Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 98


__ADS_3

Semenjak Aji masuk rumah sakit Dan Ayu juga sedang sibuk mengurusi anak nya ,dia tak bisa membantu ayura menjaga Galuh jadi lah Galuh ,Ayura titipkan kepada Adit sang adik di Jakarta. karena dia juga tak bisa selalu menemani anak itu di rumah karena iya sibuk ,bekerja dan sibuk mondar-mandir ke rumah sakit ,meski ada Evan tapi Evan juga sedang kuliah dan akan sangat jarang berada di rumah .


'Tok.....tok...tok. ...tok. '


Terdengar beberapa kali ketikan pintu yang menyadarkan lamunan Ayura ,yang sedang mengawang .


"Masuk .....!"


Perintah ayura pada orang yang ada di balik pintu.


Saat daun pintu terbuka tampak lah ,seorang wanita yang cukup ayu untuk di panda ,namun dengan wajah yang datar menatap lurus ke arah Ayura .


"Ada apa dia kesini ....?"gumam ayura saat iya mendongak dan melihat siapa yang datang .


"Silahkan duduk ....!"ujar nya menyuruh sang tamu untuk duduk.


Ayura mencoba bersikap normal meski iya bingung untuk apa tamu tersebut menemui iya ,karena seingat nya iya tak ada jadwal temu dengan siapa pun .


"Ya terimakasih ....!"jawab nya sembari menarik kursi yang bersebrangan dengan ayura sebelum iya duduk .


"Jika boleh tau nona Wilas datang kemari ada perlu apa ....?!"tanya nya yang langsung ke inti saat melihat sang tamu sudah duduk dengan nyaman .


"Tidak ada ,aku hanya ingin mengucapkan selamat ...!"ujar sang tamu dengan wajah sinis nya .


Ayura mengerinyitkan alis nya saat mendengar ucapan sang tamu .


"Jika tak ada lagi ,silahkan itu jalan keluar anda pasti masih mengingat nya bukan ....?!tukas ya yang iya rasa hanya membuang waktu nya saja .


"Sabar ...nona ,saya kemari tak ingin membuat keributan ,saya hanya ingin bilang dengan anda ,sebaiknya anda jangan menggangu ,kehidupan orang lain ,kalo tak mau kehidupan anda juga hancur "ancam gadis ayu itu dengan tatapan yang sinis .


"Hah .. anda tau apa tentang kehidupan ,....!!!?"tanya Ayura tegas sembari menutup kertas yang iya genggam .


Bagai mana Ayura bisa tau kalo itu adalah nona Wilas ,sedangkan gadis kecil itu jarang terekspos oleh media ,tak seperti kakak nya yang sering tampil di tv ,atau pun di setiap sampul majalah ,karena berprofesi sebagai model .


Ayura mengetahui nya ,karena mereka pernah bertemu ,tanpa sengaja kala itu gadis itu sedang berjalan dengan teman nya ,memasuki bar yang mana di sana ayura juga sedang duduk santai sembari menenggak minuman di gelas nya .


Gadis ayu itu pergi dengan teman nya dan Mereka di goda oleh ,pria hidung belang ,dari situ lah ayura tau ,kala pria itu menyebut nama dan marga nya .


Di situ ayura yang pertama nya hanya memandangi saja ,tapi saat melihat gadis itu ,mulai di paksa untuk menemani pria hidung belang ,Ayura merasa tak tega hingga iya membantu nya .


"Saya tau kehidupan anda ,yang sangat berantakan ,yang mana anda sering bermain di club malam "ujar hadis itu.


"Hahah.....lalu kelurga siapa yang kau maksud aku menghancurkan nya ....?"tanya Ayura dengan senyum kaku nya .


"Kau tak usah berpura-pura ,bodoh ...! kau mengenaliku jadi kau pasti paham yang ku maksud .. ?"seloroh gadis ayu itu .


"Oh .. tapi saya tak mengenal Anada sama sekali ,bagai mana saya bisa tau dengan keluarga yang Anada maksud ,lebih lagi dengan nama marga anda di kota ini banyak kan ....?" ujar ayura dengan tak acuh sembari menatap gadis itu dengan wajah sok polos nya .


"Ck...tak usah berpura-pura ,kamu itu pasti tau siapa dan anda juga tau siapa saya ....!"gadis ayu itu tetap kekeh dengan pendirian nya .


"Kamu tak mungkin tak tau dengan Kak Angga dan Gabriel kan .. ?!"ucap nya dengan memicingkan mata .


"Ya terus apa hubungan nya dengan , Mereka dan saya ....?!"ayura masih saja menjawab dengan acuh .


"Karena kau ....Kakak ku telah di talak ,dan ada kemungkinan akan segara di cerai "ujar gadis itu masih dengan sinis nya menatap ayura .


Ayura terkejut saat mendengar pernyataan,gadis belia di hadapan nya itu ,lah mereka mau bercerai terus apa hubungan nya dengan Dia .


"Saya rasa tak ada sangkutan nya dengan saya terkait mereka yang akan bercerai ....?, lagian selama ini saya tak menggangu rumah tangga mereka "sahut Ayura masih dengan santai nya ,karena iya merasa tak bersalah dan tak ada sangkutan nya .


"Cih .......sok alim kau itu yang menyebab kan kak Angga ingin menceraikan ,dan telah menjatuhkan talak 1 pada kakak ku ,......!"ujar gadis itu dengan penuh emosi .


Ayura hanya membuang napas nya kasar ,atas penuturan gadis tersebut .


'Tok.....tok....tok...'


suara ketukan di balik pintu membuat keduanya ,termenung sejenak.


"Masuk .....!!!"


orang yang mengetuk pintu itu pun masuk ,dengan beberapa berkas di dekapan nya .


''Ada apa mi.... ?" saat ayura melihat siapa yang masuk .


"Eh sedang ada tamu ya Bu maaf ,ini ada berkas yang perlu di revisi ulang ,sebelum kita melakukan rapat satu jam lagi " ujar Mia mejelaskan


"Oh .."ayura menjawab sembari tangan nya terulur meminta dokumen tersebut


Mia yang melihat nya langsung menyerah kan dokumen tersebut ke tangan Ayura.


Mia juga langsung keluar ruangan karena tak enak karena ayura sedang ada tamu .


"Susah selesai bukan ,anda mengeluarkan unek-unek anda ,saya masih bekerja ,jadi silahkan anda lewat pintu yang ada di belakang anda itu ."ucap nya sembari menunjuk ke arah pintu yang sedikit terbuka .


Gadis itu merasa diri nya telah di usir ,dia menatap Ayura dengan muka kesal dan berjalan dengan hentakan kaki yang cukup keras di ubin ruangan Ayura .


__ADS_1



Namun keadaan di rumah sakit ,yang mana kini Evan sedang menjenguk keponakan nya itu ,yang masih belum ada perkembangan ,padahal sudah satu pekan Aji berbaring .



"Ji ....kamu lelap sekali tidur nya apa gak kangen main sama paman ....??, bukan nya kemaren kamu mau ikut paman jalan-jalan ke Bogor ...?"Evan berbicara sembari duduk dengan tatapan sayu ke arah Aji .



"Ji.....paman tinggal ya ..? paman masih ada kelas ,nanti kalo paman Evan udah selesai temani Aji lagi di sini ya ...?, Assalamualaikum ..."ujar nya berpamitan pada Aji ,yang sama sekali tak merespon .



Evan setelah mengucap salam dia ,langsung melangkah keluar untuk meninggalkan rumah sakit ,saat di koridor iya berpapasan dengan Dito .



"Eh ... Van mau kemana. ....?"tanya nya yang melihat Evan .



"Eh bang Dito ....ini bang Evan mau balik ke kampus karena masih ada ,kelas ,Abang ke rumah sakit siapa yang sakit ....?"jawab nya sembari melempar pertanyaan pada Dito .



"Ah ....Aku hanya ingin melihat keadaan Aji saja ,oh iya bagai mana udah ada perkembangan ....?"Jawab nya iya kembali melempar pertanyaan .



"Masih sama bang ,belum ada perubahan ,mungkin dia lelah dengan kehidupan ini ,jadi dia ingin istirahat sejenak "tuturnya dengan tatapan sayu dan suara yang tercekat .



"Hah .. jangan mengatakan hal seperti itu ,ya sudah kamu pergi lah takut nya tar kau telat pula menghadiri kelas mu "ujar Dito sembari menepuk pelan bahu Evan.



Evan hanya mengangguk dengan ucapan Dito ,.



"Ya sudah aku berangkat ya bang , Assalamualaikum "...




Kini keduanya bubar barisan dengan ,tujuan masing-masing .



Dito masuk ke ruangan Aji di rawat ,saat masuk ke sana ,Dito sangat terkejut karena melihat Aji , kejang-kejang entah kenapa ,dia dengan panik langsung berlari ke arah ,luar untuk mencari tenaga medis yang sedang ,tugas kala siang itu .



"Dok ....tolong cepat ...tolong ...."ucap Dito dengan terburu-buru .



"Tenang pak ,ada apa ....??"ujar Dokter itu menenangkan Dito .



"Tolong pasien yang ada di ruangan , 209 dok "Ujar nya sembari menarik dokter itu .



"Iya pak ...."jawab dokter itu yang terseret .



Saat kedua nya ,berada di ruangan Aji ,Aji yang masih kejang-kejang ,langsung dokter hampiri untuk iya periksa .



Dokter memeriksa dengan serius .Dan kini Aji sudah mulai tenang ,tak seperti tadi saat iya masuk .



"Alhamdulillah ....." ujar dokter itu ,tapi masih dengan ,raut wajah yang ,masih terlihat panik .



"Bagai mana dok...? kondisi nya ,Kenap kok tadi kejang-kejang seperti itu ....?" ujar nya masih dengan perasaan khawatir .


__ADS_1


"Sudah baik pak , dan juga sudah tenang,tapi ..... ,"Jelas dokter itu lagi .



Dito bernapas lega saat mengetahui jika aji sudah lebih baik sekarang .Namun saat mendengar ucapan dokter itu yang tergantung.



"Tapi kenapa dok. ..??"ucap Dito yang tadi udah rileks namun sekarang tegang kembali .



"Denhut nadi nya semakin lemah pak ,ini harus segara di tangani ."Ujar dokter itu yang membuat Dito tersentak dan mematung di tempat .



"Penyebab dia kejang kenapa ya dok ...?"tanya Dito saat sudah tersadar kembali .



"Kemungkinan terkena epilepsi pak ,sebaik nya segara di tangani sebelum mengalami kelumpuhan sel saraf yang mampu menyebabkan ,hal fatal hingga membuat anak bapak lumpuh total atau kemungkian lain nya amnesia "jelas dokter itu setalah iya menduga ,dan meyakinkan dirinya dengan beberapa gejala



"Hah....baik dok ,tapi sebelum itu izin kan saya untuk menelpon Ibu nya ,karena saya tak punya hak untuk mengambil tindakan "jawab Dito .



"Oh...ok silahkan "ujar dokter itu yang sedikit bingung.



Karena dokter tersebut mengira jika Dito adalah Ayah dari si pasien .



Setelah itu dokter keluar ruangan untuk mempersiapkan ,apa saja yang harus iya gunakan. untuk melakukan tindakan nanti nya .



Dito mencoba menghubungi Ayura namun ,sedari tadi masih saja tak di angkat nya.



"Duh yur angkat dong ....kasian anak loe kalo gak segera ditindak lanjuti ...!"gumam Dito yang mulai geram ,dan ada rasa khawatir dengan keadaan Aji .



Lima belas menit sudah berlalu namun telpon Dito masih saja tak di jawab ,hingga suster menghampiri nya untuk menanyakan ,bagai mana apa setuju untuk melakukan bedah saraf .



"Permisi pak ...! Bagai mana apa sudah ada keputusan ...?!"tanya suster itu .



Dito hanya menghela napas berat ,dia menatap sayu ke arah suster tersebut .



"Apa aku isi dulu administrasi nya ,ya .Dan selanjut nya itu gimana nanti dulu aja lah ,yang terpenting dia selamat "gumam Nya dalam hati sembari menimbang keputusan nya .



"Ah....ya sus ....kita lakukan tindakan sesuai yang di katakan dokter ,"ujar nya pada suster itu .



"Oh baik lah kalo begitu pak mari ikut saya untuk mengisi administrasi terlebih dulu "ajak suster tersebut pada Dito .



"Semoga keputusan ku benar ,dan tak salah langkah "gumam Dito lagi sembari berjalan mengekori suster .



Sedangkan di tempat Ayura kini iya masih memimpin jalan nya rapat ,yang sudah berjalan 1jam yang lalu ,dan Ayura tak membawa ponsel nya.



"Baik ....untuk saran dan ide kalian tim A ini sangat bagus ,tapi saya harap kalian perbaiki sedikit di bagian tengah ini ,dan sedikit beri motif,yang terlihat agak sedikit lembut ,agar tak terlalu monoton " jelas Ayura dalam meeting nya itu .



"Untuk tim B hah saya juga suka kinerja keras kalian ,tapi untuk saran nya saya juga terima tapi untuk mode yang akan meluncur ,satu setengah bulan lagi ini ,saya lebih memilih rancangan tim A ."ujar nya .


__ADS_1


Ayura memimpin meeting itu dengan ,tegas dan kewibawaan seorang pemimpin ,agar tim nya lebih maju lagi .


__ADS_2