Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 57


__ADS_3

Hari ini hari minggu yang mana ayura tidak ke kampus namun iya bekerja di cafe dari pagi hingga sore hari, ayura yang sedang sibuk bekerja tiba-tiba ada temanya yang menghampiri dia.


"Yur... pacarmu menunggu kamu di depan tuh... samperin dulu, deh" ujar teman itu sembari menepuk pundak ayura pelan.


"Eh... iya mba makasih ya, saya ke depan dulu , dan maaf ini tolong antar ke meja nomor 8 ya mba " ayura menyerahkan nampan yang berisi makanan yang harus di antara ke pelanggan.


"Ya.. pergilah " rekan nya itu menerima nampan yang di serahkan oleh ayura..


Ayura berjalan ke arah depan untuk menemui kekasihnya yang ada di bagian depan sedang menunggu dia, saat ayura keluar dari dalam cafe iya melihat Yuda yang sedang duduk dan menikmati kopi yang ada di hadapan nya .


"Hai... kak..!?? " sapa nya pada kekasihnya tersebut.


"Emh.... " Jawabnya sembari tersenyum.


"Ada apa nih kak masih pagi usah nyari in yura...???? kangen ya 😊"tanya ayura pada Yuda yang tak biasanya mencari dia di pagi hari seperti ini.


" Kau tau saja kalo aku kangen 😊😊, aku ke sini mau ngajak kamu nanti malam kamu ada waktu kan sayang, soalnya aku mau ngajak kamu ke acara makan malam bersama kelen kerja ku "jelas Yuda dengan maksudnya menemui ayura.


" Oh... ada kok kak.. tapi kok kak repot harus nyamperin padahal kan bisa lewat telpon saja..? "ujarnya


" Aku juga kan ingin ketemu sayang masa gak boleh sih... aku juga mau liat apa ada pria yang menggoda mu atau tidak,...?? kalo ada bakal aku sunat dai "ujarnya dengan menampakan muka serius.


" Ih... kejam kali lah kak... masa mau di sunat lagi tar habis bagai mana dong, masa dia mau jadi kasim gitu...?? "ujar ayura dengan Mengernyitkan kening nya.


" 😃😃😃kamu terlalu serius sayang "Yuda mengacak rambut ayura , iya merasa gemas dengan tanggapan ayura.


" Is. . kak... rambutku jadi berantakan kan ?? nanti aku tak cantik lagi loh "ujar ayura sembari cemberut.


" Iya maaf sayang maaf.. ya sini aku rapikan lagi "Yuda bukanya merapi kan nya iya malah semakin mengacak rambut ayura hingga sangat berantakan.


" Aaahhh... sudah ini sudah kusut rambut ku "ucapnya sembari cemberut.


" Soalnya kamu gemesin sih, pengen gigit tau..! "Yuda terlihat gemas melihat ayura dengan penampilan rambut berantakannya.


" Bukan gemesin kayak gini mah udah kayak gembel gak nyisir setahun..! "celetuk nya sembari merapihkan kembali rambutnya.


Ya begitulah drama kedua sejoli itu kadang membuat orang iri dan kadang juga membuat orang geleng-geleng kepala melihat tingkah keduanya, yang seperti tak bisa akur satu sama lainya .


~~


Tak terasa kini hari pun sudah sudah beranjak senja, ayura yang sudah ada di kamar kos nya sudah bersiap untuk, pergi makan malam bersama Yuda, dan menunggu Yuda menjemputnya.


"Emh.. aku nanti di sana bagai mana ya...?? aku kan gak tau kehidupan para orang kantoran dan apa yang akan mereka bahas, pastilah aku akan mati kutu tak mengerti jalan pembicaranya " gumam ayura yang mulai kepikiran, tentang acara makan malam nanti.


Tak lama terdengar suara deru mesin mobil di halaman depan kosan nya tersebut, ayura pun mengambil tas dan HP nya lalu berjalan ke depan pintu , lalu menutup nya kembali, saat keluar ayura melihat tetangga kos nya sedang pada nongkrong di depan sedang menikmati angin senja, yang padahal sebentar lagi magrib bukannya pada masuk itu malah pada asik nongkrong dan bermain gitar.


"Mau kemana yur...?? " tanya salah satu orang di sana.


"Saya mau pergi sebentar mba " jawab ayura sembari tersenyum ramah.


"Sama siapa...??? sama pacar nya ya...?? " tanya nya lagi.


"Iya mba 😊" ayura menjawab sembari sedikit malu.


"Oh... ok hati-hati aja ya.. meski kamu bareng pacar kamu, kamu tetep kudu hati-hati karena kamu anak gadis, mana kamu di sini merantau, mba mah cuman ngingetin aja " ujar orang tersebut yang dekat dengan ayura selama iya merantau di bandung.


"Iya mba yura pasti hati-hati, ya sudah yura berangkat dulu ya mba asalamualaikum" jawab nya sembari berlalu dan mengucapkan salam.

__ADS_1


"Waalaikumsalam "


Ayura menaiki mobil yang sedari tadi sudah menunggu nya di halaman rumah.


"Maaf ya kak aku lama tadi aku pamit dulu sama ibu kos " ujar ayura sembari mengenakan sel bath.


"Iya gak papa lagian masih agak lama juga kok, ini kita mau ke toko baju dulu buat beli baju dulu udah itu baru kita pergi makan " jawab Yuda dengan tersenyum.


Yuda pun melajukan mobil nya meninggalkan area kos-kosan ayura dan membelah keramaian jalan kala senja itu, karena banyak juga muda-mudi yang berlalu lalang untuk berkencan dengan kekasihnya di minggu senja ini.


~~


Tak terasa kini sudah jam 19:06yang mana Yuda sudah berada di restoran tempat iya dengan kelen nya janji temu dan makan bersama di sana, tak berapa lama semua nya sudah berkumpul dan kini makanan juga sudah tersaji di meja panjang di hadapan mereka, dan kini semuanya menyantap hidangan itu dengan canda tawa namun berbeda dengan ayura yang di biasakan dari kecil jika sedang berada di meja makan jangan banyak bicara apa lagi jika sedang makan.


Jadi sedari tadi iya hanya menyimak dan diam sambil menyantap makan malam nya.


"Yud... ini kah orang yang kau maksud itu...??? dia lumayan juga pantas lah dengan harga yang mereka tawar kan " bisik salah satu orang yang ada di dekat yuda.


"Emh.. siapa dulu yang mancing mangsa nya " balas yuda berbisik sembari membanggakan diri nya.


"Iya lah aku akui kemampuan seorang yuda Yudistira, ini memang tanpa tanding ,bisa menarik mangsa yang berkualitas tinggi " bisik nya lagi mengiakan perkataan yuda.


Kini semuanya sudah selesai dengan acara makan mereka dan kini tinggal lah mereka semua berbincang masalah bisnis mereka masing masing, dan ayura hanya sesekali menjawab jika ada yang bertanya padanya.


Ayura yang merasa ada panggilan alam dia pun berpamitan untuk pergi ke toilet sejenak untuk menuntaskan panggilan tersebut.


"Oh iya yud DP sudah di transfer ke rekening loe... dan nanti bisa kan gue bawa barang nya sialnya mada udah nanyain mulu tuh...? kan loe juga tau gimana sikap madam " ujar teman yuda tersebut.


"Iya bawa aja... gue juga udah dapet uang nya kok.. oh iya jagain tuh barang mulus jangan sampek kabur... oh iya jangan lupa cepet lunasin sisanya.. apa lagi tuh barang kan udah di tangan. dan gue jamin cewe ini itu masih murni " ucap yuda, namun yuda tak sadar ternyata ayura sudah ada di sana dan mendengar kan pembicaraan mereka.


Ayura yang gak ngerti dengan pembicaraan mereka tadi langsung duduk aja di sebelah yuda kembali .


"Iya gak papa kok kak... aku juga bisa pulang sendiri, gak usah ngerepotin " jawab ayura sungkan.


"Gak kok tenang aja lagian aku ini bukan orang lain " jawab teman yuda menimpali.


Ayura hanya tersenyum melihat teman yuda itu, namu di dalam hatinya iya ada perasaan tak enak , namun ayura juga tak tahu perasan apa jadi iya mencoba menepis nya.


"Ya udah aku pergi dulu ya " yuda pun beranjak lebih dulu untuk pergi dari restoran tersebut dan meninggalkan ayura dengan temannya.


"Iya kak " angguk ayura.


"Nama kamu ayura ya, kenali nama ku Juna " ujar nya sembari mengulurkan tangan pada ayura.


"Iya " jawab nya singkat.


"Ya sudah ini juga sudah waktunya.. ayok kita pergi juga dari sini " ajak juna yang beranjak dari duduk nya.


Ayura hanya mengikuti juna dari belakang untuk menuju ke mobil nya, ayura tak tahu dan tak akan menyangka jika malam ini akan begitu naas baginya, dan iya juga tak tahu jika iya telah di jual oleh kekasih nya sendiri, kepada seorang mucikari yang cukup terkenal di kota tersebut.


Mobil yang mereka tumpangi melaju dengan kecepatan sedang, ayura yang melihat kejalan sekitar iya merasa itu jalan yang berbeda dari yang sebelum nya iya lewati, dan di sini iya mulai merasa curiga.


"Kak...??? kita mau kemana...?? ini bukan arah pulang ke kosan ku..?! " ujar ayura buka suara.


"Iya memang bukan... kau malam ini bekerja untuk madan karena madam sudah membeli kamu dari yuda dengan harga tinggi jadi kamu sebaiknya diam saja " juna... menunjukan sikap aslinya.


"Jual maksud nya apa kak... bukanya kakak di suruh nganterin aku pulang ya, kata kak yuda terus maksud aku sudah di jual dan madam itu siapa...?? " tanya ayura yang tak tahu apa-apa itu

__ADS_1


"Ya kau sudah di jual oleh yuda, kepada madam untuk di jadikan pelacur... dan kamu sudah ada yang membeli dengan harga tinggi " ayura terkejut saat mendengar perkataan juna barusan.


Ayura mencoba untuk keluar melompat dari mobil namun pintu mobil di kunci, jadilah iya tak bisa keluar ayura hanya bisa pasrah dan menunggu mobil berhenti dan di buka kuncinya baru lah iya akan pikirkan lagi cara iya melarikan diri.


"Kak.. aku mohon lepaskan aku...!!!?, aku tak mau jadi pelacur... kak... aku mohon lepaskan aku.. aku mau pulang turunkan aku disini...!!!? " rengek ayura yang terus memohon pada juna untuk melepaskan nya .


Namun juna sama sekali tak bergeming meski ayura sedari tadi sudah memohon padanya, kini mobil yang di kendarai juna telah tiba di pelataran sebuah club malam.Ayura yang sudah bersiap-siap untuk lari dia melepas sendal nya saat pintu terbuka ayura mendorong tubuh juna, juna yang tak siap pun terdorong ke belakang dan ayura langsung berlari sembari menjunjung sandal dan mengangkat dress yang iya ke akan.


"Sial.... dia kabur.. kenapa kalian diam saja cepat kejar dia.....!!" Teriak juna pada para penjaga yang sedari tadi hanya memperhatikan juna.


"Baik taun...!! " jawab mereka dan langsung mengejar ayura yang berlari ke arah jalan.


"Merepotkan saja, harus main kejar-kejaran segala kata film India saja " gerutu juna sembari mengibas-ngibas kan tangan ya di bokong nya tadi terduduk di tanah.


Setelah beberapa menit main kejar-kejaran akhirnya ayura di bawa kembali ke club malam dan di dalam club, masa sudah menunggu dengan kesal dan tangan di lipat di atas dada.


"Lepaskan... aku aku mohon...!!! aku ingin pulang " berontak ayura.


"Diam lah nona jika kau tau mau kami berbuat kasar...!! " bentak salah satu orang yang memegangi ayura.


"Manis pasti kamu haus kan abis main lari-lari ini minum dulu " ujar madam dengan lembut.


"Gak... gak mau...!! " Ayura memberontak dan madan dengan paksa mencekokki ayura air yang sudah dia beri obat itu.


Ayura terus saja menyembur kan air tersebut, madam yang sudah geram mencengkram mulut ayura dan memasukan langsung obat kedalam mulut ayura.


"Apa yang kau masukan kedalam mulut ku...!!! " pekik ayura.


"Makanya kau menurut... jadi aku tak harus berbuat kasar seperti ini, sudah bawa di ke kamar yang sudah di pesan dan ingat ikat dia dengan baik jangan sampai kabur, karena pelanggan akan segera datang " ujar madam memberi perintah pada orang-orang nya.


Ayura kini sudah di ikat di atas ranjang iya tak bisa berbuat apa-apa lagi dia hanya pasrah dan menyalahkan akan nasib nya yang buruk itu, iya berharap ada orang baik yang akan melepaskan nya, namun kini badannya terasa panas obat yang di berikan madam tadi mulai bereaksi pada ayura.


"Huh... ini panas sekali... aakkkhh... tolong siapa pun tolang.. ini panas... " ayura terus meminta tolong dengan suara lirihnya.


namun tiba-tiba pintu kamar nya terbuka ada orang yang masuk ke sana dengan di papah seseorang, sepertinya itu seorang pria, dan pria itu juga sepertinya dalam keadaan terpengaruh oleh obat.


"Tolong... kak... tolong.. saya.. " rintih ayura meminta tolong.


Namun tak dihiraukan oleh orang tersebut, pria yang di letakan di sebelah ayura, kini mulai bersentuhan dengan tubuh nya dan ayura merasa dingin dengan sentuhan itu dan iya menuntut lagi dan lagi, namun iya juga mafih sedikit sadar.


Laki-laki itu mulai kepada kendali dan menindih tubuh ayura.


"Ka.. kamu mau apa... minggir... aakkkmhh..... "


"Diam lah... ini dingin... "


Ayura memang tak menyangkalnya kulit mereka yang saling bersentuhan itu membuat tubuh mereka yang panas, menjadi terasa dingin. Ayura yang mulai tak tahan dengan panas di badannya mulai terbawa, suasana permainan pria itu.


Dan di situlah semua masa depan dan mahkota ayura hilang di renggut oleh orang yang tak iya kenal sama sekali, dan disitu lah awal dari kehancuran kehidupan ayura, Di malam itu juga terjadi pertarungan sengit di atas ranjang ayura dan pria yang entah siapa,


Yang membuat keduanya terbuai oleh cinta satu malam itu, adegan panas yang tak bisa terelakan, yang membuat keduanya melayang ke akan ke surga tersebut, hingga melupakan semua yang ada di bumi.


~``~𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠 𝙊𝙛𝙛 ~``~


Ayura melihat Mia yang sudah tenang di pelukannya dan Mia juga sudah tertidur, iya membaringkan Mia di atas kasurnya dan menyelimuti nya sebelum ayura pergi berlalu.


"Kau masih beruntung Mia masih bisa lari dari semua itu, dan tak seperti nasib ku yang abgat buruk kala itu " ucap ayura sembari menatap sendu ke arah Mia yang sudah tertidur.

__ADS_1


Ayura pun keluar dan menuju ke dapur untuk mencari makanan karena iya sedati tadi belum makan malam, jadi perutnya terasa lapar apa lagi setelah teringat kembali kejadian pahitnya dulu, yang terpaksa membuat iya hidup menjadi pelacur untuk melunasi hutang mantan pacar nya itu.


__ADS_2