Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 25


__ADS_3

Kini tak terasa 5tahu sudah berlalu, angga tak pernah melihat ayura? di kota itu lagi dan tak pernah mendengar kabarnya lagi, setelah mengetahui jika anak yang ada di ayura adalah anak nya iya tak pernah bertemu dengan kedua anak nya.


Sedangkan ayura yang kini sadang ada di rumah sedang sibuk menyiapkan bekal untuk kedua anak nya.


"Galuh..... aji..... apa kalian sudah siap....!! " teriak ayura pada anaknya.


"Susah bunda...!! " sahut aji.


"Ih.... bunda kok teriak-teriak terus sih kan malu di dengar tetangga " pemrotes gadis kecil nya itu sembari mengerucutkan bibir.


"Kalo bunda tidak teriak kalian mana ada dengar, jadi cepat lah bunda harus cepat pergi ke tempat kerja nanti terlambat lagi " jawab ayura sembari memasukan bekal pada tas anak-anak nya.


"Huh... coba seperti anak lain kalo ada ayah pasti bunda gak harus repot kerja terus bolak-balik jemput kita " gerutu anak nya yang masih terdengar jelas di telinga ayura.


Memeng ayura sudah sering kali mendengar anak nya menanyakan di mana keberadaan ayahnya, tapi ayura terus berdalih jika ayah nya harus kerja sangat jauh dan belum bisa pulang untuk sekarang .


"Iya bun sebenarnya ayak kita di mana sih??? " tanya aji yang ikut menimpali ocehan sang kakak .


"Kan sudah sering bunda bilang kalo ayah kalian itu lagi kerja, sudah lah cepat ini tas kalian " ayura memeng sangat tertekan akan pertanyaan anak nya itu, tapi mau bagai mana lagi iya juga tak taun pasti siapa ayah dari si kembar.


Dua bocah itu berjalan mendahului sang bunda keluar rumah.



"Hah... dasar dia anak ini main pergi aja, " gerutu ayura sembari mengikuti anaknya dari belakang.


Kini semuanya masuk kedalam mobil dan, ayura meluncur dengan kecepatan sedang, dan terlebih dahulu iya pergi menuju ke sekolah si kembar..



Setelah ayura pulang ke panti asuhan 5 tahun lalu untuk mengambil aji untuk iya bawa juga, tiba-tiba iya mendapat kabar jika sang ayah sakit parah padahal baru kemaren iya melihat ayahnya ada di rumah sakit yang sama dengannya sedang mengantar istri barunya.



Setalah mendapat kabar itu ayura pun langsung pergi untuk menuju kampung halalnya yang ada di kota palembang, dengan menggunakan penerbangan dari bandung palembang.



Saat ayura sampai di kampung halaman nya, iya melihat sang ayah yang masih terlihat segar sedang duduk di teras.



Meski sang ayah tau jika anak nya menjadi pelacur di luar kota, mau bagai mana pun sang ayah memaafkan nya dan mengakui kedua cucunya, ayura pun memutuskan tinggal di sana, hinga pada saatnya sang ayah meninggal.



"Huh.... tak terasa aku sudah 5tahun meninggalkan, kota kembang dan menetap di sini, bagaimana ya kabar ayu sudah lama aku tak mendengar kabarnya " hela ayura abadi memandangi keluar jendela ruang kerjanya.



"Mba.. di panggil sama direktur utuk ke ruangnya " sapa salah satu rekan kerjanya .



"Ehhh.... Mia, iya makasih ya " ayura terkejut karena iya tadi sedang melamun.



Yura pun beranjak pergi untuk ke ruangan direktur.



'Tok.... tok.... tok.... tok.... '



"Masuk.... " ayura mendengar ada suara yang menyauti panggilannya dan iya pun perlahan membuka pintu.



"Permisi.. bu.. ibu memanggil saya ada apa ya??? " tanya ayura pada orang yang ada di ruangan direktur.



"Begini ayura, kami semua kan tau kinerja kamu sangat bagus, jadi kami memutuskan untuk mempromosikan kamu, dan melakukan masa uji coba menduduki posisi direktur di kantor yang ada di bandung, bagai mana kamu mau???? " tanya atasannya itu pada ayura.



"Hah... yang bener bu amber gak bohong ini...???? " ayura sedikit terkejut saat mendengar dirinya di promosi kan jadi direktur cabang .



"Iya benar jika kamu siap, kamu bisa berangkat besok pagi untuk menuju bandung " lanjut amber.



"Ok.. bu besok saya akan berangkat " jawab ayura.



Ada rasa bahagia saat mengetahui iya kan segera kali ke kota bandung, yang mana iya kini merindukan ayura sahabatnya itu yang telah lama tak berjumpa.



Ayura melihat jam tangan nya dan di sana susah menunjukan jam 11:30yang mana waktunya untuk menjemput ke dau anak nya pulang.



"Bu saya juga mau izin untuk menurut anak-anak, soalnya ini sudah siang " ayura sekalian izin pada amber untuk pergi keluar.



"Ya silahkan, sekalian kamu pulang untuk membereskan barang saja biar besok langsung pergi saja " saran amber apada ayura.



"Baik terimakasih , kalo begitu saya pamit pulang " ayura pergi keluar untuk mengambil tas nya dan segara menjemput anak nya untuk pulang dan meneteskan barang yang akan dia bawa besok.



"Mia aku pulang duluan ya, kalian semangat kerjanya bay.. 👋👋" sapa ayura pada teman nya.



"Iya yur hati-hati kamu di jalan, salam ya buat si kembar dari aunty yang cantik nan imut ini 😗😗😗" Mia dan ayura memeng sangat dekat.

__ADS_1



"Iya ok.. " ayura bergegas pergi pergi.



Saat ayura sampai di depan sekolahan anak nya iya melihat sang adik sedang menjemput keponakan nya.



"Hay.... kau sedang apa di sini??? " tanya ayura pada Adit.



"Ahh.... aku sedang menunggu ke dua keponakan ku " Adit kaget dan menoleh ke asal suara.



"Sejak kapan kau pulang??? " tanya ayura yang setahunya jika Adit adiknya sedang bekerja di jakarta, setelah kepergian ayahnya 4tahun lalu.



"Baru saja, aku kangen sama si kembar makanya datang kemari " jawab Adit.



"Bunda......!!!! " teriak gadis kecil nya saat sudah keluar kelas.



"Hai... sayang, bagaimana belajar hari ini??? " tanya ayura sembari memeluk putrinya.



"Hari ini biasa saja sih tak ada yang spesial " jawab gadis cantik itu.



"Hai paman.. " sapa aji yang baru datang.



"Hai... keponakan paman yang tampan 😗"ucao nya sembari merentangkan tangan dan mengerucutkan bibirnya.



"Eh... ada paman Adit..?,sejak kapan paman ada di sini?? " tanya Galuh yang baru menyadari ada Adit di sana.



"Ais..... paman sudah sedari tadi disini, kau saja yang tak melihatnya, tak seperti adik mu meski dia terlihat cuek tapi masih bisa melihat paman " Adit sok merajuk di hadapan anak-anak, sari memberi muka cemberut.



"Ututututu...... paman ku jangan merajuk dong " Galuh turun dari pangkuan ayura dan menghampiri Adit.



"Ya sudah ayok masuk ke mobil kita pulang, lanjutkan di rumah kangen-kangennya " celetuk ayura membuyarkan keduanya yang sedang kangen-kangennya.



Semuanya pun masuk kedalam mobil untuk pulang terlebih dahulu dan selalu itu makan siang.



"Oh iya,....??... mulai besok kita pindah ke Bandung sayang, kalian akan pindah sekolah juga ke sana " ujar ayura pada kedua anak nya.



"Hah... kok dadakan sih bun??!! " tanya aji yang diam itu mengeluarkan suara.



"Iya sayang, bunda juga baru di beritahu oleh atasan bunda untuk, pindah tempat kerja ke Bandung " jawab ayura menjelaskan pada putranya itu.



"Oh... ya sudah lah ikut apa kata bunda saja " sahut aji lagi.



Galuh dan Adit sedang asik bermain dan bercerita tentang sekolahnya.



"Kamu mau ikut kakak sekalian balik apa, masih mau di sini??? " tanya ayura pada Adit sembari fokus menyetir mobilnya.



"Ah... aku di sini dulu kakak, mau berziarah ke makam ibu dan ayah , setalah itu masih ada reuni, jadi sekitar seminggu lah aku di sini baru balik jakarta " jawab Adit atas pertanyaan yang di layangkan sang kakak.



"Bahkan aku juga baru sampai masa udah balik lagi, jadi aku mau nikmatin aja dulu masa libur ku kak " sambung Adit lagi.



"Memeng kita mau kemana bunda?? " tanya gadis kecil itu yang tak mendengar perkataan sang ibu tadi.



"Kita akan ke Bandung sayang " jawab ayura lembut.



"Kita berapa hari aldi sana bun?? " tanya nya dengan polos.



"Mungkin selamnya sayang, soalnya bunda dipindahkan kerja ke sana , jadi kalian juga akan sekolah di sana nanti, mau kan??? "jawab menjelaskan.



" Aiii.... kenapa dadakan sekali bun, aku dan adik kan belum sempat berpamitan dengan teman-teman dan ustazah bunda " rengek sang putri kecilnya, itu ya di sekolah nya mereka memangil guru mereka dengan sebutan ustazah.

__ADS_1



"Besok pagi sebelum pergi ke bandara kita pamit dulu sebentar, nanti baru pergi " ayura mencoba membujuk anaknya itu.



"Bener loh ya bunda " ujar Galuh yang menjadi gembira kembali.



"Iya... " jawab ayura.



"Kak... kakak... nanti akan berpamitan terlebih dahulu pada tante windi apa tidak??? " tiba-tiba Adit bertanya pada ayura tentang ibu tiri nya.



"Lihat nanti saja, kalo masih ada waktu " jawab ayura dengan datar.



Adit sungguh paham benar perangai sang kakak, yang kurang senang dengan windi yang menjadi ibu tiri nya, karena bagai mana pun ayura tak pernah merestui pernikahan ayahnya dengan dia, maka dari itu dia dulu memutuskan untuk merantau ke Bandung.



"Emh... tapi sebaiknya kau berpamitan dulu, meski bagai mana dia juga mamah sambung kita kak " saran Adit pada ayura.



"Kita sudah sampai, ayok kita turun dan ganti baju kalian " ujar ayura mengacuhkan ucapan adiknya dan mengajak anak-anaknya turun.



Adit hanya menghela napas, dan mengikuti meraka masuk kedalam rumah. Ayura yang langsung berjalan ke arah dapur untuk mempersiapkan makan siang nya. dia mengikat rambut lurusnya ke atas yang kini menampakan leher jenjang nan putih itu yang membuat Adit sebagai pria normal itu sedikit tergoda.



"Astaghfirullah..... " Adit menyebut dan mengusap mukanya.



"Kak... aku akan ke atas melihat si kembar " ujar Adit sembari berjalan ke arah kamar si kembar.



Ayura mulai berkutat dengan semua peralatan dapur dan sayuran yang akan iya masak untuk makan siang.



"Heh.... memang dia siapa aku harus berpamitan dengannya " gumam ayura mengingat perkataan Adit saat di mobil tadi.



Sedangkan kini di bandung yang mana ada gadis yang bergelayut manja di tangan pria yang bertubuh tegap nan kejar dengan laras yang tampan.


"Sayang... apa masih lama??? " tanyanya dengan manja.


"Bukan kah aku sudah mengatakan ya tadi padu sebelum kita pergi, untuk kau tak ikut...!!! " jawab pria itu dengan ketua dan dingin.


"Tapi kan aku tak mau kau nanti digoda oleh para wanita rendahan " jawabnya dengan manja sembari menggenggam erat tangan pria itu.


"Gabriel bisalah kau melepaskan tangan ku, aku tak suka, kau menggangu saja " gerutunya sembari melepaskan tangan gabriel dari lengannya.


Ya pasangan tersebut adalah gabriel dan angga, yang mana setelah ayura yang pergi tak tau kemana , gabriel semakin meraja lela dan sesuka hatinya.


Meski sampai sekarang angga tak pernah menerima perjodohan itu.


"Iiiissss.... sayang kok kamu gitu sih " dosisnya kesal sembari mengerucutkan bibir merahnya itu.


Angga di buat malu oleh tingkah gabriel di acara pertemuan kali ini, angga yang sudah tak ada mood lagi itu dia pun pergi keluar dan menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan gabriel di sana sendiri.


"Argghhh...... dasar pria tak berperasaan aku malah di tinggal " gumamnya kesal, gabriel pun menaiki taksi untuk pulang.


"Kamu bawak kemana anak-anak, ku ayura gadis bodoh...!?! " gerutunya sembari memukul setir.


Angga membawa mobilnya untuk pulang, saat sudah sampai di rumah iya masuk dengan kesal.


"Selamat datang kembali tuan.?? " sapa pelayan yang ada di sana.


"Emh... " jawabnya singkat.


Dan tak lama ada bili yang bersama dito datang.


"Selamat datang tuan bili tuan dito " sapa pelayanan yang membukakan pintu.


"Apa tuan angga sudah pulang??? " tanya bili pada pelayan itu.


"Sudah tuan, dia sekarang ada di kamarnya " jawab pelayan itu.


Bili dan dito pun langsung melangkah ke arah kamar angga, untuk menemuinya.


'Tok.... tok.... tok... '


terdengar tiga kali ketukan pintu angga yang berasal di dalam kamar melangkah ke arah pintu dan membuka kan nya dan terlihat, dia pria yang iya kenal.


"Ada apa..???!! " tanya nya saat melihat dia sosok di hadapannya.


"Begini.... tuan saya hanya ingin memberi tahu kan, anda bahwa proyek yang sedang berjalan yang bekerja sama dengan YD kolgs tua " ujar bili melaporkan laporan nya.


"Huh... sudah ku duga, baik sebentar aku akan segara ke sana " angga menutup kembali pintu kamarnya.


"Eehhh... aku bukan belum bilang apa tujuan ku kesini ....??" ujar dito


"Dit... bagai mana pekerjaan yang di beranian padamu apa kamu sudah menemukan petunjuk ???? " tanya bili pada dito sembari berjalan ke ruangan bawah.


"Itulah tujuan ku datang kesini, ingin membacakan masalah itu, soalnya sudah 5tahun kita mencari masih belum juga menemukan petunjuk yang jelas, tapi kemaren saat aku ke luar kota, aku melihat wanita yang sangat mirip dengan nya " ujar dito menjelaskan maksud dan menjawab pertanyaan bili.


"Ini sudah membuat beban bagi kita sudah cukup lama tapi masih juga belum menemukan titik terang. seakan ini memeng sudah direncanakan oleh mya, karena kontak mya pun tak dapat di hubungi " ujar bili yang bingung .


"Tah lah " jawab dito yang sudah pusing.


Ya saat ayura ingin pulang kampung saat itu karena terburu-buru hingga tak sadar jika ponselnya terjatuh di jalan, saat menaiki taksi untuk menuju ke rumah sang ayah batin sadar saat sudah sampai rumah, jadilah selama itu ayura tak dapat di hubungi lagi oleh mereka.


Bili dan yang lain sudah berulang kali bertanya pada ibu panti ataupun, ayuna dan mencari ke rumah yang sempat di beli ayura namun belum sempat di tempati. Namun hasilnya nihil tak menemukan apa pun di sana, sampai saat ini juga angga masih sering berkunjung ke panti atau ke rumah ayuna dan rumah ayura, iya berharap akan ada kabar tentang ayura.

__ADS_1



__ADS_2