Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 92


__ADS_3

Angga yang kesal, karena iya merasa di tipu oleh istri nya, yang tambah membuat kesal saat iya melihat Ayura yang sedang duduk mengobrol sangat bahagia dengan teman nya.


Angga terus meneguk minuman nya hingga sudah habis beberapa botol yang tadi berjajar rapih di meja nya tersebut.


"Hai... kenapa duduk sendiri... boleh aku temani....?! " sapa seorang perempuan.


Angga hanya menoleh tanpa niat menjawab.


"Anda diam berati boleh ya..? " perempuan itu duduk di sebelah Angga.


"Tuan kenapa kamu hanya sendiri.....?! bukan kah di sini banyak wanita cantik yang bisa menemani mu...? " tanya perempuan itu lagi yang mana dia juga adalah pengunjung yang baru saja masuk.


Angga hanya diam tak merespon pertanyaan perempuan itu dia sibuk dengan minuman nya sendiri dan pikirannya yang sudah melayang kemana-mana, sambil pandangan ke arah pojokan ruangan, yang terlihat tampak sepasang kekasih yang sedang asik berbincang.


"Apa itu kekasih anda...?! " celetuk perempuan itu melihat ke arah pandangan Angga.


"Bukan...! " jawab singkat Angga.


"Lalu kenapa sedari tadi pandangan anda tertuju pada wanita itu....? , apa mungkin itu gebetan anda tapi malah di tikung teman anda....? " perempuan itu mengatakan nya dengan jamblang.


"Tidak... wanita itu adalah calon istri saya, dan pria itu adalah asisten saya " jawab Angga dengan nada sendu nya.


"Lalu kenapa anda di sini... dan membiarkan calon istri anda berbincang bahagia dengan asisten anda....? apa anda tak merasa cemburu....?! " lanjut wanita itu lagi.


"Hahahaha.... cemburu...??siapa sih yang tak cemburu.... ! tapi apa dia peduli dengan rasa cemburu saya....?, dia sudah berulang kali menolak saya...?, tapi dia tak pernah menolak jika tidur dengan saya...! " Angga mulai meracau karena iya sudah mulai mabuk.


"Oh... ternyata cinta bertepuk sebelah tangan,...?, ck kasian sekali pria setampan dia harus jatuh cinta pada wanita penghibur yang bisa di tiduri siapa pun "Gumam perempuan yang duduk di sebelah Angga.


Dia merasa iba pada Angga kenapa iya harus mencintai wanita penghibur yang dapat di gunakan oleh siapa pun, dan di boking kapan pun.


" Meski dia wanita seperti itu dulu nya tapi kini iya sudah tak pernah, menggeluti dunia tersebut " seloroh Angga yang seakan mendengar jelas ucapan perempuan di sebelah nya.


Sedangkan Ayura dan Bili semakin asik mengobrol, entah lah seperti nya sedari tadi topik pembicaraan mereka tak pernah habis.


Angga yang melihat itu sudah tak bisa menahan nya lagi, dia pun berjalan menghampiri meja Bili dan Ayura.


'Braaakkk.... '


"Pembicaraan kalian seperti nya sangat seru....! " Angga langsung duduk di sebelah Ayura.


Bili dan Ayura terkejut saat Angga mengebrak meja dan melihat, nya dengan tatapan aneh.


"Tuan... anda mabuk...?, apa perlu saya antar anda..? " ucap Bili sembari berinisiatif untuk mengantar nya kembali.


"Tidak... aku tak mabuk,...! toleransi alkohol ku tinggi... mana mungkin aku mabuk...! " jawab nya membantah perkataan Bili.


"Bukan kah dia tadi masih ada di pesta dengan istrinya kenapa sekarang dia ada di sini....!? apa dia membuntuti ku sedari tadi...? " gumam Ayura yang merasa heran akan keberadaan Angga si sana.


Bili mengangguk mengiyakan tapi sebenar nya iya tau kalo tuan muda nya itu sudah dalam keadaan mabuk.


"Yur... aku mau bertanya.....? " ucap nya dengan tatapan sayu, karena pengaruh alkohol.

__ADS_1


"Anda ingin bertanya apa tuan...? " tanya ayura dengan nada formal.


"Apa kau tak cemburu melihat aku dengan wanita lain waktu di pesta tadi....? apa kau tak merasa marah....? " seloroh Angga .


"Untuk apa saya cemburu...? dan marah dengan suami sorang ? dan dia berjalan dengan istrinya...?, saya masih cukup waras dan tak segila itu, harus cemburu dengan suami orang yang sedang bersama sang istri...! " jawab ayura dengan tatapan serius nya memandang ke arah Angga.


"Bukan kah... pagi tadi kau masih baik dengan ku...? , kau juga mau tidur dengan ku...?, apa kamu tak marah saat melihat, orang yang baru saja tadi pagi tidur bersama mu? , dan menikmati waktu pagi yang panjang bersama ? , lalu saat malam kau melihat aku berjalan dengan wanita lain..? " ucap Angga yang makin kacau.


Bili terkejut saat mendengar penuturan Angga masalah iya tidur dengan ayura tadi pagi, iya mengatakan nya dengan jamblang.


Ayura hanya menampakan muka datar dan sekilas menatap, wajah Bili yang sangat tampak terkejut, mendengar fakta yang di ucapkan Angga.


"Bukan kah... saya hanya melayani anda sebagai tamu...?, Anda juga mengatakan dengan saya ''bekerja lah secara profesional..'', saya tak mengira jika pikiran anda sejauh itu tuan..? " jawab Ayura masih dengan santai nya dengan melipat tangan di dada nya.


Bili makin terkejut saat mendengar jawaban Ayura yang tak menyangkal , perkataan Angga barusan yang iya masih kita tadinya, jika Angga hanya meracau karena mabuk.


"𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶...? 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘬𝘪𝘳𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘥𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘶𝘭𝘢𝘯𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢..?, 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪, 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘶𝘮𝘶𝘮 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪...?," gumam Bili dalam hatinya dengan berusaha masih tenaga.


"Kau memang wanita kejam Ayura ...! aku kira kau sudah berubah....!?, tapi nyatanya kau masih saja wanita kotor...! " sentak Angga yang tak Terima dengan jawaban yang iya dapat.


Ayura tak lagi menanggapi ucapan Angga, dia dengan santai menyesap minuman di gelas nya, dan iya kimi berpindah duduk tepat di sebelah Bili.


"Eh... Kenapa yur....? " Bili terkejut saat tau ayura duduk di sebelah nya.


"Tidak " jawab nya singkat.


"Ayura.... apa kamu mendengar kan saya berbicara...?!, " Angga tiba-tiba meninggikan nada bicara nya karena merasa di abaikan oleh ayura.


'Bbbraaakkkkk.... '


"Bajingan....!!! "


Semua terkejut karena teriakan dan gebrakan Meja yang cukup keras yang membuat, semua orang yang sedang berjoget di, bawah gemerlap lampu, yang di iringi dentuman lagu yang cukup memeka-kan telinga, seketika terhenti, dan perhatian mereka tertuju, ke arah pojokan ruangan.


Bili yang juga sama terkejut karena iya tiba-tiba di paksa ciuman oleh ayura, dan mendengar tuan muda nya yang sudah sangat marah, dengan situasi itu Bili hanya terdiam mematung, sedangkan Ayura iya hanya tersenyum halus.


"Gue duluan Bil...... takut anak-anak nungguin " Ayura dengan santai dia mengambil tas nya dsn melenggang pergi.


"Tenang tuan... tenang. . . . anda jangan membuat keributan disini " Orang-orang yang di dekat Meja Bili mencoba menenangkan Angga.


"Lepas......!!! " Angga memberontak dengan wajah yang sudah merah padam.


"Kau kurang ajar Bili........! bukan kah kau tau....!? jika ayura itu milik ku.....! " Kecam nya sembari terus memberontak.


Bili yang baru saja tersadar dari keterkejutannya itu, dia menghampiri Angga yang sedang mengamuk.


"Sudah... tuan tak apa lepaskan saja, jangan kalian pegangin " ucap Bili pada orang yang memegangi Angga.


"Tapi tuan nanti anda di hajar oleh nya,..?, sebaik nya anda pergi saja dulu..? ;" pinta salah satu orang di sana.


"Tidak apa tuan, dia adalah tuan muda saya " ucap Bili lagi dengan sopan.

__ADS_1


Dengan terheran dan merasa aneh mereka pun melepas pegangan mereka pada Angga.


Dan benar dia langsung melayangkan bogeman mentah berkali-kali ke , Arah wajah Bili namun Bili, masih menghindari nya.


"Tuan... jika anda ingin menghajar saya lebih baik kita di luar saja, agar lebih anak " ucap Bili memberikan saran pada Angga.


Angga yang sudah di selimuti amarah itu dia menghajar Sahabat sekaligus asisten nya itu, sedangkan Rudi yang melihat itu dia langsung mencoba melerai dan memisahkan kedua nya.


"Sudah tuan......! jika kalian berdua ingin membuat keributan lebih baik kalian keluar dari sini , " usir rudi kepada kedua nya, karena sudah membuat tak nyaman.


"Em.... "


Bili keluar terlebih dahulu, dan di ikuti oleh Angga dengan tangan yang masih mengepal, sepertinya iya belum puas menghajar Bili.


"Ada apa rud...?? ini kenapa rame...? " tanya seseorang pada rudi.


"Eh tuan Yuda, ini tuan ada tamu yang membuat keributan, tapi sudah saya usir keluar " jawab rudi saat melihat siapa yang bertanya padanya.


"Oh ya sudah.. sana kamu balik ke tempat kamu " ucap nya memerintah.


Rudi hanya mengangguk dan kembali lagi ke tempat kerjanya, untuk mengantar pesanan para pengunjung.


"Ayura... ayura kau memang dari dulu paling hebat untuk, menghancurkan orang, tidak hanya dalam rumah tangga orang atau pun percintaan padangan lain, ternyata kamu juga bisa merusak persahabatan seseorang..?, aku cukup salut dengan sifat mu " gumam nya memuji sedikit menyiyiri ayura.


Sedangkan kini Gabriel yang merasa kesal karena sikap Angga pada nya, setelah melihat ayura pergi meninggalkan pesta tadi, dan iya langsung mengejar dan meninggalkan Gabriel sendiri di pesta tanpa memberi muka di depan semua para tamu yang sedang berbincang dengan Gabriel dan Angga.


"Sial......!!! ;Aaaahggghhhh...... sial kenapa sih..... ayura... ayura.. dan ayura.... apa aku tak pernah ada di matanya....!!!!, apa bagus nya wanita j@l@ng itu di bandingkan aku....! aku baik iya... pintar iya, cantik apa lagi....! " dengusnya kesal.


"Aaaaaggggghhhhh......!!!! Anggaaaaaaaaa....!!! kamu sialan...!! sudah membuat ku malu di hadapan umum,..! "


"Eh.. tapi bukan kah begini bagus , publik tau jika rumah tannga kita sekarang berantakan, apa lagi mereka tau kalo keretakan, dan kehancuran rumah tangga ku, di karena kan orang ketiga 😏😏😏... ini akan menghancurkan ayura... dengan sangat mudah "


"Hehehe.... liat aja loe ayura....! gue bakal manfaatkan keadaan sekarang "


Gerutunya sendiri dengan susunan siasat di kepalanya.


Gabriel kembali mengembangkan senyum nya di bibir srksinya itu, dan kini iya menspaki lantai yang beralaskan marmer itu untuk berjalan ke arah kamar mandi.


Karena iya merasa gerah dan badannya sudah lengket, iya berniat untuk berendam dengan air busa.


"Kita tunggu saja nanti dan tinggal aku tambah sedikit bumbu dan bakalan.... duhhaaarrrrr... meledak 😏😏😏" Gabriel terlihat lebih ceria dengan rencana yang ada di otak nya tersebut.


Gabriel mengisi Baek tup dengan air hangat dan menambah sedikit sabun dan aroma bunga mawar kedalam nya, setelah itu iya dengan perlahan menanggalkan pakaian nya satu persatu dan mulailah dia masuk, untuk berendam.


"Hah.... nyaman, "


Gabriel sangking kenyaman nya Iya sampai tertidur di Baek tup itu, dan hari pun sudah semakin larut saat iya terbangun, dia langsung membilas badan nya yang masih ada sisa busa , dengan air shower.


"Untung aku tak mati kedinginan , kalo tidak kan tak lucu jika besok pagi ada berita, 'Menantu perempuan keluarga Wiranto mati kedinginan di dalam Baek tup kamar mandi pribadi nya ' ck mau di tarok mana nih muka saat bertemu malaikat " oceh nya sendiri di bawah guyuran air.


Gabriel yang membilas badan sembari mulut nyak tak diam sedari tadi yang terus mengocrh tak karuan.

__ADS_1


__ADS_2