
Laki memberikan lampiran kertas kopian yang di sana sudah berisi kan sama persis dengan dokumen yang iya pegang.
"Baik lah berkas sudah saya berikan silahkan Anda liat dulu pak, sebelum rekan saya mempresentasikan nya " jabar ayura.
"Ya bun ayura " jawab mereka dan melihat nya sekilas.
"Baik.. saya akan mempresentasikan " Laki mulai berbicara dan sebelum itu iya memandang dulu pada ayura selaku atasan nya itu.
Ayura mengisyaratkan dengan anggukan pelan sembari tersenyum tipis.
"Baik lah di pertemuan ini, kami ingin menjelaskan pada anda apa maksud nya, jadi begini tutup poin Saja, untuk fashion tahun yang akan mendatang dari perusahan kami mengusik kan dengan mengikuti gaya hidup para anak muda, "jelas Laki dengan satu kali tarikan napas, dan sesekali iya melirik ayura dan klien mereka.
"Seperti sekarang yang mana para remaja perempuan, kebanyakan mengikuti atau arah kiblat fashion mereka ke ala K-pop idol, " Laki yang sedari tadi merasa grogi berangsur terbiasa.
Ayura hanya tersenyum tipis, saat melihat Laki tak lagi grogi, karena dari awal iya masuk ke restoran itu sudah terlihat gemetar.
"Tapi pak Laki.... bukan kah kita sejak dulu mengusung, fashion adat dan daerah, dan muslim, jika kita beralih, bukan kah itu berbeda arahan, kita juga harus mengangkat fashion dalam negri " usul sang sekertaris klien.
"Ya tuan kami , tidak akan menghilangkan unsur budaya kita, tapi kita juga akan mengambil apa yang sekarang sedang banyak di gandrung-i oleh para remaja, di era sekarang, tapi tak akan menghilangkan cirihas dalam negri, atau harus mengambil semua gaya para fashion barat atau yang lain nya " pungkas ayura saat melihat Laki yang tampak sedikit bingung untuk menjawab pendapat klien.
"Apa anda yakin bu ayura, jika kita melakukan improvisasi seperti ini akan melejit di luaran sana..?, tapi saya agak sedikit ragu dengan ide anda ini...? " ujar nya yang masih memiliki keraguan.
"Tenang lah tuan, saya yakin 100% dalam kita berimprovisasi dengan yang sedang tren ala K-pop, pasti akan sangat laku keras dalam pasaran, dalam atau luar negri nantinya " Jawab laki dengan percaya diri.
"Baik... jika menurut kalian akan sangat laku di pasaran, tapi jika ini di luar perkiraan, saya tak ingin mengambil resiko " ucap klien itu.
"Atas ke untung-an dan kerugian anda dapat lihat, di kopian yang saya beri itu tuan silahkan " ucap ayura dengan tegas.
Semua nya kembali melihat dan membalikan kertas yang ada di tangan mereka, ternyata ada dua lapis.
"Bagus atas kinerja anda buk ayura, anda sudah siap dengan segala nya dan matang dalam semua strategi " puji klien itu pada kinerja Ayura.
"Terima kasih atas pujian anada tuan, ini semua juga atas kinerja semua tim " ayura menanggapi dengan memuji kembali kinerja para bawahan nya.
Tak terasa kini mereka pun sudah selesai, klien nya sudah pulang meninggalkan restoran sedangkan ayura dan laki masih ada di sana .
"Bu.. apa kita akan langsung kembali ke kantor atau, akan pergi kemana...? " tanya laki
"Kamu bisa kembali ke kantor, saya masih ada pertemuan lain lagi, ini ongkos taksi kamu " ayura memberikan dia lembar kertas uang seratus ribu.
"Eh... tak usah bu saya masih ada , " tolak nya sembari menyodorkan kembali uang itu pada ayura.
"Ambil saja.... itu anggap saja sebagian bonus kamu, karena hati ini kamu sudah bekerja dengan baik " Ayura kembali menyombongkan uang tersebut sembari iya beranjak pergi.
"Ah... baik lah saya Terima ini bu, Terima kasih " Laki menerima nya mau tak mau karena iya juga tak enak untuk memaksa mengembalikan niat baik ayura.
Keduanya meninggalkan restoran tersebut dengan tujuan masing-masing, Dengan Laki yang kembali ke kantor sedangkan ayura dia entah ingin pergi kemana.
~~
Sedangkan Angga kini sedang ada di kantor nya, sedang duduk menghadapi sua dokumen yang menumpuk di meja nya, entah lah kenapa bisa menumpuk begitu padahal dia tak ada libur selama ini.
'Tok... tok... tok... '
"Masuk... "
"Permisi tuan " Ujar orang yang masuk ke ruang kerja Angga.
__ADS_1
"Ya ada apa bil...? " ucap Angga tanpa mengalihkan pandangan nunggu iya sudah tau siapa yang masuk keruangan nya.
"Ini tuan saya hanya ingin memberikan undangan, dari salah satu mitra yang bekerja sama dengan kita " jawab Bili sembari menyodorkan undangan itu pada Atasannya itu.
"Emh... undangan apa...? " tanya Angga dengan tak berniat untuk melihat nya sendiri.
"Undangan untuk acara amal tuan susah saya cari tau Ternyata A'W koleg's juga akan turut hadir, tapi saya juga tidak tau apa itu akan hadir atau tidak, tapi dalam daftar tamu itu sudah tercantum " jabar Bili dari yang penting hingga yang tak penting pun iya katakan .
"Emh... nanti saya pikirkan saja lagi, karena kamu bisa liat sendiri pekerjaan saya ini..? " ujar Angga.
"Baik tuan jika anda ingin menghadiri nya beritahu saya, akan saya siap kan segalanya " ujar Bili lagi.
"Memang acaranya akan di selenggarakan kapan...? " tanya Angga lagi penasaran.
"Di undangan itu, tercantum waktu acara akan di mulai, pada sore ini tuan " jawab Bili lagi
"Oh... saya tak bisa pergi, untuk mewakili perusahaan kau saja yang pergi " ucap Angga.
"Baik lah tuan "
"Ya sudah sana, saya masih ada banyak pekerjaan " usir nya pada Bili.
"Baik tuan, saya pamit untuk kembali bekerja "
"Emh"
Bili keluar ruangan Angga untuk menuju ke ruangan nya dan segera menyelesaikan pekerjaan nya sebelum iya, pergi memenuhi undangan salah satu mitra kerja sama nya itu.
'Tok... tok... tok... '
"Ini aku Angga " balas nya yang membuat Angga langsung mengalihkan pandangan nya ke arah pintu, karena ternyata yang masuk buka lah Bili melainkan seorang wanita.
"Mau apa kau kesini...? " Ujar Angga dengan nada ketus nya itu.
"Apa aku tak boleh berkunjung ke kantor suami ku sendiri...? " ya itu adalah gabriel yang entah ada angin apa tiba-tiba datang ke kantor Angga.
"Heh... katakan apa mau mu...? aku tak banyak waktu untuk melayani mu, aku masih banyak pekerjaan " masih dengan acuh dan ketus nya, dan tampa melirik ke arah sang istri, yang sedang berbicara dengan nya .
"Tidak ada aku hanya ingin melihat-lihat saja karena aku bosan berada di rumah " balas Gabriel dengan nada angkuh nya juga.
"Oh... ternyata kamu menerima undangan ini juga...? " ujar nya yang melihat ada undangan di atas meja kerja Angga.
"Apa ada urusannya dengan mu, jika tak ada hal penting pergi saja " ujar Angga masih dengan ketus nya.
"Tenang lah.. aku tak akan buat masalah " entah lah apa yang terbesit di isi kepala Gabriel saat melihat undangan tersebut, hingga membuat iya tersenyum.
Sejenak keduanya saling terdiam Gabriel juga dia hanya memutar-mutar kursi yang iya duduki itu, sembari memegangi undangan di tangan nya dan melihat pesan masuk di ponsel nya.
"Huh... seru, baik kita coba saja " gumam nya pelan saat membaca pesan.
"Em.. emh.. Begini Angga suami mu tercinta... bagai mana kalo kita buat taruhan dengan ku...?! " ujar Gabriel kembali membuka pembicaraan.
"Aku tak ada waktu untuk bermain dengan mu...! " ketus nya.
"Hai... aku belum memberi tahu mu permainan apa, jangan kau menolak nya di depan, aku yakin kamu akan tertarik dengan penawaran ku...?! " ujar Gabriel dengan sangat percaya diri nya.
"Bagi mana kalo kita menghadiri acara amal ini bersama,... " belum juga selesai berbicara ucapan nya sudah di potong oleh Angga.
__ADS_1
"Tidak tertarik " pungkas nya singkat.
"Yo.. dengar kan dulu aku berbicara...?! " ujar Gabriel pantang menyerah.
"Bukan kah kau sedang mengejar kembali Ayura...?! bagai mana kalo kita hadir ke sana..!? dan mengetes apa kah ayura ada respek dengan kamu atau tidak...! " seloroh Gabriel yang padahal dalam hatinya, sangat benci iya mengatakan hal itu.
"Jika nanti dia ada respek,maka aku akan mengizinkan mu, untuk kau madu..?, tapi jika tidak ada, maka kamu harus bisa melupakan nya dan membuang dia dari pikiran mu sejauh mungkin, Bagai mana mau tidak...?! " seloroh nya lagi entah lah apa niat nya, hingga iya memberikan penawaran tersebut pada suami nya itu.
Angga sejenak terdiam akan penawaran Gabriel itu, Bener juga pikir nya, jika dia bisa membuat ayura respek padannya, dan istri nya juga rela untuk di madu toh, apa boleh buat, karena jika Angga harus mencerai kan Gabriel Angga juga akan di hapus dari ahli waris, dan juga Anak-anak Akan celaka di tangan Sang ayah.
Sebenernya juga entah apa niat Gabriel sebenarnya juga, dengan ucapan nya itu yang ingin di madu, Tapi Angga juga tau dengan jelas sikap ayura, yang terlihat acuh tak acuh, iya sama sekali tak perduli dengan perlakuan hangat, dan perhatiannya selama ini.
"Ck... tak ada untung bagi ku... keluar lah.. " tolak Angga sembari mengusir Gabriel keluar.
"Cih... tak tau di ajak berbisnis yang cukup menguntungkan..! " decih nya kesal sembari berjalan keluar.
"Oh iya jika berubah pikiran, kamu tinggal beritahu aku saja, aku tunggu kabar nya " Gabriel menghentikan langkah nya dan berbalik kembali.
Angga melihat ke arah Gabriel dengan tatapan malas nya, apa lagi mendengar perkataan nya, namu itu juga membuat Angga menjadi memikirkan nya kembali, tawaran Gabriel.
"Ck... istri bodoh macam apa yang ku nikahi, ada ya yang menyuruh suaminya berpoligami dengan pengucapan enteng macam itu...?! " gumam nya sembari mengumpat.
Angga kembali berfokus dengan semua dokumen nya lagi, karena itu masih menumpuk di hadapan nya.
Sedangkan kini Aditia yang sedang ada di tugas kan juga ke bagian kantor pusat yang berada di bandung, Dia memberi tahu sang kakak untuk menjemput nya di bandara.
"Kak....!!! " teriaknya sembari berlari ke arah sang kakak.
"Heh kamu itu sudah berapa tahun kenapa di bandara begini main lari-lari seperti itu...?! " celetuk sang kakak yang kesal melihat adik nya yang sudah beranjak dewasa itu masih saja seperti anak kecil.
"Heheheh... aku kan kangen kak..?, oh iya kaka sudah pulih kembali.... ?" tanya nya keran melihat ayura yang tak lagi duduk di kursi roda.
"kelihatan nya bagai mana....?! "
"Udah pulih 😁😁😁, oh iya kak mana ponakan ku yang unyu-unyu gak ikut jemput nih...??! " tanya nya sembari mencari keberadaan seseorang.
"Tidak... mereka di rumah, aku hanya kebetulan, habis ketemu klien di restoran yang tak terlalu jauh di area sini, jadi sekalian saja " jawab ayura sembari berjalan menuju mobil.
"Oh.. aku kira dari rumah, "
__ADS_1