Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 99


__ADS_3

Setelah sekitar 2jam lamanya Ayura melakukan meeting ,dengan para karyawan nya ,kini dia sudah kembali ke ruang kerja nya ,untuk makan ,karena tadi sebelum meeting Ayura sempat ,meminta bagian kantin untuk mengantar makanan ke ruangan nya .


"Hah......,oh iya gimana ya ke adaan Galuh ...?" ayura menghembuskan napas nya kasar sembari bersandar ke sandaran kursi kerja nya .


Ayura mengambil ponsel nya saat iya menyalakan tombol on off ,dia sedikit mengerinyit kan dahi nya sebab banyak panggilan masuk dari Dito .


"Ada apa dengan pria ini ....? "gumam nya namun tak berniat ,menelpon balik .namun saat melihat pesan dia pun langsung menekan nomor Dito .


"Halo assalamualaikum ..;"


"Waalaikumsalam ,oh iya yur kenapa dari tadi loe gak angkat telpon gue ....?"


"Gue lagi sibuk ,sekarang gimana ke adaan Aji "


"Alhamdulillah operasi nya lancar....."


Ayura tercengang saat mendengar kata operasi ,sebab tadi Ayura membaca pesan dari Dito ,kalo ke adaan Aji menurun .


"Hah operasi apa Dit ...loe kok gak ngabarin gue sih dan gak menunggu persetujuan gue sebagai orang tua nya ,kamu terlalu berani mengambil keputusan ....!!"cecer Ayura pada Dito .


Ayura langsung mematikan sambungan telpon nya dan bergegas untuk segara ke rumah sakit ,dia tak ingin terjadi hal buruk pada putra nya itu .


"Nah kenapa dia marah-marah ,bukan nya berterima kasih aku sudah membantu nya ...?"gerutu Diri karena bukan nya menerima ucapan 'terimakasih ' malah iya di cecer dengan ucapan ayura .


"Sudah lah ...! emang semua kebaikan tak perlu imbalan kembali ,itu akan lebih baik "ucap Dito sembari kembali masuk ke ruang rawat Aji .


Namun sungguh di luar dugaan ,Aji bukan nya tambah membaik paska operasi namun seperti nya semakin melemah ,Dito yang melihat itu pun langsung memanggil dokter yang sedang berjaga kala itu ,karena yang lain banyak sedang makan siang .


"Tenang tuan ....anak Anada tak kenapa-kenapa ...?!"ucap dokter itu menenangkan Dito yang terlihat gusar .


"Lakukan yang terbaik dok ,....!?"Aji kembali di bawa ke ruang UGD untuk mendapat penanganan kembali .


"Ada apa dok ...?"tanya dokter Martin ,yang mana tadi yang menangani Aji Saat operasi .


"Kondisi pasien semakin turun dok ....?!"jawab dokter wanita itu sembari mengikuti para perawat yang mendorong berankar milik Aji .


"Ok saya akan segera menyusul ....!"ujar dokter Martin iya beranjak langsung ke ruangan nya untuk mengambil alat yang di butuh kan .


Setelah kepergian para dokter Aji yang terduduk di kursi tunggu depan Ruang UGD di kejut kan ,oleh orang yang menepuk pundak nya .


"Euuhmmm..."gumam nya sembari refleks menoleh .


"Mana Aji ......?!"todong wanita itu pada Dito yang tak lain adalah Ayura yang baru saja sampai .


"Ah ..itu Aji masih di tangani oleh dokter , kondisi kembali menurun setalah setengah jam operasi "jelas Dito ,yang sudah tak enak hati .


Karena Dito melakukan operasi ,tanpa persetujuan Ayura selaku Orang tua nya ,dan dia berinisiatif sendiri .


Ayura yang mendengar itu menampakan raut wajah yang marah kini pun kulit wajah nya sudah berubah menjadi merah padan ,sangat tampak jelas di kulit putih nya ,apa lagi Ayura tak pernah mengenakan make-up tebal .


"Maaf yur ...ini memang salah ku ,tanpa menunggu mu ,tapi aku juga khawatir dengan keadaan aji ,karena tadi kata dokter harus segera operasi sel saraf ,agar tak membuat hal yang di duga terjadi ,Aku juga sudah berusaha menghubungi mu berkali-kali namun kamu tak menjawab ,aku menelpon Mia pun sama tak ada respon ,Jadi aku berinisiatif untuk mengambil langkah "Jelas Dito panjang lebar tanpa menutupi nya dari Ayura .


",Aji itu ...terkena epilepsi ,kata dokter harus segera di tangani ,kalo kelamaan di tangan nya bisa ,berdampak amnesia atau stroke ,jadi sekali lagi maaf aku mengambil keputusan ini "jelas Dito lagi .


Mendengar penjelasan dito Ayura tergelincir dan terduduk lemas di lantai ,karena lutut nya sudah sangat lemas membayangkan kemungkinan yang akan terjadi jika tadi Dito tak mengambil keputusan .


Sedangkan dia yang sebagai orang tua nya ,dia malah tak dapat di andalkan .Tak terasa butiran bening meluncur dari mata ayunan sayu milik Ayura itu tanpa sepengetahuan nya .


"Maaf kan bunda nak ....? bunda memang tak berguna ,hingga bunda tak tau kau mengidap epilepsi hiks...hiks..."gumam nya sembari tertunduk .


Dito berjongkok dan menepuk pundak ayura pelan ,untuk memberikan kekuatan agar ayura tegar dalam menghadapi ini .Bagaimana pun ayura harus semangat agar Aji juga semangat untuk berjuang bertahan .


"Yur....sudah kamu jangan bersedih begini ...! kamu harus kuat ,dan berikan semangat untuk Aji agar cepat siuman dan pulih kembali " ucap nya menenangkan .


"Aku sangat tak berguna Dit....hingga tak tahu keadaan anak sendiri ,aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku ,dan mengabaikan mereka....hiks....hiks...Eku Memeng ibu yang buruk ...."gumam nya mengeluh dan mencecar diri sendiri .


Ayura terus saja menyalahkan dan menghardik dirinya sendiri ,Dito yang melihat itu tak tega ,iya pun perlahan menarik ayura agar masuk ke pelukan nya ,untuk menenangkan ayura .


Ayura yang di peluk oleh Dito hanya diam saja ,tak ada penolakan atau niatan untuk membalas ,setalah merasa tenang ayura mencoba mendorong tubuh Dito .

__ADS_1


"Ah.....maaf aku bukan bermaksud ...."ucap nya yang masih tergantung karena di potong oleh Ayura .


"Ya tak apa makasih ..."Ayura langsung bangkit dan berjalan untuk mencari toilet .


"Kamu mau kemana ...?"tanya Dito .


Ayura tak menoleh dan tak berhenti dia menjawab sembari berlalu.


"Toilet ..!" jawab nya sembari berlalu .


Dito hanya mengangguk ,saat mendengar jawaban nya ,Dito kembali duduk di kursi tunggu ,dan tak lama dokter keluar dari ruang UGD .


"Pak ...bisa anda ikut saya ,ada yang ingin saya sampaikan ."ujar dokter itu dengan menatap ke arah Dito,dengan tatapan nanar .


"Ah ..sebaik nya dokter langsung katakan saja pada ,orang tua nya ,sebentar lagi dia kembali dari toilet "jawab Dito .


"Oh...ok saya tunggu di ruangan saya kalo bisa ,cepat karena harus mengambil tindakan "ujar dokter itu .


"Ok dok "


Dokter itu pun berlalu untuk menuju ruangan nya ,Dan bertepatan dengan itu Ayura pun sudah kembali dengan wajah yang tampak lebih segar dan masih ada tetesan air di wajah nya ,mungkin dia telah mencuci muka nya agar lebih segar .


"Yur.....! kamu di suruh keruang dokter "ucap Dito saat ayura sudah mulai dekat .


"Em..."


Jawab nya hanya dengan berdehem sembari memutar badan untuk mengubah haluan nya .


Dito yang melihat ayura melengos dia pun mengikuti nya dari belakang untuk tau apa ,yang akan dokter jelaskan nanti di sana .


Saat sampai di depan ruangan dokter ,ayura mengetuk pintu sebelum iya memutar handel pintu .


"Assalamualaikum ..."


"Waalaikumsalam ....masuk..!!!"jawaban dari arah dalam ruangan .


Dokter itu sedikit mengkerut kan dahi nya karena ,iya melihat ayura ,yang merasa dia tak memanggilnya.


"Silahkan bapak dan ibu duduk dulu "pinta dokter itu kepada kedua nya .


"Terimakasih "jawab Ayura singkat


"Begini Bu ,pak ...,sekarang anak bapak dan ibu sudah stabil namu sebaik nya ,kalian bawa dia ke rumah sakit besar ...soalnya kami di sini masih ada kekurangan alat ,untuk penelitian lebih lanjut ,namu seperti nya ,anak kalian ini ada kelainan jantung juga "jelas dokter itu .


Dokter dapat melihat wajah Dito yang sangat terkejut ,namun berbeda dengan Ayura dia seperti nya sudah tau ,karena wajah nya tak menunjukan ekspresi terkejut .


"Ya akan segara mengurus surat rujuk nya ,dan kalian juga bisa bersiap pak, Bu .Setelah selesai saya urus surat rujuk nanti akan saya berikan langsung "ujar dokter itu lagi .


"Em..."Ayura langsung bangkit dari duduk nya dan hendak pergi ,namun langkah nya terhenti dan menoleh ke belakang .


"Terimakasih "ujar nya dan langsung kembali melangkah .


Dokter itu hanya membalas nya dengan senyuman dia paham pasti lah ayura tertekan atas kondisi putra nya yang masih kecil ,sudah memiliki penyakit yang sangat berbahaya .


"Terimakasih dok ...kalo begitu saya kembali dulu untuk bersiap.." Ucap Dito pada dokter itu yang mendapat anggukan sebagai jawaban .




Sedangkan kini di Jakarta yang mana ,Galuh yang terus merengek pada Adit Ingin balik ke Bandung ,karena katanya iya kangen dengan sang adik .



"Paman ....bunda kapan akan jemput aku sih ....? emang aji belum sembuh ya ....?"keluh nya sembari terus menekuk wajah nya .



"Aduh sayang jangan rengek terus dong ...?paman kan jadi pusing ..! ,paman gak tau hari ini bunda kalian belum ada nelpon tuh "jawab Adit yang sudah mulai jengah dengan keponakan nya itu .

__ADS_1



"Ih...paman kok sensi gitu sih ...? Galuh kan hanya bertanya ...?! " ujar nya sembari kesal dan berlalu duduk di sofa yang ada di ruangan Adit .



"Ahhh ,....pusing aku kenapa kak Ayura belum juga jemput sih ...?! "keluh nya dengan mengusap wajah nya kasar .



Adit menghampiri keponakan nya dan berjongkok di hadapan nya .



"Sayang sabar ya .... mungkin bunda masih sibuk jadi belum bisa jemput kamu ,gimana kalo besok kita aja yang ke sana ...?!"ucap nya lembut sembari mengelus puncak kepalanya .



"Iya paman ....aku ke inget terus sana Aji ...! dia gimana ya di sana ,Galuh kok ngerasa gak enak ya dari tadi pagi " keluh Galuh karena ikatan batin antar saudara apa lagi Galuh dan Aji kan kembar maka ikatan batin dan prasarana terhubung erat .



"Jangan bilang gitu ...!kita doakan aja ,semoga aji lekas sembuh " Adit terus mencoba menenangkan Galuh .



"Paman tau ...kamu pasti gelisah bagai mana kalo sekarang kita pulang ,dan berkemas ,atau mau kita telpon paman Evan dulu untuk tau ...?"tanya Adit



"Em...boleh paman ,tapi kan biasanya jam segini paman Evan lagi di kampus kalo gak sih ya gak tau di mana heheh ...."jawab gadis itu antusias namun dia juga cengengesan , saat ,ingat kadang Jadwal Evan itu gak menentu .



"Em kita coba dulu ok " Adit hanya tersenyum saat melihat keponakan nya itu ,mulai sedikit ceria .



Beberapa saat kemudian telpon pun terhubung ,Di sebrang telpon. Evan menjawab dengan sedikit berbisik.



"Halo assalamualaikum bang ...! ada apa aku masih ada kelas sekarang ...!" terdengar suara Evan .



"Oh maaf ,Abang kira kamu dah kelar gak ada kelas lagi ,gini Abang mau tanya gimana kabar Aji ,terus kamu tau gak kenapa Kaka ayura gak aktif di telpon ....?" Adit menodongkan beberapa pertanyaan yang tak bisa Evan jawab ,karena sekarang dia sedang di perhatikan oleh dosen dan Evan sadar akan itu .



Jadi Evan tak terlalu jelas mendengar pertanyaan Abang nya dan dia juga ,tak menjawab nya .



"Van....!!..Evan ....!!" panggil Adit yang tak mendapat jawaban dari sebrang telpon .



Adit yang kesal tak mendapat jawaban ,dia pun langsung mematikan sambungan telpon .



"Maaf sayang paman Evan lagi masih ada kelas "Adit memberitahukan Galuh kalo Evan sedang di kelas .



Galuh mengangguk ,meski Dia masih kecil namun dia memahami dan memaklumi ,dia juga tak seperti anak kecil pada umum nya ,jika tak mendapat yang iya mau akan menangis kejer sembari berguling di lantai .


__ADS_1


Sikap kedewasaan Galuh ,yang membuat Adit tak terlalu khawatir ,jika dia harus membawa nya ke kantor saat banyak kerjaan yang tak bisa iya tinggalkan .


__ADS_2