Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 58


__ADS_3

Pagi kini sudah tiba matahari dan kicau burung telah terdengar di indra pendengaran terdengar cukup nyaring dan sinar mentari yang menyilaukan mata yang terpejam.


Wanita cantik yang terusik tidurnya iya pun membuka mata, dan bangun dari tidurnya sembari berjalan ke arah kamar mandi saat iya melihat jam hari sudah mulai siang.


"Aduh.... kesiangan lagi Mia gimana ya udah bangun belum dia..??, kok dia gak bangunin aku sih ??? " rutuk nya sembari berjalan cepat ke arah luar kamar nya dengan muka yang masih basah.


"Pagi yur.... " sapa wanita cantik yang sedang terduduk di meja makan.


"Eh... pagi... udah bangun kok gak bangunin aku sih...??? oh iya kamu udah siap..?? " tanya nya sembari ikut duduk di atas meja sudah ada roti dan teh hangat, Mia tadi sudah menyiapkannya.


"Iya maaf ya yur... gue harus balik lebih awal gak bisa bantu loe lebih lama " ucap nya merasa tak enak kerena iya akan pulang lebih awal dari jadwal kepulangan meraka yang sekitar tiga minggu lagi.


"Iya gak masalah, ya udah sarapan dulu tar aku anter ke bandara " ayura makan dengan tenang dan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.



Kini mia dan ayura sudah berada di bandara, waktu penerbangan menuju bandung tinggal menunggu sekitar 15 menit lagi saja, ayura tak bisa ikut menunggu, karena iya juga masih ada pekerjaan yang harus segara di selesaikan di hari ini, apa lagi sekitar tiga hari lagi akan ada fashion show, lagi yang harus iya hadiri, apa lagi kini iya harus bekerja sendiri tanpa bantuan Mia.



"Mi aku gak bisa nemenin kamu sampek kamu pergi nih soalnya aku ada pekerjaan yang harus di kerjakan, soalnya kan kamu juga tau tiga hari lagi kita akan ada fashion show lagi " ujar nya saat sudah berada di parkiran bandara.



"Iya yur gak papa... maaf ya aku gak bisa bantu kamu.. " ujarnya yang merasa tak enak karena harus membebankan semua pekerjaan ke ayura.



"Iya... ya udah aku duluan ya, Hati-hati kamu di jalan nanti kalo udah sampai kabarin aku ok " pesan ayura sebelum iya melajukan mobilnya meninggalkan parkiran bandara.



Mia pun masuk ke dalam bandara dan duduk di ruang tunggu untuk menunggu jadwal penerbangan nya .



Sedangkan di hotel tempat angga menginap sekarang angga dan bili yang kini sedang sarapan, sebelum keduanya berjalan untuk mencari tempat tinggal ayura.


"Bagai mana bil apa kau sudah menemukan petunjuk terakhir kali ayura di mana...?? " tanya angga sembari menyendok kan makannya ke mulut.


"Sudah tuan, saya mendapat informasi terakhir kali di adakan fashion show, di salah satu galeri kota, dan tiga hari lagi akan di adakan lagi fashion show, penggalangan dana dan amal di galeri yang sama, saat aku periksa daftar tamu dan yang ikut serta, Di sana memeng tercantum nama perusahaan A'w kolegs.. tapi siapa yang mewakili tidak di sebutkan, karena itu salah satu masalah pribadi dan privasi jadi tak bisa untuk kita lihat " kabarnya panjang lebar atas apa yang telah iya temukan dalam pencarinya tadi malam yang membuat nya harus begadang sampai subuh.


"Emh... kita lihat ke sana , dan kau nanti coba telpon dito untuk mengikuti acara itu untuk mencari tahu siapa saja yang bertanggung jawab dan siapa yang mewakili A'w kolegs " perintahnya lagi.


"Baik... tuan, nanti akan saya suruh tuan dito untuk ikut serata saya akan mendaftarkan nya " lugas bili.


"Oh iya bil... masalah anak-anak apa kau sudah mengetahui mereka ada di mana...?? " tanya angga lagi yang teringat akan anak-anak nya.


"Emhhhh.... maaf tuan untuk yang itu aku masih belum menemukan petunjuk atau jejak nya tuan, karena nona ayura sangat pandai menyembunyikan mereka " jawab bili


"Maaf tuan saya harus berbohong masalah anak-anak pada anda, sebenarnya mereka masih berada di tempat mereka dan tak pernah pergi kemana pun, maaf tapi ini janji ku pada ayura untuk merahasiakan anak-anak sementara waktu dari anda " gumam bili dalam hatinya sembari menatap angga kasihan.


"Hoi.... bil...!!! ngapain loe bengong liatin gue...?? gue tampan nya sampek buat loe bengong gitu liatin gue.. ?? awas tar kena pelet gue loe klepek-klepek lagi , " sifat bobrok angga mulai on.

__ADS_1


"Astagfirullah... amit-amit tuan, anda memang tampan, tapi maaf saya masih normal dan saya tak ada ***** dengan anda tuan " bili terkejut saat dikejutkan angga dan reflek mengetuk kepalanya dan meja secara bergantian dan berulang.


"Ya siapa tau...?? karena pelet ku itu sangat mujarab dan kuat tanpa tanding, bisa aja membuat kamu jadi belok kan dan gak suka lagi ama cewe, terus loe ada niat mau memperkosa gue gitu, apa lagi sekarang kita lagi berdua di kamar hotel " celetuk nya lagi tanpa memikirkan reputasi nya sendiri.


"Memangnya anda mau tuan dengan saya, ingat tuan anda di rumah sudah punya istri, jadi saya tak mau jadi orang ketiga " celetuk bili.


"Ya boleh saja kita coba siapa tau lebih nikmat kan..... hah.. kau kan sudah tau sendiri aku tak pernah mencintai wanita itu " seketika wajahnya menjadi murung saat mengatakan tentang istri nya yanga ada di rumah.


"Astagfirullah...... astagfirullah..... saya masih sehat tuan... wanita masih banyak saya tak mau.... saya lebih baik menikah dengan ***** dari pada menikah dengan anda tuan... maaf meski anda kaya dan tampan tapi saya tak berminat... " bili yang merinding dengan arah pembicaraan angga dia pun langsung beranjak karena sarapannya juga telah usai.


"Idih.... siapa juga yang sudi dengan mu bil... saya juga masih normal kali...!! " ketus nya sembari ikut berlalu.


"Astagfirullah... aku tadi mimpi apa sampai di gombalin sama tuan muda.... astagfirullah.... " bili terus saja beristighfar mengingat pembicaraan tadi.


"Bil.... kita ke lokasi saja sekarang siapa tau dia ada di sana....?? " ajak angga pada bili.


"Baik tuan... " bili masuk ke mobil setelah tuan muda nya masuk, dan iya mengemudikan mobil menuju tempat tujuan nya.


~~


Tak selang berapa lama meraka pun sampai di tempat yang telah mereka tujuan di tempat itu tampak sepi, jarang irang yang berlalu lalang entah mungkin ini di jam kerja, atau emang sengaja di kosongkan karena untuk persiapan, fashion show tiga hari mendatangkan, bili dan angga masuk dan melihat ada satpam yang berjaga dan bili berinisiatif untuk bertanya.


"Permisi pak... numpang tanya...?? " sapa bili.


"Iya tuan mau tanya apa...??? "jawab sopan satpam itu.


" Begini... saya mau tanya tempat ini kenapa sepi ya, bukanya bisanya galeri ini sering ramai dan banyak pekerja...??? "tanya bili dengan sopan.


" Oh... masalah itu.... memeng sengaja tua untuk umum di tutup, karena tiga hari lagi akan di adakan acara di tempat ini, dan sekarang mungkin cuman aktifitas para model dan orang yang berpartisipasi saja tuan... "jawab satpam itu.


" Nah.. ini.. apa bapak pernah melihat wanita ini, ke mari soalnya teman saya ini sudah 1minggu tak ada kabar, terakhir saya dapat kabar kayanya iya ikut berpartisipasi di acara fashion show di sini..?? "tanya bili sembari menunjukan foto ayura dan asal omong aja.


" Oh.... maaf tuan saya tak pernah lihat karena saya tak terlalu memperhatikan orang yang masuk kedalam tapi jika wanita yang di samping nya itu saya pernah melihat beberapa kali keluar masuk ke mari tuan "jawab satpam itu yang menunjuk foto Mia.


"Benarkah.... kalo boleh tau ... apa hati ini dia sudah datang kemari...??? " tanya bili lagi dengan antusias.


"Sudah empat hati ini sih saya tak melihatnya tuan " ujar satpam itu lagi


"Ok... terimakasih pak atas informasinya , kalo begitu saya permisi " bili berpamitan untuk segera menyusul tuan mudanya yang sudah masuk kedalam.


Bili berjalan agak sedikit berlari untuk mengejar angga, dan memberi tahukan informasi yang baru iya dapat dari satpam di situ tentang ayura. Dan kini bili dan angga sudah sejajar kembali dan berjalan berdampingan. dan pandangan bili tertuju ke salah satu wanita yang serdang berjalan di sekitar nanti lobi tersebut.


"Nona apa boleh saya meminta anda untuk berpose... sebentar " ucap salah satu orang pada seorang perempuan yang tak lain adalh ayura.


"Ok.. 😊" ayura segera berpose mengambil gaya.



"Ok terimakasih nona " ucap orang itu dan langsung berlalu.


"Huh.. lelah padahal baru saja mau mulai.... ", keluh ayura yang merasa lelah.


" Yur.....!! "sapa seseorang dari arah belakang ayura.

__ADS_1


Ayura merasa familiar dengan suara tersebut dan iya langsung menoleh, dan iya terkejut saat melihat bili dan angga ada di belakangnya.


" Yur.... aku ingin bicara dengan mu berdua.... ayok ikut... " angga langsung menarik tangan ayura ,ayura tertarik dan ikut kemana angga melangkah karena iya juga masih terkejut .


"Lepas.... saya bisa jalan sendiri tuan...!! " tepis ayura yang sudah sadar dari terkejut nya.


Angga melepaskan tangannya dan kini iya berbalik menghadap ke ayura, dengan tatapan penuh pertanyaannya dan ada ke marahan juga di raut wajah angga.


"Apa yang ingin anda bicarakan...?? bicarakan saja di sini, dan cepat lah saya tak banyak waktu karena masih banyak pekerjaan yang telah menunggu saya...!!? " ujar ayura sembari memegangi pergelangan tangannya yang tadi di cengkram angga.


"Yura kata kan dengan jujur... kenapa saat anak-anak di culik kau tak memberi tahu aku???, dan kenapa kau pergi begitu saja??, dan kenapa kau tak pernah bilang jika ayah ku mengancam mu??, dan sekarang anak-anak dimana??, jawab yur jawab jangan hanya diam saja....!!!, kenapa ku hanya mencoba menanggung sendiri...??? mereka anak-anak ku juga yur... jadi seharusnya kau itu memberitahu aku jika terjadi apa-apa pada mereka..??! "angga menghujani ayura dengan banyak sekali pertanyaan, hingga ayura tak dapat menjawab.


" Bagaimana aku bisa menjawab kau saja tak berhenti bicara.....!!!! "nada suara ayura menunggu karena kesal sedari tadi tak di beri kesempatan untuk bicara oleh angga.


" Sekarang katakan semuanya yur...?..??!! aku tak mau kau berbohong....! katakan semuanya apa alasan kamu menutupi semua nya dari ku...??! ;"ujar angga yang mulai kesal juga.


"Kau tanya alasan...??? bukan kah sudah jelas tuan muda wiranto... kau sekarang berstatus suami orang, dan kau ingin anu menjadi orang ketiga...!!! aku sudah cukup dengan gelar yang ku sandang sebagai pelacur,, dan tak ada niat untuk menambah gelar sebagai pelakor... "jawab ayura dengan tegas dan dengan mengejek...


" Sudah tak ada lagi yang mesti di bahas bukan....??. saya akan kembali bekerja jadi permisi "ayura berlalu pergi dari hadapan angga.


" AAAAAGGGGGHHHHHHH..... ini semua gara-gara si tua bangka... itu yang memaksa ku menikah dengan orang yang sama sekali tak aku cintai.... aaaaaagggghhhh...... "jerit angga prustasi sembari mengacak rambut nya sendiri.


Bili yang menunggu keduanya berbicara, mendengar angga menjerit dia pun menghampiri, angga dan menenangkan tuan mudanya itu, dan membawanya untuk kembali ke hotel tempat mereka menginap.Sedabgkan ayura dia kembali ke tempat kerja nya dan menyibukkan dirinya sendiri, dari berbagai aktifitas.


"Huh.... akhirnya sedikit lagi pekerjaan ku, ya sudah aku makan siang dulu sudah itu baru lanjut " ayura menghela napas dan iya bangkit dari duduk nya untuk keluar dan mencari makan.


Ayura kini sudah sampai di restoran yang iya tujuan untuk makan siang,sembari menunggu makanan di hidangkan ayura pun menelpon anak nya terlebih dahulu karena tadi malam, iya terlalu lelah, dan pastilah anak-anak juga sudah tertidur.


"πŸ“± π™·πšŠπš•πš˜ πšŠπšœπšŠπš•πšŠπš–πšžπšŠπš•πšŠπš’πš”πšžπš–... πšŠπš—πšŠπš”-πšŠπš—πšŠπš” πš‹πšžπš—πšπšŠ...?? " πšœπšŠπš™πšŠ πšŠπš’πšžπš›πšŠ 𝚜𝚊𝚊𝚝 πšœπšžπšπšŠπš‘ πšπšŠπš–πš™πšŠπš” πš–πšžπš”πšŠ πš–πšŽπš›πšŽπš”πšŠ πš‹πšŽπš›πšπšžπšŠ πšπš’ πš•πšŠπš’πšŠπš› πš™πš˜πš—πšœπšŽπš•πš—πš’πšŠ.


"πš†πšŠπšŠπš•πšŠπš’πš”πšžπš–πšœπšŠπš•πšŠπš– πšœπšŠπš•πšŠπš– πš‹πšžπš—πšπšŠ " πš“πšŠπš πšŠπš‹ πš—πš’πšŠ πšœπšŽπš›πšŽπš—πšπšŠπš”.


"π™±πšŠπšπšŠπš’πš–πšŠπš—πšŠ... πš”πšŠπš‹πšŠπš›πš—πš’πšŠ..πšœπšŽπš‘πšŠπš πšœπšŽπš–πšžπšŠ πš”πšŠπš—...??? πš”πšŠπš•πš’πšŠπš— πšŠπš”πšž-πšŠπš”πšžπš› πš”πšŠπš—, πšπšŠπš— πš‹πšŠπšπšŠπš’ πš–πšŠπš—πšŠ πš”πšŽπšπšžπšŠ πš™πšŠπš–πšŠπš— πš”πšŠπš•πš’πšŠπš— πšπš’πšŠ πš–πšŽπš—πš“πšŠπšπšŠ πš”πšŠπš•πš’πšŠπš— πšπš’πšπšŠπš”....?? " πšπšŠπš—πš’πšŠ πšŠπš’πšžπš›πšŠ πš‹πšŽπš›πšžπš—πšπšžπš—.


"πš‚πšŠπšπšž-𝚜𝚊𝚝𝚞 πš‹πšžπš— πš”πšŠπš•πš˜ πš—πšŠπš—πš’πšŠ...??? "πš™πš›πš˜πšπšŽπšœ πšŠπš“πš’ πšπšŽπš—πšπšŠπš— πš™πšŽπš›πšπšŠπš—πš’πšŠπšŠπš— πšŠπš’πšžπš›πšŠ.


" 𝚈𝚊 πš”πšŠπš— πšπš’πš—πšπšπšŠπš• πš“πšŠπš πšŠπš‹ πšŠπš“πšŠ, πš‹πš’πšŠπš› πšœπšŽπš”πšŠπš•πš’πšŠπš— πšπšŠπš” πšžπšœπšŠπš‘ πš‹πšŠπš’πšŠπš” πš—πšŠπš—πš’πšŠ πš•πšŠπšπš’ πšπšŠπš› πš—πš’πšŠ.. "πš“πšŠπš πšŠπš‹ πš—πš’πšŠ πšπšŽπš—πšπšŠπš— πšπšŠπšπšŠπš›.


" π™Έπš’πšŠ πš”πšŠπš–πš’ πš‹πšŠπš’πš”...πš–πšŽπš–πšŠπš—πš πš”πšŠπš™πšŠπš— πš‹πšžπš—πšπšŠ πš•πš’πšŠπš πš”πšŠπš–πš’ πšπšŠπš” πšŠπš”πšžπš›, πš“πšŠπš—πšπšŠπš— πš—πšπšŠπšπšŠ-𝚐𝚊𝚍𝚊 πš‹πšžπš— πš”πšŠπš–πš’ πšœπšŽπš•πšŠπš•πšž πšŠπš”πšžπš› πšŒπšžπš–πšŠπš— πšπšŽπš›πš”πšŠπšπšŠπš—πš πš”πš’πšπšŠ πš’πšπšž πš‹πšŽπš›πš‹πšŽπšπšŠ πš™πšŽπš—πšπšŠπš™πšŠπš πšœπšŠπš“πšŠ, πš“πšŠπšπš’ πšŒπšžπš–πšŠπš— πšπšŽπš‹πšŠπš πšœπšŽπšπš’πš”πš’πš, πš”πšŠπš•πš˜ πšžπš—πšπšžπš” πš”πšŽπšπšžπšŠ πš™πšŠπš–πšŠπš— πš–πšŽπš›πšŽπš”πšŠ 𝚒𝚊 πšœπšŽπš™πšŽπš›πšπš’ πš’πšπšžπš•πšŠπš‘ πš‹πšžπš— πšœπšžπš”πšŠ πšœπš’πš‹πšžπš” πšŽπš—πšπšŠπš‘ πš”πšŽπš–πšŠπš—πšŠ " πš“πšŠπš πšŠπš‹ πš™πš’πš›πšžπš—πš’πšŠ πš’πšŠπš—πš πš–πšŽπš—πš“πšŠπš πšŠπš‹ πš™πšŽπš›πšπšŠπš—πš’πšŠπšŠπš—πš—πš’πšŠ πš‹πšžπš—πšπšŠ πš—πš’πšŠ.


"π™Ύπš‘... πš‹πšŠπš’πš” πš•πšŠπš‘, πš”πšŠπš•πš˜ πš‹πšŽπšπš’πšπšž πš‹πšžπš—πšπšŠ πš–πšŠπš”πšŠπš— πšπšžπš•πšžπš—πš’πšŠ, πš—πšŠπš—πšπš’ πš‹πšŠπš›πšž πš”πš’πšπšŠ πš•πšŠπš—πš“πšžπš πšπšŽπš•πš™πš˜πš— πš•πšŠπšπš’ πšŠπšœπšŠπš•πšŠπš–πšžπšŠπš•πšŠπš’πš”πšžπš–"


"πš†πšŠπšŠπš•πšŠπš’πš”πšžπš–πšœπšŠπš•πšŠπš– "


Sambungan telpon pun terputus kini ayura menyantap makan siang nya yang sudah tersaji di meja makan nya, dan iyabtak sadar adayangg menghampirinya dari arah samping.


"Hai yur aku boleh duduk sini...???" ucap orang tersebut.


Ayura mendongak melihat ke arah orang yeng menyapanya, dia hanya menatap datar karena ada rasa kesal terhadap orang tersebut.


"Kalo diem berati aku anggap boleh ya " orang itu pun duduk di hadapan ayura.


Ayura mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan restoran tersebut, di sana masih nampak banyak meja kosong, namun ayura tak berkata apa pun iya sibuk saja makan makannya .

__ADS_1


"Yur...aku mau bilang sama kamu, maaf soal ini soal tuan angga bisa tau kamu ada di sini, memeng aku yang mengatakannya tapi tenang lah masalah anak-anak aku tak mengatakannya mereka ada di mana, maaf yur karena aku tak tega dengan keadaan tuan muda yang seperti orang linglung nyariin kamu seminggu ini, jadi aku dengan terpaksa memberi tahu dia jika kamu ada di sini "jelas orang tersebut yang tak lain adalah bili, yang menjelaskan kondisinya dan terus meminta maaf.


Ayura hanya diam karena iya sedang makan namun, iya merasa makan siang nya terganggu dengan ocehan bili, dia pun segara menyudahinya, dan langsung pergi ke arah kasir untuk membayar.


__ADS_2