Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 82


__ADS_3

Pagi sudah datang kembali.... ayura sudah siap untuk ke kantor.. dan sedang sarapan, Anak-anak juga sudah siap untuk ke sekolah, ayura ke kantor di jemput oleh Mia, sedangkan evan dia masih belum bangun karena, pagi ini iya tak ada jadwal ngampus.


Sarapan pun telah usai, Anak-anak sudah bersiap untuk pergi begitu juga dengan ayura.


"Sayang nanti kalian di sekolah... belajar yang bagus ya... maaf bunda belum bisa nganter nih " ucap nya pada anak-anak.


"Iya bunda... pasti... gak apa-apa kok bunda, kan ada mamah yang anterin " sahut gadis kecil itu.


Ayura menyentuh kepala gadis itu lembut, dan tersenyum dengan jawaban gadis itu, dan kedua anak nya itu, mencium punggung tangan nya dan berpamitan untuk pergi ke sekolah.


Tak berapa lama Mia pun sampai, Mia mendorong kursi roda ayura, untuk menuju ke mobil, yang terparkir tepat di pinggir jalan halaman rumah ayura.


"Mia.... hari ini ada jadwal apa saja...?? " tanya ayura saat Mia sudah ada di dalam mobil juga.


"Kuta hari ini... ada jadwal temu dengan Y'D Kolegs... dan setelah.. itu rapat dengan para karyawan, dan sore nya... masih harus ke pabrik... mengecek bahan tekstil... dan kain yang masuk.. " jelas Mia dengan agenda hari ini untuk ayura.


"Dengan Y'D kolegs... ada agenda apa..?, dan apa yang akan di bahas...? "tanya ayura yang masih belum paham dengan apa yang akan di bahas.


"Biasa masalah pemasokan... dan yang lain nya seperti pendanaan bu.. " jawab Mia sembari melihat daftar agenda... dan jadwal ayura hari ini.


"Hem.... pendanaan apa lagi..? " gumam ayura.


"Oh... iya bu... malam hari nya masih ada perjamuan... apa anda ingin hadir...?? " tanya Mia sembari memperlihat kan kartu undangan nya.


"Tidak.... kamu saja yang hadir... untuk mewakili... perusahaan kita... soal nya aku masih kurang leluasa.. untuk bergerak dengan kondisi ku yang seperti ini " jawab ayura dengan menatap sekilas undangan yang di pegang Mia.


Mia hanya mengangguk mengiyakan, dan tak terasa kini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai, di pelataran kantor nya, Mia turun terlebih dahulu untuk mengambil kursi roda dan membantu ayura turun dari mobil.


Mereka masuk dengan di sambut para karyawan yang, berlalu lalang di area lobi tersebut, karena waktu kerja juga belum di mulai, jadi masih banyak karyawan yang baru datang.


"Maaf Bu... Orang-orang dari Y'D kolegs... sudah menunggu di ruang rapat... " ucap... salah satu. resepsionis yang sedang berjaga kala itu.


"Emh... sepagi ini dia sudah ada di sini...?! " jawab ayura dengan raut wajah yang tadi nya ramah dan kini berubah menjadi datar.


Entah kenapa lah ayura merasa... kalo orang dari Y'D kolegs... ingin mencari masalah dengan nya, karena ini bukan jam yang di temukan untuk bertemu.


Mia pun langsung mendorong kursi roda ayura menuju pintu lift, untuk ke ruangan rapat yang ada di lantai 5 gedung tersebut, Mia juga merasa bingung, karena orang-orang Y'D datang lebih awal tak seperti, waktu yang sudah di sepakati untuk jumpa di awal.


"Semua sudah sial bukan Mia...?! " tanya nya pada Mia tentang materi yang akan di bahas nya.


"Memang semua sudah siap bu dari kemaren,tapin masih belum sempat saya periksa ulang, karena takut nya masih ada yang ketinggalan atau salah " jawab Mia yang masih ada sedikit tari dengan hasil kerja nya kemarin.


"Emh... sudah lah.... lihat nanti saja, jika emang ada yang perlu di perbaiki, baru nanti perbaiki " pungkas nya.


Dan kini lift sudah sampai di lantai yang mereka tujuan, Mia langsung men dorong kursi roda ayura untuk keluar dari lift, dan berjalan di lorong sebelum sampai ke ruangan rapat, yang hanya berjarak sekitar 10 langkah dari lift.


Saat ayura baru masuk ke ruangan rapat tersebut, memang sudah ada Yuda.. sebagai CEO Y'D kolegs dan sekertaris nya di ruangan itu.


"Selamat pagi.... maaf sudah menunggu lama " ujar ayura masuk yang masih di dorong oleh Mia.

__ADS_1


"Ya pagi.... " jawab kedua nya.


Semua sudah duduk dan kini mulai pembahasan masalah yang ada, dari pihak Yuda dia menyerahkan sebuah map, yang berisikan semua data, dan apa saja yang harus di perbaiki atau pun apalah itu.


Ayura memerhatikan dan fokus dengan apa yang di sampai kan oleh sekertaris Yuda. ayura terus menyimak apa yang mereka keluhkan dan sampai kan.


"Bukan kah masalah pendanaan.. kemaren sudah saya urus dan tak ada masalah dan kendala lagi..?, kenapa sekarang anda mengulang membahas pendanaan, yang seperti nya tak ada habis nya ini..?, " pungkas ayura dengan muka datar dan serius.


"Nona jika anda ingin mendapatkan barang berkualitas, dan hasil yang memuaskan makan harus berkorban , dengan unang sedikit itu bukan " sahut Yuda.


"Oh.... bukan ada niat lain kah...?! " selidik ayura sembari membaca, berkas yang ada di hadapan nya.


"Maksud anda apa nona, anda menuduh kami memasukan uang ke saku pribadi....?! " Ucap Yuda yang merasa tersinggung akan ucapan ayura.


"Saya tak ada mengatakan, itu...? atau jangan-jangan emang benar...? " ucap ayura lagi.


Ucapan ayura seakan menjebak lawan untuk mengungkap kan keburukan mereka, dengan sendiri nya, tapi di di situ juga ayura tampak santai, Yuda juga berusaha santai, agar perbuatannya tak tercium oleh ayura.


"Ck... sudah sukses... seperti ini..., masih saja menjual anak gadis orang, namun masih belum puas, ingin melipat uang milik orang, dasar manusia serakah " gumam ayura


"Untuk pembahasan kali ini cukup di sini , saya masih ada pekerjaan lain, kami permisi nona " Yuda menghentikan meeting secara sepihak, dan langsung melenggang pergi, yang di ikuti oleh sekertaris nya.


Ayura hanya menaikan sebelah alis nya, saat melihat, Yuda yang seperti nya sudah tak tenang dan gugup.


"Bu... bagai mana...? " tanya Mia tiba-tiba.


"Apa kita akan menambah pendanaan...? , atau tidak..?! " tanya Mia lagi yang takut tau apa keputusan akhir dari meeting barusan.


"Tidak usah...untuk apa kita memberi makan pada manusia serakah, yang gak bakal tau kata puas " ujar nya sembari kembali membalik berkas di tangan nya.


"Ok... mari bu saya antar ke ruangan anda " tutur Mia sembari mendorong kursi roda milik ayura.


Ayura yang sudah di antar keruangan nya, dia kembali membuka berkas di meja untuk melihat, apa kah ada yang perlu di revisi atau tidak .


Waktu sudah menunjukan akan waktu makan siang bagi mereka, yang mana seharusnya sesudah iya bertemu dengan Y'D kolegs ayura meeting dengan para karyawan, tapi itu di batalkan, dan di undur di hari esok, karena esok juga waktu cukup senggang.


'Tok... tok... tok.. '


"Masuk...! "


"Siang bu...? "


"Ya siang ada apa mia...? " tanya ayura saat melihat orang yang masuk adalah Mia.


"Ini bu... di depan ada tuan angga ingin bertemu dengan anda... " Ucap nya gak sedikit ragu.


"Suruh saja masuk.... " seloroh nya tanpa melihat ke arah Mia.


"Baik... sebentar bu saya panggil kan dulu orang nya " Mia keluar untuk menyuruh Angga masuk.

__ADS_1


'Tok... tok... tok.. '


"Emh... silahkan duduk tuan...! " ucap nya tanpa menatap siapa yang masuk.


"Asalamualaikum... "


"Waalaikumsalam.... "


"Kamu segaris nya jangan terlalu fokus kerja... ini sudah waktu nya untuk makan siang, kamu luangkan waktu untuk makan sebentar.... " tutur orang tersebut pada ayura yang masih fokus dengan berkas di tangan nya.


"Ada apa anda ingin menemui saya...?! " tanya ayura dengan posisi yang sama.


"Yur..... kalo bicara itu liat lawan bicara mu, kalo seperti itu kamu tidak sopan.. " pungkas orang tersebut pada ayura.


Ayura dengan sedikit kesal, dia pun mendongak kan kepalanya dan melihat ke arah orang yang mengajak nya bicara sedari tadi.


Ayura hanya menatap enggan, pada orang tersebut, dan tak lama iya kembali fokus pada berkas yang iya pegang.


"Apa anda bisa katakan apa tujuan ada datang kemari tuan...?! " ucap ayura


"Bukan nya baru berlalu beberapa detik saja kenapa kau sudah lupa...?? jika bicara tatap lah lawan bicara mau...??! " seloroh orang itu lagi.


"Tak usah banyak basa-basi... anda bisa liat sendiri bukan Saya sedang sibuk, jadi katakan saja...! " ketus ayura, entahlah emang hari ini mood ayura sedang acur.


"Aku datang kemari... ingin bertanya, apa benar kemaren siang ibuku datang ke rumah mu...? " ucap orang itu pada ayura.


"Tuan Angga yang terhormat... jika anda hanya ingin menanyakan hal ini kenapa tidak sedari tadi, jadi aku tak perlu banyak membuang waktu, " celetuk ayura lagi yang sudah kesal.


"Ya kemaren memeng nyonya besar wiranto datang bertandang ke rumah, dan dia bertandang hanya untuk memaki orang.... sudah jelas "jawab ayura sembari menatap malas ke arah Angga.


Angga hanya diam saat mendengar perkataan ayura, benar saja dugaan nya, pasti lah sang ibu datang hanya untuk memaki, bukan untuk datang berbicara secara baik.


" Untuk masalah itu maaf.... aku mewakili ibu ku untuk meminta maaf pada mu yur.. maaf jika kata-kata ibu ku membuat kamu sakit hati. "ujar angga yang merasa tak enak pada ayura.


" Oh... baik akan saya maaf kan, jika itu hanya memaki ku, tapi aku tak terima karena dia memaki anak ku...!!! "celetuk ayura lagi dengan sedikit emosi saat mengingat perkataan, nyonya wiranto kemaren pada nya.


" Apa yang dia kata kan yur....!? "tanya angga yang ingin tahu.


" Kau tanyakan saja pada ibu mu itu, permisi.. akun mau pergi "ketus nya sembari berjalan untuk menuju ke arah pintu.


Angga mengikuti ayura keluar dari ruangan ayura, entah lah seperti nya ada banyak pertanyaan di otak angga, tentang apa yang membuat ayura enggan untuk memaafkan ibu nya, entah apa juga yang membuat ayura sangat marah, angga bingung, sebenarnya apa sih mau ibu nya itu.


"Mia.... saya akan cari makan di luar jika nanti sudah waktunya pergi kau hubungi aku saja " ucap ayura pada Mia.


"Baik bu... " balas sang sekertaris.


Mia melihat angga yang ada di belakang ayura, Mia menyimpulkan, pembicaraan kedua nya tadi seperti nya kurang enak, karena bos dan tamu nya itu keluar dengan wajah, yang kurang enak, dan seperti banyak pikiran di benak angga.


Mia hanya memilih diam, tak menanyakan perihal tersebut toh... dia tak ada hak, dia di sana kerja untuk membantu pekerjaan ayura, bukan untuk mengulik, masalah ayura dengan orang.

__ADS_1


__ADS_2