Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 80


__ADS_3

Kini sudah dua minggu berlalu dari ayura sadar... dan kini juga ayura sudah di perbolehkan untuk pulang, ibu tiri ayura juga sudah kembali ke kampung halaman,di situ ada Angga, Bili, Dito, Dan ayu yang sudah menjemput ayura untuk pulang sedangkan Adit dia tak bisa ikut menjemput ayura untuk pulang karena, dia sudah harus kembali ke jakarta dari lima hari yang lalu.


"Apa semua nya sudah siap...?? " tanya bili pada yang lain.


"Kalian duluan aja.. aku masih mau ke tempat administrasi... urus surat keluar... dan melunasi semua pembayaran " ujar ayu sembari mengambil tas yang ada di meja.


"Biar aku saja yu... kamu temani yura ke mobil saja " pinta Angga.


"Gak usah Nga... aku masih mampu buat bayar rumah sakit... " seloroh ayura, yang tak mau merepotkan orang lain.


"Gak masalah... yur biar aku aja " Angga kekeh ingin membayar nya.


"Angga... ingat...!!! aku masih bisa membayar semua... aku tak butuh belas kasihan dari kamu... lebih baik uang mu itu kau berikan pada istri mu saja, ...! " ucap ayura yang sudah mulai kesal.


Karena seminggu yang lalu, saat iya di rumah sakit hanya sendiri tak ada yang menemani, ayu belum datang dan Adit entah sedang pergi kemana, Di situ ada Gabriel menghampiri ayura, dan mengatakan kata-kata yang tak enak untuk di dengar oleh.. ayura atau siapa pun, dia tau sekarang iya lumpuh, ya meski itu hanya sementara, tapi di situ.. gabriel menghina ayura selama dengan kondisi nya sekarang, iya gunakan untuk mengemis dan belas kasihan orang lain, ucap nya terutama, perhatian dan belas kasih dari suami nya Angga,


Yang memeng... ayura juga merasakan perhatian lebih dari Angga, di sana juga Gabriel menghina ayura dengan cukup sadis, yang membuat ayura menjadi kesal.


"Apa maksud kamu yur... aku di sini hanya membantu mu... jika kamu tak mau menerima bantuan ku... anggap saja kau meminjam uang ini, aku tau perekonomian mu sedang turun, karena kamu satu bulan ini terbaring di rumah sakit " ucap angga tegas.. yang masih kekeh ingin dia yang membayar nya.


"Tidak usah... udah yu... cepat kita bayar dan pulang, aku lelah " ucap nya sembari mencoba menjalankan kursi roda nya.


Ayu hanya diam, dan mendorong kursi roda sahabatnya itu menuju ke, tempat administrasi, setelah usai iya melakukan pembayaran, dia langsung menuju ke basemen rumah sakit.


"Udah lah... Ngga.. kamu jangan terlalu keras.. udah yok kita pulang juga " ujar dito yang dari tadi hanya diam .


"Mari tuan.. " ujar bili mempersilahkan tuan mudanya untuk masuk mobil.


Angga masuk kedalam mobil nya, dengan perasaan yang entah lah tak dapat di jelaskan, hanya dia yang tau dan merasakan nya, Bili mengendarai mobil nya mengikuti mobil ayu, dan Dito.


Sedangkan di sebuah kamar apartemen yang cukup mewah, ada dua insan yang baru saja terbangi dari terlelap nya mimpi indah.



"Sayang... kamu sudah bangun....? " tanya si pria yang masih terbaring dengan badan di tutupi selimut.



"Iya sayang... aku harus berangkat... karena nanti siang ada pemotretan.... jadi aku duluan ya " ucap wanita itu sembari mengambil tas nya yang ada di atas nakas.



Pria itu hanya mengangguk dan seperti nya enggan untuk beranjak dari kasur nya itu, hingga iya terlelap kembali dalam tidur nya.



Sedangkan si wanita dia berjalan dengan santai, hingga melihat seseorang yang sepertinya iya kenal, di sebrang jalan.


__ADS_1


"Bukan... kah itu... anak... haram suami ku ya... sedang apa mereka berada di jalanan begini...?? " gumam nya saat melihat kedua bocah sedang berjalan beriringan.



Namun tak jauh iya melihat pria muda, yang mengikuti mereka, entah lah ketiga orang itu hendak pergi ke mana, tapi gabriel juga tak bisa untuk mengikuti iya juga harus menuju ke, lokasi pemotretan, untuk persiapan pemotretan dan sebagai nya di sana nanti.



Sedangkan kini ayura dan ayu sudah sampai di rumah, di sana iya di sambut oleh Mia yang sudah ada di sana, dan di situ juga ternyata ada orang tua Bili yang ikut menyambut ayura yang baru pulang dari rumah sakit.


"Asalamualaikum " salam ayu dan ayura.


"Waalaikumsalam, " jawab Mia dan nyoya yosi.


"Bagai mana keadaan mu yur... apa sekarang sudah lebih baik...?? " tanya Mia yang sangat nama pak hanya basa-basi saja.


"Kelihatannya bagai mana " ketus nya.


"Sudah.. lah... Mia bu ayok masuk saja dulu... " Ajak ayu pada kedua orang itu.


Kini ayu membuka pintu dan masuk terlebih dulu sembari mendorong kursi roda ayura, yang diikuti oleh bu yosi dan Mia dari arah belakang , dan tak lama Bili dan Angga juga sampai di sana.


"Asalamualaikum... " salam nya sebelum masuk ke rumah.


"Waalaikumsalam " jawab orang yang ada di dalam.


"Eh... ibu juga ada di sini...?? " tanya Bili yang melihat ibunya ada di sana juga.


"Silahkan duduk tuan muda ... " ucap bu yosi saat melihat Angga.


"Terima kasih bibi... bagaimana keadaan paman sekarang bi...? " tanya Angga sembari tersenyum ramah pada nyonya yosi.


"Alhamdulillah baik nak... " jawab nya


Ayu yang baru datang dari arah belakang sembari membawa nampan yang berisi kan beberapa gelas teh hangat, dan ada cemilan jiga, iya menyajikan di atas meja.


"Oh... ada tuan Angga dan anda Bili... sebentar akan saya buat kan teh untuk kalian, " ucap ayu sembari berjalan kembali ke arah dapur.


Bili dan Angga hanya mengangguk dengan seulas senyum tipis di bibir mereka. Sedangkan ayura sudah di bawa ke kamar oleh ayu tadi,agar iya beristirahat.


Angga melihat ke sekeliling seperti sedang mencari seseorang di rumah itu.


"Anda mencari siapa tuan angga..? " tanya ayu yang baru datang dari dapur.


"Anak-anak dimana...?? apa mereka tak menyambut bundanya..? " tanya angga.


"Anak-anak sedang sekolah.. tadi aku suruh evan menjemput mereka... paling sekarang mereka sedang dalam perjalanan " jawab ayu sembari meletakan dua gelas teh hangat.


Angga menanggapi dengan anggukan, jawaban ayu, dan iya duduk di sana mengobrol dengan yang lain, dengan santai, hingga terdengar suara deru mesin motor.. yang berhenti di halaman rumah tersebut.

__ADS_1


"Asalamualaikum... " suara salam bergema dari arah depan pintu utama.


Ada dua bocah yang berlarian dari arah depan menghampiri orang-orang yang ada di ruang tamu, dengan senyuman di wajah mereka.


"Ayah... " pekik gadis kecil itu sembari berlari.


"Jangan lari sayang nanti kamu jatuh.. " balas angga sembari merentangkan tangan .


"Ayah... bunda sudah pulang.....?? " tanya nya saat susah berada di pelukan angga.


"Sudah sayang.. sekarang bunda lagi istirahat.. " balasnya.


Sedangkan yang lain hanya memandangi mereka berdua, dengan tersenyum lembut di wajah mereka. Alangkah bahagia nya jika memeng mereka di satu kan dalam satu keluarga, tapi sayang kini itu tak mungkin, karena angga sudah memiliki keluarga nya sendiri, ya sebenarnya sih masih mungkin jika ayura bisa ikhlas atau mau menjadi madu, ataupun istri pertamanya mau akan di madu.


Tapi kalian sendiri juga pasti tau lah, wanita mana sih yang mau di madu, dan ayura juga sudah pasti tak mau menjadi madu.


Kita alihkan dulu masalah madu, sekarang ayura yang sedang berada di kamar nya, dia tak tidur melainkan duduk bersandar di sandaran ranjang nya sembari menatap lurus ke tembok polos kamar nya, entah apa lah yang ada di pikiran nya.


"Siapa sebenarnya nya yang ingin mencelakai ku...? waktu itu...? perasaan aku tak pernah membuat orang sakit hati... apa ini masih ada sangkutan nya dengan kehidupan ku lalu, dan mereka... masih tak berhenti dan menyerah mencari ku..?? " gumam nya dalam hati.


"Ahh.susah lah kepalaku pusing...! emh... apa anak-anak belum pulang... kenapa mereka masih belum ada yang, menghampiri ku...? " tepeis nya sembari bertanya pada diri sendiri. dengan menatap ke arah pintu kamar.


Ayura yang merasa lelah iya pun, membenarkan posisinya, dan mencoba untuk memejamkan mata, Tak lama kini ayura pun terhanyut dalam mimpi nya, karena efek obat dan emang badan nya merasa lelah, kerena perjalanan dari rumah sakit ke rumah itu lumayan jauh, begitu juga selama iya di rumah sakit, waktu istirahat dan yang lainnya menurutnya kurang nyaman , namannya juga rumah sakit, ya begitu pasti kasur nya tak senyaman kasur milik sendiri di rumah.


Tak terasa hari pun sudah berganti siang, ayura yang merasa baru saja memejam kan mata kini harus terjaga kembali, karena ayu membangun kan nya untuk bergabung dengan yang lain makan siang, sebelum iya keluar dari kamar... iya terlebih dahulu, pergi ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka, setelah itu baru lah iya di dorong oleh ayu menuju ke meja makan, yang di sana sudah ada anak-anak, yang menunggu.


"Bunda...! gimana sekarang udah sehat..? " tanya gadis kecil itu, sembari berjalan menghampiri ayura.


"😊Bunda udah lebih baik sayang... yok kita lanjut makan " balas nya sembari mengisap lembut puncak kepala gadis kecil itu.


Gadis kecil itu mengangguk dan kembali duduk di kursi nya, dan menunggu ayu mengisi piring milik nya dengan nasi dan berbagai lauk dan sayur yang ada di meja.


Seperti biasa jika berada di meja makan semua, seketika hening tanpa ada, pembicaraan di antara mereka, hanya terjadi sesekali saling lirik satu sama lain saja, dan setelah itu fokus kembali pada makanan di hadapan mereka.


Tak terasa kini acara makan mereka sudah selesai, ayu sedang membereskan semua piring kotor dan sisa lauk dan nasi, untuk di tarok lagi di lemari, karena bisa iya makan lagi kelak untuk makan malam, evan juga yang ada di sana membantu ayu membersihkan meja, sedangkan anak-anak dan ayura sudah ada di ruang tengah untuk bersantai.


"Sayang bagai mana sekolah nya tadi...??? asik tidak..? " tanya ayuta pada anak-anak yang sedang asik menonton acara televisi.


"Asik bunda... tadi paman.. evan juga ikut dengan kita manasik haji... 🤣🤣dia lucu bunda.. masa gara-gara, dia ngeliat ada kaka... cantik di jadi gak fokus terus dia malah jalan nya numbur tembok 🤣🤣" Gadis kecil itu bercerita dengan ceria nya, dengan pengalaman yang iya dapat di sekolah tadi.


"Oh... benar kah.... pasti teman kalian juga menertawakan ya..? " tanya ayura lagi.


"Iya bunda... semua orang yang liat ketawa " jawab gadis itu antusias.


"Tapi paman itu membuat malu saja, lain kalian jika ada acara di sekolah... aku tak mau di antar oleh nya lagi " celetuk pria kecil yang berada tak jauh dari gadis kecil itu.


"Malu...??? kenapa...? " tanya ayura seperti yang bingung dengan ucapan anak laki-laki nya itu.


"Iya bunda.. kan malu masa gara-gara liat cewek cantik sampek kejedot gitu, mana di ketawain banyak orang lagi " sahut aji lagi dengan muka bete nya.

__ADS_1


"Hah.... iya sih bunda juga sependapat... paman mu itu kok membuat malu saja " timpal ayura mendukung pendapat putra nya itu.


Evan yang lagi di gibahin pun ikut duduk, di ruang tengah, untuk ikut bersantai dengan mereka, begitu juga dengan ayu... semua nya begitu terlihat bahagia, karena ayura telah pulang ke rumah.


__ADS_2