
Pagi kini sudah kembali menyinari gedung-gedung tinggi yang tenggelam di gelap malam, kembali terang dan ramaikan dengan hiruk-pikuk kota bandung, yang sangat ramai karena kini hari minggu, yang mana banyak orang oleh raga di sekitar perumahan, yang ayura tempati.
"Bunda... bunda mau joging ya....?! " tanya gadis kecil itu saat melihat ayura yang sudah rapih dengan, baju dan celana training nya.
"Iya sayang bunda mau joging di sekitar sini, apa kalian mau ikut...? " jawab nya sembari jongkok menyetarakan dengan tinggi anak nya.
"Apa boleh bunda...? " sahut anak lelaki kecil yang baru timbul dari arah dapur.
"Iya sayang boleh... yok " ajak nya
"Ok.... aji ambil sepatu dulu bunda
" Galuh juga... tunggu sebentar ya bunda..?! "
"Iya sayang jangan lari bunda tunggu kok "
Ayura duduk di sofa ruang tengah untuk menunggu anak-anak sembari melihat ponsel nya.
"Ayok yur... eh di mana anak-anak kok gak kelihatan...? tadi aku denger mereka layak nya udah bangun....? " ajak ayu, dan iya teringat kalo tadi mendengar suara anak-anak.
"Anak-anak lagi ambil sepatu, mau ikut katanya " jawab ayura tanpa melihat ke arah ayu.
"Oh... "
Tak lama anak-anak pun turun dan sudah siap kini mereka berangkat ke luar untuk joging di sekitar kompleks , kompleks terasa beda untuk minggu ini yang terasa rame, etah ada acara di sana yang sedang di selenggarakan, karena ayura maupun ayu tak mendapat kabar atau pun sekedar mendengar akan ada acara apa di sekitaran kompleks tersebut.
"Eh... nak ayura....? lagi joging ya...? " sapa seorang ibu-ibu.
"Iya bu, oh iya kalo boleh tanya, itu ada rame-rame kenapa ya bu...? " tanya ayura sembari menunjuk ke arah kerumunan.
"Oh itu nak, ada pemuda yang sepertinya tadi malam abis berantem, meraka badannya babak belur, mungkin pada pingsan di sana " jawab ibu-ibu itu.
"Oh makasih ya bu info nya " balas ayura sembari tersenyum dan berjalan menghampiri kerumunan orang.
"Bun.... ada apa kata nenek tadi...? " tanya Galuh yang kepo.
"Kata ibu-ibu tadi sih ada orang yang tiduran di jalan, coba kita lihat aja ke sana...? " jawab ayura sembari menggandeng lengan kedua anak nya.
Ayura dan kedua anak nya mencoba menerobos, ke arah kerumunan orang yang cukup padat mengelilingi entah siapa yang berbaring di jalan tersebut.
"Bunda... bukan kah itu paman Bili dan ayah ya... " ucap Gadis kecil itu saat melihat siapa yang tergelatak do jalan.
Ayura sontak langsung melihat untuk memastikan apa yang anak nya itu katakan, apa kah benar itu Angga dan Bili yang terbaring di jalan.
Ayura sangat terkejut saat di lihat dengan teliti ternyata benar apa yang di katakan oleh, putri nya itu, orang itu ternyata Angga dan Bili.
"Nona apa kalian kenal sama mereka...?! " tanya salah satu warga yang sempat mendengar perkataan Galuh dan melihat reaksi ayura.
"Em... iya Pak meraka berdua rekan kerja saya, tolong bantu saya pak masukan keduanya kedalam mobil, saya akan bawa mereka ke rumah sakit " ujar ayura meminta bantuan pada warga.
"Oh teman nya, iya nona baik "
Warga membantu ayura untuk untuk mengangkat tubuh Angga dan Bili untuk di angkat kedalam mobil.
Sedangkan ayura dia membawa anak-anak ke, Ayu untuk di titipkan karena iya akan membawa, Angga dan Bili ke rumah sakit terdekat lebih dahulu.
__ADS_1
"Nak... kalian sama mamah dulu ya, bunda mau antar paman Bili ke rumah sakit " ucap nya sembari berjongkok untuk menyetarakan tinggi badan nya.
"Ok bun... bunda hati-hati ya di jalan, jangan ngebut-ngebut " ucap gadis kecil nya itu.
"Iya bun... Hati-hati " sahut aji juga.
"Udah kamu pergi aja yur, anak-anak biar aku yang bawak balik " ucap ayu.
"Iya yu, aku titip anak-anak bentar ya, tar kita baru jalan-jalan lagi. " Ayura berjalan ke arah mobil Angga yang mana Angga dan Bili ada di mobil.
Ayura melajukan mobil nya meninggalkan lokasi perumahan dan menuju rumah sakit yang tempat nya tak terlalu jauh dari tempat tersebut.
Saat mobil sampai di depan rumah sakit ayura turun, dan mencari perawat yang sedang bertugas untuk membantunya, membawa Angga dan Bili ke dalam.
"Sus.. tolong bantu saya Sus, saya butuh brankar dua Sus " ucap ayura saat bertemu dengan suster.
"Ok... sebentar mba kita panggil yang lain untuk membantu, " ucap suster itu yang langsung berlalu untuk mencari rekan nya untuk membantu.
Tak berapa lama ada 2 perawat pria untuk membantu mengangkat pasien ke barangkar.
Mereka membawa pasien kedalam untuk segara di tangani oleh ahli medis.
"Permisi.... apa anda keluarga nya....? " tanya dokter yang keluar dari UGD.
"Bukan dok saya cuman teman nya, bagai mana keadaan kedua teman saya dok...? " jawab ayura dan iya bertanya keadaan kedua nya.
"Keduanya untuk sekarang baik-baik saja nona, tapi salah satunya harus melakukan operasi nona, karena ada tulang rusuk nya buang patah " jelas dokter lagi.
Pintu UGD terbuka lagi terlihat brankar yang di dorong keluar untuk di pindah kan ke kamar inap biasa, karena dia tak ada masalah serius, iya hanya mengalami luka memerlukan saja.
"Dok lakukan saja, saya akan mengurus administrasi nya untuk pasien, karena keluarga nya tak bisa hadir sekarang " jelas Ayura saat mengigat kalo ada yang harus di operasi.
"Biak lah anda silahkan urus administrasi dan kami akan mempersiapkan ruang operasi segera agar kita juga cepat menangani nya " ucap dokter itu yang langsung meninggalkan ayura, untuk menyiapkan operasi.
Begitu juga dengan ayura yang langsung pergi ke arah tempat administrasi, untuk segara mengurus nya, agar biar segera di tangani.
Beberapa jam sudah berlalu, dan kini dokter pun sudah keluar dari ruang operasi, dangan wajah yang lega karena operasi berjalan dengan lancar tak ada kendala apa pun.
"Bagaimana dok...? " tanya ayura pada dokter.
"Alhamdulillah semuanya lancar nona, dan pasien juga sudah bisa di pindah kan ke ruang inap " jawab dokter itu sembari menepuk lembut pundak ayura dan berlalu.
Tak lama brangkar dari ruang operasi pun di dorong keluar untuk menuju ruang inap nya.
Ayura mengucap syukur sembari mengusap wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.
"Ayura......!!!! "
Terdengar suara lantang , yang memanggil ayura yang membuat nya langsung berbalik dan melihat siapa orang nya.
Saat ayura melihat siapa orang nya dia dengan wajah datar nya, dan melipat kedua tangan nya di depan dada sembari melihat ada wanita, yang berjalan tergesa-gesa menuju ke arah nya.
"Ayura... kau memang wanita pembawa sial ya....!!!, dan apa yang kau perbuat dengan suami saya hingga bisa masuk ke rumah sakit seperti ini......?? ! " oceh orang tersebut sembari menarik baju ayura.
"Tenang lah nona Gabriel, masalah suami anda, tak ada sangkutan nya dengan saya, saya hanya mengantarkan nya ke rumah sakit saja, selain itu saya tak tau " jelas ayura masih dengan wajah datar nya.
__ADS_1
"Ya kalo bukan karena kamu akar penyebab nya, Angga tak akan seperti ini,....?, ingat lah ayura kau itu harus sadar kalo Angga itu telah beristri, kau tak usah mengganggu rumah tangga nya...! " ucap gabriel.
Dan ada wanita paruh baya yang baru saja datang namun tiba-tiba menampar ayura.
'Palllaaaaaaakkkkkk........ !!!!!!'
Sebuah tamparan mendarat di pipi putih milik ayura.
Ayura hanya menyeka darah yang keluar dari sudut bibir nya.
"Sudah berapa kali saya mengatakan pada mu ... . !!! untuk menjauhi putra ku...!, dasar j@lang tak tau diri....!, jika terjadi apa-apa dengan anak saya lihat lah apa yang akan terjadi dengan mu, kamu haris mempertanggung jawab kan nya....! " omel wanita paruh baya itu yang tak lain nyonya wiranto.
"Bu.. sudah bu malu di lihat orang, sudah biarkan saja wanita pembawa sial ini, yang ada nanti kita ikutan sial dekat dengan nya " ucap gabriel mencoba menenangkan mertuanya itu .
"Sudah... diam kamu gabriel, ini biar ibu yang urus, kau itu orang nya terlalu baik, pelakor seperti dia ini harus di beri pelajaran .!!!. " ucap nyonya wiranto yang hendak menampar kembali ayura,
Namun kali ini ayura sudah memiliki persiapan, hingga dia menangkap tangan nyonya wiranto, yang hampir saja mendarat kembali ke pipi milik nya.
"Ingat lah nyonya jika anak anda, tidak bertemu saya... mungkin sekarang sudah terlantar di jalanan, menjadi gelandangan " jawab ayura dengan ketus sembari menurun kan tangan nyonya wiranto.
"Ck... jangan berlaga menjadi orang baik, saya sudah membaca semua niat jahat di kepala mu itu wanita j@l@ng " ujar nyonya wiranto kembali dengan kesal dan pergi meninggalkan ayura untuk menuju ke ruang inap Angga.
Sedangkan ayura dia hanya memasang muka datar nya, dan berjalan untuk melihat keadaan Bili.
Saat di perjalanan iya langsung berpapasan dengan Ayu dan anak-anak, yang baru sampai untuk menjenguk.
"Gimana yur keadaan mereka....?? " tanya ayu.
"Semua nya baik-baik saja Bili juga lancar operasi nya " jawab ayura.
"Syukur lah kalo baik-baik saja, " balas nya.
"Bunda kita mau lihat ayah, ayah di ruangan yang mana..? " tanya gadis kecil itu.
"Ayah... tadi kata dokter udah baik-baik aja, terus udah boleh pulang sayang,jadi ayah kalian udah pulang " dalih ayura yang malas membawa anak-anak ke ruang tempat Angga.
"Oh iya bunda mau melihat paman Bili apa kalian mau ikut setelah itu baru lah kita pergi jalan-jalan " ujar ayura mengalihkan pembahasan nya.
"Ayok... nanti kita makan ya bunda, pasti bunda belum makan " ujar Galuh.
Ayura hanya tersenyum menangapi perkataan putrinya itu, sedangkan Aji sedari tadi hanya diam.
Saat mereka masuk ternyata Bili sudah sadar, dia sedang memandangi ke semua sudut ruangan mungkin saja dia baru saja tersadar, Ayu yang menyadari itu iya langsung memberi tahu ayura.
"Yur... Bili sudah sadar.... " ucap nya
"Hah... benar, kalian tunggu di sini aku akan panggil kan dokter dulu " ucap nya sembari bergegas keluar.
"Em"
"Mah... bunda kenapa buru-buru apa, ada hal buruk...? " celetuk Aji yang bingung.
"Tidak sayang bunda ingin memangil dokter, karena paman Bili sudah sadar " jelas ayu pada anak kecil itu.
Aji memanggut paham dengan penjelasan ayu dia pun langsung mengalihkan pandangan ke arah Bili yang terbaring.
__ADS_1