
Kini matahari sudah keluar dan memancarkan cahaya hangatnya menyentuh setiap kulit tampan angga yang masih terlelap nyenyak di tempat tidur, karena hari ini hari libur jadilah iya bermalas-malasan.
Sedangkan ayura sudah sejak subuh tadi datang untuk bekerja seperti biasanya, namun kini iya sudah selesai dengan memasak sarapan pagi untuk majikan itu. Ayura melanjutkan pekerjaan yang lain membersihkan setiap ruangan yang ada di rumah tersebut.
"Aaggghh..... masih pusing aja sih nih kepala pengen gue timpuk pakek sapu apa..! " gerutunya sendiri.
Padahal salah sendiri juga yang minum terlalu banyak kemaren malam.
"Kamu sedang apa????? " tanya angga yang membuat ayura terkejut.
"Astaghfirullah.. sarapan susah siap tuan " Ayura bukannya menjawab pertanyaan angga iya malah memberitahu kalo sarapan sudah terhidang.
"Saya sedang bertanya padamu...! " ucap angga yang ikutan kesal.
"Pakah kejadian tadi malam membuat Anda menjadi buta tuan, apa anda tak bisa melihat apa yang sedang saya lakukan ini, ck.. ck... ck... kasihan sekali calon istri anda mendapatkan suami yang buta karena bahagia " jawab ayura sembari menyodorkan sapu yang iya pegang.
"Bukan itu yang ku maksud, tapi sedang apa kau memukul kepala mu sendiri??? " tanya angga lagi dengan sedikit emosi.
"Nah anda tau kenapa bertanya, sudah lah aku masih banyak yang harus di kerjakan permisi " sahut ayura lagi sembari hendak pergi melewati angga.
Namun angga menghentikan langkah ayura dan menarik kembali ke hadapan nya.
"Tadi malam kau pergi kemana saya mencari sepanjang jalan tak menemukan mu??? " tanya angga tenang masalah malam tadi yang tak menemukan ayura di setiap sudut jalan.
"Heh.... jangan sok perhatian deh tuan setalah kau menginjak harga diri saya di depan keluarga anda, dan ingat kemana pun saya pergi bukan urusan anda " jawab ayura dengan dingin lalu pergi untuk segara menyelesaikan pekerjaan nya.
Angga yang kesal iya pun langsung berjalan ke arah ruang makan untuk sarapan, setelah itu iya akan pergi untuk olahraga. Ayura dengan tenang membereskan semuanya. Ayura ke belakang untuk sekedar minum karena tenggorokan terasa kering, dan melewati angga yang belum selesai sarapan.
"Kamar saya tak perlu kau bersihkan untuk hari ini " ucap angga saat melihat ayura.
Ayura hanya melengkapi melewatinya tanpa ada menoleh padanya.
"Hei.... aku bicara dengan mu bukan bicara dengan angin...!! " Angga meninggikan nada suara nya karena di abaikan oleh ayura.
"Tak usah berteriak, saya juga mendengarnya, mau selamanya juga tak masalah malah aku berucap syukur kalo tak perlu ku bereskan " ketua ayura sembari meneguk minumnya dalam gelas.
"Hei.... disini yang majikannya aku, kenapa kau yang lebih kejam dari aku...??! " tanya angga pada ayura yang sedari tadi bersikap acuh pada angga.
"Di mata Tuhan semua mahluk-nya sama tak ada yang di bedakan, jadi meski pangkat mu itu tinggi dalam bidang pekerjaan tapi kamu juga tetap manusia yang berjalan menapak ke tanah dan masih menekan nasi " jawab ayura dengan mendekatkan wajahnya ke telinga angga .
Angga terkejut dengan jawaban ayura padanya itu, iya berpikir ternyata jika wanita marah makan akan lebih seram dari pada kita harus menghadapi perampok atau begal saat di jalanan.Seperti singa betina yang sedang melindungi daerah teritorial nya yang akan di masuki oleh musuh, sangat mengerikan seakan ingin menelan manusia secara hidup-hidup dan utuh.
Angga yang brigidik ngeri biya langsung menyelesaikan sarapan ya dan pergi ke ruang Jim nya untuk menurunkan makan iyang iya konsumsi di sana saja.
"Hih.... baru kali ini aku bertemu dengan predator yang bengis sekali...! " gumam angga yang masing merasa merinding saat membayangkan wajah ayura.
"Untuk gue bukan suaminya, kalo tidak habis lah aku, tapi kasihan sekali di masa depan akan ada seorang pria malang yang akan hancur di tangan gadis bodoh itu " Angga yang tadinya ingin Jim iya malah hanyut dalam pemikirannya yang abstrak.
__ADS_1
Sampai telpon ya berbunyi yang membuyarkan khayalan angga yang sudah terlalu jauh dan mendalam itu.
"π·πππ....!!! πππ πππ πππ??? " ππππ’π πππππ ππππ πππππ πππππππ ππππππ πππππ ππ πππ’ππ ππππππππ’π.
"πΈπ’π π·πππ... πππππ ππππ ππππππππ πππ, ππ ππππ??? " ππππ’π ππππ πππππ ππ πππππππ ππππππ.
"π°ππ ππ πππππ, πππππ πππ πππ πππ???" πππ ππ ππ’π πππ πππππππ’π πππ πππ.
"πππππ πππ, ππππ πππ πππ ππππ πππ ππππ πππ??? " ππππ’π ππππ πππππ ππππ ππππ πππππππ’π.
"πΈπ’π πππ, ππππ πππ πππ π ππππ ππππ πππππ πππ πππ πππππππ, ππππππππ’π πππππ πππ πππππππππ ππππππ?? " ππππ’π πππππ ππππ ππππ ππππ πππππ.
"π±ππππ πππππ ππππ πππππππ, πππ πππππππ ππππ π’π πππππ ππππ ππππ πππ πππππ-πππππ ππππ ππππππππππ ππππ ππππ πππ " ππππ ππππ πππππ ππππ’πππππππ ππππππππ’π .
"π΄ππππ... πππππ.... πππππ ππππ πππππ ππππ πππ πππ πππππ ππ π±ππππππ ππππ ππππππ ππππππ, ππππ πππ πππ’ππππ’π πππ ππππ πππ, ππππ ππππ πππ π’π " πππππ πππππ ππππππ ππππππππ ππππ πππππππ’π πππ.
"ππππ ππππ ππππππ ππππ πππ πππ ππππππππ, ππππ πππ πππππππ ππππππππ πππ ππππππππ ππππππ ππππππ ππππ πππ πππππ ππππ ππππππ πππ ππππ π’π.. ! " ππππ ππππ πππππ π’πππ πππππππ ππππ πππππππ’π πππ.
π°ππππ πππ πππππ ππππ ππ ππππ ππππ πππ ππ’πππ π’πππ ππππππ ππππππππππππ ππ πππππππ, ππππππ πππππ ππ πππππππππππ ππππ ππ’πππ πππππππππππ’π, ππ’π πππ πππππππ’ππ πππ πππππ πππππ πππππππππ ππ’πππ’π π ππππππ.
"πππ’πππ ππππππ πππππ ππππ, ππ’ππππ ππππ πππ πππππ πππππ ππππ πππ π’π??? " ππππ’π ππ’πππ πππππ.
π°ππππ π’πππ ππππ ππππππππππ ππ’πππ ππ ππ ππππ ππππππ ππππππππ
"πΌππ πππππ ππππ πππ π½πππ’ππ ππππ πππππππ ππππ "ππππ πππππ π’πππ ππππππππ πππππππππ πππππππππ ππππππ ππ’π.
" Sejak kapan kamu di sini??? kamu itu tidak sopan menguping pembicaraan orang..?? ;"ujar angga yang masih terkejut itu.
"Dan saya tak tertarik untuk menguping pembicaraan Anda yang tak berfaedah tersebut " ketus nya dengan acuh.
"Kalo tak tertarik lalu kenapa kau masih disitu dan mendengarkan nya hah..??! " ujar angga pada ayura.
"Saya tak mendengarkan pembicaraan Anda itu saya sedang bekerja, jika ingin di lanjutkan maka silahkan anggap saja saya ini seperti hantu yang tak terlihat ", ujar ayura memberikan saran pada angga.
" Kau memang seperti hantu di mana selalu ada, sebaiknya aku panggil pak ustadz untuk merukiyah rumah ku ini "ujar angga .
" Bukan rumah yang harus di rukiyah, tapi Anda yang harus di rukiyah tuan " ledek ayura lagi.
Terjadilah saling adu mulut di antara keduanya yang tak dapat terelakkan, Hingga tak sadar kalo ada orang yang datang ke rumahnya.
"Ternyata benar dugaan mamah kamu memeng sedang dengan perempuan rendahan ini, pantas saja kau sampai menolak permintaan mamah...! " ujar sang mamah angga sembari menatap ayura tak senang.
Kedua nya terkejut ternyata sudah ada orang yang masuk ke sana .
"Nyonya... anda jangan salah paham saya memeng setiap hari di sini memeng kenapa masalah?? " tanya ayura dengan melipat tangannya di dada.
"Lihat tante perempuan ini belum juga menjadi menantu keluarga wiranto tapi dia sudah berani berbicara kasar pada anda " gabriel sengaja memanas-manasi nyonya wiranto.
__ADS_1
"Iya mah emang dia setiap hari kesini, untuk bekerja " ucap angga.
"Oh ternyata hanya seorang pembantu toh..? " ucap pelan gabriel.
"Mamah gak suka, mulai dari sekarang kamu saya berhentikan, keluar anda sekarang juga saya tak butuh tenaga anda " usir nya pada ayura.
"Mah... di rumah ini yang mengatur adalah aku jadi siapa pun yang bekerja di sini itu terserah aku, jadi mamah tak usah sesuka hati dong " angga membela ayura yang telah di perlakukan tak enak oleh sang mamah.
"Angga... kamu melawan orang tua itu gak baik loh...!!!? " ucap gabriel
"Kamu siapa, ikut campur dengan urusan ku sebaiknya kau menyerah tak usah berharap pada orang yang telah memiliki kekasih " icap angga sembari menarik pinggang ayura ke dalam pelukannya.
"Sayang kamu bilang kan aku tuan rumah di sini tapi kamu dengar sendiri kan mamah kamu udah ngusir aku " rengek ayura manja, yang sudah masuk kedalam mode drama.
Angga terkejut akan perubahan sikap ayura yang tadinya keras kini malah manja padanya, angga yang teringat hal tadi menjadi ngeri saat di rangkul kencang oleh ayura.
"Lepasin gak pengap tau, dan sejak kapan saya bilang ini rumah jadi milik kamu " ujar angga berbisik sembari berusaha melepas pelikan ayura.
"Bukanya anda yang bilang pada saya kalo kita harus berpura-pura pacaran dan romantis bukan " jawab ayura dengan berbisik juga.
"Apa itu benar angga...?! " tanya nyonya wiranto pada putranya itu.
"Iy.... iya.... iya.. bener mah yang di katakan ayura, emang rumah ini sudah aku berikan padanya " angga ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan mamah nya.
"Tuh denger sendiri kan tante... eh.... mamah mertua maksudnya, jadi yang harus di usir itu pelakor itu saja " ujar ayura dengan manjanya tak melepaskan pelukannya pada angga dan menunjuk gabriel dengan mulut nya.
"Heh.... siapa yang loe bilang pelakor hah...??! yang ada pelakor itu loe, angga itu calon tunangan ku " gabriel mulai tersulut emosi karena di provokasi oleh ayura.
"Maaf nih ya mba saya tadi tak menyebutkan siapa namanya loe, tapi anda sendiri yang merasa ", ejek ayura.
Ayura tersenyum tanpa di sadari oleh mereka saat melihat muka kesal gabriel.
" Yes...... hahaha aku seneng banget liat muka loe lagi kesel gitu " gumam ayura dalam hatinya sembari tertawa.
Gabriel yang merasa malu iya pun pergi dari rumah tersebut yang di ikuti oleh nyonya wiranto, saat sebelum pergi nyonya wiranto menunjuk ayura dengan muka amarahnya pada ayura.
"Ups..... merajuk deh kayaknya " ujar ayura sembari menutupi mulutnya dengan satu tangan.
"Emh.... nyaman sekali anda merangkul tangan ku " ujar angga yang menyadarkan ayura.
Saat ayura melihat tangannya itu iya pun punya niat licik di dalam otak kecilnya itu, iya tersenyum licik ke arah angga.
"Hei apa...?? yang mau kau perbuat hah??? " tanya angga yang kini terus mundur.
"Mau tau maka diam saja, anda akan tau nanti " Ayura terus berjalan menghampiri angga yang sudah mentok di tembok.
Ayura mencolek dagu angga dan memepet nya ke tembok, hingga angga hanya diam dan melihat apa yang akan di lakukan ayura padanya.
__ADS_1
"Tuan pernah tidak merasakan bagai mana rasanya di goda oleh pelacur dan di lecehkan olehnya, jika ingin tahu aku akan beri tahu anda " ucap ayura yang membuat angga menjadi brigidik ngeri.
Angga mendorong ayura menjauh dan iya pergi dari ruang Jim, untuk menghindari ayura.