
Kini ayura melanjutkan lagi mobil nya ke luar halaman kantor polisi yang masih di ikuti oleh dito dari belakang, Ayura membawa mobil dengan kecepatan lumayan tinggi dan tak sabaran, karena hari yang sudah waktunya para pekerja kembali ke rumah jadilah jalanan sangat macet kala itu.
"Ais.... kalo tau seperti ini tadi aku bawa motor saja kalo begini kan jadi lama....!! " gerutunya dengan keadaan macet .
"Ahh... kenapa hidup ku seperti di novel... aku yang harus tertindas sebagai pemeran utama oleh pemeran pendukung... dan aku yang di paksa untuk pergi...!!! padahal aku tak pernah mengusik atau menggangu dan menyinggung mereka" keluh ayura yang merasa hidup nya cukup berat.
Dito terus mengikuti ayura dari belakang hingga kini ayura memasuki sebuah halaman rumah yang sangat luas dan megah meski terlihat sedikit kumuh karena sepertimu sudah lama tak di tempati. Dito sedikit berpikir ayura hendak apa datang ke sana karena iya tak tahun kalo ayura telah mendapat pesan dari si penculik untuk datang ke sana sendiri.
Diri terkejut saat melihat di jendela mobilnya sudah ada beberapa orang yang mengenakan baju hitam mengetuk kaca mobilnya.Dito pun menurunkan kaca mobil.
"Ada apa... tuan...?? " tanya dito pada mereka.
"Kau...!!! turun..!! " perintah beberapa pria itu pada dito.
"Mau apa katakan saja saya harus segara menyusul teman saya...?? " ujar dito lagi dengan santai.
"Cepat turun....!!! " segak pria yang berbaju hitam tersebut.
Dito yang merasa kesal mau tak mau iya pun terpaksa turun dari mobil nya.
"Tuan sebaiknya anda jangan ikut campur dengan urusan orang jika tak ingin celaka..??! sebaiknya sebelum kau terlalu jauh terjerumus masuk lebih baik kau pergi.. selagi kami memandang keluarga malik.... jika anda masih tak mau pergi jangan salahkan kami yang tak sungkan lagi....!!! "ujar pria itu memperingati dito.
" Apa hubungannya dengan kalian... aku ingin menyusul teman saya... dan jika kalian mengenal saya sebaiknya kalian minggir "balas dito dengan tatapan dan ucapan yang dingin .
" Maaf tuan muda malik kamu tak bisa membiarkan anda untuk masuk... kita harap anda segera kembali sebelum kami bertindak tuan " ucap nya tegas.
Dito semakin penasaran atas apa yang akan terjadi di dalam sana dengan ayura, karena iya di hentikan di pinggir jalan seperti itu. Dito dengan kesal masuk kembali ke dalam mobil nya dan menyalakan mesin mobil milik nya, namun bukan untuk pergi melainkan menerobos masuk mengikuti mobil ayura tadi yang masuk ke area rumah yang cukup besar dan usang.
"Ini rumah siapa kenapa ayura masuk ke sini dan siapa tuan mereka sebenarnya???? " dalam hati dito terus bertanya-tanya tentang rumah siapa itu.
"Anda di larang masuk....!!!! " dito lagi-lagi di hentikan di depan pintu utama oleh sekelompok orang ber jas hitam dan mengenakan kacamata hitam.
"Minggir aku akan masuk.....!!! " bentak dito yang ngotot untuk masuk .
Sedang berdebat seperti itu tiba-tiba ada yang memukul tengkuk belakang dito hingga membuat dito pingsan, dan di bawa pergi oleh para pria di sana.
Sedangkan di dalam ayura terus mengikuti petunjuk yang di berikan oleh nomor asing padanya melalui pesan singkat, ayura terus berjalan dan sembari melihat situasi di sana.
"Benarkan ini kesini...??? tapi untuk apa orang ini meminta ku kesini..??? biasanya para penculik meminta sejumlah uang untuk menebus sandra???, tapi ini ada yang aneh mereka tak meminta apa pun hanya menyuruhku pergi kesini sendiri " gumam ayura yang merasa sedikit bingung itu.
__ADS_1
Kini ayura sampai di depan ruangan yang terlihat cukup bersih dan sepertinya ruangan itu memeng terawat, ayura perlahan membuka pintu, dan masuk kedalam, iya melihat di sana ada pria yang sedang menghadap ke arah jendela dan membelakangi pintu .
"Kaubsudah datang....???? " tanya pria tersebut tanpa membalikan badanya.
"Emh.... cepat katakan di mana anak-anak ku kau sembunyikan...??! " jawab ayura dan langsung menanyakan di mana anak-anak nya.
"Gampang saja akan aku kasih tau asal kau mau menuruti perintah ku....??? " ucap nya lagi.
Ayura dia duduk di kursi yang ada dibruangan tersebut sembari menghadap ke arah pungghung pria tersebut.
"Apa mau mu...??? " tanya nya dengan tanpa ragu.
Pria itu berbalik dengan senyum sinis nya sembari tangan yangbterlipat di dada, ayura sedikit terkejut kerena ternyata pria itu adalah tuan wiranto yang selama ini ayura mengira taka kan mungkin orang berkuasa seperti nya akan melakukan hal sekecil ini hanya demi mengusir ayura dari kota tersebut.
"Sudah jelas bukan perkataan ku di hari itu.... kau tinggalkan kota ini...?!!! " ucap tuan wiranto.
"๐๐Bukan kah aku juga sudah menjawab dengan jelas... aku tak akan pergi, jika itu bukan ke hendak dari diri ku sendiri.... dan tuan juga tak berhak mengusir saya dari kota ini, karena ini bukan kota pribadi milik anada, yang bisa mengusir saya seenak nya seperti anada mengusir saya saat saya menginjakan kaki di rumah anada "
Balas ayura dengan senyum kecut nya menjawab perkataan tuan wiranto, dan ayura juga berbicara dengan dingin nya sama dengan tuan wiranto yang membuat sedikit tuan wiranto tercengang dengan ucapan ayura.
"Jika kau tetep keras kepala.... maka lihat lah ini apa yang membuat mereka menderita adalah akibat ke egois-san mu sendiri ayura....!! " Tuan wiranto menunjukan video CCTV yang ada di ruangan kamar yang mana anak-anak sekarang berada.
"๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ ๐ญ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช.... ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ถ ๐ข๐ฌ๐ช๐ฃ๐ข๐ต ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช....!!! " ๐ซ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต ๐๐ข๐ญ๐ช๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ท๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฐ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ต.
๐๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ช๐ฑ๐ช ๐ฉ๐ข๐ญ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ ๐๐ข๐ญ๐ถ๐ฉ.
"๐๐ฆ๐ณ๐ช๐ด๐ช๐ฌ.... ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช.....!!!! " ๐ถ๐ค๐ข๐ฑ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข.
"๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ช ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ณ๐ฏ๐บ๐ข...... ...!!!!!! " ๐๐ฆ๐ญ๐ข ๐ข๐ซ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ๐ช ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ณ ๐๐ข๐ญ๐ถ๐ฉ.
"๐๐ช๐ฌ๐ด.... ๐ฉ๐ช๐ฌ๐ด... ๐ฉ๐ช๐ฌ๐ด.... ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ.. " ๐๐ข๐ญ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ช๐ด ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ณ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ค๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ช๐ณ๐ช๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ณ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐จ๐ข๐ฏ๐จ๐ช ๐ฑ๐ช๐ฑ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ต๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ณ ๐ต๐ข๐ฅ๐ช.
๐๐ข๐ญ๐ถ๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ฃ๐ถ๐ฏ๐บ๐ช ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ช๐ญ ๐ข๐ซ๐ช ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ช๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ท ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ซ๐ถ๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ต๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด ๐ฅ๐ช ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ช๐บ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ด๐ข๐ณ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ฏ
'Bbbraaakkkkk..... '
Terdengar gebrakan meja yang sangat keras, yang dilakukan ayura saat melihat putrinya di tampar oleh orang, sebab nya iya pun tak pernah menampar atau berbuat kasar ke pada kedua anak nya itu.
"Kurang ajar..... apa tangan nya itu ingin aku mutilasi....!!!! " ucap ayura geram yang melihat semua itu.
__ADS_1
"Maka dari itu turuti apa yang aku ucapkan, maka aku akan melepaskan mereka... " ujar tuan wiranto lagi.
"Cih..... kakek macam apa yang berani memperlakukan cucu nya seperti itu....!!! " ucap ayura
"Heh...memang benar dia adalah cucu ku tapi aku tak akan pernah mengakui nya, karena mereka terlahir dari rahim wanita ****** seperti mu, sampai mati pun tak akan pernah aku akui... " ujar tuan wiranto yang tak menyangkal jika dia bocah kecil itu memang cucu nya.
"Lepaskan... mereka....!!!!! ok aku akan pergi dari kota ini....!!! " ayura tak bisa lagi berkata apa-apa dia pun setuju untuk pergi dari kota tersebut.
"Heh... seharusnya dari pertama kau ucapkan kata-kata tersebut agar tak harus merepotkan aku....!!! " ujar tuan wiranto sembari mengisyaratkan ada orang yang berasal di kamar tempat penyanderaan dua anak itu untuk membawanya ke ruangan dia.
"Tapi kau beri aku waktu tiga hari untuk pergi dari sini, dan satu lagi tuan aku butuh uang kompensasi sebagai ganti rugi karena membuat syok anak ku....??? " ujar ayura yang tak mau di rugikan.
"Ck.... memeng wanita mata duitan... Berapa yang kau mau...??!! " hina tuan wiranto.
"Tidak banyak tuan aku hanya membutuhkan 10 Milyar saja , untuk biaya membeli rumah dan biaya lainnya lagi, ingat tuan sekarang semuanya tak ada yang gratis... kita untuk buang air saja harus bayar... apa lagi kau ingin membuang seorang ibu tunggal dan kedua anak nya dari kota ini "ujar ayura dengan seringai nya.
" Gila.... uang sebanyak itu... kau ingin merampok ku atau memeras ku.....!!! "tuan wiranto terkejut saat mendengar nominal yang di sebutkan ayura.
" ๐๐Bukan kah uang segitu jumlah yang tak seberapa bagi mu bukan tuan.... jika tak ingin ya sudah mudah saja, saya akan melaporkan anda ke polisi dengan bukti-bukti yang sudah saya dapat kan ini....!!! "ujar ayura sembari menunjukan Handphone di tangan nya ternyata iya sedari tadi mereka semua apa yang dibuat kan tuan wiranto.
" Heh... kau mengancam ku dengan itu... tapi apa kau tak sadar jika anak-anak mu masih di tangan ku... sekarang ini..??!! "ujar tuan wiranto lagi menggertak ayura dengan kedua anaknya.
" Ya memeng... mereka masih di tangan anda , tapi itu akan menjadi bukti kuat, atas dalang penculikan dan penganiayaan terhadap anak kecil yang anda lakukan tuan, bagai mana apa anda ingin mencoba dingin nya dinding dan lantai penjara "ujar ayura lagi dengan tenang pada lah dalam hatinya iya juga masih khawatir dengan anak-anak yang masih di tangan tuan wiranto.
" Coba saja kalau kau berani... nanti kau akan melihat anak-anak itu tinggal raga...!!! "ucap tuan wiranto lagi.
" Bagus.... anda juga akan merasakan penjara lebih lama bahkan mungkin seumur hidup dan menghabiskan masa tua dalam penjara "ucap ayura lagi yang tak mau kalah.
Ayura mendengar itu sangat terkejut dengan perkataan tuan wiranto yang, berniat untuk menghilangkan nyawa kedua anak itu, dengan wajah dan setiap perkataan yang keluar dengan dingin, yang membuat ayura menjadi merasa semakin takut apa yang di ucapkan tuan wiranto itu akan kenyataan.
Tak lama anak-anak sampai di sana dengan bawahan tuan wiranto.
"Bunda....!!! " teriak Galuh yang langsung berlari ke arah ayura dan menghamburkan pelukannya dengan masih seseguka sisa tangisan nya tadi.
"Kau baik-baik saja sayang..?? maaf kan bunda ya nak" tanya ayura yang membalas pelukan putri nya itu dan mencium puncak kepalanya.
"Aku baik-baik saja bunda " jawab Galuh dengan mencoba biasa saja agar tak membuat ayura khawatir.
"Ingatlah ayura kau aku beri tiga hari dan segera pergilah dari sini...!! " ucap tuan wiranto sembari pergi.
__ADS_1
Aji yang melihat tuan wiranto dengan sinis karena iya mengenal tuan wiranto siapa, meski baru sekali bertemu dan belum berkenalan atau di beri tahu oleh angga atau pun ayura jika tuan wiranto adalah kakek nya tapi aji sudah tau.
"Ayok sayang kita pulang.. pasti kak wilona dan tante Mia di rumah cemas menunggu kita" ujar ayura yang menggandeng tangan Galuh dan langsung menyambut tangan aji.