
Semua barang di mobil sudah di turun kan dan kini ayura hanya tinggal menunggu furnitur, yang masih dalam perjalan, dan itu di bantu oleh bili untuk mengantar ke rumah ayura, kini ayura sedang memasak untuk makan siang mereka nanti.
"Bunda.... lona bantu ya... " ujar wilona yang menghampiri ayura di dapur.
"Eh.... gak usah sayang biar bunda aja pasti kamu juga capek kan istirahat aja ya nanti kalo udah siap bunda panggil kalian " ujar ayura menolak bantuan wilona.
"Tak apa bun.. lona udah biasa, bunda juga pasti capek kan?, kalo ada yang bantu akan lebih cepat dan kita cepat istirahat bunda " ujar wilona yang langsung memegang sayuran yang akan diolah .
"Baik lah... kamu bantu bunda kupas sama potong sayur aja ya yang lainnya biar bunda aja. " ujar nya yang tak bisa menolak bantuan dari anak itu.
Keduanya sedang asik berkutat dengan dapur dan terdengar bel pintu ada yang menekannya dari luar.
'Ting.... tong..... ting... tong. '
Ada tamu yang minta di buka kan oleh tuan rumah di depan pintu, sontak ayura menghentikan sejenak aktifitasnya.
"Lona boleh tolong bunda...??? tolong buka kan pintu.. itu pasti orang yang membawa belanjaan kita tadi..?? " ucap ayura meminta bantuan wilona.
"Oh... boleh.. ya sudah lona buka pintu dulu ya bun.. " ucap anak itu sembari membersikan tangan nya dan pergi ke depan.
Wilona membuka pintu rumah dan melihat orang yang ada di depan rumah tersebut yang memeng benar itu bili dan yang lainya mengantarkan barang belanjaan ayura tadi.
"Eh... paman silahkan masuk.. bunda sedang memasak di belakang " ujar wilona sopan pada bili.
"Iya terima kasih sayang", bili pun mengarahkan pada para pekerja nya untuk memasukan semua barang nya ke dalam rumah.
Wilona yang kembali masuk ke dapur untuk membantu ayura.
" Siapa sayang..? "tanya ayura pada wilona yang sudah kembali.
" Paman bili bunda, masih ada yang bisa lona bantu gak....???? "tanya nya pada ayura.
" Sudah tak ada sayang, kamu bangunin adik-adik kamu saja untuk makan siang ya "ucap ayura pada wilona yang baru sejak selesai menyusun makanan di atas meja.
Wilona berjalan menuju ke karam adik-adik nya untuk membangun kan mereka yang tadi tertidur, untuk segara bergabung untuk makan siang. Ayura juga menghampiri bili yang berada di depan.
Saat ayura melihat kenapa barangnya lebih banyak dari yang dia beli tadi dia pun langsung menghampiri bili.
"Tuan kenapa ini barangnya banyak sekali dan yang separo milik siapa???? " ayura bingung karena iya merasa tak membelinya.
Bili yang terkejut mendengar pertanyaan ayura kerena iya tadi terlalu sibuk melihat para pekerja hingga iya tak sadar jika ayura menghampirinya .
"Eh... ada apa yur... " kini bili tak seformal dulu memanggil ayura kini iya memanggil namanya langsung.
"Barang siapa ini saya tak merasa membeli semua bareng ini?? " ujar nya.
"Oh.... ini barang tuan angga yang menyuruh saya membelikan untuk kamu yur.., mau aku simpan di mana ?? " jawab nya dan bertanya akan di mana.
"Barang yang aku beli itu taruh di kamar anak-anak yang ada di lantai atas. dan sisanya bawa saja kembali, kalo tidak mau emh.... kalo di buang sayang sebaiknya anda sumbangkan ke panti saja " ayura berpikir sejenak akan di kemana kan barang itu.
"Tapi ini tuan membeli semua barang ini untuk anak-anak yur... apa tak sebaik nya kamu bertanya dulu pada anak-anak ingin di taruh di mana dan barang mana yang mereka ingin kan...? " jelas nya karena memeng barang itu angga belikan untuk anak-anak.
"Tak usah kamar anak-anak sudah sempit jika di tambah lagi nanti anak-anak akan tidur di mana?? " balasnya tetap menolak barang tersebut.
"Oh... ok nanti saya akan suruh mereka untuk mengangkat kembali ke mobil, untuk di antar ke panti. " bili mengalah saja iya tak mau ribut dengan ayura, karena bagai mana pun ayura pemilik rumah dan dia juga yang lebih tau setiap sudut ruangan di rumah tersebut.
"Bunda.... lagi apa...??? " tanya anak-anak yang sudah bangun dan nyamperin ayura yang ada di depan.
"Eh.. kalian usah bangun ya, ini bunda lagi liat barang... oh iya kalian duluan aja ke meja makan nanti bunda nyusul " ujar ayura pada anak-anak.
"Tuan mari ikut dengan kami untuk makan siang terlebih dulu...??? " ajak nya pada bili.
"Eh... tak usah yur ini sebentar lagi selesai aku makan di luar saja " jawab bili.
"Oh... ya sudah kami makan dulu.. " ayura melangkah untuk menuju ke ruang makan.
Ternyata tadi hanya basa basi saja ada raut kecewa di muka bili, yang tadinya ingin sedikit jual mahal dan berharap ayura akan memaksanya, tapi nyatanya nihil dia di acuh kan begitu saja, Setelah itu semua pekerja sudah selesai menaikan kembali barang yang tak diperlukan ayura ke atas mobil, dan bili berpamitan pada ayura untuk segera kembali.
Dan mendapat jawaban berupa anggukan dari ayura,Bili pun segara untuk kembali dan mengantarkan barang itu ke panti , dan akan segara kembali ke kantor karena iya juga masih banyak pekerjaan yang harus iya selesaikan di kantor.
Setelah kepergian bili ayura membereskan meja makan karena acara makan siang pun sudah selesai, dan anak-anak kembali ke kamar nya masing-masing. Begitu juga dengan ayura yang sudah selesai membereskan semuanya segera ke kamarnya untuk beristirahat karena badannya terasa lelah.
Ayura yang telah berbaring namun tak bisa terpejam, iya pun kembali duduk dan mengambil laptopnya dan kembali duduk di tempat tidurnya sembari bersandar ke sandaran ranjang, iya membuka laptop dan melihat semua pekerjaan nya yang belum sempat iya kerjakan.
Saat sedang fokus tiba-tiba dering ponselnya yang membuyarkan ke fokus-an ayura , dan iya melihat ponselnya untuk mengetahui siapa yang menelpon padanya.
"Bu... Amber ada apa....?? " gumam nya saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
"π·πππ...!! " ππππ ππ’πππ ππππ πππππ π’πππ ππ πππππππ ππππππ.
"πΈπ’π ππππ... ππ’πππ.. πππ ππππ πππ ππππππππ πππππππ ππ ππππππππππ πππππ ππππππππ ππ ππππππ ππππππ ππππππ π’πππ πππ ππ πππππππ πππππ ππ πππ πππππ ππππππππ πππππππ ππ ππππ, ππππ πππ πππππ πππ ππ π-ππππ...? " ππππ πππππ ππππ ππ’πππ.
"πΎπ. . ππππ ππ.. πππ’π ππππππ πππππ ππππππππ " πππ ππππ’π πππ ππππππππ ππππππππ πππππ ππππππππ πππππππ.
__ADS_1
"ππ πππππ πππ ππππ πππ’π πππππ ππππππ "
"ππ.",
Telpon kini sudah terputus ayura mengambil setelan baju nya, iya juga ada urusan yang memang harus iya selesaikan di luar , jadi pas lah untuk sekalian keluar.
"Hah... sudah lah... ini saja " dengusnya sembari memegang satu set pakaian yang akan iya kenakan.
"Oh.. iya aku juga harus kasih tau anak-anak jika aku mau keluar, dan sepertinya sampai malam " gumam nya lagi sembari berkaca.
Iya memutar-mutar badannya di depan kaca besar , saat merasa sudah cukup perfek iya pun mengambil ponsel dan tasnya, lalu berjalan menuju kamar anak-anak, untuk berpamitan.
'Tok.... tok.... tok.... " ayura mengeruk pintu kamar aji terlebih dahulu.
"Sayang... ini bunda apa kah boleh masuk..?! " ucap nya sembari mengeruk pintu.
"Iya masuk aja tak di kunci bunda... "sahut aji dari arah dalam.
Ayura masuk dan melihat putranya sedang asik dengan laptop nya di kamar.
" Kamu sedang apa sayang ......???, seperti nya kamu sedang sibuk ya...?? "tanya ayura sembari melihat ke arah laptop aji.
" Tak ada bun aku sedang bermain game, bunda sendiri ingin kemana kenapa sudah tapi saja...?? " tanya aji balik pada sangat bunda.
Ayura memperhatikan penampilan nya dengan seksama dan iya kembali melihat putra nya dan tersenyum lembut. Dan iya juga teringat akan tujuannya ke kamar Putra nya itu.
"Oh... iya bunda mau pergi keluar kalian di rumah baik-baik yah jika lapar, kalian tak perlu memasak, kalian pesan online saja ok" pesan ayura pada aji.
"Bunda juga seperti nya akan pulang malam, karena bunda harus ke kantor dan setelah itu masih ada pertemuan yang harus bunda hadiri... " Sambung nya lagi.
"Oh.... ok, bunda hati-hati saja pulang jangan terlalu larut " balas Putra nya itu juga memberi pesan pada bunda nya.
"Ok sayang... πππ dadah.... " ayura mengecup dahi aji dan beranjak pergi sembari melambaikan tangannya.
Kini iya berjalan ke arah kamar kedua putri nya untuk berpamitan juga, agar mereka tak khwatir padanya jika iya pulang malam.
'Tok.... tok... tok.... 'Ayura membuka pintu meski belum mendapat sahutan dari sang empunya kamar tersebut.
"Sayang kalian sedang apa...?? " tanya ayura saat sudah masuk dengan sempurna ke dalam kamar.
"Eh... bunda ada apa bunda...? " Galuh bukanya menjawab iya malah bertanya kembali.
"Tida bunda kesini hanya ingin bilang bunda akan, ke kantor karena ada pekerjaan sebentar dan setelah itu bunda akan ke pertemuan, jadi bunda akan pulang agak malam, kalian jika kalap pesan online saja jadi tak perlu memasak ok.. " ucap nya panjang lebar pada kedua putri nya itu.
"Iya " Ayura mengecup kedua putrinya saat sebelum iya melangkah keluar dari kamar tersebut.
Berbeda dengan keadaan di tempat angga sekarang, saat setelah iya menyelesaikan pekerjaan nya tadinya iya hendak menyusul ketempat ayura namum sang ayah menelpon untuk iya mengunjungi sang ibu di rumah sakit sekaligus ada yang ingin iya bicarakan dengan angga.
Angga tampak mengerinyit kan keningnya hinga menautkan alis tebalnya itu saat melihat ada gabriel beserta ayah dan ibunya.
"Ada apa ayah memanggil ku kesini....?? " tanya angga dengan nada dinginnya.
"Angga ayah memanggil mu kesini karena ingin membicarakan prihal pernikahan mu dengan gabriel, " ujar tuan wiranto
"Benar nak... kami di sini ingin mempercepat, karena om dan tante akan pergi keluar negri dan om dan tante tidak tega meninggalkan putri kami sendiri di sini, jika kalian sudah menikah maka kami akan tenang " sambung besar wilas.
"Iya .. kalian kan bertunangan juga sudah lama, sebaiknya kalian segera kan, ke jenjang yang lebih lanjut, karena hal baik tidak bagus jika di tunda terus.. " sambung nyonya wilas.
"Saya tak merasa mempunyai tunangan , dan saya juga sudah bilang bukan dari dulu saya tak pernah menerima perjodohan ini, jadi jangan memaksa....!!! " ketus angga dengan keras membantah dan menolak.
'Pppppaaakkkk...... '
Tamparan keras mendarat di pipi mulus milik angga, yang tak lain pelakunya adalah tuan wiranto sendiri, yang merasa di permalukan oleh putranya itu.
__ADS_1
"Kau mau rak mau akan tetep menikah, dua hari lagi kalian akan melangsingkan pernikahan....! " ujar tuan wiranto dengan tegasnya.
"Ayah aku tak menyukai apa lagi mencintai dia.... jadi jangan memaksa....!!! " angga memegangi pipinya yang memeraha bekas tamparan kuat dari sang ayah.
"Nak... cinta dan rasa suka itu akan timbul seiring berjalan nya waktu dan seiring kalian sering bertemu dan bersama " sahut nyonya wiranto dengan lirih.
Yang tak mereka tau keluarga wilas terlihat menampakan senyum sinis nya, tanpa di ketahui oleh keluarga wiranto.
Angga yang prustasi dia pun pergi keluar, namun saat berjalan ke luar rumah sakit iya di bekap dan di bawa oleh orang-orang suruhan sang ayah yang memerintahkan mereka untuk membawa angga dan menjagamu agar tak kabur di hari pernikahannya nanti.
Nyonya wiranto dan tuan wiranto sudah tau kalo ayura sudah kembali ke kota tersebut, karena gabriel bercerita kepada mereka, maka dari itu lah mereka memutuskan untuk mempercepat pernikahan itu.
"Maaf tuan atas ketidak sopanan anak saya tadi, pernikahan ini akan tetep berlanjut " ujar tuan wiranto pada tuan wilas dengan merasa tak enak hati atas kelakuan angga tadi yang menolak secara blak-blakn .
"Iya tak apa tuan, kami maklumi... karena mungkin ini pengaruh wanita \*\*\*\*\*\* itu yang telah kembali kesini " ujar tuan wilas.
"Oh... iya kami juga harus kembali sialnya masih ada urusan yang harus di selesaikan masalah untuk kepindahan kami ke luar negri, harus di urus dari jauh hari nih... " ujar tuan wilas berpamitan untuk segara pergi.
"Oh... iya silahkan tuan maaf tak mengantar.. " tuan wiranto mempersilahkan tamunya itu untuk meninggalkan tempat.
Mereka kini sudah pergi dan menghilangkan dri balik daun pintu, dan tuan wiranto pun duduk sembari memikat pelipis nya yang terasa sangat pusing.
"Mas.... apa kita tak perlu mempersiapkan semuanya....??? " tanya sang istri pada suami nya.
"Tenang lah... semua sudah di atur oleh bawahan ku ... kita hanya perlu menghadirkan angga saja di acara tersebut... " jawab nya.
Sedangkan gabriel yang merasa senang akan hal itu dia pun tersenyum puas, karena tinggal selangkah iya akan mendapatkan angga secara utuh... dan tak akan ada lagi yang bisa menghalangi nya.
"Ayah.... kita sebentar lagi akan menguasai kekayaan keluarga wiranto.... saat semua itu kita dapat kan makan semua orang di seluruh dunia akan takluk dalam genggaman kita " ucap nya dengan sang ayah.
"Ya sayang... benar... tapi kau juga harus mengurangi kontak dengan Yuda kalo tidak semua rencana yang kita susun akan hancur dengan sekejap " peringatan dari sang ayah pada putri nya yang masih menjalin hubungan dengan Yuda.
"Emh... iya ayah... " jawab nya.
Angga yang kini sadar dari obat biusnya iya melihat ke sekeliling ruangan tempat iya berasa sekarang dan semua itu tampak asing baginya, iya mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi padanya, dan dua ingat kalo dia di culik, iya mencari ponselnya untuk menghubungi bili untuk meminta bantuan, namun tak di temu akan ponselnya di mana pun.
"Aaaggghh.. sial siapa ini yang berani berbuat seperti ini dengan ku....!!!! " geramnya sembari memukulkan tangan nya ke kasur.
"Ini pasti perbuatan ayah...., pprraakkkkk.. " ketusnya dan melempar barang yang ada di meja nakas samping tempat tidurnya.
Kini angga sangat kesal iya mencoba mencari jalan keluar pun tak ada karena jalan satu-satunya adalah pintu itu namun pintu itu di kunci dari luar.
__ADS_1