
Ayura yang kini sudah sampai di kantornya dan telah tengah mengerjakan semua berkas yang telah di suruh oleh Amber kerjakan padanya dan segara iya kirim ke alamat email kantor pusat.
'Tok.... tok.. tok... 'terdengar tiga kali ketukan dari balik pintu ruang ayura iya pun tanpa menghentikan aktifitas nya menyuruh orang tersebut untuk masuk
"Permisi bu... di depan ada orang yang ingin bertemu dengan anda....??? ujar karyawan itu yang tak lain adalah Mia sekertaris nya.
" Saya rasa.. saya tak punya janji temu hari ini...???! "balasnya sembari mengerutkan dahinya.
" Iya tapi orang tersebut ingin bertemu dengan anda bu.. " sambung sekertaris nya itu.
"Emh... ya sudah suruh masuk saja.. " jawabnya tanpa bergeming dari layar monitor laptop nya.
Mia pun berlaku ke luar ruangan untuk menemui tamu yang telah menunggunya di depan ruangan tersebut, saat Mia melihat tamu itu sedang memandang ke sekitaran koridor dan beberapa ruangan yang terbuka di hadapannya.
"Mari tuan...... pimpinan kami telah menunggu anda di dalam " ucap Mia sembari menuntun orang tersebut untuk masuk ke dalam.
Dan orang itu mengikuti langkah Mia dari belakang untuk masuk ke dalam ruangan, saat orang itu sempurna masuk kedalam ruangan yang bernuansakan berwarna putih berpadu abu-abu... yang cukup terkesan gelap namun sangat masih ada terang dari warna putih.
"Bu.. ini tamunya... " Ujar Mia menghentikan aktifitas ayura.
Ayura mendongak kan kepalanya dan melihat tamu yang ingin bertemu dengan nya tersebut, dan iya merasa tak kenal dengan pria tersebut, dan iya juga berpikir ada hal apa pria tersebut hingga ingin bertemu dengan nya langsung.
"Silahkan duduk tuan... ada yang ingin anda bicarakan dengan saya...??, emh... tapi saya pikir kita tak pernah bertemu..?,sampai ada urusan apa anda dengan saya " jamblangnya namun masih terdengar halus, karena ayura juga bingung dengan pria di hadapan nya tersebut.
"Maaf.... jika saya menggangu waktu anda... sebenarnya saya datang kemari, hanya untuk mengantarkan ini, yang di haeusksn saya sendiri yang memberikan pada anda nona...!! " ujar driver ojol itu sembari menenteng pepper bag yang entah apa isinya.
"Mia... ini bukan tamu.. tapi ini tukang ojol kau bilang tamu...!! " gerutu ayura kesal dalam hatinya menggerutui Mia.
"Oh... ok sayang terima tuan... kalo boleh tau siapa nama pengirim.....?? " tanya ayura yang masih penasaran siapa namanya.
"Di sini nama anonim nya sih tertera, mojang bandung nona " jawab driver ojol itu dengan agak sedikit bingung juga.
"Oh... ok.. sebentar. " Ayura merogok tasnya dan memberikan uang kertas seratus ribu dia lembar pada driver ojol tersebut.
"Ehh.... tidak usah nona karena, ongkir sudah di bayar oleh si pengirim.. " tolak driver ojol itu.
"Tidak apa tuan ambil saja, sebagai ucapan terima kasih saya jangan sungkan " ayura tetap menyodorkan uang tersebut.
Dengan terpaksa driver itu mengambil uang tersebut, iya juga mereka bersyukur atas rezeki nya hari ini, ternyata masih ada orang sebaik ini di dunia.
"Baik saya terima uang ini nona.. dan sekalian saya harus pamit, karena barang juga sudah ada di tangan anda jadi saya permisi " ujar driver ojol itu berpamitan.
Ayura mengangguk seraya tersenyum mengiakan driver itu untuk, melanjutkan pekerjaan nya, ayura meraih pepper bag itu dan melihat isinya , Ayura sedikit mengetinyit kan keningnya dengan isi barang di dalam nya, iya bingung bercampur penasaran untuk apa barang itu di berikan padanya, dan siapa yang memberikan nya , karena seingat iya jika bili dan angga belum tahu tepatnya kantor iya.
Dan kagi kedua orang itu juga tahunya jika ayura sekarang sedang, ada di rumah. iya bertanya-tanya pada hatinya siapa orang yang mengirim kan barang tersebut..??,.
Mia yang sedaribtadi ada di sana hanya diam dan memperhatikan ayura yang sedaribtadi di raut wajahnya banyak pertanyaan, yang membuat Mia sendiri jadi penasaran dengan barang yang ada di dalam pepper bag tersebut.
"Memang apa isinya yur...??? sampek kamu dari tadi katakan kebingungan gitu??" tutur nya yang membuat ayura terkejut
"Astagfirullah..... kau ngagetin aja aku kira kau sudah keluar dari tadi ternyata masih di sini..? " ketus ayura sembari mengusap dadanya yang terkejut tadi.
"๐๐๐๐... aku sedaribtadi di sini kok kamu nya aja yang gak sadar, karena terlalu serius, emang apa isinya...?? " Mia hanya nyengir tanpa dosa dan kembali bertanya.
"Hanya ada gaun, dan sepasang sepatu.. Kira-kira ksmubtau tidak siapa si pengirim...?? " Jawab nya flet sembari menggeser pepper bag itu dan bertanya pada Mia.
"Ya mana saya tau... ya kali ada penggemar rahasia kamu yur.... " ucap nya dengan tersenyum menggoda.
"Ah... sudah lah bujanya nemuin jawabanya malah tambah pusing aku ngomong sama kamu mi, aku usah selesai semua, bay aku pergi ya, masih ada urusan nih... " rutuk nya sembari membereskan semua kertas yang berserak di meja, dan beranjak pergi.
"Ehhh.... ini baju mu...!!! " pekik Mia sembarirnjejing pepper bag.
"Kau ambil saja aku tak butuh di rumah masih ada banyak yang seperti itu..!!! " balas ayura dengan teriak pulang karena iya sudah menghilang dari daun pintu ruangannya.
"Huh.... pemborosan... " Dengus Mia tapi iya juga merasa senang menerima barang itu.
"Sayang sekali gaun seindah ini iya tak mau, ya sudah lah yang penting kini sudah di tangan yang tepat , ๐๐" ucap nya sembari mengagumi gaun tersebut.
`~~
Ayura yang sedang berjalan di salah satu pusat perbelanjaan, iya yang sedang asik melihat pesan di ponselnya hingga iya tak melihat apa yang ada di hadapan nya.
'Brruuuukkkk..... 'Ayura menumbur pilar tinggi di tengah mall tersebut dengan sempurna hinga iya terpental dan membuat nya terduduk di lantai .
"Aauuhhh.... iiiisss... siapa sih yang menyimpan pilar ini di sini menghalangi jalan saja " rintihnya sembari menggerutui benda mati yang ada di hadapannya.
"Nona apa Anda baik-baik, saja...??? " Ada sapaan pengunjung mall tersebut yang membuat ayura tersadar jika iya sedang berada di tempat ramai
__ADS_1
"Emh.... " Ayura mencoba mengsetabilkan dirinya dan bangkit dari duduk nya sembari mengibas-ngibaskan bajunya.
"Saya tak apa.. " jawab ayura dengan datar.
"Sungguh... tapi sepertinya itu sakit...??? " ujar pengunjung itu memastikan.
"Iya, saya baik-baik saja " tentu saja rak baik-baik saja karena iya harus menahan malu, sakit tak seberapa tapi malunya sampai ke ubun-ubun.
"Oh... ok kalo begitu saya duluan " ujar pengunjung itu saat mendapat jawaban lagi dari ayura.
Ayura pun segara mengedarkan pandangannya untuk mencari tempat duduk dan minum, sembari untuk mengsetabil kan kembali rasa malu yang iya dapat karena ulahnya sendiri, yang berjalan tanpa melihat sekitar .
Ayura yang sedang asik dengan ponsel dan secangkir Starbucks yang terhidang di hadapnya dan ada satu piring moci. Asik nya hingga tiba-tiba ada yang menyapanya yang membuat ayura memudarkan fokusnya.
"Hai..... sudah lama ya kita gak ketemu cewek cerewet.... " ujar pria itu menyapa.
Ayura mendongak ke asal suara, karena iya terasa hapal dengan pemilik suara itu.
"Yaaaa..... Buldozer... kau mengejutkan ku, oh iya ada apa kau mencari ku dan mengajak bertemu...?? " ternyata ayura keluar untuk bertemu dengan kenalan kenalan lama nya yang tak lain adalah dito.
"Hais.... kau ini aku setampan ini kau bilang buldozer...??? " rengek nya sembari menampakan muka sok imut padahal tak imut sedikit pun.
"Tak usah sok imut... ada apa katakan lah...!! ?? " ujar nya dengan prsekian detik ayura merubah expresi nya menjadi datar.
"Tidak aku hanya, ingin membicarakan masalah pekerjaan yang kemaren, aku ingin mempertimbangkan lagi masalah, bahan mentah atau bahan kain yang akan kau kenalan, karena saya hitung-hitung pengeluaran untuk sekedar bahan mentah saja sudah cukup besar "
Ujar nya dengan topik pekerjaan yang iya bahas.
"Lalu apa ada solusi lain...??! selain menggunakan perusahan tekstil tersebut...??, tau ada saran perusahaan mana yang akan menjadi pemasok...?? " tanya ayura sembari menyeruput Starbucks nya.
"Ada... kamu lihat saja dulu daftar perusahaan yang sudah ku cantumkan di sana , yang mana yang menurut kamu cocok dan bagus untuk menjadi pemasok " ujar dito lagi sembari menyodorkan lembaran kertas putih yang tertera garapan tinta hitam di atasnya.
"Hem.... " Ayura menerima kertas itu iya membaca dengan seksama, sedangkan dito iya melenggang ke arah barista untuk memesan minuman dan cemilan untuk nya.
"Oh.... iya aku baru tau kalo adik mu ternyata kerja di perusahaan milik ku dan menjadi manager, yang cukup menjadi andalan di bagian pemasaran " celetuk dito lagi.
"๐คจ๐คจ Jadi selama ini anda kemana buldozer, baru tahu siapa karyawan yang bekerja...? " decak ayura dengan menyunggingkan satu alisnya.
"Ya kan mana mungkin aku harus periksa semua karyawan yang jumlahnya aduhai, dengan secara detail gitu, gak ada kerjaan banget " ketusnya yang tak kalah ketus dari ayura.
"Ya kan setidaknya, di bagian manager anda harus tau siapa saja yang menjabat, jadi kan jika ada terjadi sesuatu bisa lebih mudah untuk mencari managernya " celetuk ayura lagi dengan mata yang masih lekat dengan kertas yang berisi deretan daftar perusahaan yang ada di tangannya .
"Hais... pemimpin seperti anda layak untuk di tinggalkan dan di buang, karena bukan menguntungkan malah akan merugikan, hingga ada tikus yang menggerogoti, uang kas perusahaan kau akan serahkan pekerjaan itu pada orang lain " desisnya merasa tak layak di contoh moto hidup dito itu.
"Hah.. yayaya.... aku juga harus mengurusi banyak hal beberapa tahun kebelakang kemaren, ya jadi aku belum tahu siapa saja yang menempati posisi ekslusif di perusahaan. " dito membuang napas berat dengan menanggapi ucapan ayura.
Keduanya memeng terlihat lebih dekat karena memeng dulu nya juga ayura dan dito lebih sering ketemu dan lebih akrap daripada dengan angga dan bili, meski sering bertemu juga ayura hanya menganggap angga sebagai bos di tempat iya bekerja saja tak lebih, sedangkan dengan dito meski keduanya sering bertemu dan terlihat sering beradu mulut tapi keduanya dekat.
"Oh... iya bagai mana kabar si kecil yur.......?? " tanya dito mengenai anak-anak ayura yang mana dito jiga sudah tau jika ayura telah memiliki anak.
"Mereka baik-baik saja " jawab nya singkat.
"Emh... ini bukanya seharusnya kalo tidak salah perusahaan satu ini masih dalam naungan perusahaan YD. koleg ya...?? " ucap ayura saat melihat salah satu perusahaan yang iya baca dan sedikit tahun tentang informasi perusahaan tersebut.
"Yang mana...?? " tanya dito yang penasaran.
Ayura menyodorkan kertas tersebut yang berisi daftar perusahaan dan menunjuknya untuk dito lihat.
"Oh... iya, emang kenapa...? " tanya dito yang penasaran dengan reaksi ayura tadi.
Kedua nya asik berbincang tak jauh ada yang menyapa dito.
"Hai... bro.... lagi ngapain nih....??? eh siapa ini...?? " tanya orang itu menyapa dito dan melihat ke arah teman yang ada di hadapan dito yang sedang tertunduk melihat kertas dengan serius.
"Hai juga... lagi bahas kerjaan nih, oh... ini rekaman kerja " jawab dito.
"Wih.... kayak nya cantik nih.... boleh gue tikung gak....?? Heheh..? " ucap nya yang ayura masih saja tertunduk fokus.
"Ya elah... jangan dia punya orang... tar loe abis lagi sama dia...! " bantah dito sembari mempersilahkan temanya untuk duduk.
"Hai nona boleh kenalan... ??? " ujar pria itu mengajak kenapa terlebih dahulu.
Ayura melihat uluran tangan itu dia sejenak memandangi tangan itu dan dengan ramah iya menjabat dan mengangkat kepalanya, alangkah terkejutnya kedua orang itu ternyata itu orang yang keduanya saling kenal.
"Ayura......!!! " ucap nya.
"Yu... Yuda.... " ujar ayura yang sedikit gugup...
__ADS_1
Ya pria itu adalah Yuda yang sekali gus teman dito.
"Kalian saling kenal....???? " tanya dito buang heran melihat ke duanya.
"Iya dia manatan gue..... " Jawa Yuda.
Ayura hanya diam dengan muka datar dan tak memperdulikan dua orang tersebut.
"Hah.... mantan....??? serius ae lah, yang bener yur.....??? " dito masih tak bertanya dan bertanya pada ayura untuk memastikan.
"Oh.... iya saya masih ada urusan tuan saya akan, pergi sekarang.... " ayura yang mulai rak nyaman pun tak memperdulikan pertanyaan dito iya langsung beranjak dari sana.
"Eh... oh... iya silahkan " ujarnya yang terasa seperti ingin mencegah tapi melihat raut wajah ayura jadi tak enak untuk menahan.
"Eh.. bro.. ngapain dia di sini.. lagi nawarin dirinya ke loe...??? " celetuk Yuda bertanya pada dito.
"Eh... bukan aku sedang menjelaskan masalah pekerjaan kerja sama untuk suplayer, kebetulan kan perusahaan ayura adalah perusahaan yang memasok barang utuk perusahaan ku " kabar dito menjelaskan.
"Ya elah.. cewek kayak dia kalo bukan badannya apa pagi pekerjaan nya, udah lah gak usah sok belain dia... semua orang juga tau kok kalo dia itu ******.... " ketua Yuda lagi.
"Gue juga dulu putus ama dia gegara gue tau kalo dia itu ternyata bukan cewek bener-bener, " ucap Yuda lagi.
"Beberapa kok... buktinya dia sekarang bekerja di perusahaan Aw. kolegs... " jawab dito.
Yuda terkejut mendengar itu,sebab nya iya merasa tak menyangka ayura akan sukses di kemudian hati, dan menjabat menjadi direktur di Aw. kolegs.
"Oh... " jawab nya singkat.
Kini kedua nya menikmati waktu sore di cafe tersebut, dan tak lama keduanya pulang ke rumah masing-masing, sedangkan ayura yang masih ada di mall tersebut sedang asik melihat-lihat setiap toko iyang iya lewati dan masuk untuk melihat lebih kedalam siapa tau ada yang sir untuk dia beli.
Waktu pun sudah menjelang malam, ayura keluar dari mall tersebut, namun saat berjalan keluar mall iya berpapasan dengan bili yang hendak masuk ke dalam mall.
" Ayura...?? sedang apa di dini???? "tanya bili yang menyapa terlebih dahulu.
" Sedang mencari orang yang mau menemani ku malam ini " ketus ayura.
"Ya ku tak lihat apa ini di mana dan orang tujuannya apa pergi kesini...!! " ayura ngegas karena pertanyaan bili.
"Eh.... kok jadi ngegas... akun kan cuman basa basi aja yur..... kalo malam ini mau fi temani kenapa kau tak menghubungi ku... aku bisa menemani malam ini " ujar bili menyarankan kan dirinya.
"Ya sudah aku tunggu... "sahut ayura
" Ya sudah.... sebentar ok ada yang ingin aku beli sudah itu baru aku temani " ujar bili.
Mood ayura menjadi hancur saat melihat Yuda tadi , meski sudah bejalan-jalan yang niatnya untuk menenangkan hati dan memperbaiki mood, tapi masih saja sama tak ada perubahan, yang tadinya iya keluar untuk mencari angin malah ketemu bili yang membuat iya semakin kesal dengan pertanyaan nya.
Jadilah dalam hatinya ada niat untuk pergi mencari club untuk melampiaskan rasa kesal dengan minuman di sana.Ayura menunggu bili di dalam mobil, entah apa yang membuat ayura mau menunggu bili dalam keadaan badmood seperti itu yang biasanya iya suka uring-uringan, tak pernah sabar.
Setengah jam sudah berlalu kini bili telah keluar dengan satu kantong kresek besar di tangan nya, entah apa yang iya beli sebelum iya menuju ke mobil nya iya terlebih dahulu menghampiri mobil ayura.
'Tok.... tok.... tok.... tok... 'kaca mobil nya di keruk oleh pria yang berdiri di luar meminta, yang empunya membuka kan pintu.
"Hem.... " tanya ayura.
"Naik mobil ku saja " ajak bili pada ayura saat sudah tampak muka ayura.
"Lalu mobil ku... tak mungkin aku tinggal dong.. ini mobil kantor tar ada apa-apa aku juga yang kena
...?? " ucap nya
"Tenang tar rekan kerjaku yang akan mengantar kanya ke rumah mu " ujar bili.
Ayura pun gurun dan mengikuti bili menuju ke mobil nya untu menuju ke tempat pilihan ayura yang tak tau mau kemana yang bili juga belum tau tujuan mereka.
"Kau mau ke nama...?? " tanya bili.
"Kita ke club dekat ini asa aku ingin minum " jawab ayura datar tanpa melihat ke arah bili.
"Mau ngapain kau ke bar... sudah sebaiknya kita pulang saja ok... " bujuk bili saat telah mengetahui tujuan nya.
" Kau punya rokok.......?? "Ayura tak menggubris perkataan bili malah iya bertanya apa bili punya rokok.
" Ada untuk apa...?? "jawab bili yang bingung atas pertanyaan ayura.
" Mana... ??? "tangan ayura menegadah ke arah bili tanda meminta.
" Ada di kantong celana ku, untuk apa..?? "jawab bili dan kembali bertanya.
__ADS_1
Tanpa menjawab ayura langsung merogok kantong celana bili, bili terkejut akan hal itu hingga menginjak rem dengan mendadak hingga ayura terpentok terkena setir.