
Ayura kini sudah sampai di perusahaan, dangan buru-buru iya untuk menuju ke ruang ceo di sana atasannya telah menunggu dia di sana, untuk berbicara dengan nya masalah yang terjadi waktu di Kalimantan dan ada beberapa proyek juga yang sekarang sedang berjalan, di bawah tanggung jawab ayura.
'Tok... tok... tok... tok..
"Masuk..!! " sahut orang yang ada di dalam ruangan.
Ayura setelah mendengar ada balasan dari salam iya pun perlahan membuka pintu dan masuk.
"Asalamualaikum.. " salam nya saat melangkah masuk.
"Waalaikumsalam, masuk yur... " ujar orang di dalam.
"Iya bu. terimakasih, oh iya bu tentang masalah yang kemaren, sudah saya perbaiki sekitar 89% sekitar dua hari lagi pasti akan siap " jelas ayura saat sudah duduk di hadapan bos nya itu.
"Emh.... gak usah tegang gitu kali yur... kayak orang asing aja sama aku, kamu itu kerja ikut aku udah lama juga gak udah sungkan, biasa aja kalo kita lagi berdua mah " ucap Amber yang mana memang keduanya adalah teman masa kecil dulu,
Dulu mereka sangat dekat sedati kecil, hidup yang selalu bertetangga, namun saat masa kuliah ayura memilih untuk merantau dan kuliah di bandung sedangkan Amber masih di kota palembang, namun iya ingin belajar disain lebih dalam, dia pun pergi ke Paris untuk memperdalam ilmu, setelah iya tau kalo ayura lebih memilih kuliah di bandung.
"Ya gak enak aja am, gimana juga kamu itu tetep atasan aku, ya meski kita dari dulu sering berbagi, mau itu baju atau makanan kita sering pakai dan makan bersama " ujar ayura yang sungkan.
"Hahaha... iya ya yur gue jadi kangen waktu kecil deh... kita main ujan, terus saling meminjam baju, tidur satu kasur berdua " amber merasa bahagia saat mengenang masa kecil mereka.
"Iya.. eh.. ngapain kita malah nostalgia, gue kesini mau bahas pekerjaan am... soalnya gue gak bisa lama nih di sini harus, balik bandung kasian anak-anak gue titipin sama orang " ayura teringat apa tujuan nya datang ke kantor.
"Lah aku kira anak-anak kamu bawak juga kesini yur...?? " amber pun kembali melihat ke berkas yang di berikan ayura.
"Gak... aku tinggal di sana, karena mereka kan harus sekolah am... jadi aku mah gak mau kalo si kembar ketinggalan pelajaran, soalnya kan aku juga gak lama di sini " jawab ayura.
"Ehm.. oh iya masalah pekerjaan kemaren aku sedikit agak kecewa, sama kamu yur.... tapi sudah lah aku melihat ketulusan kamu memperbaiki semuanya, aku gak perhitungan, lain kali kamu jangan sampai gak fokus, karena aku tau kok kinerja kamu itu sangat bagus " ujar amber.
"Iya, semua ini tak akan ada lain kali lagi bu.. oh iya semua laporan yang mesti di laporkan sudah semua, aku pamit balik soalnya masih ada masalah yang mesti cepat selesai di rumah " ucap ayura berpamitan untuk kembali.
"Ok.. Hati-hati di jalan "
Ayura berlalu pergi keluar untuk segara kembali dan menyelesaikan urusan di rumah, agar iya bisa kembali ke Bandung secepatnya, karena takut jika anak-anak, di apa-apa kan oleh gabriel karena iya sepertinya sudah sering menguntit nya, karena ayura jiga merasakan dia hari kemaren iya seperti melihat ada orang yang mengawasi nya di luar rumah.
Ayura tak langsung pulang ke rumah melainkan iya, pergi ke pemakaman terlebih dahulu , untuk ziarah ke makam ibu dan ayah nya, karena iya merasa telah lama tak datang ke sana.
"Asalamualaikum ayah ibu, maaf ya ayura baru datang lagi nemuin kalian sekarang, karena ayura sibuk sama pekerjaan ayura ibu ayah, bagaimana kabar kalian, pasti baik kan kalian di atas sana, " ucap ayura lirih sembari memegangi batu nisan kedua orang tuanya.
"Ayura.... pengen rasanya nyusul kalian ayah ibu, ayura capek dengan jalan hidup ayura ini, tapi ayura juga kasihan buat ninggalin si kembar sendirian di sini, bu andai saja ibu masih ada pasti lah ayura bisa berbagi beban ini sama ibu " curhat nya kepada makan sangat ibu.
"Ayah ibu ayura pamit ya...... besok ayura datang lagi, ini udah siang ayura juga masih ada kerjaan, asalamualaikum " ucap ayura berpamitan , sebelum ayura pergi iya tak lupa menabur bunga yang tadi iya beli.
Ayura kini sudah berjalan ke arah motor nya yang terparkir di depan pintu masuk tpu, iya pun kini mengendarai motor nya dan berlaku pergi dari area tpu.
"Emh... aku cari makan dulu deh lapar.... " gumam nya sembari mengendari motor nya.
Sedangkan kini di Wt corporation angga yang masih ke pikiran dengan ucapan gabriel padanya, dan dia juga masih belum mendapat laporan dari bili yang iya perintahkan untuk mencari tau, apa saja yang gabriel lakukan. p
"Aaaggh... kenapa lama sekali sih.. ??? apa begitu susah hanya untuk mengikuti atau mencari tau kemana saja dia pergi .?? " gumam nya dengan mood yang jelek.
'Tok..... tok...... tok..... tok... '
__ADS_1
"Masuk...!! '
" Permisi tuan.... "ujar bili yang masuk sembari membawa satu lembar kertas di tangan nya.
" Bagaimana kamu udah menemukan informasi nya, dan kamu udah tau di mana anak-anak sekarang..??? "bili yang terus di hujani pertanyaan oleh angga dia hanya diam.
" Bili saya sedang bertanya dengan anda,..?? kenapa kau diam saja apa kau hanya untuk mencari informasi itu menjadi bisu....!? "ujar angga yang tak sabaran itu.
" Maaf tuan bagai mana saya mau menjawab sedangkan anda sedari tadi tak membiarkan saya menjawab pertanyaan Anda tuan "jawab bili,
"Ah... sudah jawab pertanyaan ku tadi "
"Belakangan ini nyonya muda sering pergi ke apartemen milik nya, dan terkadang iya pergi ke arah perumahan untuk mengunjungi kerabatnya di sana, dan selengkap nya anda bia melihat sendiri, untuk anak-anak saya menemukan jika meraka masih ada di kota ini, tapi di mananya masih belum tau pasti "ujar bili dengan mencoba tetep tenang iya menutupi separuh kebenaranya dari angga.
" Maaf tuan saya berbohong... tapi saya juga bukan berniat seperti itu pada anda, tapi ini juga kemauan dari kedua anak itu agar anda tak tau mereka di mana "gumam bili dalam hatinya, yang merasa bersalah juga karena telah membohongi bos nya tersebut.
" Emh.... kau boleh keluar " ujar angga menyuruh bili untuk keluar.
Bili keluar dan kembali ruangan nya, untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang masih menumpuk di meja.
"Hah..... jika mereka masih ada di kota ini ke apa bili tak dapat menemukan mereka, tapi gabriel bisa tau mereka di mana...?? apa jangan-jangan ada yang di tutupi bili dari ku?? tapi apa?? " angga mulai curi ga dengan bili.
"Sudah lah nanti aku coba cari sendiri, " gumam nya sembari kembali menatap ke layar laptop nya.
Sedangkan di kediaman keluarga wilas yang mana gabriel sekarang sedang ada di sana, menonton TV dengan kedua orang tuanya.
"Bagai mana apa dia setuju...?? " tanya sangat ayah pada putri nya itu.
"Belum dia masih banyak berfikir... tapi kita lihat saja paling tak lama lagi juga pasti iya setuju dengan syarat itu " jawab gabriel santai.
"Hem.... tapi akan sulit juga untuk menculik kedua bocah itu, sebab keduanya tinggal di rumah orang tua bili " ujar gabriel yang telah mengawasi ayura dan kedua bocah nya.
"Itu hal mudah... kau datang saja, ke sana berkunjung setelah itu carilah kesempatan untuk membawa anak-anak keluar, bagai mana pun kau juga masih di anggap ibu sambung dari anak-anak tersebut " jelas tuan wilas.
"Emh.... ternyata ayah pintar juga aku tak kesampaian berpikir kesitu, bukanya aku akan lebih mudah buka untuk membawa mereka, dengan status itu " iya menuju ide ayah nya dan tersenyum sini, dengan rencana licik nya tersebut.
"Ok... nanti sore aku akan membawa anak-anak itu pergi, dan kita lihat apakah angga masih tak mau menyerahkannya " gumam gabriel dengan ide jahat nya itu.
Kini keduanya sibuk kembali dengan acara TV yang sedang di siarkan oleh salah satu TV swasta.
Kalian pasti bertanya kenapa tuan wilas ada di rumah dan tak pergi ke perusahaan untuk bekerja, karena tuan wilas sudah menyerahkan semua pekerjaan nya ke bawahannya, dan dia juga tau kalo putri nya akan datang ke rumah nya jadilah , iya tak pergi ke kantor, namun berbeda dengan nyonya wilas, iya malah tak ada di rumah melainkan kan iya sibuk di perusahaan nya sedang mengurus semua pekerjaan yang menumpuk yang di tinggalkan suaminya untuk iya kerjakan.
Jadi sampai sini kalian paham bukan jika bawahannya atau orang yang di percaya untuk semua urusan kantor adalah istri nya sendiri, bukan orang lain.
__ADS_1
"Ayah... aku pulang dulu takut nya nanti suami tercinta pulang untuk makan siang dan melihat aku tak ada di rumah " ujar nya berpamitan untuk kembali.
"Ya hati-hati di jalan dan ingat rencana kita sore ini jangan sampai lupa " ingat tuan wilas pada Putri nya.
"Emh... ya aku tak aku tak akan lupa " jawab nya sembari melangkah keluar rumah.
Kini ayura sudah kembali ke rumah dan melihat di rumah rampak sepi tak ada orang, dan ayura pun langsung pergi ke kamar nya karena badan nya terasa lelah, sedari tadi iya sampai belum sempat istirahat, iya langsung pergi ke kantor.
"Lah pada kemana orang-orang...? " gumam nya karena di kamarnya ayu juga tak ada.
Ayura melepas tas nya dan menyimpan nya di atas meja dan iya berjalan ke arah kamar mandi, untuk membersihkan badan baru istirahat, sedangkan yang lain sedang asik makan siang di ruangan makan tak tau kalo ayura telah kemabli.
"Ayura belum pulang juga ya....??? " tanya windi pada ketiganya.
"Belum tan kayaknya sibuk , soalnya kalo ayura udah duduk depan komputer biasanya dia suka lupa waktu " jawab ayu.
"Udah lah paling bentar lagi juga pulang " pungkas Adit.
Sedangkan evan hanya diam sudah terbiasa dengan keadaan di rumah ayura jika lagi makan diam tak ada suara, dan fokus menikmati makanan yang ada di piringnya .
"Emh... ya udah lanjut aja, tapi jangan di habisin takutnya tar ayura pulang dia lapar, kan bisa di angetin lagi makanannya " ujar windi karena iya melihat evan yang begitu lahap makan hingga sudah berapa kali nambuh.
"Emh.. " jawab nya singkat dan berhenti menyendok sayur dan lauk yang ada di hadapan nya.
Yang lain hanya tersenyum melihat evan yang tak jadi mengambil lauk yang padahal sudah ada di sendok,dan tinggal memindahkan nya ke piring milik nya.
Kini acara makan siang pun sudah selesai, ayu membantu windi untuk membersihkan meja dan mencuci piring bekas mereka makan sedangkan para pria dia langsung beranjak, dan duduk-duduk santai di kursi teras belakang menikmati udara siang itu.
"Oy... bang aku mau nanya nih...??? " celetuk evan yang membuka pembicaraan dia antara keduanya.
"Mau nanya apa..? jangan yang aneh kalo mau di jawab " sahut Adit dengan sedikit rasa curiga akan pertamanya yang akan di lontarkan adiknya itu padannya.
"Gak aneh.... aku cuman mau tanya , abang nih ganteng gini ada cewek yang suka gak sih...??? soalnya aku gak pernah liat abang jalan ama cewek atau telponan gitu, jangan kan itu di HP abang aja gak ada foto cewek " celetuk evan.
"Heh.... cebong ngapain loe buka HP gue...???? " umpat Adit pada evan.
"Ya kan penasaran bang, udah jawab aja kali?? " celetuk evan lagi.
"Gue ini bukan gak ada cewek naksir, malahan banyak yang naksir ama gue, tapi gue itu mau fokus dulu sama Karir baru tar mikirin cewek, gak kaya loe liet cewek kosong dikit di pepet , keliatan gak laku amat loe cebong " jelas Adit sembari mengocehi evan.
"Idih.... bilang aja gak laku, iri ya 🤣🤣bukan gue yang mepet bang tapi cewek nya yang mau gue pepet " jawab nya sembari tertawa.
"Auah..... hue kayak nya salah punyak adek deh... kok modelanya biyawak sungai Musi gini naik ke darat " celetuknya sembari beranjak dan pergi.
"Idih.... biyawak.... abang kali biyawak... eh... gak deng abang kan gak laku...!!! " balas evan sembari teriak karena Adit sudah agak menjauh.
"Kalian lagi bahas apa kok bawa-bawa biyawak...??? " tanya ayu yang baru datang.
"Eh.... engga kak itu abang tadi katanya ketemu biyawak di sungai Musi, cantik mau di bawa pulang " celetuk evan sembari tersenyum.
"Lah kenapa gak sekalian buaya aja yang di bawa.... tanggung kalo bawa biyawak mah..?? " ucap ayu lagi yang gak masuk sama alur cerita evan dan Adit.
"Hahahahah..... kan buayanya dia kak ngapain bawa buaya lagi....??? " tanya nya sembari tertawa.
Ayu hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah evan yang suka menggangu abang nya itu, dan iya ikut duduk untuk menikmati angin siang itu.
"Kak.... nanti kita jalan yuk...???" ajak evan
"Jalan kemana..?? "
"Kita jalan pinggiran ampera sambil jalan-jalan sore kan kakak gak pernah kesini kan..? " jawab nya
__ADS_1
"Boleh juga.. penasaran deh kakak sama jembatan Ampera " ayu seneng di ajak jalan oleh evan untuk melihat-lihat kota tersebut.
Kini keduanya pun memutuskan untuk beristirahat kembali sebelum nanti sore mereka ber jalan-jalan di sekitaran kota palembang tersebut.