
Gabriel kesal karena ayura mengusir nya begitu saja, kini rencana nya gagal dia pergi , dari depan rumah ayura untuk kembali, dan menyusun rencana, yang di kira ayura akan sangat mudah untuk iya bodohi ternyata tak bodoh.
"Ok.. kita akan cari cara lain untuk menghancurkan mu ayura dan kita lihat siapa yang akan mendapat kan cinta yang utuh dari angga " gumam nya sembari berlalu memasuki mobil nya.
Beberapa hari susah berlalu dari hari gabriel yang merasa di hina dan di usir oleh ayura, entah apa yang membuat gabriel merasa dendam akan ayura yang tak pernah melakukan apa pun padanya, apa kah karana beberapa hari ini, iya melihat angga yang selalu bersama ayura dan anak-anak, dan gabriel juga melihat keromantisan ayura dengan angga, hingga iya memiliki pemikiran jahat untuk mencelakai ayura.
"Lihat lah... aku wanita sialan... kali ini kau akan mati, karena telah berani merebut suami ku " geram nya sembari mengumpat.
"Kalian... harus bisa menculik anak-anak wanita ini..... dan kalo bisa buat wanita sialan ini tau, kalian menyiksa mereka di hadapannya, agar dia tau akibat telah menyentuh barang milik gabriel " perintah nya pada preman bayar nya itu.
"Baik nona siap anda hanya tinggal menunggu, hasil kerja kami saja " jawab ketua preman itu sembari tersenyum menyeringai.
"Ini dp kalian... jika berhasil membuat wanita itu menjadi gila, akan ku tambah lagi, uang bayaran kalian dari yang pertama ku tawar kan " gabriel memberikan amplop coklat yang berisikan uang sebesar 10 juta sebagai DP.
"Baik... pasti kami akan melakukan pekerjaan ini dengan rapi "ketua preman itu meraih amplop coklat itu dan, segara pergi untuk mencari wanita yang di maksud gabriel padannya.
" Hahahah.... mampus kau wanita \*\*\*\*\*\*..... πππ"seringai nya sembari menutup kembali kaca mobil nya.
Sedangkan ayura yang kini baru keluar dari kantor untuk mencari makan siang, di dalam perjalanan iya merasa ada yang mengikuti nya sedari tadi iya keluar dari gerbang kantor.
"Siapa mereka dan mau apa...? " gumam nya sembari melihat mobil CR-V yang mengikuti ya di belakang.
Ayura melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi untuk menghindari kejaran mereka, namun sayang karena ayura kurang memperhatikan jalan, hingga tak melihat ada truk yang berhenti dib depan nya, dengan kecepatan tingginya iya tak sempat menginjak pedal rem ternyata mobilnya sudah menyentuh bagian belakang truk itu, hingga bagian mobil yang iya tumpangi hancur dan dia terhatuk ke bagian setir dan kepala nya terkena serpihan kaca yang pecah.
Mobil CR-V yang mengikuti nya tau kalo mobil yang iya ikuti sedari tadi mengalami kecelakaan tunggal iya, masih sempat memutar setir dan langsung melesat meninggalkan , tempat kecelakaan tersebut .
Warga dan pengendara yang melawati tempat tersebut berhenti dan melihat, kejadian tersebut.
"Alhamdulillah masih hidup... " ucap salah satu warga saat sudah memeriksa keadaan ayura,
Sedangkan ke adana sopir dan kernet truk itu mengalami syok karena mobil nya ada yang menabrak dari arah belakang hingga menimbulkan guncangan dan membuat truk sebesar itu bergeser ke depan beberapa meter , akibat benturan hebat.
"Ayok cepat bawa... wanita ini ke rumah sakit... cepat...!!! " seru warga lainnya sembari mengangkat ayura yang berhasil di keluarkan dari mobilnya yang rusak total.
"Iya cepat ... kalian juga panggil polisi untu menangani tkp , dan korban lainnya" ujar salah satu pria yang membantu di sana .
__ADS_1
Sedangkan kini di rumah yang mana anak-anak dan ayu sedang makan siang, langsung tersedak masal.
"Kok aku kepikiran ayura ya...? " gumam ayu dalam hatinya.
"Mah... bunda ada bilang mau makan di rumah gak..? " Tiba-tiba Galuh bertanya tentang ayura.
"Iya mah... bunda ada nelpon mamah gak.. ? " celetuk aji
"Gak ada sayang... bunda tadi bilang ada kemungkinan hari ini dia lebur sayang.. " ucap ayu masih dengan perasaan nya yang kepikiran ayura.
"Oh... tapi kok Galuh kepikiran bunda ya mah.? gimana kalo kita ke kantor bunda buat anter makan mah..? " ucap anak itu lagi sembari memberi saran pada ayu.
"Boleh juga sayang... tapi kalian makan nya di habiskan dulu ya nanti baru mamah antar kalian ke kantor mamah ya " seloroh nya sembari melanjutkan makan nya.
Sedang anteng nya mereka makan tiba-tiba ada suara sering telpon , yang tak lain adalah telpon milik ayu, ayu melihat kalo ayura menelpon.
"π±π·πππ πππππππ πππππ πππ πππππ πππ ππππππ πππ ππ’π...? " πππππππππ πππππ ππππ πππππππ ππππππ π’πππ πππππ πππππ ππππ ππ’π.
Sebab saat baru saja iya menjawab panggilan itu, suara yang pertama iya dengar bukan lah suara ayura melainkan suara pria yang sangat asing.
"π±πΈπ’π πππππ .... πππππ πππ ππππππ πππ’π πππππππ, ππππ πππππ πππ πππ πππππ π’π πππ ππ ππππ πππππππ πππππππππ πππ...? " πππ ππ ππ’π πππππ πππππ πππ πππππππ πππππππ’π.
"π±π±πππππ πππ... ππππ ππππ πππ ππππππππππ.. πππππ πππππππππππ πππ ππππ πππππππ πππππππππ πππ πππππππππ ππππππππππ ππππππππ... ππππππ πππππππ ππ.. ΓΓΓΓ, πππ πππππ ππ πππ π ππ πππππ πππππ ππππ, πππππππ ππππππππ " πππππ πππππ ππ πππππππ ππππππ ππππππππππππππ ππ’π.
Seketika ayu terdiam dan termenung.. saat mendengar penuturan orang yang ada di sebrang telpon, dan tiba-tiba air matanya meluncur begitu saja tanpa seizin nya.
"ππππ.. . ππππ... ππ ππ’π... ππππ" πππππππππ ππππππππ ππππππ πππππππππ ππππ πππ ππ ππππππππ’π.
"π±π°π... ππππ πΏππ ππππ πππ ππππ ππππππ ππππππ πππππ ππππ πππππππππππ’π ππ’π πππ, πππ’π ππππ ππππππ ππππππ " ππππ ππ’π πππππππ πππππππππ ππππππ ππ’π.
Sedangkan anak-anak hanya memandang bingung dengan ayu yang tiba-tiba menangis saat menerima telpon.
"Mah ada apa...? telpon dari siap....? kok mamah nangis..? " tanya gadis itu yang penasaran.
"Gak ada sayang... mamah hanya mendapat telpon kalo teman mamah kecelakaan , mamah jadi sedih, oh iya habis ini mamah mau pergi jenguk teman mamah... kalian mamah titipan di tempat oma yosi mau kan..? " dalih nya sembari mencoba kuat agar anak-anak tak curiga dan bertanya lebih banyak lagi.
"Nanti malam mamah pulang sayang sebelum makan malam " ucap nya.
"Ya udah mamah mau siap-siap ya kalian selesaikan makan kalian, habis itu kita berangkat " ucap nya lagi sembari bangkit dari duduk nya.
"Ji... aku kok ngerasa gak enak ya.... dari tadi keinget bunda... apa bunda baik-baik aja ya...?? " adunya pada sang adik.
"Sama aku juga kepikiran bunda... tapi sudah lah makan aja dulu " sahut anak itu sembari melanjutkan makan nya.
Tak berapa lama ayu sudah siap, dan anak-anak juga sudah siap untuk di antar ke tempat orang tua bili untuk sementara, mereka ayu titip kan di sana, karena tak berani meninggalkan anak-anak di rumah hanya berdua, apa lagi evan udah tak ada di rumah, wilona yang sekarang ada di sekolah nya.
"Asalamualaikum... "
"Waalaikumsalam, eh neng ayu... silahkan masuk neng... sebentar ya saya panggil kan ibu sebentar " ujar art itu sembari meme persilahkan ayu dan anak-anak masuk.
"Iya makasih bi... maaf ya merepotkan" ujar ayu yang merasa tak enak.
"Gak apa-apa atuh neng, bentar ya " ujar art itu lagi sembari berjalan ke arah belakang.
Tak lama art itu datang bersama sang tuan rumah menghampiri ayu dan anak-anak.
"Asalamualaikum tante.. " sapa ayu sembari mencium punggung tangan bu yosi.
"Waalaikumsalam nak... eh ada cucu oma... juga ya..? " jawab nya sembari tersenyum melihat ke arah anak-anak.
"Iya oma" jawab Galuh riang.
"Tante begini... saya mau nitip anak-anak soalnya saya ada urusan, dan lagi ayura juga belum pulang, bisa kan tante...? " ucap ayu yang tak mau lama-lama.
"Oh iya gak apa-apa nak... kamu pergi aja " ujar ibu yosi senang.
"Kalo begi... aku pergi dulu ya tante... soal nya buru-buru " ayu langsung bangkit dari duduk nya dan hendak pergi.
" Iya nak hati-hati di jalan "
__ADS_1
Ayu pun langsung melangkah pergi dan masuk kedalam mobil nya untuk segara menuju ke rumah sakit, karena dia sedari tagihan sudah sangat khawatir dengan keadaan ayura yang di rumah sakit.
Tak berapa lama ayu pun sampai di rumah sakit dan langsung menanyakan pasien kecelakaan lalu lintas pada resepsionis rumah sakit.
" Permisi mba apa ada pasie kecelakaan lakalantas yang baru datang beberapa menit lalu ada di ruangan mana ya..? "tanya ayu.
" Iya sebentar ya mba saya periksa dulu, oh ada mba satu jam lalu atas nama ayura masih ada di UGD, masih di tanggani tim medis " ujar resepsionis itu setelah membaca daftar pasien.
"Ok terimakasih " ayu setalah mengucapkan terimakasih dia langsung berjalan ke arah ruang UGD.
Di sana ayu menunggu , dokter yang sedang melakukan penangan pada ayura sudah sekitar tiga jam ayu menunggu, namun masih juga belum ada tanda dokter keluar dari sana.
"Astaghfirullah... ya Allah gimana keadaan ayura di dalam sana ya Allah.. " keluh nya sembari menunduk.
Ayu baru teringat akan Adit dan dia dengan cepat menghubungi Adit, untuk segera datang ke Bandung. Saat setelah menghubungi Adit tak lama ada dokter yang keluar dari ruang UGD.
" Dok bagai mana dengan keadaan tema saya dok...?? "tanya ayu dengan tak sabaran.
" Tenang bu... sekarang keadaan pasien sudah lebih baik karena sudah melewati masa kritis nya " ujar dokter itu.
"Namun masih belum bisa kita pindahkan, karena masih harus di pantai di ruang UGD, karena masih ad kemungkinan, bisa masuk ke fase kritis lagi " jelas dokter lagi.
"Baik dok gimana baik nya aja " ucap ayu pasrah.
"Apa anda sudah menghubungi keluarga nya bu..? " tanya dokter itu karena iya hanya melihat ayu sendiri.
.
"Sudah dok , kemungkinan nanti malam baru sampai " jawab ayu.
"Baik kah kalo seperti itu, saya tinggal dulu, jika ingin mendapatkan jenguk silahkan kan tapi jangan menggangu istirahat nya " ujar dokter itu sebelum dia pergi,
Ayu mengangguk tanda mengiyakan perkataan dokter tersebut.Setalah itu ayura pun berjalan ke arah tempat ganti baju, karena ruangan UGD harus tetep steril jadi ayu harus mengganti baju nya terlebih dahulu, setelah itu baru lah iya masuk ke ruangan UGD untuk melihat ke adaan ayura sekarang.
Ayu sangat tercengang saat melihat kondisi ayura yang, di tempeli banyak alat medis untuk membantunya bertahan.
"Yur.... kamu kok bisa jadi begini yur... " ucap nya lirih sembari memegang lembut tangan ayura, dan tak terasa air matanya lolos keluar.
Ayu hanya menatap sendu, tak terasa hari pun sudah mulai soren, dokter masuk untuk mengecek kembali keadaan ayura, dan ayu keluar.Tak berapa lama dokter dan suster pun keluar.
"Bagaimana dok...? " tanya ayu yang penasaran.
"Alhamdulillah buk udah bisa kita pindah kan ke ruang rawat, karena keadaan nya sudah cukup setabil dan tak ada lagi yang perlu di khawatir kan " ujar dokter itu dan kini iya berlalu.
Ayu kini bernapas si dikit lega, karena mendengar kabar ayura yang sudah membaik, kini ayu memutuskan untuk pulang, dan sebelum pulang iya menuju ke rumah lamannya dulu yang kini di tinggali oleh evan, ya setalah keluar dari rumah ayura evan di periksa oleh bada narkotika setempat, dan di nyatakan aman, evan tak mengunakan obat tersebut, tapi masih dalam pengawasan, karena masalah tentang iya adalah pengedar masih belum ada bukti, pengedar atau bukan nya.
"Asalamualaikum... "
"Waalaikumsalam, eh kak ayu masuk kak.. " jawab evan dan menyuruh nya masuk.
"Kakak... habis dari mana... kok ada bau rumah sakit " tanya evan yang mencium bau obat-obatan yang jadi bau khas rumah sakit.
"Kakak habis dari rumah sakit.... jenguk ayura... dia kecelakaan, sekarang lagi koma di rumah sakit " ucap nya pelan dan terdengar sangat lirih.
"Inalilahi.... kapan kak...?? gimana kronologi nya, kok bisa kak ayura kecelakaan...?? " evan terkejut saat mendengar sang kakak mengalami kecelakaan dan kini sedang terbaring koma di rumah sakit.
"Kakak juga tidak tau van... bagaimana kronologi nya, cuman tadi pas lagi makan siang kakak tiba-tiba dapat telpon dari ayura namun, orang yang berbicara buka ayura melainkan polisi yang bertugas " jawab ayu dengan sedikit terisak karena sedih mengingat sahabat nya terbaring lemah, dan dia juga bingung bagaimana menjelaskan nya pada anak-anak, jika mereka bertanya nanti.
"Van... kamu pulang ikut kakak ya.. kamu nanti di rumah dengan anak-anak, soalnya kakak habis ini mau ke rumah sakit lagi " ucap ayura sembari menyeka air mata nya sedari tadi menerobos keluar.
"Baik lah kak... tapi apa anak-anak tau kalo bundanya kecelakaan kak...?? " angguk nya dan kembali bertanya.
"Gak... anak-anak belum tau " jawab nya lirih.
"Em... ya sudah aku ambil beberapa barang kak " evan langsung beranjak ke kamar nya untuk mengambil barang.
Setelah selesai merapikan barang yang di perlu kan, kini keduanya berjalan menuju ke rumah ayura tapi sebelum itu, ayu menjemput anak-anak , dan kini baru lah pulang ke rumah.
"Paman.... kemaren paman jalan-jalan kemana kok gak ajak Galuh sih " kata nya sembari cemberut pada evan.
__ADS_1