
Kini ayura tampak sudah sampai di depan sebuah club yang tertulis di pelang nama 'Club sedap malam 'yang tampak tak ada yang berubah dari tempat itu dari ayura memutuskan hengkang dari dunia tersebut sampai sekarang iya menyambanginya lagi untuk sekedar mampir dan melihat-lihat.
Ayura perlahan membuka pintu mobil nya dan menurunkan kaki nya keluar dan pandangan lurus ke depan dengan kaca mata di wajah cantik nya, iya menutup kembali pintu mobilnya dan iya menarik napas sejenak, dan melangkahkan kakinya ke arah club tersebut.
"Tak ada yang berubah....!!! " gumam ayura sembari berjalan masuk kedalam dengan mengedarkan pandangan ke setiap sudut ruangan di club tersebut.
"Seperti nya lebih banyak daun mada...!??, yang sungguh sayang masa depan nya hancur di tempat ini " gumam nya sembari berjalan ke arah meja bartenser .
"Selamat datang kembali nona ayura....!! " sapa seseorang dari sebelah kiri ayura.
Ayura hanya tersenyum miring dengan segelas sampanye di tangan nya.
"Bagai mana apa kah menyesal karena telah hengkang dari tempat ini...??? dan sekarang ingin kembali..?? " tanya wanita setengah baya itu pada ayura.
"Heheh.... Madam... bisa saja... saya kembali kesini bukan untuk kembali bekerja untuk madam.. tapi aku hanya ingin mampir saja " ayura terkekeh saat melihat siapa orang yang menyapanya.
"Seperti nya reputasi club ini semakin naik dan sangat banyak di minati ya...??? aku lihat banyak sekali daun muda dan banyak para pejabat dan pengusaha di sini madam?? " ucap ayura lagi dengan matanya yang masih mengedar.
"Ya seperti yang kamu lihat.... meski kamu tak ada lagi di club ini.... tetap saja tempat ini berkembang dengan baik bukan... meski sempat terpuruk sesaat " jawab madam itu sembari duduk di sebelah ayura.
"Apa kau ingin ku carikan orang untuk menemani mu...??? " tawar madam apada ayura.
"Tidak perlu saya sudah membawa teman kemari " tolak ayura sembari matanya menatap seorang pria yang tak asing bagi nya.
"Heh.... memang sifat mu ini lah ayura yang paling aku suka.... sifat pemilih... dan pilihan mu itu selalu tepat dan tak akan pernah meleset dari omset yang telah kamu perhitungkan... dan untung yang akan di dapat saat menemaninya akan jauh lebih tinggi dari harga tawaran " celetuk madam lagi yang menginginkan kalo ayura adalah salah satu hoki nya saat masih bergabung dengan club tersebut.
"Rokok... " tawar madam sembari menyodorkan sebungkus rokok pada ayura.
"Emh... " Ayura mengambil rokok tesebut dan menyalakan pematik untuk menghidupkan rokok nya.
"Masih sama bukan...??, oh iya apa kau sudah tau kabar ayu yang tertangkap...??? " tanya mada lagi pada ayura.
"Hem... tau aku pun sudah menjenguk nya untuk beberapa kali " jawab ayura dengan tatapan masih pada pria yang agak jauh dengan nya.
'Ting.... '
Suara pesan masuk ke ponsel ayura yang sedang iya penggangi dan iya melihat siapa si pengirim pesan tersebut.
๐ฌ"๐ฐ๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐..?? "๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐๐ .
๐ฌ"๐ฐ๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ " ๐๐๐ ๐๐ ๐๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐.
Saat ayura sedang asik menyesap rokok nya membelakangi keramaian tempatbtersebut tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari arah belakang.
"๐คจ๐คจEmh... "dehem ayura terkejut.
" Sudah lama kamu sampai di sini...??? "tanya pria itu yang tak laian iyalah bili yang sudah adabjanji temu dengan nya tadi siang.
" Sudah setengah jam "jawab ayura.
" Kenapa kau tak mengabari ku...??? aku sudah ada di sini sudah lama.. "ucap bili.
" Tak apa... aku hanya sedang bernolstal gia saja "jawab ayura dengan santai.
Madam sudah pergi beranjak dari samping ayura untuk kembali ke tempat nya, jadi tinggal lah ayura dsn pelanggan lainya di sana.
" Minum lah aku yang traktir "ucap ayura sembari meneguk sampanye di gelas nya.
Sedangkan di rumah ayura kini evan yang masih asik menonton dengan anak-anak yang masih belum merasa ngantuk.
" Kalian apa belum mengantuk ini sudah malam??? "tanya evan pada anak-anak.
" Belum... kenapa kakak sudah mengantuk... kalo sudah mengantuk tidur saja duluan " jawab wilona yang melihat evan yang sudah mengantuk.
"Tidak... masa kakak kalah sama kalian.. kakak juga akan menemani kalian di sini menonton " ucap nya sembari beberapa kali iya menguap.
__ADS_1
"Kalo mengantuk tidur saja paman.... paman kan capek juga kayak nya?? dan gak usah nunggu bunda dia mah mana mungkin pulang cepat... " timpal Galuh yang melihat evan yang lelah.
"Tidak lah... paman belum mengantuk " elak evan lagi karena tak mau terlihat kalah sama anak-anak.
Kini Keempat nya kembali asik lagi menonton TV, hingga tak sadar jika kini evan sudah tertidur di atas sofa, dan gari pun sudah menunjukan pukul 23:45 malam.
"Aku tidur dulu... jika kalian ingin kembali bangun kan dia " celetuk aji sembari menunjuk osman nya yang tertidur.
"Emh... tidur saja sana... " usir galuh sembari menoleh ke arah yang di tunjuk aji.
"Cih... tadi katanya tak mengantuk... tapi dia sudah terjun ke alam mimpi terlebih dulu " ledek Galuh saat melihat paman nya yang sedang tertidur.
"Sudah lah dek... ini sudah malam juga kita tidur juga... kamu duluan aja ya ke kamar kakak beresin ini dulu sama bangunin kak evan " wilona menyuruh Galuh untuk kembali ke kamar lebih dulu sedangkan dia ingin membereskan bekas meraka dulu.
.
"Ya sudah jangan lama-lama " ucap Galuh sambil berjalan terlebih dulu.
Wilona membersihkan dan membereskan sisa cemilan dan bungkus ciki yang berserak, saat sudah merapikan semuanya iya mencoba membangun kan evan dengan menggoyangkan pelan tubuh evan.
"Kak... bangun lah... pindah tidur di kamar.... " dengan lembut lona membangun kan evan
Evan mulai mengerjap ksn matanya dan mengumpulkan terlebih dahulu nyawanya, sebelum iya melirik ke siapa yang membangun kan nya.
"Eh... lona mana yang lain....?? " saat sudah sadar dan melihat siapa yang membangun kan nya .
"Yang lain udah pindah ke kamar.. kakak juga sana pindah " ucap wilona lagi sembari mematikan TV nya.
"Oh... kalo kak yura sudah pulang...??? " iya mengangguk mengerti dan bertanya lagi tentang ayura.
"Bunda belum pulang... sudah pindah lah " ucap wilona lagi dengan datar dan iya berjalan menuju ke kamar nya.
Begitu juga dengan evan iya beranjak dari duduk nya dan berjalan ke kamar nya untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu, karena di suruh pindah .
Kembali lagi ke ayura yang masih ada di bar dengan bili kini iya minum tak sampai mabuk parah, dia hanya merasakan pusing di kepala nya saja namun masih memiliki kesadaran.
"Bili... apa wanita seperti saya tak pantas mendapatkan pekerjaan yang layak...??? dan kenapa orang masih saja menghina saya dengan saya di masa lalu...???, bukan kah itu sudah sangat lama saya tinggalkan... apakah hidup bersosial harus memandang dengan masalalu...?? "tanya ayura dengan sendu pada bili yang ada di hadapan nya kini.
" Tidak.... asalkan kamu mau berubah itu bagus... kamu mau terjun ke dunia bisnis atau dunia lainya itu tak masalah... kamu tak usah terlalu memikirkan apa pendapat orang, yang penting kita sudah ada niat untuk berubah itu sudah sangat bagus... hidup kita ,kita yang tentuin bukan orang yang menentukan, karena yang lebih tau hidup kita ya kita sendiri... orang lain hanya tau mengomentari sisi buruk kita "jawab bili pajang lebar..
Ayura hanya membalas perkataan bili dengan senyuman dingin nya, namun masih tampak tak percaya diri.
" Hem... tapi kenapa perkataan tadi siang lebih menyakitkan dari pada perkataan orang-orang sebelum nya yang sering ku temui... hingga aku merasakan memang tak layak hidup dengan damai " tutur ayura lagi dengan pandangan kosong nya kearah depan.
__ADS_1
Bili sejenak berpikir apa yang harus iya berikan jawaban atas pertanyaan ayura barusan.
"Emh.... itu bukan sakit karena perkataan nya tapi itu sakit karena kamu melihat, dan ketahui jika pria yang berstatus sebagai ayah bagi anak mu, dan kamu juga ada menaruh harapan padanya, namun tak terasa tinggal menghitung hati akan menjadi milik orang lain. Meski kamu mengatakan kamu tak ada hati untuk dia tapi kamu tak menyadarinya. " bili mencoba menjawab dengan hati-hati.
"Heheh... aku menaruh hati... sangat lucu.. tapi entah lah " iya terkekeh namun mencoba mengelak nya.
"Sudah lah... aku akan pulang saja ini sudah malam juga... " ucap ayura sembari membayar dan ingin beranjak pergi.
Bili yang kasihan melihat ayura yang tampak sedih iya pin ikut beranjak , dan mengikuti langkah ayura keluar club tersebut.
"Yur biar aku antar kau pulang saja ok... " saran bili.
"Tak usah aku masih bisa pulang sendiri... lagian aku juga tak mabuk " tolak ayura.
"Gak yur biar aku antar kamu saja... gak baik perempuan pulang sendiri di tengah malem begini bahaya " ujar bili yang khawatir.
Ayura malah menghampiri bili dan menghimpit nya ke tembok.. yang membuat bili tak bisa mundur lagi, kini ayura perlahan mendekatkan wajahnya ke telinga bili dan berbisik.
"Heh... kau khawatir atau kau ingin mengulangi nya lagi malam panas di dalam mobil seperti beberapa hari lalu tuan bili..??? " bisik ayura
"Kalau menginginkan nya tak usah beralasan ini sudah larut malam, tinggal anda katakan saja, andai mood ku bagus akan ku layani permintaan anda, tapi jika mood ku sedang dalam keadaan buruk jangan harap " bisik ayura lagi sembari meraba dada bidang milik bili.
"Bersikap lah normal nona... aku tak akan melakukan itu lagi sampai kau mau menerima lamaran ku dan mau menjadi istri ku " jawab bili sembari mendorong pelan badan ayura agar menjauh dari nya.
Meskipun banyak yang berlalu-lalang di area club itu tapi orang yang melihat itu hanya seperti hal biasa bagi mereka.
"Ck.... munafik... " deru ayura dengan muka bete.
Bili yang melihat muka ayura yang bete... malah iya merasa gemas, rasanya iya ingin sekali menerkam ayura saat ,ini saat ayura hendak melangkah tiba-tiba tangan nya ditarik, karena iya tak stabil hingga badan ayura jatuh ke pelukan bili.
"Hai... aku bukan munafik... tapi aku ingin memiliki mu seutuhnya... bukan hanya sekedar pemuas ***** sesaat... jika kau sudah halal bagi ku mana mungkin akan ku sia-siakan penawaran menarik dari mu tadi... " bisik bili pada ayura yang kini berada di dekapan nya dengan suara sensualnya.
Bili yang melihat bibir ayura yang sangat seksi dan ranum itu masih terbayang akan rasanya , iya pun perlahan mendekatkan bibirnya hingga kini menautkan bibirnya dan bibir ayura, namun masih belum mendapat balasan dari ayura, karena ayura masih tertegun dengan ucapan bili padanya.
Bili yang masih saja belum mendapatkan balasan dia menggigit bibir bawah ayura, ayura pun tersadar dan merasakan bibirnya telah bersentuhan dengan bili, kini iya pun membalasnya, hingga keduanya hanyut dalam suasana saling bertautan bertukar silvat, hingga beberapa menit kemudian ciuman panas nya di hentikan karena keduanya hampir saja kehabisan napas.
"Hah... hah... hah... " keduanya mengatur napas.
"Sudah... aku akan pulang " ucap ayura sembari beranjak melangkahkan kaki.
Bili yang masih saja terdiam dan memegangi bibirnya itu sembari tersenyum lebar tak sadar jika ayura sudah tak ada di hadapannya lagi..
"Hai....!! cepat lah kata nya kau ingin mengantar ku pulang... lalu kenapa malah diam saja....!!!!! " teriak ayura dari arah parkiran yang masih melihat bili yang terdiam.
"Eh.... " Bili sadar dan langsung berlari kecil menghampiri ayura.
"Lama...!!! " ketus ayura, sembari mengerahkan kunci mobil nya pada bili.
"Maaf.. " cuman kata maaf yang terucap kini keduanya memasuki mobil.
Bili menyalakan mesin mobil nya dan kini melajukan mobil nya meninggalkan area club tersebut untuk menuju ke perumahan milik ayura.
Di dalam mobil itu hanya bergelut kesunyian dan henning hanya bili sesekali melirik ke arah ayura yang pandangan nya ke arah luar kaca mobil.
"Yur.... Ucapan ku itu masih bisa kau pertimbangkan... cobalah buka hati mu untuk ku... aku berjanji akan membuat kamu bahagia dengan usahaku " Ucap bili yang memecahkan keheningan.
"Sudah tak bisa.... " jawab ayura dengan menoleh ke arah bili yang ditanggapi dengan senyuman dari bili.
"Jangan bilang dulu tak bisa kan kamu belum mencoba nya... coba lah dulu kamu pasti bisa " tutur bili lagi.
Ayura hanya diam tak menanggapi dia hanya melirik sekilas dan kembali ke luar kaca mobil lagi, dengan pemandangan malam yang gelap dan di terangngi gemerlap lampu di setiap gedung dan lampu jalan.
Tak terasa perjalanan pun kini sudah selesai.. dan kini mobil sudah terparkir di halaman rumah ayura kembali...
"Sudah sampai.... " ucap bili
"Emh... " jawab singkat ayura.
Bili menghampiri ayura yang telah hendak membuka pintu mobil nya dan kini iya menyambar bibir ranum milik ayura lagi dan perlahan iya memperdalam ciuman itu dan kini ayura juga langsung melingkarkan tangannya di leher bili dan membalas tautan bili, hingga kini saling bertukar silvat kembali, namun kini permainan lebih halus dan kesannya lebih menikmati suasana tersebut.
"Manis... membuat ku menginginkan nya terus... " bisik bili saat telah melepaskan pangutan mereka berdua.
Karena ayura menikmati momen itu dia pun kembali menarik tengkuk leher bili, saat iya selesai berbicara, dan menautkan kembali bibir keduanya, hingga terjadi hingga cukup lama dan terlepas saat keduanya hampir kehabisan nafas.
"Kau tak mungkin pulang... ini sudah larut tak ada kendaraan... tidur saja di kamar tamu besok pagi baru kembali " ucap ayura pada bikin dan iya turun dari mobilnya.
__ADS_1
"Apa kau mengundangku untuk menginap...!! " ucap bili yang agak sedikit teriak karena ayura sudah ada di depan pintu rumahnya.
Bili ikut turun karena tadi sudah mendapat undangan untuk menginap juga dari yangmpunya rumah, jadinya bili memutuskan untuk menginap karena hari juga susah semakin larut dan akan sulit baginya untuk mencari kendaraan di malam selarut ini.