
Satu minggu susah berlalu gabriel selalu saja datang ke rumah angga namun sering kali melihat angga sedang bersama ayura, yang mana memeng ayura sudah datang sejak subuh hari. Namun berbeda dengan hari ini yang mana ayura tak datang ke rumah angga melainkan ayura sedang berada di panti asuhan bersama si kembar.
Sedangkan sekarang di rumah angga yang mana Gabriel sudah datang dan berjalan ke arah kamar angga.
'Tok..... tok... tok... '
"Angga ini aku, ayok kita sarapan semuanya udah siap...?? " ujar Gabriel yang mengetuk pintu kamar angga.
Pintu terbuka dan terlihat lah wajah tampan angga dari balik daun pintu.
"Sedang apa kau sepagi ini di rumah ku, apa kau tak malu di lihat tetangga seorang gadis lajang masuk ke rumah pria, apa lagi dengan pakaian mu itu yang kurang bahan " caci angga pada Gabriel yang mana emang angga tak suka akan Gabriel.
"Angga kenapa kau berkata seperti itu??? kenapa kau bersikap dingin dengan ku sedangkan kau dengan wanita ****** itu.... " ucap nya terputus saat melihat aura yang di keluarkan angga.
"Sudah lah aku tak mau berdebat dengan mu, sebaiknya cepat pergi dari sini aku tak mau, mendengar opini tetangga tentang perilaku buruk yang kau hantar kan " ketus angga yang membuat siapa pun mendengar perkataan itu akan merasa sakit hati.
Gabriel yang sakit hati dengan perkataan dan sikap angga padanya, iya pun mengambil tasnya dan pergi dari situ dengan emosi, sedangkan angga mencari keberadaan ayura yang sedari tadi tak tampak di mana pun.
"Kemana gadi bodoh itu, kenapa aku tak mendengar dan tak melihatnya sedari tadi, apa dia sudah menyerah dengan pekerjaan mengusir nenek lampir di pagi hari " gumam angga sembari duduk di meja makan untuk sarapan.
"Permisi tuan...! " ucap bili yang baru sampai.
"Emh... katakan....!!! " angga seakan tau apa yang akan di sampaikan bili.
"Tuan nona ayura tadi mengirim pesan pada saya, dia hari ini tak datang kerja, karena kedua akan nya sedang sakit makan dari itu dia juga izin untuk libur selamat beberapa hari ke depan untuk mengurus pindahan rumah , dan pemilihan anak nya " jelas bili mengatakan pesan ayura pada angga.
"Kenapa dia tak langsung menghubungi ku untuk, meminta izin , bukan kah aku bisa nya bukan kau???? " gumam angga.
"Emh masalah itu.... nona ayura mengatakan kalo dia tak memiliki kontak anda tuan makanya dia menghubungi ku " jawab bili sembari agak ragu.
"Lalu dia bisa dapat kontak mu dari mana?? " gumam nya namun asih terdengar oleh bili.
"Karena beberapa hari yang lalu nona ayura sempat, mengambil ponsel Saya tuan, entah apa yang dia cari " jawab bili dengan santainya.
"Ehm.... " api cemburu menyelimuti angga yang di sadari boleh bili iya pun langsung berpura-pura tak tahu.
"Tuan hati ini kita ada janji jumpa dengan tuan Yuda, untuk membahas masalah proyek yang pernah di setujui oleh tuan beberapa bulan lalu " bili mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Batal kan aku kanan pergi ke panti asuhan " ucap angga dengan dingin membatalkan pertemuan yang sudah di sepakati nya.
"Tapi.. tuan apa ini, proyek sangat penting, tak mungkin untuk membatalkan nya " bili mencoba berbicara dengan angga, karena jika ini di batalkan maka perusahaan akan mengalami kerugian yang cukup besar.
Karena perusahaan sudah menginvestasikan dana yang cukup besar atas proyek ini.
"Di sini siapa bos nya, kau tak perlu mengatur aku ingin pergi kemana, kau cukup ikuti apa yang aku perintah, bukan kamu yang harus mengatur semua pergerakan ku " ketua angga langsung menyudahi acara sarapan nya.
"Haduh.... harus bagai mana ini??? kenapa jadi begini, toh hanya masalah sepele masalah kontak saja " bili menjadi bingung dengan sikap tuannya tersebut.
"Ais... sudah lah yang rugi itu kamu tuan bukan aku, aku hanya tau setiap bulannya gajih ku selalu kau berikan, masalah bangkrut atu tidaknya itu atas kinerja sendiri " gerutu bili yang memeng tak tahu arus bilang apa lagi pada tuanya.
Bili iya pun pergi meninggalkan rumah tersebut, untuk segera mengikuti tuanya.
Sedangkan ayura yang kini sedang menggendong Galuh yang sedang demam jadilah iya sangat rewel tak mau diam karena serbasalah.
"Aduh sayang diam dong bunda bingung nih kamu mau apa, di gendong kan ini udah bunda gendong, mana demamnya gak turun-turun lagi " bujuk ayura dengan cemas karena sedari tadi malam demam nyantai mau turun.
"Bunda apa sebaiknya kita bawa saja ke rahmatullah sakit, biar bisa di ketahui kenapa Galuh rewel terus " saran sangat suster yang kasihan melihat ayura yang lelah sedari tadi malam, ayura terjaga untuk menjaga Putri nya yang rewel.
"Iya Sus, sebaiknya kita pergi sekarang saja, suster tolong jaga aji di sini saja, Galuh biar saya sendiri saja yang bawa " ayura yang langsung bergegas untuk segara pergi ke rumah sakit .
Saat baru saja keluar dari ruang bayi ayura berhenti, karena di hentikan oleh ibu panti.
"Neng tunggu sebentar, di depan ada tamu yang nyariin eneng " sampai ibu panti pada ayura sembari menunjuk ke arah depan.
__ADS_1
"Aahh.... maaf Bu bisa tolong bantu saya sebentar ga?? tolong bilangin sama tamunya saya gak bisa, bertemu sekarang saya harus cepat bawa Galuh ke rumah sakit" ayura menitip pesan dengan sangat terburu-buru.
"Galuh masih belum reda juga ya demam nya neng?? " tanya ibu panti.
"Belum bu malah ini, tambah panas bu jadi maaf ya saya harus merepotkan ibu " Ayura berjalan dengan cepat keluar karena taksi online yang iya pesan sudah menunggu.
"Iya neng hati-hati di jalan " sahut ibu panti sembari melihat kepergian ayura yang terburu-buru.
Ibu panti pun berjalan ke arah ruangan depan untuk bertemu dengan tamu yang ingin bertemu dengan ayura.
"Maaf sudah menunggu lama non, saya ucap sekali lagi maaf, neng ayura sekarang sedang tidak bisa di temui beliau pergi ke rumah sakit karena putri nya demam " sampai ibun panti pada tamunya.
"Emh.... sampaikan padanya, aku mencarinya dan besok saya akan kembali lagi " ujar tamu itu dengan arogan lalu pergi dengan menjinjing tas mahalnya.
"Iya nona, baik nanti saya akan sampaikan " ujar ibu panti sembari mengantarnya sampai ke depan pintu.
Ibu panti heran sebenarnya siapa gadis itu dia emang cantik tapi prilakunya kurang baik pikirnya. Di saat ibu panti memandang ke arah gadis itu dari balik badannya timbul ayu yang baru datang ke panti.
Iya mendekat dengan senyum ramahnya kepada ibu panti yang ada di ambang pintu.
"Asalamualaikum, bu... " sapa ayu dengan lembut.
"Barusan itu siapa bu??? tumben masih pagi begini udah ada tamu?? " tanya ayu pada ibu panti perihal gadis yang berpapasan dengan nya barusan.
"Gak tau neng, ibu juga gak kenan dia nyariin neng ayura " jawab nya yang tak tau juga siapa nama gadis itu.
"Oh.... mungkin temanya kali ya bu??, oh iya bu ayura ada di dalam??? " ayu mengangguk dan bertanya.
"Nah ya itu neng, cewek tadi itu mau ketemu neng ayura, tapi saat saya bilang sama neng ayura dia sedang buru-buru buat bawa Galuh ke rumah sakit, katanya demam nya tambah tinggi neng " jawab ibu ibu panti sembari keduanya masuk kedalam .
"Mamah.........!! "jerit gadis kecil yang berteriak pada ayu sembari berlari merentangkan tangannya.
"Wilona jangan lari sayang nanti kamu jatuh.....!!! " ucap ayu pada putri nya yang berlari antusias padanya.
"Mah..... adek Galuh kasihan dia mah dari semalem nana denger dia nangis terus... udah bunda gendong juga masih nangis " cerita anak itu saat sudah ada di gendongan ayu.
"Iya kah....??? kasian sekali kalo gitu nana bantu bunda buat tenangin adek nya gak??? " ayu mengimbangi anak nya seakan iya terkejut dan bertanya.
Ibu panti yang ada di sebelah mereka hanya tersenyum melihat ibu anak tersebut.
__ADS_1
"Nana..... gak bantu mah... soalnya kata bunda nana harus bobok...?? " ucap wilona lagi.
"Oh..... gitu, kasian dong ya bunda dari semalem gak bisa bobok?? " jawabnya lagi.
"Iya mah.... kasihan " ucapnya sambil menampakkan mimik muka yang sangat sedih.
"Ya sudah nana jangan sedih, kita disini doa kan adek Galuh biar cepet-cepet sembuh ya " ucap ayu menenangkan anaknya dan mengajak berdoa.
"Iya mah... " angguk nya.
Mereka sedang asik bercengkrama dan tiba-tiba ada pemuda yang datang ke panti tersebut dengan berpakaian rapi dengan berbalut kan jas yang berwana senada dengan celana hingga sepatu yang dikenakan.
"Asalamualaikum.....!!! " terdengar salam dari luar panti.
"Waalaikumsalam..... " jawab ayu dan ibu panti serentak.
"Siapa lagi tuh bu??? " tanya ayu.
"Ibu juga tidak tau neng, sebentar ya ibu lihat dulu " ujar ibu panti sembari bangkit dari kursinya dan berjalan menuju pintu utama.
"Iya bu" angguk ayu yang masih memangku wilona.
"Waalaikumsalam.. eh... tuan mari silahkan masuk " ibu panti mempersilahkan angga untuk masuk terlebih dahulu.
"Iya terimakasih bu, oh iya saya langsung saja, atas maksud kedatangan saya ke mari ingin menanyakan apa kah ayura ada??? " tanya angga langsung pada tujuannya.
Ibu panti heran kenapa pagi hari ini setiap orang yang datang semuanya menanyakan tentang keberadaan ayura.
"Oh... neng ayura lagi pergi ke rumah sakit , untuk anter anak nya yang demam tuan, sekiranya ada yang perlu tuan sampaikan, pada neng ayura nanti bisa saya sampaikan tuan " jawab ibu panti pada angga.
"Ahh tidak ada bu, kalo begitu rumah sakit mana ya bu?? " tanya angga lagi.
"Oh... kalo itu ibu juga kurang tau tuan, karena saya tadi gak sempat bertanya karena neng ayura sangat buru-buru" yang emang ibu panti tak mengetahui ayura akan membawa ke rumah sakit mana.
"Oh... baik lah kalo begitu Terima kasih bu, saya pamit pergi asalamualaikum" angga pun berpamitan pada ibu panti saat tahu ayura tak ada di tempat .
"Waalaikumsalam, iya tuan hati-hati" jawab ibu panti atas salam angga.
Angga kembali memasuki mobil mewahnya lagi yang tak tahu harus mencari ke rumah sakit mana, ayura membawa anak nya untuk berobat.
__ADS_1