
Bili mempersilahkan aturan untuk naik ke dalam mobil dan ikut serta dengan mereka berdua. Aturan dengan terpaksa mengikuti apa yang mereka perintahkan.
"Apa yang ingin kalian bicarakan?? " tanya aturan dengan dingin.
Angga hanya diam tak menjawab dan diam-diam iya memperhatikan penampilan ayura.
"Saya tak bisa ikut kalian terlalu lama, karena saya harus segera membawa pulang anak saya " ucap ayura lagi pada mereka yang tak ada jawaban dari tadi dari keduanya.
Tapi masih saja tak ada respon hingga sampai di sebuah pekarangan rumah yang cukup besar.
"Turun...!! " ucap angga yang angkat bicara.
Ayura turun dari mobil dan berjalan mengikuti angga ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu.
"Saya sudah berhenti dari dunia malam, jadi jika anda membutuhkan orang untuk menghangat kan ranjang anda lebih baik cari orang lain " celetuk ayura lagi.
"Saya tidak meminta anda untuk menghangat kan ranjang saya, tapi saya ingin bertanya, kenapa di masa setelah cinta satu malam itu kau pergi begitu saja ?? " celetuk angga bertanya pada ayura.
"Heh... apa jika saya tetap di sana dan memohon untuk ku bertanggung jawab, maka kau kan dengan suka rela akan bertanggung jawab???! " ketus ayura lagi dengan muka datarnya.
"Jika itu yang ingin anda bicarakan, saya kira sudah cukup, saya akan kembali ke rumah sakit membawa anak saya pulang, permisi " lanjut ayura sembari berdiri hendak melangkah.
Namun langkah nya di hentikan oleh angga yang bertanya kembali.
"Apa anak yang ada di rumah sakit itu anak saya?? " pertanyaan yang mengejutkan dari angga pada ayura.
Ayura hanya terdiam dan, langsung menjawab pertanyaan angga.
"Saya tidak tau itu anak siapa, karena saya setahun lebih ini sudah banyak tidur dengan seorang pria, jadi belum tau pasti siapa ayah dari anak itu " jawab ayura dengan pasti dan tegas.
"Mudah saja kita lakukan tes DNA maka akan tau anak itu milik siapa, jika itu milik ku aku ingin mengambil nya, dari mu dan memberikan hidup yang lebih terjamin " ketus angga yang menginginkan anak ayura.
Ayura tiba-tiba terhenti dan berubah menjadi tambah tak senang .
"Heh apa hak mu mengambil anak ku, anak ku bukan lah makanan atau main, yang bisa kau ambi dan jika kau tak mau kau buang, jadi jangan harap bisa m ngambil nya dariku " ancam ayura dengan kesal lalu berlalu pergi.
"Jika begitu sekalian saja dengan mu yang aku ambil....!!! " teriak angga pada ayura yang sudah berada di ambang pintu.
Ayura yang sudah kesal dia tak mendengarkan perkataan angga dia pergi, keluar dari pekarangan rumah besar tersebut, untuk mencarinya taksi dan segera kembali ke rumah sakit untuk membawa kedua anak nya kembali, namun iya tak ada niat untuk kembali dulu ke panti, tapi iya membawa kedua anak nya ke hotel, untuk besok paginya iya bawa jalan-jalan.
"Heh... lihat saja nanti pasti kau sendiri yang akan datang dan memohon, untuk bisa hidup dengan ku " gumam angga.
Bili yang mendengar perkataan itu menjadi ngeri, karena iya berpikir apa salah nya ayura hinga harus ada di genggaman, tangan angga si pria aneh ini, pikirnya dalam hati namun dia hanya diam tak berani mengutarakan nya , karena demi pekerjaan.
"Bili... nanti kau cari cara untuk membuat dia datang sendiri ke hadapan ku , dan menyerahkan anak nya dengan suka rela padaku " perintah angga pada bili dengan senyuman aneh dan mengerikannya.
Bili menganggu tanda mengiakan perkataan tuan mudanya tersebut, tapi ya juga bingung harus bagai mana menarik wanita itu datang ke hadapan tuannya dengan mudah.
__ADS_1
Sedangkan kini ayura yang sudah ada di rumah sakit lagi , iya langsung mengurus administrasi keluar rumah sakit putrinya, dan kembali
keruangan rawat putrinya sembari membawa kereta bayi untuk membawa anak kembarnya pulang ke hotel yang telah iya pesan, terlebih dahulu sebelum ke rumah sakit untuk menjemput si kembar.
"Terima kasih ya suster kami pamit pulang dulu " ucap ayura pada suster yang telah menjaga kedua anak nya di situ.
"Iya sama-sama bunda, sayang nanti kaloo datang kesini jangan sakit lagi ya datang lah berkunjung untuk bertemu dengan suster dak kita bermain bersama " ucap sang suster sembari berjongkok dan berbicara pada bayi kembar tersebut.
Ayura hanya tersenyum mendengar perkataan suster tersebut, iya pun langsung melangkah pergi keluar dari ruangan itu untuk kembali.
Kini hari sudah sore saat ayura sampai di hotel iya bersiap untuk memandikan kedua anaknya tersebut, agar nanti malam mereka berdua bisa tidur nyenyak dan tak menggangu tamu hotel di kamar sebelah.
"Anak bunda kita mandi dulu ya nanti lanjut bobok nya lagi " ayura mengajak bicara anak nya sembari melepas baju anak nya.
Acara mandi I kembar pun selsai kini ayura memakaikan baju kepa ke sayanya, iya sangat senang melihat kedua anak nya itu tersenyum gembira.

"Wahh.... anak bunda udah cantik dan ganteng aja " ucap jya saat selesai memakaikan baju pada kedua anak nya.
Ayura menyimpan kedua anak nya kedalam bok bayi dan iya pergi mandi, karena badannya terasa lengket. Dia di dalam kamar mandi tak bisa lama seperti biasanya, karena takut kedua anak nya menangis, jadi lah iya mandi hanya sekitar 20 menit di dalam kamar mandi.
Kini pagi sudah tiba kembali ayura yang merasa kerepotan itu yang menjadi ibu tunggal dia berusaha tetap melakukan pekerjaannya mengurus kedua anak nya yang mulai pada menangis karena lapar.
"Aduh sabar ya sayang, ini bunda lagi buatin susunya sabar dong ya sebentar lagi jadi nih" katanya untuk menenangkan kedua anak nya.
__ADS_1
Ayura dengan cepat memberikan botol susu nya kepada kedua anak nya tersebut dan iya bersiap untuk keluar membawa kedua buah hatinya untuk jalan-jalan pagi di sekitar taman di dekat hotel tersebut.
"Ok.... bunda susah siap kita berangkat jalan-jalan sama anak-anak kesayangan bunda " Ayura mendorong kereta bayi menghampiri box bayi.
"Ok.. kalian di sini ya bunda ajak kalian jalan-jalan, pasti kalian suka deh sama tempatnya, karena bunda juga suka di tempatnya itu sejuk udaranya juga masih segar" Oceh ayura mengajak ke-dua anak nya bicara.
Ayura melangkah menuju keluar sangat terkejut saat membuka pintu, di depan pintunya susah berdiri angga dan bili menanti ayura keluar.
"Astaghfirullah... " ayura terkejut dan langsung menyebut sembari mengusap dadanya.
"Ini kah anak-anak mu?? " ucap angga semvari kedua anak yang lucu-lucu tersebut.
"Kau ingin membawanya kemana??, Kamu ibu macam apa anak di bawa bekerja seperti ini untuk kamu ajari menjadi jalang sepertimu "tanya nya dan mencerca ayura karena meraka sekarang ada di hotel.
Ayura hanya melengos melewati kedua pria tampan tersebut, dan berjalan ke arah lift.
" Kau lihat sendiri bukan bil, anak ku sudah di ajarkan nya yang tidak benar, maka darin itu keputusan ku itu tidak salah untuk mengambil kedua anak ku "oceh angga pada bili yang hanya diam saja di sampingnya.
" Tuan seharusnya kau tak perlu terlalu posesif, toh kita juga belum tau anak itu milik anda atau bukan, karena kita tau sendiri jika ibunya adalah pekerja psk, yang setiap malam nya di tiduri banyak pria asing, hanya untuk uang semata "bili mengoceh di dalam hatinya tak berani dia utarakan langsung.
" Bil kau tak usah bicara dalam hati jika ingin bicara langsung bicara saja "celetuk angga seakan dia bisa membaca pikiran bili.
" Maaf tuan saya tidak sedang berbicara "jawab bili dengan cepat menyangkal perkataan tyan mudanya tersebut.
" Kita ikuti wanita itu, pergi kemana, siapa tau dia ada niat jahat dan mau menjual anak ku "ajak angga pada bili yang berjalan ke arah lift yang langsung di ikuti bili.
Ayura kini sudah berada di luar hotel dan berjalan menyisiri jalanan di pagi itu yang mulai padat dengan kendaraan yang berlaku lalang.
" Mau apa lagi, orang aneh itu? dan kok bisa tau aku tinggal dimana?, ih aku kok jadi ngeri ya, Jangan-jangan selama ini dia suka mengikuti ku, aduh kok jadi serem gini ya masa hidup Damai gue jadi hancur karena di untit dua pria aneh kayak gitu sih"ayura berbicara sendiri sembari melihat ke kiri ke kanan untuk menjadi nyebrang ke arah taman.
"Nah sayang kita sudah sampai di taman nya, bagus kan kalian pasti suka " Ucap nya mengajak bicara pada buah hatinya.
Angga dan bili yang sedari tadi mengikuti ayura dari belakang, tak melihat hal aneh yang mencurigakan dari pergerakan ayura.
"Tuan sebaiknya kita kembali, ini tidak ada yang aneh mungkin saja nona ayura memang ingin mengajak kedua anak nya jalan-jalan pagi saja untuk menghirup udara segar " bili memberanikan diri mengutarakan pemikirannya pada tuan nya tersebut.
"Jika kau ingin kembali maka kembali saja aku masih ingin di sini untuk memantaunya " jawab angga.
"Tapi ruan anda memiliki pekerjaan yang harus segera di selesaikan hari ini, kalo tidak nanti tuan besar akan marah ke pada anda tua " bili mengingat kan pekerjaan yang harus tangani angga.
"Ok... ayok cepat jalan, ingat setelah kau mau ngantar ku ke kantor kau kembali kesini untuk m mantau terus pergerakan nya " angga bangkit dari duduk nya dan memberi perintah pada bili untuk kembali lagi ke tempat itu.
"Baik tuan " jawab singkat bili yang malas banyak bicara itu.
Kini keduanya pergi dari taman tersebut untuk menuju ke kantornya, karena masih ada pekerjaan yang harus segera angga urus, Sedangkan ayura dia sedang menikmati pemandangan di sana sembari m ngomong kedua anak nya yang tertidur di kereta bayi, karena leleh iya berhenti di salah satu bawah pohon untuk sekedar membenar kan posisi anak nya.
__ADS_1