
Angga hanya terdiam dan ikut menatap ke arah gemerlapnya kota bandung malam itu dengan pikiran mereka masing-masing, ayura yang teringat akan masa lalunya di kota itu bersama ayuna kini berkeliling di kepalanya bagaimana susah dan senang mereka jalani berdua meski hidup di rumah sederhana dan selalu lelah yat pernah tidur.
"Kota ini memang indah, menutupi semua pandangan orang di luaran sana, kebanyakan orang mengira semua orang yang hidup di kota ini hidup dengan kenyamanan dan kekayaan, tapi nyatanya tak seindah ekspetasi belaka, Di setiap sudut kota masih banyak pengemis dan banyak anak perempuan yang menjadi wanita malam, hanya sekedar untuk memenuhi keinginan dunia, mengikuti stylish dan gaya hidup yang serba mewah... " gumam ayura yang seakan terdengar sedang membaca puisi.
Angga yang sedari berada di sebelahnya hanya mendengarkan apa yang terucap sari bibir ayura.
"Bunda.....??! " panggil seseorang dari arah belakang yang membuyarkan pandangan ayura dan langsung menoleh ke arah belakang.
"Iya sayang...??? " ujar ayuar menghampiri gadis kecil yang berdiri di pintu balkon.
"Bunda dan ayah sedang apa.... kenapa belum tidur ini sudah malam...?? " ucap tanya gadis polos itu.
"Bunda dan ayah sedang santai saja mencari angin sayang, bunda juga belum mengantuk " jawab ayura lembut sembari berjongkok di hadapan gadis itu.
"Bunda... bunda habis merokok ya...??? " tanya gadis itu mencium aroma rokok di badan ayura.
"Hah.... tidak sayang.... mana ada bunda merokok, ini tadi rekan bunda yang merokok menumpang di mobil bunda, mungkin saja asapnya menempel di baju bunda " jawab ayura dengan pertanyaan putrinya itu.
"Oh.... kalo bisa bunda jangan mengonsumsi nya lagi, itu tak baik bunda apa lagi bunda ini sangat jarang tidur " ujar anaknya memberi pesan pada bunda nya.
Ayura yang merasa hatinya tak enak saat mendengar nasehat dari putri kecilnya itu yang belum tau betapa ganasnya dunia luar, dan berapa berantakannya hidup dia, yang sampai sekarang masih belum sepenuhnya bisa lepas dari diri ayura. Iya memang iya tak lagi menjadi wanita malam tapi masalah minum dan rokok masih belum bisa lepas.
Angga yang mendengar itu terkejut sebab selama iya kenal ayura beberapa tahun lalu dan ada juga ayura yang selama beberapa hati hidup satu atap dengan nya tapi angga tak tau kalo ayura pencandu rokok.
"Iya sayang... bunda mengerti, bunda berjanji tak akan menghisap nya lagi demi putri bunda yang cantik ini " ayura menyentuh lembut puncak kepala putrinya itu dan tersenyum.
"Ya sudah sanah Galuh tidur lagi nanti bunda menyusul saat bunda sudah bersih-bersih " perintah ayura pada Galuh untuk kembali tidur.
Ayura juga beranjak dari jongkok nya untuk menuju ke kamar mandi untuk mandi dan membersihkan diri, karena badannya terasa lengket dan ada bau rokok.Angga masih saja setia menatap ke luasnya kota malam yang bertaburkan cahaya lampu.
"Aaaaahhhh...... " terdengar jeritan dari arah kamar mandi.
Angga yang mendengar itu sontak berlari ke arah kamar mandi dan menggedor pintu untuk memastikan ayura tak apa-apa.
"Yur....!!! kamu gak papa kan.... yur.... " pangil angga dari depan pintu.
Namun tak ada jawab dari dalam angga mencoba mendobrak pintu kamar mandi u tuk melihat langsung keadaan ayura di dalam, kedua anaknya yang tadinya tertidur kini terbangun karena teriakan ayura yang cukup kencang tadi.
"Ayah... bunda kenapa.?? " tanya gadis kecilnya sembari. engucek mata nya ngantuk.
"Ayah juga tak tau... tapi dari dalam tak ada jawaban , ayah akan mendobrak pintu ini kalian kembali lah tidur, bunda biar ayah yang urus ok. " ucap angga yang mencoba menenangkan kedua anak nya agar tak panik.
"Paling bunda kepeleset, atau gak ada kecoak " celetuk aji dengan nada khas bangun tidur nya itu.
Angga terus mencoba mendobrak pintu kamar mandi tersebut, kedua anak nya sudah kembali ke tempat tidur dan menyerahkan ayura pada sang ayah. Saat angga sedang mengambil ancang-ancang untuk mendobrak tiba-tiba pintu terbuka dan timbul lah ayura yang terlilit handuk dengan menunjukan paha mulus dan putih nya dan setengah tonjolan di dada terlihat begitu jelas dengan rambut yangasih basah menambah kesan seksi di tubuh ayura.
Angga yang memang sudah mengambil ancang-ancang itu langsing mencoba mendobrak namun yang iya tabrak kini adalah tubuh ayura, kini jadilah ayura jatuh telentang kepala terbentur lantai dan badan di tindih oleh angga.
"Aaaaauuu..... tuan kau bisa bangkit dari tubuhku???. ini berat "rintih ayura yang menahan sakit dan beben badan angga.
" Ehhh.... maaf... maaf.. maaf... "Angga tersadar dan dia langsung bangkit dan membantu ayura untuk berdiri.
" Tuan anda itu sedang apa kenapa mau menerobos masuk....??? "tanya ayura sembari memegangi kepalanya yang sakit.
" Tadi aku mendengar kau teriak dari dalam, dan saat aku memanggil tak ada jawaban dari mu makanya aku berinisiatif untuk mendobrak pintu "ujar angga yang salah tingkah karena melihat tubuh ayura yang seksi di depan matanya.
" Itu aku hanya terkejut kalo aku tak ada baju untuk di kenakan "jawab ayura yang masih memegang kepalanya.
Angga langsung berlalu ke arah lemari yang berada di bagian sudut ruangan kamar itu dan mengambil satu kemeja yang ukuran yang menurut dia sudah yang paling kecil.
" Gunakan ini... aku juga masih pria normal "ujar angga sembari melemparkan kemeja itu ke ayura yang sedang duduk dan memainkan kan ponsel nya.
" Oh... tak usah sebentar lagi Mia akan mengirimkan baju ke sini "ujar ayura sembari mendongak ke arah angga.
" Benarkah kau tak ingin mengenakannya..??? "dengan senyuman yang penuh arti menatap ke arah ayura dan melangkah perlahan menghampiri ayura.
__ADS_1
" Jika kau ingin.. jangan di sini anak-anak ada di sini...?? "ujar ayura yang hanya menatap sekilas ke arah angga dan menjadi ngerti akan arti tatapan wajah dan senyuman angga.
" Cih..... jujur sekali kau, seharusnya kau itu seorang wanita menunjukan harga diri, ini malah langsung menawarkan buka kamar..
"decih angga yang mencaci namun masih dalam kata yang lembut.
" Heh.... munafik.... jika ingin melakukanya maka lakukan tapi ingat ucapan ku tadi tak usah di sini "sahut ayura lagi.
" Kau memang layak di sebut wanita malam ayura, kau sangat murahan yang akan mudah memberikan saat melihat pria yang bernafsu . "ketus angga.
" Kau kan sudah tau sendiri aku ini wanita malam, lalu kenapa masalah melayani tamu itu mudah yang terpenting setelah itu ada uang, karena aku bukan anak kos yang gratisan "ayura bangun dari duduk nya dan berbicara di sebelah telinga angga.
Ayura lalu berjalan ke arah pintu dengan masih mengenakan handuk, angga yang melihat itu langsung mengenakan kemeja ke tumbuh ayura. Ayura terkejut namun iya tetep melanjutkan langkahnya.
" Hei.... ini kemeja siapa yang kau kenakan??? apa kau sedang bermain di Sana dengan siapa ?? "tanya mia saat pintu telah terbuka dan menampakan ayura yang berbalut handuk dan berlapiskan kemeja putih.
" Tak usah banyak bertanya mana bajuku...?!! "ujar ayura
" Isss... pelit kan aku mau tau siapa yang sedang bersama mu, apa kah itu calon ayah untuk si kembar berati tak lama lagi si kembar bakal menerima adik "ledek Mia sembari mencoba melihat ke dalam yang mana di dalam di terangi dengan lampu remang-remang.
" Sudah hus.... hus.... hus... "Usir Nya sembari menutup pintu.
" Ya elah malah di usir... akun juga ingin tau setampan apa pria yang menemani mu "gerutu Mia pada pintu yang sudah tertutup itu.
Mia pun berjalan untuk kembali ke kamar nya, iya juga masih menginap di hotel itu karena masih belum menemukan apartemen yang cocok dengannya apa lagi tadi siang iya sibuk dengan ayura.
Sedangkan didalam kamar ayura melihat ke sekitar angga tak ada di sana, ayura tak berpikir panjang iya meraih laptop yang ada di dalam tas kerjanya dan kembali berjalan ke arah balkon untuk mengerjakan tugasnya yang belum selesai tadi siang.
"Huh..... ini menyiksa tapi aku tak mungkin menerkam ayura, dan tak mungkin aku juga harus mencari ****** " gerutu angga yang sedang berendam air dingin untuk meredakan hasrat nya.
Hari semakin larut ayura masih saja sibuk dengan laptop di hadapannya, dengan kaca mantan yang tersemat di wajahnya dan ke seriusan ayura mengerjakan tugas itu membuat aura cantik nya semakin memancar, angga yang tak mau semalam tersiksa iya pindah ke kamar sebelah, untuk istirahat.
"Hem.... besok aku bisa ambil cuti sehari untuk berkemas dan merapikan rumah, hah.. lelah... eh sepertinya tadi aku melihat ada banyak botol bir di dekat lemari.. ?? " gumam nya sembari beranjak dari duduknya untuk menghampiri lemari.
Dan benar saja di sana banyak tersedia berbagai jenis anggur, ayura mengambil salah satunya dan mengambil gelas untuk menikmati malam yang sunyi, ayura heran kenapa sedari tadi tak melihat angga, ayura meraih ponsel nya dan mengirim kan pesan singkat pada kontak angga, untuk sekedar bertanya di mana keberadaan nya.
"π°ππ πππ..?? " πππππ ππππππ ππ ππππ πππππ πππππππ’π πππππ.
"π°ππ ππππ’π πππππ ππππππ πππππππ πππππππ ππ ππππ, πππ πππ πππ πππππ πππππππ??" ππππ ππ’πππ ππππ ππππππ ππ’π πππππππππππ πππππ.
"π±ππ ππππ πππ πππππππ’π 3 πππππ ππ ππππ πππ πππ ππππππππ ππππππ " ππππ πππππ πππππππ ππ’πππ πππππ ππππππππ πππ πππππππ.
"πΎπ... " πππ ππ ππ’πππ πππ ππππππ π ππππππππ ππππππ πππππ πππ πππππππ’π π’πππ ππ πππππ πππππ ππ πππππ πππππππ.
'Tok... tok. .. tok... tok... 'Suara ketukan di pintu kamar angga angga sudah tau siapa yang mengetuk iya pun membuka kamar itu dan terkejut dengan pakaian yang dikenakan ayura.
Seperti itulah pakaian yang di kenakan nya itu tak jauh beda dengan iya mengenakan kemeja angga. Setelah pintu terbuka ayura langsung masuk dengan botol-botol di pelukannya.
"Sudah terima kasih kau bisa kembali " ujar angga dengan datar.
"Hei.... aku kesini untuk menemani mu minum tuan tenaga lah aku tak akan merugikan mu, atau berbuat macam-macam padamu " ujar ayura sembari duduk di sofa.
Angga hanya diam tak menanggapi gairah yang sudah iya redam tadi kini timbul lagi akibat ayura yang mengenakan pakaian seperti itu di hadapannya. Keduanya mulai meneguk minuman masing masing malam itu terasa sangat panjang hingga kedua nya mulai di kalahkan oleh alkohol kesadaran mereka mulai memudar, ayura yang dalam pengaruh alkohol menghampiri angga.
"Tuan aku ingin bicara dengan mu...? bagai mana pendapat mu rentang ku..??? " tanya ayura dalam keadaan mabuk.
Angga masih sedikit sadar yang tak terlalu mabuk itu mencoba mendorong ayura agar tak menempel dengan nya, karena sedari tadi iya mencoba menahan semua hasrat nya itu.
"Aku tak tertarik dengan mu dengan badan yang rata seperti itu " Ketus angga.
"Hei.... rata dari mana badan ku ini berisi lihat... " ujar nya sembari meraih tangan angga dan menempelkan nya pada gunung kembarnya itu.
Angga semakin tak bisa menahan hasrat dia menelan ludahnya kasar karena kelakuan ayura yang menggunakan tangan angga untuk meraba tubuh nya itu , maksud ayura adalah agar angga tau kalo bodinya tak rata seperti yang iya katakan.
__ADS_1
Angga yang sudah terbakar api ***** pun iya mendorong ayura ke sofa.Kini keduanya saling beradu pandang dan perlahan ayura mengalungkan kedua tangannya di leher angga dan mendekatkan mukanya ke muka angga.
"Bagai mana tuan...!! " ujar ayura dengan berusaha memberontak agar lepas dari angga.
"Heh.... dengan badan ini kau bilang berbodi " ujar angga dengan terus menekan ayura.
"Ingat lah ayura...?? kau sekarang adalah ibu dari dua anak prilakumu adalah panutan mereka " angga mengingatkan setatus ayura yang sebagi ibu.
Reaksi ayura yang masih mabuk , itu meski mendorong namun terasa lemas, dan jadilah ambruk tak bisa menyingkirkan angga.
"Eeeiiisshhhh...... sial, kau harus bisa tahan angga " desis nya sembari melepaskan ayura yang setengah tidur itu yang karena pengaruh alkohol.
Angga pergi ke kamar mandi untuk kedua kalinya meredam api dalam dirinya yang kini sedang bergejolak, tak dapat di pungkiri tubuh ayura memeng menggiurkan, untuk di jamah tapi angga masih sadar tak ingin kejadian lalu terulang lagi.
Setelah mereda api yang bergejolak angga melihat ayura yang tertidur di sofa iya mengambil selimut dan , menyelimuti tubuh ayura yang berbalut kain tipis itu.
"Sabar lah angga jangan membuat kesalahan lagi kali ini, kau harus berjuang meluluhkan nya dan menjadi milik mu seutuhnya " gumam angga sembari menyibak anak rambut yang menutupi muka cantik milik ayura.
"Kau cantik.... tapi sayang kau salah pergaulan dan terlanjur masuk ke dunia yang terlalu gelap " tutur angga lagi sembari memandangi wajah yang terlihat sejuk itu.
Angga cukup lama memandangi wajah cantik yang sejuk saat sedang terlelap tidur, dan masih terlihat ada kerutan di kening nya yang padahal sudah tertidur lelap , angga tau beben dan pikiran ayura yang cukup banyak iya pikul sendiri itu.
Kini iya juga beranjak ke tempat tidurnya, untuk mengistirahat kan tubuhnya yang leleh. Kini angga juga ikut terlelap di dalam mimpi.
Kini malam sudah berganti pagi ayura yang terbangun lebih dulu, iya ke luar kamar angga untuk menuju kamar anak-anak karena iya takut mereka bangun akan mencarinya, iya juga meraja kepalanya sangat berat dan pusing sisa mabuk semalam.
"Aiss.... pusing, sebaiknya aku tidur lagi saja karena hari ini juga tak akan pergi ke kantor " gumam nya dan menghamburkan kembali tubuhnya di atas tempat tidur.
Aji yang merasa ada pergerakan iya membuka mata dan mengedarkan pandangan, dan iya melihat ayura yang berbaring di sebelahnya.
"Bunda pasti leleh ya, tunggu aku dewasa nanti aku tak akan membiarkan bunda merasakan leleh lagi, dan akun juga akan, aji janji akan mencarikan pasangan yang bisa menerima kita dan masa lalu bunda " ujar aji sembari memandangi wajah bunda nya yang terlihat lelah.
Aji beranjak dari tempat tidurnya ke arah bagian mini bar yang ada di kamar itu, dan dia melihat di kulkas ada makan yang bisa iya masak untuk sapan nanti, Galuh yang mendengar sepertinya ada kebisingan iya pun menghampiri sangat adik yang sedang sibuk itu.
"Kau sedang apa ji???? " tanya Galuh sembari mengucek matanya.
"Aku ingin memaksakan sarapan untuk bunda, kasian pasti bunda lelah, tadi malam saat aku bangun untuk ke kamar mandi aku melihat bunda masih saja kerja " jawab anak kecil itu yang memiliki pemikiran lebih dewasa dari usianya.
"Oh... ok kakak bantu sebentar " Galuh berjalan ke arah wastafel untuk mencuci muka nya.
Kini keduanya sedang sibuk dengan perangkat dapur, keahlian mereka memasak di usianya yang masih kecil karena seringnya di tinggal berdua di rumah oleh ayura yang terkadang sibuk oleh kerjaan nya itu, yang membuat keduanya harus hidup mandiri, yang mana ayura sering menyuruh mereka pesan makanan melalui aplikasi online saja di saat iya tak bisa memaksakan untuk si kembar.
Tapi kedua anak itu berpikir untuk masak sendiri karena jika memasak sendiri itu lebih terjamin keberhasilan, dan kesehatan makanan yang akan mereka makan.
__ADS_1
Dia jam sudah berlalu kini keduanya sudah selesai dengan perangkat dapur, dan sudah bergantian mandi, hanya tinggal membangun kan ayura untuk sarapan.