidak nya jangan dengan sengaja dan pergi begitu saja "decak kesal Gabriel yang baru tersalur kan karena iya baru saja kembali dari perjalan untuk pemotretan kemaren .



"Untuk apa aku menghargai orang seperti mu ,yang tak tau duduk biduk sebagai istri ,yang malah asik dengan orang lain ..!"sanggah Angga dengan nada datar .



Gabriel sungguh di buat setengah mati ,namun iya berusaha menutupi keterkejutan nya dengan menunduk ,tak menatap Angga .



"Aku seperti itu karena sejak pertama pernikahan sajak pertama pernikahan saja kamu tak pernah menganggap ku ,jadi untuk apa aku mengharap kan itu "Gabriel mencoba membela diri meski gemetar dan gugup di kala Angga membahas masalah itu .



Karena selama ini iya tak pernah mengungkit nya , Gabriel pun terbayang dengan perkataan Ayura kemaren ternyata benar jika Angga mengetahui ,jika dia sering kali dengan pria lain ,namun Angga tak peduli hal itu .



"Begini saja lah lebih baik nya ,agar tak ada yang tersakiti di lain hari ,kita berpisah ,aku tau ambisi ayah mu dan ambisi ayah ku sama ,dari pada kita saling tak peduli dan rumah tangga ini juga tak tau harus kita bawa ke mana ,lebih berpisah itu akan lebih bagus ,kita bahagia dengan kehidupan masing-masing ,kau bisa dengan nya ,dan aku dengan kehidupan ku "



Entah mengapa Angga tiba-tiba berkata lembut , Gabriel mencoba tenang saat mendengar kata perceraian ,namun dia juga sedikit mengerinyit kan kening nya ,tat kala Angga mengatakan ,kedua orang tua nya ,dan iya mengajak bekerja sama .



Kerena selama iya mengenal Angga tak pernah iya berkata selembut itu dan menatap nya intens ,yang terkadang iya sering memandang nya acuh dan dingin ,namun berbeda dengan sekarang .



"Apa untung nya bagi ku .. ?"sahut Gabriel dengan mencoba tenang .




"Kau dapat kembali dengan kekasih mu dan kau perlu merasa tak pernah di hargai ,"jelas Angga .



"Dan apa untung nya dengan mu .. ?"tanya Gabriel lagi .



"Tentu saja ada ,karena pernikahan itu ibadah ,tapi aku sadar dengan sikap dan dan hati ku tak dapat menerima pernikahan ini ,maka pernikahan ini yang tadi nya untuk mencari barokah dan melengkapi agama ,Anum apa lah jadi nya dengan aku yang tak mampu memimpin dan membina nya dengan benar ,maka kita akan sama-sama masuk ke neraka yang paling dasar ,dari maka itu sebelum lebih dama lagi lebih baik kita berpisah itu akan lebih baik "ujar Angga panjang lebar .



Gabriel hanya menganggukkan kepalanya ,memang benar yang Angga katakan ,namun Gabriel juga masih sedikit bingung Angga dapat kata-kata itu dari mana .



"Em itu lebih bagus ."jawab Gabriel seadanya .



"Ok besok pagi kita akan ke pengadilan agama ,untuk mengurus semua nya "ujar Angga lagi .



"Ok ... tapi bagai mana jika nanti Meraka tau kalo kita sudah bercerai .....?!"tanya Gabriel sedikit ragu .

__ADS_1



"Masalah itu sangat mudah ,kau masih bisa tinggal di sini ,sampai kita dapat membuat ayah kita tak lagi memiliki ambisi untuk saling meruntuhkan hanya karena harta yang tak dapat di bawa mati nanti ,nya dan kau juga bisa bebas ,tapi paling kita kan sedikit melakukan drama kala sedang berkumpul "jelas Angga dengan rencana nya .



"Em ok aku juga dalam satu bulan setengah ke depan tak ,pulang karena ada pemotretan ,dan pembuatan film pendek serta ,peluncuran baju ,yang akan di adakan di Bali "ujar nya masih dengan datar nya .



"Itu terserah ,yang terpenting besok kita urus surat cerai "ujar Angga sembari beranjak entah ingin pergi kemana .



Gabriel membuang napas berat ,dan iya bersandar di sofa dengan wajah menengadah ke langit-langit ruang tengah .



'''Memang mungkin ini yang terbaik ,toh emang aku sudah lama ingin lari dari pernikahan ini ,yang sejujurnya aku pun tak menginginkan nya ''' gumam Gabriel dalam hati nya dengan mengusap wajah nya .



Gabriel lalu bangkit dari duduk nya dan pergi menuju ke ,arah kamar untuk Peking barang yang iya butuh kan besok di Bali.



Bili berjalan ke bangsal tempat Aji di rawat di sana tampak sepi ,Bili juga bosan berada di bangsal nya ,jadi lah iya berjalan untuk melihat Aji .


"Tuan Anada hendak kemana ....?"tanya suster yang sedang piket kala malam itu ,melihat Bili berjalan pelan menuju ujung lorong kamar nya .


Bili menoleh ke arah belakang dan melihat ,ada perawat yang berjalan menghampiri nya .


"Saya hanya ingin berjalan ,menuju bangsal di ujung sus ,untuk melihat anak teman saya "jawab Bili dengan suara yang masih terdengar lemah .


"Oh ....mari saya bantu tuan ,seharusnya sih tuan jangan terlalu banyak gerak dulu untuk meminimalisir ,agar luka nya tak Ter buka lagi ,"suster itu mencoba membantu karena melihat Bili yang kesusahan .


"Ah ..iya terimakasih sus maaf merepotkan Anda "ujar Bili yang sungkan ,dan tak enak hati .


Sedangkan sang suster hanya menanggapi dengan senyum ramah nya ,sembari memapah Bili .


Saat sampai di kamar Aji benar saja ,ternyata di kamar itu tak ada siapa puan ,yang tadi siang masih ada Evan namun kali ini tak ada ,Bili sangat kasihan sama anak ini ,dalam keadaan seperti ini tak ada yang menemani nya .


"Apa pasien ini tak di temani keluarga nya ....?"gumam pelan suster tersebut ,namun masih terdengar jelas di telinga Bili .


Bili duduk di kursi yang ada di samping brankar tempat aji terbaring ,dan tatapan nya sendu seakan merasakan sakit yang teramat sakit , seperti seorang ayah yang melihat putra nya terbaring .


"Tuan saya permisi karena masih ,ada pekerjaan ,jika buruh bantuan tinggal pijit tombol ini ya ,kalo begitu saya permisi " ujar suster itu berpamitan untuk kembali bekerja .


Bili hanya mengangguk mengiyakan ,dan mempersilahkan suster tersebut untuk keluar dan bekerja kembali .


Sekitar setengah jam Bili duduk di sebelah aji , tiba-tiba pintu terbuka dan memperlihatkan wajah perempuan yang sangat tampak raut lelah itu masuk dengan kepala tertunduk .


"Baru pulang yur .....?!"Sapa Bili .


Ayura mendengar sapaan itu dia pun langsung mendongakan kepalan nya ,setelah itu melanjut kan langkah nya ke arah meja yang dekat sofa ,yang ada di ruangan tersebut,menyimpan tas dan beberapa dokumen yang iya tenteng tadi .


"Em. .iya, kamu kok di sini bil ....!?"sahut Ayura dan kembali bertanya .


"Ah....iya aku merasa bosan di kamar ku sendiri ,jadi nya kesini aku kira Evan masih ada di sini untuk ku ajak ngobrol ." jawab Bili sembari memerhatikan raut wajah Ayura .


Ayura mendengar jawaban Bili dia pun mengedepankan pandangan mencari seseorang ,di sana .


"Oh iya kata mu Evan ,terus di mana anak itu ...?"ujar ayura bertanya .


"Aku juga tak tau ,dari setengah jam lalu aku di sini ,tak ada melihat dia ,mungkin dia sedang mencari makan atau ada urusan mungkin " jelas Bili yang menang tak tau kemana perginya Evan .

__ADS_1


Ayura hanya mengangguk dan melirik ke arah Aji yang masih terbaring lemah ,dia menghela napas panjang dan membuang nya kasar selah itu dia bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi .


Ayura dengan berjalan gontai ,karena penat akan pekerjaan dan ,dia juga sedih melihat putranya yang harus terbaring belum sadarkan diri ,jika takdir bisa di tukar ,iya ingin menggantikan Aji berbaring di sana .


__ADS_2