
Ayura kembali ke rumah kecil nya itu yang mana tempat iya dan ayuna tinggal sekarang, iya melihat sepeda motor milik ayu ada terparkir di sana, yang berati ayu ada di rumah.
"Asalamualaikum..... Yu loe gak kerja??? " ayura mengucap salam dan bertanya.
"Waalaikumsalam, masuk dulu kali yur baru tanya, ini masih di depan pintu aja udah banyak tanya " jawab ayuna sembari mengoceh karena temanya itu bukanya masuk terlebih dahulu ini malah bertanya terlebih dahulu.
"Ya.. aku hari ini ambil cuti, gegara tadi malam, harus ngehendl semua tamu kamu, badan rasa mau remuk tau " ayura menjawab pertanyaan ayura dan iya juga mengeluh karena tadi malam, iya bermain sepanjang malam.
"Ya suruh siapa, orang gue dah mau berhenti kok gak mau balik lagi " ucap ayura sembari menuangkan air ke gelas kaca.
"Loh kok tiba-tiba loe mau berhenti.. apa loe dah dapat sugar dedy ya, yang uangnya cukup banyak dan bisa muasin kamu " celetuk ayu dengan ringan.
"Gak ada... gue mau berhenti aja, lah gue kerja gituan uangnya mana, gue yang capek tapi buat bayarin hutang cowok brengsek doang, dih gue dah males, " kata-kata yang terlontar dari mulut ayura membuat ayu terkejut karena dari sekian lama ternyata baru kali ini ayura bisa mengatakan kata-kata itu.
"Hah... gue gak salah denger nih apa yang loe bilang, tapi kenapa gak dari dulu aja kaki yur loe mikirnya gitu, sekarang loe mau nyesel juga sudah terlambat, karena kita sudah hancur Sehancur-hancurnya mana ada orang yang mau nerima kita sebagai pelacur ini " Ayu terkejut, namun seketika iya menjadi lemas mengetahui dirinya dan ayura kini sudah terlambat buat kata menyesal
"Yang loe bilang bener, emang kita kalo untuk menyesal itu sudah terlambat, tapi gue mau mengubah hidup gue mulai dari sekarang ke yang lebih baik lagi yu, karena gak mungkin gue harus hidup seperti ini terus " jawab ayura sembari duduk sm di sebelah ayu.
"Iya terus apa yang harus di lakukan yur... kita hanya bisa mengangkang di atas kasur saja, kalo untuk pekerjaan lain mana mungkin, apa lagi aku yang hanya lulusan SMA sja bisa kerja apa?? " ayu mengeluh jika iya berhenti menjadi psk lalu iya harus kerja apa, sedangkan iya hanya lulusan SMA.
"Iya yu... tapi kan kita masih bisa menjadi pembantu, karena pekerjaan itu yang tak perlu menggunakan ijazah tinggi , itu hanya membutuhkan pengalaman saja , seperti aku sekarang " ayura mencoba memberi solusi terbaik buat ayu.
"Gue ... itu bukan belum pernah jadi pembantu yur.... tapi pengalaman gue jadi pembantu itu pahit yur, karena sebelum gue jadi psk dulu gue juga kerja jadi pembantu, namun apa yang gue dapat, gue hancur yur oleh majikan gue sendiri, sampai gue mutusin jadi psk " ayu curhat masalah iya yang selama ini iya simpan dalam hati.
Ayura mereka sedih saat mendengar kisah kehidupan ayu, yang begitu cukup mengerikan juga.
"Emh.... yah gimana lagi lah yu, mungkin kita harus bertahan aja dulu di jurang yang gelap ini, sebelum ada wahyu turun dari Allah, untuk mengangkat kita ke jalan yang lebih terang " ayura mencoba menyemangati ayu yang terlihat murung.
Ayu hanya tersenyum tipis pada ayura, dan iya melihat dan mencium bau minyak di sekujur tubuh ayura.
"Yur loe kok bau banten mandi gih sana bau tau gak sih loe tu...?! " ujar ayu sembari menutup hidungnya dan menjauh dari ayura.
"Ahhh..... iya gue lupa abis masak tadi, jadi terkena minyak makanya badan ku bau, ya sudah aku mandi dulu tar kita lanjut lagi ngobrolnya "ayura menciumi seluruh tubuhnya, dan sembari mengingat apa yang iya lakukan tadi.
Ayura bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah kamar untuk mengambil baju ganti dan handuk.
"Mandi yang bersih sana, kalo gak bersih jangan harap bisa tidur di kamar loh " Ancam ayu pada ayura.
"Iya.... iya gue tau " sahut ayura sembari jalan ke kamar untuk mengambil handuk dan baju ganti.
Ayu, kembali melanjutkan menonton TV, dengan di temani oleh cemilan yang ada di tangannya.
Sedangkan angga yang susah ada di kantor nya lagi begitu juga dengan bili, yang baru saja sampai.
"Bili..? nanti kau selesaikan semua fail yang ada di meja ini karena nanti malam aku membutuhkannya untuk di acara seminar " perintah angga pada bili sembari menunjuk ke tumpukan fail di atas meja nya.
__ADS_1
Bili mengambil semua fail itu laku pergi ke ruangan nya untuk segera menyelesaikan semua pekerjaan yang di berikan direktur nya tersebut.
"Hah..... memang nasib punya bos yang satu ini berkas fail sebanyak ini sedangkan yang mengerjakan cuman saya saja ya bagai mana mau selesai dalam waktu yang cukup mepet, dia kira saya robot kali " gerutu bili yang merasa kesal karena mendapat banyak sekali pekerjaan.
Namun mau bagaimana iya membantah, karena tak mungkin juga untuk membantah karena, dia sadar iya menerima gajih juga untuk bekerja bukan untuk bersantai.
Bili dengan cekatan mencoba menyelesaikan semuanya dengan cepat.
'tok.... tok... tok... tok... '
Suara ketukan di balik pintu menandakan ada orang yang ingin masuk ke dalam ruangan bili tersebut.
"Siapa lagi , tau orang lagi sibuk ini malah datang " bili mengoceh sendiri karena kesal.
Pintu terbuka, dan ada salah satu karyawan yang datang masuk dengan membawa beberapa dokumen lagi di tangannya.
"Permisi pak bili, saya datang kemari di perintahkan oleh direktur, untuk mengantarkan ini dokumen yang tertinggal " ucap karyawan tersebut sembari menyerahkan dokumen di tangannya.
"Apa kau tak melihat tumpukan kertas di atas meja ku?? ini masih begitu menumpuk dan kau menambah nya lagi "ketus bili yang sudah geram merasa dirinya sudah di kerjain oleh bosnya.
" Maaf Pak saya hanya mengikuti perintah direktur saja, jadi saya permisi utuk kembali kerja " jawab karyawan tersebut dan langsung berlalu pergi.
Bili hanya bisa pasrah, karena mau bagaimana lagi juga, mau mengeluh pada bosnya itu merasa tak mungkin, ingin menyalahkan yang lain tapi mereka tak ada yang salah, jadi mau tak mau hanya bili sendiri yang mengerjakan semua itu, meski merasa lelah juga.
Di ruangan direktur angga sedang mengexek semua dokumen yang sudah masuk ke dalam ruangan yang satu persatu. Angga mengerjakan itu semua dengan tenang dan perlahan, agar tak ada ke salah sedikit pun.
__ADS_1
"Bili sudah selesai belum mengerjakan semua yang ku kasih?? " tanya angga sembari menatap ke arah pintu keluar.
Angga kembali fokus lagi dengan pekerjaan nya tersebut, karena iya harus bersiap untuk menghadiri sebuah acara seminar sekali gua pertemuan, semua Mitra bisnis untuk membahas sebuah proyek yang cukup besar.
Kini hari sudah malam yang mana ayura sedang duduk santai di sofa sembari memainkan ponsel nya.
"Yur... loe mau ke club gak?? " tanya ayu yang tiba-tiba timbul entah dari mana.
"Gak.. aku di rumah aja, hari ini gue mau jalan-jalan keluar cari udara segar " jawab ayura yang masih fokus dengan ponselnya.
"Oh..... ya udah loe hati-hati aja gue berangkat dulu ya, udah di tunggu nih sama madam" ujar ayu yang sudah siap untuk pergi ke club.
"Emh..... Hati-hati loe juga" ayura berkata semvari bangkit dari duduk nya untuk menuju ke kamar.
Kini di rumah itu hanya tinggal ayura sendiri, ayura yang telah bersiap untuk pergi dia memesan taksi online, karena malas membawa motor sendiri.
"Neng kita sudah sampai " ucap supir pada ayura yang masih saja memainkan ponsel nya.
"Oh.. iya terimakasih pak ini uangnya sisanya ambil saja " ujar ayura iya turun dan memberikan yang ongkosnya.
"Ahhh.... terimakasih banyak neng " sang sopir senang karena menerima ongkos, lebih dari penumpangnya.
"Iya sama-sama Pak" ayura setelah menjawab dia berjalan ke arah dalam sebuah restoran mewah.
Di saat ayura berjalan maduk tiba-tiba ada seorang pria yang menabraknya dari sebelah kanan yang membuat ayura keseleo.
"Aaaaaa..... kamu kalo jalan liat-liat sekitar dong jangan asal nyerobot aja , kalo nabrak orang kan sakit bego" gerutu ayura sembari memaki pria tersebut.
"Iya maaf nona saya tak sengaja karena sedang buru-buru" ucap pria itu tanpa melihat wajah ayura.
Ayura nyang merasa familiar dengan suara pria tersebut iya pun menoleh ke si pria dan benar saja, ayura mengenali pria itu namun tak tau namanya.
"Pantas saja aku selalu di tabrak ternyata kamu, buldoser yang berjalan tanpa mata ini " maki ayura pada pria di hadapannya itu.
Sang pria juga merasa penasaran siapa yang memaki nya iya pun melihat ke arah ayura.
"Eh..... ternyata loe pantas saja aku selalu sial " ketua dito yang kesal di maki ayura.
"Kau duluan yang berjalan tanpa melihat, apa hubungannya kesialan mu dengan ku, itu tak ada hubungannya, jika kamu berjalan dengan benar maka taka kan menabrak...! " Ocreh ayura dengan kesal.
Dito yang memang lagi terburu-buru itu dia tanpa menghiraukan ocehan ayura lagi, iya pergi untuk segera kembali ke ke diamnya, sedangkan ayura dia mengucapkan segala sumpah serapah untuk dito, karena kesal, mana sekarang kaki nya sakit karena keseleo tadi.
"Huh... kenapa jika aku ketemu dengan pria itu selalu saja sial,??, dasar pria tak berperasaan sudah menyakiti orang kau pergi begitu saja, tanpa bertanggungjawab " omel ayura.
"Semoga saja kau tersandung saat berjalan, semoga saja kau sial hari ini pria sialan " ujar ayura sembari berjalan ke arah meja kosong.
__ADS_1
Semua orang yang ada di restoran itu kembali fokus pada makanannya masing masing, saat setelah melihat keributan didepan pintu di antara ayura dan dito, ayura yang memeng tak menganggap tatapan meraka, sedari tadi dia hanya acuh tak acuh.