Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
#Episode 03


__ADS_3

Kini keduanya sudah sampai di tempat tujuan ya itu di club sedap malam. Ayura melihat sekilas ada orang yang serasa iya kenal tapi di mana iya pernah bertemu.


"Yur loe lagi liatin siapa?? " tanya ayu yang penasaran karena sedari tadi yura berjalan sembari melirik kesamping.


"Aahh.... gak ada, cuman gue tadi kaya liat orang yang pernah gue temuin gitu" jawab nya dengan sedikit terkejut.


"Ya elah yur ini kan tempat umum maklum lah kalo banyak orang yang lo kenal di sini meraka kan banyak langganan madam semua di sini " pangkas ayu, dengan ucapan yura.


"Bukan.. tapi itu cowok nyebelin nya minta ampun, loe mah gak bakal tau deh senyebelin apa tuh orang pokok nya " celetuk yura lagi sembari berjalan menuju ke kamar yang sudah di sediakan oleh madam.



Penampilan ayuna saat ke club sedap malam



Penampilan ayura di malam itu.


"Tapi.. benar gak sih apa yang gue liat tadi cowok nyebelin tadi pagi, ahh kenapa gue pikirin udah lah males bener " gerutu ayura di dalam hatinya yang masih merasa penasaran.


Ayura berjalan dengan santai di lorong bar menuju ke toilet, namun iya tak sengaja tertabrak dengan badan seorang pria di hadapannya.


"Aduuh... Kalo jalan liat-liat dong maen asal tabrak aja " ketus yura yang kesal karena orang itu maen tabrak dan hendak pergi.


Ayura berbalik dan menarik jas pria tersebut, sehingga langkahnya terhenti dan berbalik menatap ke arah nya.


"Ya ada apa nona?? " tanya orang itu.


"Kau... ahhh tak apa, aku hanya kau meminta maaf padaku karena kau baru saja menabrak ku dan aku hampir saja terjatuh " ucap ayura sedikit terkejut karena ternyata, orang yang bertabrakan dengannya, itu orang yang ada di kantor Wt corporation.


"Ehh... sepertinya saya pernah melihat anda di mana ya?? " ucap dito sembari mengingat-ingat di mana iya pernah bertemu.


Ayura yang tak mau ter ekspose identitasnya sebagai wanita malam dia pun berbalik dan hendak berlalu pergi.


"Sudah lah, maaf mu susah tak penting, aku buru-buru" ucap yura sembari berjalan menuju toilet wanita.


Dito hanya menggelengkan kepalanya, tapi iya masih memikirkan di mana iya pernah melihat wanita tersebut.


"Aahhh kalo tak salah ingat, aku ketemu di kantor nya angga, dia itu sepertinya karyawan batin deh di sana, tapi dia lagi ngapain di sini pake pakean minim gitu lagi " ocehnya sembari berjalan.


"Ngoceh ngapa loe, kurang sarat?, tuh bukanya dah banyak cewek cantik " tegur angga yang merasa aneh dengan temanya itu, sekali dari toilet dia jadi mengoceh sendiri.


"Gak.tadi gue ketemu cewe cantik... " ucapnya terpotong.


"Lah terus kenapa loe kumat kamit baca mantra gitu, bukanya loe sikat, kan itu tujuan loe kesini " ketus angga sembari meneguk minuman nya.


"Ya elah gue belum selesai ngomong jangan di pangkas dulu kali " komentar dito yang merasa tak senang ucapannya di potong.


"Ya tinggal sambung aja lagi, gitu aja kok di buat ribet " balas angga datar.


"Cewek cantik itu, pernah gue liat di kantor loe tadi siang, yang kayaknya mau ngelamar kerja deh " sambung dito


"Lah terus apa urusannya?? " tanya angga lagi sembari tatapan ya tertuju pada satu orang yang melewati di hadapannya.


"Ya gue bingung aja dia lagi ngapain di sini? mana pakek pakean minim lagi, tapi ya gak bisa nyangkal juga sih bodinya mulus montok, pokok nya ehhh mantep lah " tanya dito sembari memuji kecantikan ayura.


"Cewek yang mana satu?, tadi siang kan yang ngelamar kerja ke kantor gue itu cewek banyak?? " saung tanya angga.


"Nah ya mana gue tau, gue kan cuman sekilas liatnya. " ketus dito sembari mengangkat botol untuk menuangkan minuman ke gelasnya yang sudah kosong.


Mereka berdua terus mengobrol sembari melihat-lihat wanita yang ada di sana.




Sedangkan keadaan di tempat ayura sekarang, yang mana sekarang dia sedang melakukan aksi panas dengan tamu yang telah memboking nya.



"ahhh~pe...ahpelan....ahhhhse ahsedikit ah~~" desah ayura yang sedang melakukan olahraga ranjang.



"Ahhhh~ini nikmat sayang ahhhh~" Jawab si pria.



"Iya ta ahhh~ahhhh~ahhtapi ini Ahhhsakit ahh~~" di sekarang desahan nya ayura merintih kesakitan karena mainan pria tersebut terlalu kasar.



"Sebentar babyahh ini akan selesai ahh" jawab pria itu semakin menjadi dan brutal menghentikan dengan sangat kasar.

__ADS_1



"Aakkkhhh... sakit aaauuuahh" jerit ayura yang merasa kesakitan namun tak dapat menahan desahan.



Sesat kemudian pria itu pun ambruk, karena terlalu lelah pria itu mengeluarkan caranya di luar karena itu persyaratan sebelum memakai ayura.



Ayura yang masih merasa kesakitan di bagian area v nya itu memaksakan bangun dan pergi ke kamar mandi untuk, membersihkan sisa cairan pria itu.



"Huh.... melelahkan kalo seperti ini terus, bagi mana aku bisa bekerja besok, sial aku mendapat pelanggan kok yang brutal begini " umpat nya sembari memijat pinggangnya yang terasa pegal.



Setelah iya mandi, dia langsung v kembali mengenakan pakaian nya lagi dan pergi keruangan, di mana tempat madam atau pemilik baru tersebut berada.



'Tok... tok... tok.. '



"Masuk " sahut dari dalam.



Ayura perlahan memegang jendela pintu dan memutarnya.



"Ahh kamu sudah selesai yur??, bagus lah setelah ini kamu layani tamu yang berada di kamar 256 ya dia dah nunggu " ucap madam saat sudah melihat wajah cantik ayura.



"Yang ini berapa madam?? " tanya ayura tentang harga.



"Lumayan tinggi yur.. tapi dia minta main nya keluar di dalam, gak papa kan lah ya " ucap madam sari membujuk ayura.




"Tapi yur dia mau bayar kamu berapa pun yang kamu minta dia juga milih kamu, gak bisa langsung asal ganti orang yur... " madam menaikan suaranya memaksa kehendaknya pada yura.



"Ya udah iya.. tapi tunggu rokok yang di tangan ku habis " ucap yuri dengan sedikit omong namun iya juga tak bisa membantah.



Ayura tak bisa membantah atas apa yang di suruh oleh sang madam karena ayura pernah meminjam uang sebanyak 200jt buat biaya persalinan dan yang lainya, maka dari itu mau tak mau ayura harus menuruti perkataannya.



"Nah gitu dong, gak harus aku menaikan nada suara ku terus " ucap si madam merasa puas.



Ayura hanya memutar kedua bola matanya malas sembari menyesap rokok, dan terlintas bayangan wajah sang ibu, yang membuat nya sejenak terhenti dan terdiam.



"Bu.. maaf yura menjadi seperti ini, bukanya yura tak mampu bekerja dengan cara yang halal , bu maafin yura, yura gak bisa pulang dengan keadaan seperti ini, bagai mana sekarang ke adaan ibu di sana " gumam nya dalam hati sembari mendongak keatas.



Tak terasa rokok di tangannya kini sudah habis, ayura beranjak dari tempat itu dan menuju ke kamar yang sudah di tunjuk oleh madam, dengan gelisah tetapi ayura tetap melangkah.



Namun tiba-tiba ponsel nya berdering, menandakan ada panggilan masuk padanya, ayura langsung mengambilnya dan melihat siapa buang memanggilnya di malam hari seperti ini, ayura tersentak kaget dan heran kenapa ibu panti menelpon ya di malam hari begini.



"📲 Halo... " sahut ayura.


. "📱Halo.... neng, neng bisa datang ke rumah sakit tidak, soalnya Galuh tiba-tiba demam tinggi neng " ucap Ibu panti dengan nada yang khawatir.

__ADS_1



Ayura yang mendengar itu menjadi tak karuan, dia bingung harus bagai mana di sisi lain anak sedang sakit dan di sisi lain ada tamu yang sudah menunggunya.



"Aaahh aku bingung... jika aku tak pergi ke rumah sakit aku kapan akan bisa melunasi hutang ku pada madam, tapi jika aku tetap disini kasian anak ku " keluar ayura sembari bersandar di tembok dengan lemas.



Ayura lama terdiam di sana hingga madam tiba di sana dan melihat ayura yang masih saja terdiam.



"Ayura... bukanya sudah saya bilang tamu itu sudah menunggu kamu kenapa , kamu malah diam di sini bukanya cepat kesana, sekarang tamu sudah marah dan tak mau lagi, hilang sudah uang yang sangat banyak karena kelakuan kamu " gerutu madam dengan nada kesal dan marah-marah pada ayura.



Namun ayura tak sedikit pun bergeming dia memastikan ponsel nya dan bergegas pergi keluar dari tempat itu untuk menuju ke rumah sakit .



"Hai.... kau mau kemana setelah menghilangkan uangku, kau ingin pergi begitu saja hah!!!! " teriak madam pada ayura.



"Uang.. itu tak penting yang penting bagiku sekarang adalah keadaan anak ku " bantah ayura dengan nada suara yang serak dan terus berjalan.



"Aahh sial... anak ini sudah mulai membangkang " ocehnya dan iya berlalu untuk kembali ke ruangannya .



Saat madam sampai di ruangan disitu sudah ada ayuna yang sedang duduk sembari minum dan menyesap rokok nya.



"Madam mm di mana ayura?? " tanya ayu pada madam.



"Tah dia pergi begitu saja padahal tugasnya belum selesai malah main pergi saja " gerutunya sembari mengeluarkan rokok nya.



"Kok gak kayak biasanya dia begitu madam, apa yura, tak mengatakan alasannya kenapa dia pergi ?? " tanya ayu sembari bingung juga dengan tingkah ayura.



"Tak ada cuman saat dia berjalan pergi dia mengatakan keadaan anak nya , memangnya akan ada kemungkinan apa dengan anak nya itu " ketusnya madam bicara dengan nada kesal



Saat ayu mendengar tentang masalah anak dia pun terkejut, dan bingung ada apa dengan anaknya yura.



"ahh iya madam aku juga izin pulang, karena kerjaan ku sudah selesai," ucap ayu berpamitan iya mematikan rokok nya dan mengambil tas lalu pergi.



Sekarang jam sudah menunjukan pukul 03:56 ayura yang sudah sampai di rumah sakit, langsung mencari ruang rawat anak, dia berjalan dengan rasa cemas dan bercampur rasa takut, atas keadaan sang anak.



"Bu.., bagai mana keadaan Galuh sekarang?? " tanya yura pada ibu panti.



"Sabar ya neng, ibu juga belum tau nak Galuh masih di periksa sama dokter " jawab ibu panti sembari mengamati penampilan yura.



Yura yang sadar akan tatapan ibu panti pun dia menjelaskan pada ibu panti atas apa yang iya kenakan.



"Ahh ini, tadi ayura abis datang ke acara party tempat teman bu " dalihnya untuk menutupi rasa curiga ibu panti.



"Kamu pakai pakaian seperti ini apa tidak dingin neng apa lagi ini sudah hampir subuh juga, lain kali kalo bepergian sebaiknya memakai baju yang lebih panjang " tanya nya sembari memberikan saran untuk kedepannya.

__ADS_1



Ayura hanya menganggu tanda mengiyakan dan duduk di kursi tunggu.


__ADS_2