
Bili yang memutuskan untuk menginap di rumah ayura , yang padahal rumah orang tua bili juga ada di sekitar komplek tersebut hanya di blok sebelah... tapi entah kenapa bili lebih memilih menginap di rumah gadis itu di bandingkan pulang ke rumah orang tuanya yang berjarak beberapa meter saja dari sana.
"Itu kamar kamu ... kamar ku ada di atas jika butuh sesuatu " ucap ayura menunjuk pintu kamar yang tak jauh dari ruang tamu itu.
"Emh.... oh iya yur di dapur ada bahan masakan kan, atau ada makanan gitu... aku lapar??" ucap bili bertanya.
"Di kulkas ada bahan nya.. apa mau ku masak kan??? " tanya ayura.
"Tak usah... aku saja, kamu pasti lelah tidur lah... ini juga sudah malam " ujar bili yang menganggap rumah ayura seperti rumah sendiri.
"Emh... kau jangan ribut dan jangan membuat rumah ku berantakan...!!! " ucap ayura lagi sembari melenggang naik ke arah lantai dua untuk kembali ke kamar nya.
Bili hanya tersenyum dan berjalan ke arah dapur.. untuk mencari makanan yang bisa iya makasih kali ini karena iya lapar, Bili mulai membuka dan melihat-lihat isi kulkas apa yang bisa iya masak untuk iya makan . Iya mengambil telur dan sayur yang mudah untuk iya boleh dan cepat untuk di masak nya agar tak ribet.
Disaat bili sedang asik memasak ada seseorang duduk di meja makan dan memperhatikan, apa yang sedang bili lakukan saat ini, saat bili sudah selesai dan berbalik iya terkejut ada orang di sana.
"Astagfirullah... " gumam bili terkejut.
"Tuan anda siapa kalo boleh tau...??? kenapa anda di sini?? " tanya orang itu pada bili.
"Emh.... nama saya bili saya teman ayura " jawab bili santai.
"Oh... tenam kok seenak nya gini ya berasa di rumah sendiri gitu...??? " ucap orang tersebut.
"Lah... terus anda sendiri siapa....??? " tanya bili balik pada orang itu.
"Apa sudah selesai memasak nya...?? " tanya seseorang yang baru datang.
"Emh... sudah... mau ikut makan?? " tanya bili pada orang itu.
Orang yang ada di meja makan pun menatap kedatangan seorang wanita itu.
"Kenapa kau belum tidur...?? " tanya wanita itu yang tak lain adalah ayura si pemilik rumah tersebut.
"Aku... tadi haus hendak mengambil minum namun terkejut saat ke dapur mendapati orang yang sedang memasak... " jawab orang itu yang tak lain adalah evan.
"ππ... kau memasak lebih??? " ayura hanya melirik malas ke arah evan dan bertanya pada bili.
"Ya... sini dan makan lah " ajak bili.
Ayura duduk dan hendak memakan, makanan yang di masak oleh bili evan yang melihat itu sepertinya sangat enak dia memandangi keduanya.
"Emh.... kak.. boleh aku juga minta...?? " tanya evan ragu pada ayura.
"Dia siapa kamu yur...??? " tanya bili namun tak di tanggapi oleh ayura.
Di saat itu memang bili memasak cukup banyak, ayura hanya menatap malas karena peraturan nya di meja makan jika saat makan tak boleh ada suara.
"Ambil saja jika kau mau tuan " bili yang angkat bicara mempersilahkan evan ikut makan.
Evan dengan sigap mengambil piring dan memasukan makanan kedalam nya, iya pun makan dengan tenang dan diam, Tak lama makan tengah malam itu pun usai dengan bili yang membereskan meja sisa ketiganya makan.
"Yur pertanyaan ku tadi belum kamu jawab?? " tanya bili lagi..
"Adik tiri... " jawab singkat ayura, iya langsung berjalan ke arah ruang keluarga dan duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya.
"Kak... ini sudah makan sedang apa... di sini..??? " tanya evan yang ikut duduk di sofa.
Ayura tak bergeming dari layar monitor laptop nya, dia asik saja mengerjakan tugas nya tersebut, Bili yang sudah selesai membereskan meja dan bekas makan iya pun menyusul , keduanya ke ruang keluarga dan ikut duduk di sana.
Hanya terjadi keheningan di antara ketiganya tak ada yang angkat bicara satupun, ketiganya asik dengan kesibukan nya masing-masing, Ayura sesekali melirik ke arah kedua pria itu namun iya kembali fokus dengan laptop nya.
Karena bosan evan pun memutuskan untuk kembali saja tidur lagi karena iya juga besok pagi masih harus ke kampus, ada acara rutin untuk mahasiswa baru, setelah kepergian evan bili duduk menghampiri ayura yang masih sibuk dengan laptop nya.
"π€¨π€¨ " ayura menoleh ke arah bili yang menghampirinya dan hanya menatap bingung saja.
"Apa ada yang bisa aku bantu...??? sudah selarut ini kau belum menyelesaikan pekerjaan mu???? " tanya bili
"Tak perlu... aku memiliki insomnia jadi tak akan tidur.. jika anda mengantuk silahkan tidur saja " jawab ayura tanpa mengalihkan pandangannya.
"Separah itu kah.... apa kamu tak pernah mencoba meminum obat tidur untuk mengatasi insomnia mu biar tak berkelanjutan...?? " tutur nya lagi bertanya pada ayura.
"Emh... karena sudah terlalu lama, tidur lah... tak usah hiraukan aku " ujar ayura yang perhatian dengan bili.
"Yur kau tau tidak??? " tanya bili sambil menghadap ke ayura.
"Apa ......?? π€¨π€¨π€¨" tanya ayura dengan menatap penuh tanya.
"Kau perhatian seperti ini seperti kamu sedang memperhatikan suami mu yang, merengek minta di temani untuk tidur... ππ" celetuk bili dengan cengengesan.
"πππ.... halu terlalu tinggi... " ketus ayura dengan wajah malas nya.
"Sudah yur... ini sudah sangat larut tidur lah... masih ada hari esok untuk mengerjakan semuanya itu " ucap bili sembari menutup laptop ayura.
Ayura hanya tampak bingung saja dengan bili tapi dia hanya diam, dan mengambil rokok yang ada di atas meja nya dan menyalakan nya, lalu iya menghisap nya perlahan lalu menghembuskan asap nya.
Bili hanya menatap lurus ke arah ayura yang sedang duduk menghisap rokok di tangan nya, dan sesekali bili tersenyum sendiri entah apa yang ada di pemikiran nya itu.. entah hal kotor atau apa yang ada di otak nya sekarang.
"Emhh... yur.. aku akan pulang saja.. tak enak jika besok pagi dilihat tetangga, wanita lajang dan pria lajang diam satu rumah " tutur bili yang memecah keheningan di antara keduanya.
"Silahkan saja jika ingin jalan kaki... itu tak masalah, dan tak ada urusannya dengan ku " ketus nya dengan sesekali melirik bili.
"Iya tak apa... lagian cuman berjalan ke arah lorong depan saja tak jauh " ucap bili lagi yang mendapat tanggapan bingung dari raut wajah ayura.
"ππππ.. Sebenar nya yur.... rumah orang tua ku ada di lurong depan " bili menjawab dengan sedikit canggung dan menampakan jajaran gigi rapih nya.
"Cih... ya sudah sana hus... hus.. " usir nya dengan tanpa perasaan.
__ADS_1
"Hei... kau mengusir ku...??? bukan ya tadi kau yang mengundangku untuk menginap??? " ucap bili dengan pura-pura polos.
"Kutarik perkataan kun tadi....,!! pergilah sana aku tak butuh tamu seperti mu hus... hus.. " ayura mendorong bili untuk keluar dari rumah nya sesegera mungkin.
Bili menahan dirinya dan berbalik ke arah ayura dan kini keduanya jadi saling pandang,.
'Cup.... '
Bili mencium bibir ayura yang kin ada di hadapan nya dengan lembut, keduanya kini saling bertukar silvat kembali ayura juga tampak menikmati pangutan dari bili itu.
"Ya sudah aku pulang ya... kamu tidur lah... asalamualaikum.. " bili melepaskan nya dan berpamitan untuk pulang.
"Waalaikumsalam" balas ayura dengan salam bili.
Kini bili pergi meninggalkan rumah ayura untuk pulang ke rumah orang tua nya, ayura menutup dan mengunci pintunya lalu iya jika kembali ke kamarnya untuk mencoba tidur, untuk malam ini, karena iya juga merasa lelah.
~~
Tak terasa hari pun sudah pagi kembali, yang mana kini ayura sedang sibuk dengan aktifitas di dapurnya sedang berperang dengan kompor dan wajan, Evan yang memang ada kegiatan kampus yang mengharuskan datang paginya pun sudah rapi dan berjalan ke arah meja, padahal sekarang hari juga masih menunjukan pukul 06:00 tapi evan sudah siap saja.
"π€¨π€¨π€¨... mana ada kampus sepagi ini sudah buka...???, jangan bilang mau kelayapan... kau mau kelayapan juga mau kemana sepagi ini??? " tanya ayura yang sedang menata makanan di meja dan melihat evan.
"Emh.... biasa kak ada kegiatan untuk siswa baru.. dan aku juga ikut dalam partisipasinya, jadi aku harus berangkat pagi " jawab evan sembari meneguk air di gelas nya.
"Emh.... ingat peraturan di rumah ini.... jangan kau langgar jika ingin hidup bebas cari kontrakan sendiri " ketus ayura pada evan yang di angguki nya.
"Selamat pagi kak evan bunda???? " sapa wilona yang sudah turun lebih dulu.
"Iya pagi lona " jawab evan.
"Ya pagi " jawab ayura lembut.
"Adik mu mana sayang??? "tanya ayura
" Adek Galuh... tadi masih mandi bun... kalo aji kayak nya sih lagi pakai baju " jawab wilona sambil duduk di kursinya.
"Oh... ya sudah kalian tunggu dulu ya bunda juga mandi dulu sudah itu baru kita sarapan"ayura berjalan ke arah kamar nya untuk mandi sebelum iya mengantarkan Anak-anak nya ke sekolah.
Kedua nya hanya mengangguk mengia kan ucapan ayura barusan, dan kini keduanya asik dengan dunianya masing-masing.
Hari susah semakin siang kini ayura sedang berada di ruangnya dengan semua berkas yang bertumpuk di hadapan nya .
Ayura yang sedang fokus itu tiba-tiba di kejut kan dengan dering telpon pararel yang ada di mejanya.
"ππ πππ πππ...??? " ππππ’π ππ’πππ ππππ πππππ ππππππππππ ππ’π.
"πππππ ππππππ’π...?? " ππππ’π πππππ ππππ
"π΄ππ... πππ πππππππ ππππ ππ’π ππππ π³πππ ππ... " πππ ππ πππππ ππππππππ ππππ.
"πΎπ..π’π πππππ πππ πππππ ππππ ππ πππππππ πππ’π " πππ ππ ππ’πππ πππ ππππππππππ ππ’π.
"Mari tuan anda sudah di tunggu oleh ibu ayura di ruangan nya " ucap resepsionis itu menuntun dito menuju ke arah lift. untuk naik ke lantai atas.
'Ting.... 'terdengar pintu lift terbuka resepsionis itu keluar yang di ikuti oleh dito dan mereka melewati ruangan Mia. yang mana terlihat di sana Mia jiga sedang serius bekerja.
"pagi bu... " sapa resepsionis itu pada Mia,
"Emh... " jawab nya dan melihat siapa orang yang menyapanya.
"Eh... itu tamu yang mana yang mau menemui ayura?? tanyanya sambil bergumam saat melihat siapa orang yang melewatinya.
'Tok... tok... tok... tok.. '
" Masuk....!!!! "mendengar perintah dari orang yang berada di dalam resepsionis itu pun membukakan pintu dan mempersilahkan si tamu masuk sedangkan dia kembali ke meja kerja nya.
" Selamat pagi ibu mulut cerewet... " sapa dito pada ayura.
__ADS_1
"π€¨π€¨π€¨π€¨Ada apa nih buldozer tiba-tiba datang ke dini, tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba timbul...????? " tanya ayura dengan menyunggingkan alisnya sebelah saat dito menyapa nya.
" Ya elah... gak boleh dateng ninh jadinya.. padahal aku kan kangen sama kekasihku ini...??? πππ€ͺ"ucap nya sambil duduk di kursi di hadapan ayura.
"Idih... siapa juga yang kekasih mu... ππ" jawab ayura sinis...
"Kan aku barusan yang bilang.... oh iya yur aku datang ke sini itu mau ajak kamu...... " ucap nya yang terputus langsung oleh ayura.
"No... no... no... dan tidak mau...!! " jawab ayura dengan tegas.
"Ya elah orang belum selesai juga ngomong nya ini udah di tolak aja.. sakit tau sayang hati ku ini.. " dito mulan mendrama .
"Sudah.... aku tak mau... aku lebih baik di rumah saja bersama Anak-anak aku tak mau kemana pun " jawab ayura lagi malas.
"Padahal aku ingin mengajak kamu ke acara pernikahan angga, kamu jadi pasangan wanita ku di pesta itu huh.... ternyata kau tak setia kau malah mengizinkan kekasihnya dengan wanita lain " drama terus berlanjut.
"Haduh.......semakin malas saja aku datang ke sana. Dan kamu berhenti lah berkata aku kekasih mu... nanti ada orang yang salah paham dengan ucapan mu buldozer...!! "pungkas ayura karena iya melihat ada orang yang sedang menguping di balik pintu.
" Gak masalah biarin aja kayak gitu... plis mau lah ya temanin aku kali ini aja ok... "dito tetap saja memaksa.
" Iya ok... kesal aku "ucapnya kesal.
" Ok makasih ya cewek mulut cerewet ππππ, eh.... nanti bentar lagi makan siang nih makan siang bareng yok...?? "iya cengegesan saat mendengar jawaban ayura, dan iya mengajar ayura untuk makan siang bersama.
Ayura melihat arloji di tangan nya dan memiliki waktu sudah menunjukkan pukul 11:54 ayura segara mengemasi barang yang di hadapannya tanpa menghiraukan ajakan dito padanya barusan.
"Hoi.... aku itu lagi ngajak ngomong kamu...???? kemana tuh cerewet nya kok ilang..?? " dito yang di kacangin dia pun berteriak.
"Kamu berisik.... sudah sana aku mau jemput Anak-anak ini usah siang " ucap ayura sembari bangkit dari duduk nya.
"Ya udah... aku ikut ya beb... biar sekalian ketemu amak calon Anak-anak.. udah gitu baru kita makan bareng aja sekalian " ujar dito yang cepakas-ceplos itu.
Ayura hanya memutar mata malas mendengar perkataan dito, dia terus berjalan ke luar dengan dito yang terus saja mengocrh... sepertinya kali ini mulut cerewet nya berpinsah pada dito.Ayura berhenti dan menekan tombol lift dan menunggu pintu lift terbuka, sedangkan dito dia terus saja berbicara tanpa henti.
"Kau bisa diam tidak buldozer... panas nih kuping dari tadi nyerocos mulu gak pegel apa tuh mulut... !!! " ketus ayura yang terlihat kesal itu.
"ππππ... ok aku diem deh " malah nyengir gak karuan saat melihat ayura yang mulai bete.
Di dalam lift tidak hanya mereka berdua melainkan ada karyawan lain yang ikut serta karena waktu juga sudah menunjukan waktu istirahat jadi yang lain juga ingin keluar vdan makan siang.
"Siang bu... " sapa karyawan yang baru masuk ke dalam lift.
"Iya siang " jawabnya ramah.
"Yur... gak ada lift pribadi untuk para eksekutor apa kalo gini kan lama banget harus antri..?? " dito mulai lagi buka mulut
Namun ayura tak menghiraukan nya dan yang lain menoleh ke arah dito sembari melemparkan senyuman.
Akhirnya kini mereka sampai di bagian lobi semua orang yg berada di lift keluar... menuju tempat masing-masing .
__ADS_1