Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 83


__ADS_3

Angga Yang kini memarkirkan mobil nya di halaman rumah keluarga nya dengan memendam emosi dia memasuki rumah bercat abu-abu coklat.. itu, berjalan dengan sangat jelas apa tujuan nya untuk datang ke rumah tersebut, saat sampai di ruang tamu tampak nya di sana sang ibu sedang menerima tamu.


"Eh... angga kamu pulang nak...??? ada apa.. apa mau menjemput istri mu...? " tanya sang mamah saat melihat putra nya datang,


Kenapa sang ibu bertanya seperti itu..? ya karena menantinya dia hari ini ada di sana, dengan alasan rindu, yang padahal emang sengaja agar Angga datang untuk menjemput nya, ya begitu lah cara Gabriel belakangan ini untuk mencari perhatian dari Angga, Yang terkadang iya mengadu kepada ibu mertuanya, yang membuat Angga menjadi kesal karena iya kena ocehan sang ibu.


"Tida.. ! aku ingin bicara dengan ibu...! " jawab nya ketus.


"Oh...! tapi sebentar.. ibu sedang ada tamu ku bisa ke kamar mu dulu di sana, istri kamu juga sedang beristirahat " tutur sanga ibu dengan senyum yang masih mengambang di sudut bibir nya.


Dengan acuh Angga melengos dan pergi menuju ke arah kamar nya yang ada di lantai dua rumah tersebut.


"Maaf jeng... tadi kita cerita sampai mana ya...?? " tanya Ibu Mila.. atau nyonya Wiranto.


"Begini jeng... kita tadi lagi bahas... masalah arisan minggu depan akan di adakan di rumah siapa...? " sahut salah satu teman arisan nya.


"Saya sih terserah.... Tapi kalo saran saya kayak nya lebih enak kita adain arisan di restoran aja, biar gampang gak ribet.. untuk masalah makanan ya gak...?! " seloroh ibu mila mengutarakan pemikiran nya.


"Ide bagus juga itu bu mila.. " sahut rekam lain nya yang setuju akan datang ibu mila.


Setelah asik mereka mengobrol dan ya layak nya ibu-ibu sosialita lah, kini mereka sudah beranjak untuk pulang ke kediaman masing-masing, Angga yang melihat itu dia pun menghampiri sang ibu yang baru saja selesai mengantar tamu nya tersebut.


"Bu... aku ingin bicara dengan ibu...?? " ucap Angga dengan acuh..


"Emang apa yang ingin kamu bicarakan...? kayak nya serius.. bukan nya belakangan ini kamu acuh dengan ibu..? apa ini masalah wanita sialan itu...??! " ibu mila sedikit heran dengan putranya.


Yang mana emang beberapa bulan belakangan ini , semenjak iya di paksa menikah dengan Gabriel Angga bersikap acuh dengan keluarganya nya, Dan Bu Mila langsung menebak ini pasti ada hubungan nya dengan iya kemaren ke rumah Ayura.


"Kalo ingin membahas masalah itu ibu... tak aa hubungan nya! " pungkas sang ibu.


Angga dengan tatapan dingin dan datar nya.


"Bu... urusan aku dan Ayura adalah urusan ku...! aku ingin dekat dengan nya itu , emang kenapa...?!. bukan nya keinginan kalian sudah ku turuti...!?, jadi sekarang terserah aku....!? aku ingin melakukan apa..! " seloroh Angga dengan penuh penekanan.


"Dan ibu itu apa-apaan melarang ku untuk bertemu dengan anak-anak ku....?!, " ucap Angga lagi.


"Ck... anak.. belum tentu itu anak mu... bukan kah dia Itu seorang J@l@ng.. pemuas nafsu para pria di luar sana...??! anak itu juga belum tentu anak mu...??! " decak kesal sang ibu yang tak senang mendapat ucapan sang putra.


"Semua sudah terbukti.... kalo mereka adalah anak ku.. Ya memeng Ayura adalah wanita penghibur... dan bekerja di dunia PsK... tapi anak-anak nya adalah anak-anak ku...!!? " ucap Angga lagi yang emang mengiyakan jika Ayura emang seorang wanita malam.


"Hah... tes DNA yang kau beri itu bisa saja di palsukan, dokter dan rumah sakit telah di bayar oleh tubuh wanita itu...! kamu jangan bodoh Angga, kau itu seorang sarjana lulusan luar negri....! kenapa mau kau di bodohi oleh wanita rendahan semacam dia, "


"Dari gelagat nya saja ibu sudah tau dia hanya mengincar harta kekayaan keluarga kita, sebaik nya kau urusi dengan benar istri mu, jangan kau telantar kan seperti itu, jika nanti dia memutuskan ingin bercerai tau selingkuh kau baru menyesal...!! " ucap sang ibu kepada Angga.


"Ck..... istri... bukan kah dari awal aku tak menginginkan nya.. jika dia ingin bercerai itu bagus, kalo dia berselingkuh terserah dia Angga tak peduli... jika ibu kasihan ya sudah urus saja dia toh.. dia orang yang anda ingin kan " ucap Angga dengan acuh.


"Angga... jangan gara-gara... wanita malam itu kamu menelantarkan istri mu sendiri...!!! bagai mana pun dia tanggung jawab mu...???! " seloroh sang ibu lagi menasehati Angga.


Angga hanya diam dan langsung melengos pergi keluar, entah lah dia ingin kemana entah pulang atau kembali ke kantor atau kemana.


Mood Angga semakin kacau , dia melajukan mobil nya dengan kecepatan lumayan tinggi menembus keramaian siang itu.


~~


Sedangkan kini di Rumah ayura, mereka sedang makan siang, ayura pulang ke rumah untuk makan bareng dengan anak-anak,sedangkan evan dia belum pulang seperti biasa mungkin iya langsung kerja part time jadi paling nanti sore kalo tidak malam baru pulang ke rumah.

__ADS_1


"Yur... habis ini aku mau pergi ke panti loe mau ikut apa gak...? " tanya ayu saat sudah selesai makan.


"Gak kalian aja aku masih ada kerjaan " jawab ayura.


"Oh ok.. loe pulang malam apa sore nih... kalo sore gue usahain cuman bentar..? " tanya ayu lagi.


"Kayak nya aku pulang malam soal nya nanti ada, acara di luar... jadi gak bisa pulang cepet " jawab ayura sembari melihat ke dua anak nya.


"Ok... "


"Bunda... emang harus ya bunda datang...?? " tanya gadis kecil itu sembari menatap sang bunda.


"Iya sayang... karena ini penting bagi pekerjaan bunda, maaf ya malam ini bunda gak bisa nemenin kalian makan...? " ucap nya sembari membujuk putri nya itu.


"Ok deh... bunda hati-hati di jalan jangan ngebut " ujar gadis kecil itu lagi.


"Siap tuan putri... " jawab ayura sembari mengangkat tangannya memberi hormat.


Sedangkan aji hanya melihat interaksi kaka dan bunda nya itu dan tak berniat untuk ikut serta, sedang kana ayu seperti biasa membereskan sisa makan dan piring kotor.


"Paman kalian belum pulang ya..?? " tanya ayura yang sedari tadi belum melihat evan kembali.


"Belum bunda paman juga sering seperti bunda kadang pulang telat, kadang pulang malam " sahut gadis kecil itu lagi..


"Kemana lagi tuh anak, menyusahkan saja, awas saja kalo dia buat masalah dan menambah beben ku saja, aku tendang dia " Gumam ayura kesal.


"Oh... iya sayang bunda berangkat ya, aji sini bunda cium dulu "ayura melambaikan tangan ke pada putra nya yang duduk agak jauh dari nya.


Bocah itu berjalan menghampiri sang bunda .


"Kalian pinter-pinter ya .... bunda mau berangkat dulu, denger apa kata mamah jangan bantah ok " ucap nya menasehati kedua anak nya lalu iya pergi keluar.


"Iya mah.. " jawab keduanya.


Kini ayura berjalan kekuatan dengan dibantu oleh ayu, untuk mendorong kursi roda nya sampai ke depan karena di depan supir sudah menunggu nya.


"Makasih yu.. maaf ya nanti tolong jaga anak-anak " ucap nya sebelum ayura naik ke mobil.


"Iya yur gak masalah... " jawab nya dengan tersenyum.


Ayu kembali membantu ayura naik ke mobil, dan kini ayura sudah berada di mobil, dan sopir sudah melaju kan mobil nya meninggalkan halaman rumah ayura.


~~


Sedangkan kini di tempat Angga yang sudah menepi di sebuah bar padahal masih siang hari entah lah dia mau apa di sana.


"Siang tuan ada yang bisa saya bantu...? " tanya pelayanan bar itu.


"Beri saya Beberapa botol Amer...! dan vodca " pinta nya .


Pelayanan itu hanya tersenyum tipis dan berjalan ke arah rak yang berisi deretan anggur dan minuman merek lain nya, iya mengambil beberapa botol yang tadi Angga sebut kan, dan mengantar kan nya ke hadapan Angga.


"Apa ada yang anada butuhkan lagi tuan...? " tanya pelayan itu lagi.


"Sudah cukup ini saja dulu " jawab Angga.

__ADS_1


Lalu pelayan itu pun berlalu meninggalkan Angga yang sedang menikmati minuman nya sendiri, Karena pikiran nya yang sedang kacau itu dia minum tak mengenakan gelas lagi melainkan dia langsung meminum nya dari botol.


"Seperti nya tuan itu sedang banyak masalah... " ucap salah satu pelayan pada rekan nya yang melihat Angga.


"Ya.. seperti nya sih masalah percintaan ... lihat lah zaman sekarang karena putus cinta, mereka malah.. melampiaskan amarah nya pada minuman dan merusak diri sendiri " balas sang rekan.


"Ya sudah lah lah itu urusan nya, kita tak usah ikut campur... toh yang penting tempat kita ada pengunjung dan kita akan dapat gajih " sahut yang lain lagi.


"Bener yang kamu bilang... sudah lah.. biar kan saja " Kini para pelayan itu kembali mengerjakan lagi pekerjaan nya.


"Aahhhggggg.... sial.. kenapa aku ingin berkumpul dengan keluarga kecil ku pun sangat susah...!!! " Racau Angga di sela minum nya.


"Yur... kenapa jejak kelam mu itu menghalangi, semuanya andai kau bukan wanita seperti itu.. mungkin kita sudah bersama dari lama " Angga terus saja meracau.


Angga kini sudah mabuk karena sudah meminum 6 botol vodca habis, ya toleransi alkohol Angga tak terlalu tinggi maka baru saja habis enam botol dia sudah mabuk.


Angga yang mabuk terus saja meracau tak jelas sedang kan orang yang datang dan para pelayan hanya diam melihat saja, tak ada yang berniat untuk menghampiri, walau hanya seorang wanita penghibur, yang biasannya banyak menghampiri untuk menemani tapi kali ini tak ada satu orang pun yang menghampiri Angga.


"Yur... aku tak pernah peduli status mu dulu atau sekarang... bagai mana pun meski mereka tak setuju aku akan tetap, mengejar mu heheh... meski dia tak akan setuju untuk di madu, tapi keputusan ada di tangan ku heheh" entah lah Angga semakin tak jelas saja meracau nya.


Mungkin karena mabuk berat akhir nya Angga tertidur di sana dengan penampilan yang cukup berantakan, Tak lama ada seorang pria yang menghampiri Angga, dan mencari sesuatu di badan Angga .


"Ayura..... aku tak akan melepas kan mu... " racau Angga di tengah tidur nya.


"Ayura.. ..?? apa ayura yang ku kenal..?? coba aku telpon dia siapa tau emang ayura yang sama..? " gumam pria itu saat mendengar nama yang di gumam kan Angga.


"π™·πšŠπš•πš˜.... πš—πšπšŠπš™πšŠ πš›πšžπš...?? "


Terdengar suara perempuan di sebrang telpon saat telpon telah terhubung.


"π™Άπš’πš—πš’ πš’πšžπš›.. πš’πš—πš’ 𝚊𝚍𝚊 πš™πšŽπš•πšŠπš—πšπšπšŠπš— πš—πš’πš‘ πšπšŠπšπšŠπš—πš πš”πšŽ πš‹πšŠπš›.. πšπš’πšŠ πšžπšπšŠπš‘ πšπšŠπš•πšŠπš– πš”πšŽπšŠπšπšŠπšŠπš— πš–πšŠπš‹πšžπš”... "


Ucap pria itu yang tak lain adalah Rudi teman ayura.


"πšƒπšŽπš›πšžπšœ πšŠπš™πšŠ πš‘πšžπš‹πšžπš—πšπšŠπš—πš—πš’πšŠ πšπšŽπš—πšπšŠπš— πš”πšž...?? "


Ucap ayura memotong ucapan Rudi.


"𝚈𝚊 πš–πšŠπš”πšŠπš—πš—πš’πšŠ πš”πšŠπš•πš˜ πš˜πš›πšŠπš—πš πš—πšπš˜πš–πš˜πš—πš πš“πšŠπš—πšπšŠπš— πšπš’ πš™πš˜πšπš˜πš—πš πšπšžπš•πšž πš‹πšŽπšπš˜...! "


Segak Rudi yang kesal karena omongan nya di potong oleh ayura.


"𝚈𝚊 πšπšŽπš›πšžπšœ πšπš’πš–πšŠπš—πšŠ...?? "


Tanya ayura lagi


"π™³πšžπšŠ πš–πšŠπš‹πšžπš” πšπšŽπš›πšžπšœ πš–πšŠπš—πšπšπš’πš•-πš–πšŠπš—πšπš‘πš’πš• πš—πšŠπš–πšŠ πšŠπš’πšžπš›πšŠ, 𝚒𝚊 𝚐𝚞𝚎 𝚝𝚊𝚞 πš—πš’πšŠ πšŠπš’πšžπš›πšŠ 𝚒𝚊 πš•πš˜πšŽ 𝚒𝚊 πš–πšŠπš”πšŠπš— πš—πš’πšŠ πš•πš˜πšŽ πš”πšŽπšœπš’πš—πš’, πš•πš’πšŠπš πšœπš’πšŠπš™πšŠ 𝚝𝚊𝚞 πš—πš’πš‘ πš˜πš›πšŠπš—πš πš”πšŽπš—πšŠπš•πšŠπš— πš•πš˜πšŽ πš”πšŠπš— "


Ucap Rudi memberi tahu kan ayura akan orang di hadapan nya yang mabuk parah itu.


"π™ΆπšŠπš” πš™πšŽπš—πšπš’πš—πš 𝚐𝚞𝚎 πš–πšŠπšœπš’πš‘ πš‹πšŠπš—πš’πšŠπš” πš”πšŽπš›πš“πšŠπšŠπš—, πš•πš˜πšŽ πšπšŠπš—πš’πšŠ πšŠπš“πšŠ... πšŠπš•πšŠπš–πš πš—πš’πšŠ πšπšŽπš›πšžπšœ πš™πšŽπšœπšŽπš—πš’πš— πšπšŠπš”πšœπš’ πšπšŽπš‘ πš”πš’πš›πš’πš– πš™πšžπš•πšŠπš—πš πšŠπš“πšŠ "


Ucap ayura yang tak mau berurusan dengan orang yang di maksud Rudi.


Ayura memutuskan panggilan telpon, Rudi yang melihat telpon nya di matikan sepihak hanya mengerinyit kan dahi nya dan dia kembali mencari sesuatu di badan Angga Dan ketemu apa yang iya cari, dan dia membuka ponsel milik Angga dan mencari kontak orang yang bisa menjemput Angga di sana.

__ADS_1


__ADS_2