
Acara makan sing pun sudah selsai anak-anak telah berada di kamar nya untuk tidur siang kini ayura juga sudah siap untuk kembali ke kantor nya, sedangkan evan iya bingung harus melakukan apa dia hanya duduk di kursi ruang keluarga sembari menonton TV.
Ayura yang melihat itu hanya mengerut kan kening nya nampak agak sedikit bingung dengan adik tiri nya itu koper yang masih ada di sana jiga yang belum iya beres kan barang nya.
"Heh... kau itu kamar mu di situ dan ingat jangan ke mana-mana sampai aku kembali...!! " ujar ayura mengagetkan evan yang sedang menonton dan iya menunjuk pintu kamar yang tak jauh dari ruang keluarga tersebut.
"Eh... Terima kasih kak aku istirahat dulu " ujar evan yang langsung beranjak dari duduk nya dan menuju ke kamar yang di tunjuk ayura.
Ayura melanjutkan lagi langkah nya dan menaiki mobil nya untuk menuju ke kantor... karena di kantor masih banyak pekerjaan yang masih belum iya selesai kan.
Dan iya juga ada pekerjaan yang harus segara di selesai kan di sore ini karena iya sendiri yang akan memberikan disain dan menunjukan beberapa gaun pengantin ke kediaman wiranto.
"Mia... apa semua persiapan untuk keluarga wiranto sudah siap...??? " tanya ayura pada Mia.
"Sudah bu... oh iya maaf saya tak bisa menemani anda karena saya masih banyak urusan di sini, tapi jika ada kendala telpon saja " ujar Mia yang mana memang iya kali ini sedang sangat banyak pekerjaan di kantor nya.
"Iya tak apa..
kalo begitu saya akan berangkat sekarang takut telat " ayura langsung mengambil kunci mobil dan melaju untuk menuju ke kediaman wiranto.
"Hah... membuat malas saja... tapi ini pelanggan yang harus segera di layani.. kalo tidak sudah lah.... " gerutu ayura dengan malas.
Ayura kini membawa mobilnya melesat ke arah perumahan elit yang menjadi tujuan, Tak berapa lama ayura sudah memasuki pelayaran rumah yang luas dan di sana terlihat ada rumah yang cukup mewah, Ayura tanpa ada orang buang membantunya membawa semua barang masuk kedalam, saat itu ada bili yang sedang ada di sana juga yang melihat ayura kerepotan.
"Yur... bisa aku bantu....??? " sapa orang itu yang membuat ayura terkejut.
"Kalo tidak merepotkan anda bisa tolong bawakan ini sebentar " ujar ayura tak mau menyianyiakan bantuan orang tersebut.
Orang tersebut langsung menampani apa yang ayura berikan pada nya, dan berjalan mengikuti ayura dari belakang.
"Asalamualaikum... " salam ayura sopan saat memasuki ruang orang.
Ini untuk kedua kalinya iya menginjakan kakindi rumah utama keluarga wiranto, dan di sana ayura telah di tunggu oleh calon pengantin dan beserta yang lain.
"Ayura.... " gumam angga lirih saat melihat ayura datang.
"Permisi tuan saya dari Aw. Kolegs yang menangani semua yang anda serangkaian pada perusahaan kami " ucap ayura mengenalkan dirinya.
Ayura tampak terlihat anggun saat mengenakan setelan baju kerja and kaca mata di wajahnya.
"Heh.... jangan asal ngomong ya Aw. kolegs gak mungkin ngirim cewek murahan kayak loe..!!! " serobot gabriel saat melihat ayura.
"Yang benar saja... kau jagan harap untuk merusak acara saya dan angga ya ******... " tunjuk gabriel lagi.
"Tuan anda letakan saja barang nya di sana, dan Terima kasih untuk bantuan nya " ayura tak menghiraukan perkataan gabriel iya meminta bili yang membawakan barang nya untuk menaruh di sebelahnya.
"Ada apa ini...!!!??? " Nyonya wiranto datang dari arah belakang sembari membawa nampan di tangan nya.
"Heh... kamu ngapain lagi datang ke rumah saya ...?? " ucap nyonya wiranto saat melihat ayura.
"Sudah diam.... jika semua ingin di lanjut.. tak usah banyak protes....!!!!!! " bentak angga geram.
Sontak semua nya terkejut saat melihat angga berteriak, tak terlewat ayura juga terkejut tapi ya berusaha tenang.
"Maaf nyonya dan nona kedatangan saya kemari bukan ingin mengacau melainkan saya kesini ingin mengantar gaun dan beberapa lainya yang di pesan dari Aw. kolegs. jika kalian tak menginginkan tak masalah, saya tak rugi " ujar ayura dengan datar.
"Sudah... simpan barang nya di sana dan segara keluar...!!!! " bentak angga uring-uringan entah kenapa ayura pun terkena amukannya.
Ayura hanya mengerinyitkan keningnya tanya bingung, iya hanya menyimpan lembaran kertas dan langsung berlalu pergi dari situ dengan santai.
"Yur... kamu tak apa...??" tanya bili dari sampingnya.
"Memeng aku terlihat kenapa....???? " ujar ayura yang kembali bertanya.
"Tidak sih... kamu habis ini masih ada pekerjaan lagi..?? " tanya bili lagi.
"Tak ada kenapa... ingin mengajak ku untuk berjalan mencari angin lagi...?? " jawab ayura dan langsung mengajukan pertanyaan lagi.
"Emh... kalo kamu mau... boleh saja " jawab angga.
"Oh... terima kasih tapi aku harus pulang cepat kali ini, nanti malam bagai mana kalo kita bertemu aku tunggu kamu di club sedap malam " ucap ayura sembari menutup pintu mobil nya. Dan melajukan mobilnya meninggalkan pelataran rumah besar itu.
Begitu juga dengan bili yang akan kembali sebentar ke kantor sebelum bersiap untuk bertemu dengan ayura nanti malam.
Sedangkan di dalam rumah sedang riuh akibat angga tadi membentak ibu dan calon istri nya.
"Angga.... kau memang ya... benar-benar anak durhaka..... berani sekali kau membentak ibu mu....!!!! " teriak tuan wiranto.
"Lihat lah besok wanita itu akan habis di tangan ku.... agar kau tak menjadi anak pembangkang, memang nya apa bagusnya wanita ****** itu..... dan apa yang telah iya lakukan dengan otak mu hingga kau berani membangkang...?!!!! memang pantas ku habisi... wanita yang membawa pengaruh buruk itu... !!! " bentak tuan wiranto kesal pada angga.
"Jangan .. berani-berani nya Anda menyentuh dia...!!!! bukan kah kita talah sepakat ??, aku menikah sesuai keinginan mu dan kau tan akan melakukan apa pun pada dia.... ingat itu, jika kau melanggar perkataan mu jangan harap ada pernikahan.. dan lagi jangan harap aku akan menghormati mu sebagai orang tua....!!!! "tak kalah kesal nya angga berbicara dengan sang ayah....
'Ppplllaaaakkkkkkk..... '
" Anak kurang ajar... berani kau berbicara seperti itu dengan orang tuamu sendiri....!!! "tuan wiranto yang sudah sangat tersulut emosi menampar angga dengan keras.
Hingga si sudut bibir angga mengeluarkan darah segar dan merah pekat di pipi nya bekas tamparan sedangkan para wanita sudah ada di kamar nya.
" Heh... 😏😏"Angga hanya menatap dan memberikan senyuman sinis dan meremehkan papah nya sembari mengelap darah di sudut bibir nya.
Tuan wiranto yang sudah tersulut emosi dia lebih memilih pergi menuju ruang kerjanya.
"Ck...... membosankan.. " decak kesal angga dan iya pun kembali ke kamar nya.
__ADS_1
Sedangkan ayura kini sudah ada di kantor nya dan kembali berfokus pada tumpukan berkas dan layar laptop nya untuk menyelesaikan pekerjaan nya tersebut, dan tak terasa hari pun sudah sore kini para karyawan sudah membubarkan diri untuk segera kembali ke rumah masing-masing hanya tinggal tersisa beberapa yang masih ada di kantor karena masih ada pekerjaan mereka yang masih belum selesai.
Saat ayura melewatinya dia hanya berjalan dengan tatapan tetep ke depan, tapi saat iya melihat ada karyawan tau lebih tepatnya satpam yang sedang berbicara dengan rekanya.
"Pak... tolong ya gantiin saya buat sip.. malam karena istri saya sedang sakit di rumah, dan di rumah tak ada siapa-siap saya khawatir aja terjadi apa-apa pada nya " dengan memohon pada seniornya.
"Saya juga masih ada urusan harus pulang jadi tak bisa gantiin kamu " jawab seniornya
Ayura melangkah menghampiri keduanya.
"Kalian pulang saja dan katakan pada yang lain yang masih ada suruh pulang juga bawa saja pekerjaan yang belum selesai k erumah . " celetuk ayura dari arah samping.
"Eh... ibu ayura... sore Bu.. " sapa keduanya saat melihat ayura.
"Kalian pulang saja " ucap nya ramah.
"Emh... terima kasih bu.... ibu Baik sekali " ucap satpam itu.
"Emh... ya sama-sama.. saya pulang dulu " ujar ayura dengan melanjutkan langkah nya.
Satpam itu pun memeriksa dulu semua karyawan yang masih ada di dalam dan menyuruh mereka untuk pulang tak ada lembur kali ini, dan memastikan kamera CCTV yang ada di gedung itu menyala dan tak ada masalah , barulah mereka juga pulang.
'Tok.... tok.... tok... 'terdengar ketika pintu dari luar kamar ayura.
"Masuk... gak di kunci.. " teriak ayura dari dalam
"Bunda... kita mau masak apa untuk makan malam??? " tanya gadis kecil itu bertanya pada ayura.
"Oh... lona.. nanti bunda aja yang masak.. kamu main aja sama adik kamu sana, ini sebentar lagi bunda turun " jawab ayura lembut.
"Emh... lona bantu ya...?? " ujar gadis itu.
"Tak usah sayang bunda hanya masak, uang simpel aja malam ini, jadi bunda aja, kamu punya PR gak...?? kalo ada sebaik nya kerjaan kan dulu sebelum makan sayang?? " ucap nya bertanya.
"Udah semuanya bunda tadi siang pada pulang sekolah lona kerjakan semua PR nya, di bantu sama kakak evan " jawab lona.
Ayura hanya tersenyum lembut setelah iya mengikat rambutnya, ayura pun melangkah untuk keluar kamar dan di dahului oleh wilona.
"Bunda... kita makan di luar saja yok... sesekali...?? " ucap Galuh yang berlari menghampiri ayura .
"Emh... gak bisa sayang bunda masih banyak pekerjaan.. gimana kalo besok saja hari ini kita makan di rumah aja ya " jawab ayura sembari membujuk putri kecil nya itu.
"Oh... ya sudah deh... ok.. tapi dil ya besok kita makan di luar, bunda jangan bohong loh ya...??? "iya mengacung kan jari kelingking nya dan di sambut oleh ayura.
__ADS_1
Kini semua nya turun ke bawah untuk masak dan mereka bermain ayu sekedar nonton TV di ruang keluarga.
Ayura baru sadar jika ada orang lain di rumah itu selain mereka berempat, ayura sibuk bergulat dengan peralatan dapur dan kompor, satu jam kini sudah berlalu ayura berada di dapur.. dan kini iya sedang menata makan di atas meja dan melepas Alfons yang berada di badannya dan memanggil semuanya untuk makan malam.
Di meja makan tak ada yang berani bersuara hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring, tak berapa lama mereka pun selesai makan malam lona dan ayura membereskan meja makan tersebut, dan kini mereka tah berkumpul di ruang keluarga.
"Evan... saya ingin bicara dengan kamu ikut saya " ujar ayura berbicara dengan evan utuk mengikutinya keruang kerja.
Evan mengikuti ayura menuju ke ruang kerja ayura, evan sedikit bingung apa yang ingin di bicarakan oleh kakak tirinya itu.
"Duduk... " perintah nya pada evan saat sudah ada di ruangan.
"Saya di sini ingin memberi tahu kan kamu jika, kamu tinggal disi , maka harus mengikuti peraturan di rumah ini apa mengerti..?? " ucap ayura dengan tegas dan muka datarnya.
"Iya kak.. evan ngerti " jawab evan
"Jadi peraturan pertama... kamu gak perlu ikut campur dengan kehidupan aku pribadi, dan kedua kamu harus ada di rumah paling telat jam setengah sembilan... jika ingin mengajak teman harus meminta izin terlebih dahulu pada ku " jelas ayura
Dan sebagai nya sampai hal kecil, evan hanya mengangguk mengerti dan menerima persyaratan dari ayura , yang terpenting kebebasan dia tak di batasi, pikirnya.
"Aku boleh bertanya...??? " tanya evan.
"Mau tanya apa..?? " ujar ayura
"Emh...... apa boleh aku meminjam uang mu untuk besok karena aku tak memiliki uang untuk sekarang " ucap evan dengan sedikit ragu.
Ayura mengerinyitkan kening nya bingung dengan pemuda si hadapannya namun tanpa iya menjawab ayura membuka laci yang ada di bawahnya dan menunduk mengambil sesuatu si sana.
"Ini gunakan saja... dan ingat harus berhemat.. " ucap ayura sembari menyerahkan kartu ATM pada evan.
Meski ayura sedikit tak suka dengan evan dan ibunya tapi iya, tetap baik pada mereka iya tak mau remaja di hadapan nya , itu meminjam uang pada orang lain, dan kejadian nya dulu bisa terjadi pada remaja tersebut, untuk dijual hanya karena untuk bayar hutang, itu pikir ayura.
"Terimakasih... nanti pasti akan saya kembalikan pada kakak uang nya namun untuk hari ini saya pinjam dulu " ucap evan sembari menerima ATM itu.
"Hem... kembali sana istirahat lah, aku juga masih ada urusan di luar.. kau jaga anak-anak" ujar nya sembari berjalan lebih dulu.
Evan pun beranjak dari duduk nya untuk menuju kamar, menyimpan ATM yang di berikan oleh ayura padanya dan setelah itu melanjutkan kan menonton bersama anak-anak.
Ayura yang sudah rapi berjalan melewati mereka yang sedang asik menonton.
"Bunda mau kemana.???? " tanya Galuh dan di perhatikan oleh yang lainnya.
"Bunda masih ada pertemuan dengan kelen ... bunda janji tak akan pulang terlalu larut... kalian di rumah baik-baik ya , bunda pergi dulu... asalamualaikum" ujar ayura menjelaskan pada anak-anak.
"Waalaikumsalam " jawab mereka dan melihat ayura yang mulai menghilang di balik pintu .
Ayura menaiki mobil nya, untuk menuju ke sebuah club malam yang mana Tadi siang sudah ada janji temu dengan seseorang di sana, dan iya ingin melihat-lihat tempat tersebut setelah lima tahun lamanya ayura meninggalkan kota bandung.
__ADS_1