Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 33


__ADS_3

Kedua kakak beradik itu kini sudah sampai di lantai kamar ayura dimana berad, mereka masih berjalan bergandengan dan berbincang sembari berjalan hingga ayura melihat seseorang yang iya kenal sedang menunggu di depan pintu kamar hotel nya.


"Eh..... ngapain dia di sana.??? " tanya ayura pelan namun masih terdengar oleh Adit.


"Siapa kak...?? " tanya Adit yang penasaran siapa yang sedang ayura katakan.


"Ehh.. tak ada " mereka terus berjalan.


Angga yang sudah melihat ayura yang berjalan ke arahnya iya menanti nya tapi dia terkejut ada pria muda yang sedang di gandeng ayura, dan dia teringat rekaman CCTV waktu di mall pria muda itulah yang bersama ayura dan kedua anak nya.


"Ayura....???!! " sapa angga dengan raut wajah yang kesal karena ayura menggandeng tangan pria lain.


"Permisi tuan kami mau masuk... " ucap ayura dingin.


Angga menyingkir dari depan pintu membiarkan ayura membuka pintu kamar, bili yang melihat ada angga juga di situ dia pun menghampiri angga dan yang lainya.


"Kalo boleh tau tuan siapanya ayura ya..??? " tanya Adit ramah pada ayura.


"Saya... kekasihnya. !!! " jawab angga dengan tegas.


Adit melihat dengan seksama ke arah angga, iya melihat jika pria di hadapannya tersebut sangat lah berwibawa dan dari gaya berpakaian dan bicara, Adit sudah menduga kalo dia bukan lah pria muda biasa.


"Oh... kalo begitu mari tuan-tuan masuk kita bicara di dalam karena tak enak kalo disini nanti di lihat orang " Ajak Adit pada angga dan bili untuk masuk ke dalam .


Keduanya pun mengikuti Adit masuk, angga saat masuk melihat kedua anak nya yang sedang tertidur dan ayura, yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Siapa yang menyuruh kalian masuk....!!?? " tanya ayura pada angga dan bili.


"Sudah lah kalo lagi ada masalah gak boleh kayak gitu, dan mereka juga aku yang menyuruh masuk " jawab Adit sembari menghampiri ayura dan menenangkan.


Angga tak lepas pandanganya yang mengarah ke arah kedua buah hatinya yang tertidur lelap sembari sekilas terlihat ada senyuman di wajah angga.


"Tuan silahkan duduk terlebih dahulu, dan perkenalkan nama saya Radit " ujar radit berkenalan sembari menjulurkan tangannya.


"Angga .... " balas angga dengan menyambut ukuran tangannya.


"Bili....?? " yang bergantian menyambut tangan Adit.


Angga bukanya berjalan ke arah sofa, namun iya berjalan ke arah tempat tidur yang mana di sana ada dua anak yang sedang tertidur.


"Oh.... iya tuan bili sepertinya kita pernah bertemu bukan, kalo tidak salah waktu itu untuk tanda tangan surat kontrak dan anda menjadi perwakilan dari Wt.Corporation bukan??? " uajr Adit membuka pembicaraan


Sedangkan ayura pergi ke arah angga karena dia tak mau jika dia berbuat yang tidak-tidak pada anak nya.


"Iya benar tuan, kalo boleh tanya anda dan nona ayura ada hubungan apa??? " ujar bili memberanikan diri untuk bertanya.


"Emh.... saya dan nona ayura adalah saudara, saya adik kandung nya " Jawab Adit sembari menatap ke arah ayura yang sedang menghampiri angga.


"Oh.... saya kira " ucap bili.


"Eh... apa tuan, sepertinya ada salah paham nih..?? " Adit bertanya.


"Ya saya kira kalo anda adalah suami nona ayura, karena selama lima tahun kami tak bertemu dan tiba-tiba dia menggandeng pria, muda, karena selama ini nona ayura juga tak pernah bercerita jika memiliki adik " bili menjelaskan maksud perkataan nya tadi .

__ADS_1


"Hahahah... mana ada dia mau menikah sama pria yang lebih muda dari dia tuan, apa kah tuan juga ada ketertarikan dengannya??? " Adit tertawa saat mendengar perkataan bili dan dia melihat dengan lekat ke arah bili saat menatap ayura.


Sedangkan ayura dan angga kini sedang berdebat di dekat kedua anaknya yang masih tertidur.


"Yur... aku mohon berikan mereka pada ku, aku akan menjamin semua kehidupan dan masa depannya untuk lebih baik lagi " ujar bili dingin


"Tak akan sampai mati pun aku tak akan memberikan dia padamu tuan..!! " jawab ayura yang sama dinginnya.


"Tapi yur.... dia akan terpengaruh akan kehidupan mu yang kelam itu jika dia terus hidup dengan mu...!!! " ujar angga lagi.


"Iya aku tau aku adalah wanita malam tuan, tapi aku juga bisa mengajarkan dan mendidik meraka ke jalan yang benar bukan ke jalan yang aku pernah tempuh, jandi jangan berpikir aku akan membuat mereka sama dengan ku....!!! " jawab ayura.


"Yur.... aku lebih berhak atas mereka....!!! " Ujar angga lagi.


"Heh... berhak... kata anda saya yang lebih berhak, karena saya yang selama ini merawat dan membesarkan mereka dari dia hanya venih hingga sebesar ini, dan anda hanya membuang benih anda di dalam rahim saya, jadi akulah yang lebih berhak....???! " ayura yang mulai emosi agak meninggikan nada bicaranya.


Hingga bili dan Adit mendengar pertengkaran itu dan kedua anak nya pun terbangun .


"Bunda.... " ujar keduanya.


"Iya sayang anak bunda sudah bangun ya, kalian ikut paman Adit dulu ya mamah masih ada kerjaan " ujar ayura yang menyambut kedua anak nya untuk bangkit dari tempat tidur.


"Di mana paman bunda??? " tanya Galuh.


"Itu.... kalian pergilah kebawah dulu ya ini uang jajan untuk kalian jajan " ayura menyerahkan beberapa lembar uang dan menyuruh keduanya menghampiri Adit.


Adit yang melihat keponakan nya itu dai pun menghampiri nya, dia mengerti mengajak mereka untuk keluar, jadi di kamar itu tinggal ada bili ayura dan angga.


"Ayura mereka itu keturunan keluarga wiranto maka dari itu dia harus di bawa ke keluarga wiranto.. " Tegas angga.


"Tuan saya tau... Anak-anak jika hidup sekeluarga kalian dia akan bahagia dan akan mendapatkan apa pun yang iya mau tapi kau tau tuan, Anak-anak seperti mereka itu bukan lah membutuhkan kekayaan seperti kita orang dewasa yang di kejar adalah kekayaan tapi... " ayura mulai berbicara namun anehnya yang tadinya sudah emosi tapi kali ini iya bicara dengan nada yang sangat lembut


Bili yang berada di sana juga terkaget , iya kira di sana akan ada keributan besar tapi nyata tidak seperti pemikirannya itu.


"Meraka itu hanya butuh kasih sayang dan kehangatan keluarga, dan saya mau tanya apa kah di keluarga wiranto bisa memberikan itu???? kau tau sendiri bukan tuan dulu ibumu sangat tak suka dengan ku..?? kemungkinan ibu anda juga tak akan menyukai mereka, jadi saya harapan Anda mengerti, saya tidak melarang anda untuk melihat atau bermain dengan mereka, tapi yang aku minta jangan bawa mereka ke keluarga mu "ujar ayura dengan lembut.


Angga terdiam dengan perkataan ayura, karena benar anak-anak seusia mereka bukan lah harta tapi kasih sayang yang mereka ingin kan, dia iya juga mengingat jika iya dan keluarganya sedang tak baik akhir-akhir ini, dan angga juga tau jika ibu nya tak menyukai ayura.


"Baik aku tak akan membawa mereka ke keluarga wiranto, tapi bisakah kamu mengatakan dan memberitahu ke mereka jika aku adalah ayah nya.. " Angga juga mulai luluh dan iya berbicara dengan lembut pula.


"Hemm.... itu hak anda tua , karena bagai mana pun jika Galuh susah siap menikah nanti kamu lah yang akan di carinya untuk wali, dia tak mungkin mencari pamannya selagi kau masih hidup, atau tuan sendiri yang mengalihkan walinya ke orang lain "ayura menghela napas dan menjawab perkataan angga.


Angga merasa senang jika dia bisa bermain dengan kedua anaknya dan setatus iya sebagai ayah dari si kembar pun sudah di terima oleh ayura.


" Kalo begitu silahkan kalian berdua keluar sudah tak ada urusan lagi bukan...!! "ucap ayura yang kembali dingin.


Keduanya terkejut karena perubahan ayura yang cukup cepat lebih cepat dari sekedar membalik buku.


" Baik kalo begitu aku pergi dulu besok aku akan kesini untuk mengajak mereka bermain "ujar angga yang berjalan lebih dulu.


Namun bili masih terdiam karena iya merasa masih ada yang ingin iya sampaikan dengan ayura, iya ingin membahas kejadian kemaren malam, yang membuat keduanya terbuai kedalam malam panas di pinggir jalan di dalam mobil.


" Saya sudah tau apa maksud kamu tuan, tak usah kau merasa tak enak dan tak usah kau berniatan untuk bertanggung jawab, karena dirimu sendiri juga sudah tau aku wanita seperti apa" ujar ayura seakan sudah tau semua uang ada di pikiran bili.

__ADS_1


"Tidak nona bagai mana pun saya sudah melakukan itu pada anda, saya tetep harus bertanggung jawab pada anda nona, saya tau selama ini nona sudah tak menekuni lagi dunia tersebut, saya akan menerima nona dan keluarga saya juga pasti akan menerima nona dengan baik, saya tidak peduli dengan masa lalu anda dan saya juga akan menerima mereka sebagai anak saya " jawab bili panjang lebar.


Bukan karena kejadian kemaren saja bili ingin bertanggung jawab, karena memang iya juga memiliki perasaan suka terhadap ayura itu tersendiri.


"Anda orang yang baik tuan sebaiknya anda mencari wanita yang lebih baik dari saya, karena saya merasa saya tak pantas untuk anda tuan, saya sadar diri akan setatsus saya yang tak layak untuk anda tua. maaf" ujar ayura yang memeng ayura melihat bili selama ini orang yang baik meski dia itu orangnya dingin.


"Ayura.... ...!!! " ucap bili tegas namun terdengar lirih.


Ayura menatap lekat pria yang ada di hadapan ya kini, dan tiba-tiba bili berlutut di hadapan ayura sembari memegangi tangan ayura.


"Ayura.... sebenarnya saya menyukai nada sejak dahulu, tapi saya tak berani merebut batang milik tuan, jadi selama ini saya pendam sendiri rasa ini, tapi setelah kejadian semalam saya nekat dan memberanikan diri untuk mengucapkan kata ini pada kamu ayura, aku mencintaimu ayura... " ujar bili sembari mendongak ke arah wajah ayura yang cantik itu.


"Kamu bisa memikirkan nya terlebih dulu ayura, aku akan menunggu jawaban mu " sambung bili lagi yang melihat ayura yang hanya diam.


"Bukan kah sudah kukatakan tadi sebaiknya kamu cari wanita yang lebih baik dariku di luaran sana masih banyak wanita yang lebih cantik dan baik " Jawab nya dengan ketus namun masih enak untuk di dengar.


"Baik lah... tapi aku juga tak akan berhenti ayura untuk mengejar dan membuat kamu jatuh cinta padaku " bili tersenyum terpaksa dengan jawaban ayura padanya.


Tapi bili tak akan menyerah dengan mudah, dia akan memperjuangkan cintanya meski lawannya adalah tuan mudanya sendiri.


"Ya sudah ini juga udah mau malam, aku harus kembali, karena dari kemaren malam aku belum kembali " ujar bili sembari mengelus puncak kepala ayura dan berbalik badan pergi meninggalkan ayura.


"Ah... iya besok aku akan pindah ke rumah baru, dan sekalian ajak wilona ikut dengan ku untuk menemani si kembar agar tak terlalu bosa di kala aku sedang di dibuka dengan segudang pekerjaan " gumam ayura teringat dengan wilona anak ayu.


Tak berapa lama si kembar dan Adit kembali ke kamar dengan banyak kantong keresek yang berisi makanan ringan.


"Bunda kami kembali......!!!! " teriak Galuh yang kembali ceria karena sudah lupa akan bentakan ayura tadi padanya.


"Wah anak bunda susah pada kembali apa tuh yang kalian bawa banyak sekali...??! " ayura merentangkan tangan saat melihat putri kecilnya yang berlari ke arahnya.


"Ini ciki bun tadi paman yang traktir " jawab Galuh dengan gembira.


"Oh... ya sudah sangat kalian mandi dulu nanti kita akan makan keluar, sekalian ada yang ingin bunda bicarakan " ayura menyuruh meraka berdua untuk segara mandi.


"Ok bunda.... " Galuh berlari terlebih dahulu menuju ke kamar mandi.


"Kak.... aku mau tanya ala benar kakak berpacaran dengan tuan angga, kalo gak salah ingat tuan angga itu adalah pemimpin Wt. corporation??? " Adit mulai menanyai perihal hubungannya dengan angga pasalnya tadi Adit bertanya pada Adit iya menjawab jika iya kekasihnya.


"Tak ada hubungan apa-apa dengan ku, tapi dia adalah ayah dari si kembar " jawab ayura datar.


"Hah... ayah... kakak sejak kapan mengetahui jika dia ayah dari si kembar... " tanya Adit yang terkejut mengetahui jika angga adalah ayah dari si kembar.


"Sebenarnya kakak sudah tau dari 5tahun lalu cuman ya kakak diam saja karena tau kalo, orang kaya mengetahui keturunan mereka tumbuh liar di luaran maka akan di rebut paksa untuk di bawa kembali, dan kita tak akan ada hak lagi atas mereka" ujar ayura yang terlalu kebanyakan nonton drama.


"Haduh.... kebanyakan nonton drama loe kak, ya aman ada katakan gitu bagai mana pun kamu juga kan ibu dari mereka, ya pastinya akan di bawa sertakan lah " Adit menghela napas kasar mendengar jawaban ayura yang terasa terlalu mengada-ngada.


"Hem... terserah cepat kembali ke kamar mu sana, apa kau tak berencana ikut dengan kami makan....??! " usir ayura pada adiknya itu.


"Gak usah dorong-dorong ini juga mau jalan " gerutu Adit yang badannya di dorong ayura keluar.


"Iya makanya sana " ayura terus mendorong Adit.


Adit pun pergi untuk kembali ke kamarnya, ayura pun menutup pintu dan berjalan ke arah sofa.

__ADS_1


"Hah.... katamu mungkin itu hanya kehidupan dalam drama, tapi semua itu sudah terjadi pada ku dan untungnya aku masih bisa mencegah hal itu terjadi " gumamnya sembari menatap langit-lagit kamar tersebut.


__ADS_2