
Dua anak kecil itu menaiki ranjang yang di sana terbaring ayura yang masih lelap dalam mimpi indahnya, ada rasa tak tega di kedua anak itu untuk membangun kan sang bunda yang terlihat sangat leleh itu.
"Bunda.... bunda bangun lah ini sudah siang kita sarapan bersama ya, kita berdua sudah memasak... " Galuh mengguncang tubuh ayura dengan pelan untuk membangun kan ayura.
Ayura perlahan mengerjapkan matanya dan terbangun dari mimpi indahnya melihat kedua anak nya yang sudah, rapi dia pun langsung terbangun dan duduk.
"Astagfirullah.... bunda kesiangan sayang maaf ya, kalian pasti udah lapar bentar ya, bunda cuci muka dulu lalu kita cari makan di luar " ayura beranjak dari tempat tidur yang langsung berlari ke arah kamar mandi.
20Menit kemudian ayura keluar dari kamar mandi , dengan pakaian nya susah rapi.
"Ayok kita berangkat, maaf ya bunda telat bangunnya " ucap ayura sembari masih sibuk memeriksa barang yang perlu iya bawa.
"Tak usah buru-buru bun ayok kita sarapan dulu, sebelum pergi " Ujar Galuh mengajak ayura ke arah meja makan.
"Kalian susah masak...?? " tanya ayura yang tak heran lagi dengan kedua anak itu yang sering bergelut dengan barang dapur.
"Emh... di sana juga sudah ada ayah dan aji , mari bun " jawab Galuh untuk segara makan.
Ayura mengerutkan keningnya saat mendengar ada angga juga di sana, ayura mengikuti anak nya itu menuju ke ruang makan, dan benar di sana sudah ada angga dan aji yang sedang menunggu keduanya.
"Selamat pagi semua.. " sapa ayura dengan langsung duduk di sebelah angga.
"Pagi..... " balas angga.
"Pagi juga bunda " balas aji dengan tersenyum manis.
Angga sedikit heran saat melihat putra nya yang biasa naya dingin dan datar itu ternyata bisa tersenyum juga dan senyum nya sangat lah membuat adem siapa saja yang melihatnya.
"Tumben manusia Eskimo tersenyum " Ledek ayura pada putra nya .
"πππ... susah makan lah dulu bunda nanti bunda telat ke kantornya " ujar aji yang di ledek ayura langsung mengubah raut wajahnya menjadi datar lagi dan langsung menyantap makan yang ada di piring nya.
"Cih..... seperti itu saja langsung ngambek " decih ayura sembari mengambil makan untuknya.
Angga yang melihat anak dan ibu itu membuat drama di pagi hari iya hanya menyungingkan sebelah bibirnya.
Kini sarapan pagi sudah selesai dan ayura
juga sudah selesai merapikan meja , kini iya duduk di sebelah anak-anak nya.
"Bunda gak ke kantor apa hari ini...?? " tanya Galuh yang melihat bunda nya santai.
"Engga.. sebentar lagi kita mau ke rumah baru, sebentar bunda ganti baju dulu kalian juga ya, kita mau ke mall mau cari barang yang masih kurang " ujar ayura.
"Aku bantu... " celetuk angga mengajukan bantuan.
"Tidak usah tuan saya bisa sendiri, lagian saya hanya mau membeli lemari anak-anak saja " tolak ayura dengan bantuan angga.
"Lagian anda juga pastinya akan pergi ke kantor kan??? " Sambung ayura lagi sembari melihat jam yang ada di dinding.
"Saya free hari ini tak ada pekerjaan, dan lagian bili bisa menangani pekerjaan yang sedikit ini sendiri " ujar angga kekeh ingin membantu.
"π Terserah anda saja lah tuan " ucap ayura malas sembari memutar kedua bola matanya.
Si kembar sudah mengganti baju dan menghampiri kedua orang tuanya.
"Udah bun sana gantian bunda "ujar Galuh pada ayura .
Ayura beranjak dari duduk nya untuk menuju ke kamar mandi untuk mengganti baju, untung saja kemaren sudah langsung di bawakan baju ganti baju lain oleh mia untuk ayura.
" Ayah... gak kerja...?? "tanya putrinya pada angga yang sedang melihat ponselnya.
" Emh... πtidak ayah akan ikut dengan kalian "iya mengalihkan pandangan pada Putri nya yang mengajak iya berbicara.
Saat keduanya sedang berbincang tiba-tiba ponsel ayura berdering, ada yang menelpon ke ponsel itu angga langsung melihat siap si penelpon tersebut.
Dan di situ tertera nama kontak nya yang bertuliskan ' tante windi ' angga menjawab telpon itu untuk mewakili ayura
"π·πππ.... πππ ππππ ππππππππ ππππππ....??? " ππππ’π πππππ π’πππ πππ ππ πππππππ ππππππ.
"π·πππ... ππππ π±π.. ππ’πππ ππππππ ππππππ ππ πππππ πππππ πππ ππππππ ππππππππ ππππ, ππππ πππ π’πππ πππππ ππ πππππππππ ππππππ πππ ππππ ππππ πππ’π, πππππ πππ’π πππππππππ ππππ ππ’πππ " πππ ππ πππππ
__ADS_1
"πΈππ πππππ π’π...?? " ππππ’π πππππ π ππππ πππ πππππππ ππππππ .
"πππ’π πππππ ππ’πππ ππ " πππ ππππ πππππ.
"πΎπ ππππ ππππ πππππ ππππ, πππππππππππ π’π ππππ ππππ πππππ ππππππ ππππππππππππππ " ππππ πππππ π ππππ ππππππππππ πππππππππ ππππππ.
"ππππππππππππππ " πππππ πππππ
"Siapa yang menelpon ayah...? " tanya Galuh yang penasaran.
"Tante windi, apa kalian kenal?? " jawab nya dan bertanya pada putri nya itu perihal siapa tante windi.
"Baru saja putrinya itu hendak menjawab namun langsung di sambar oleh ayura.
" Bukan siapa-siapa... dan anda juga terlalu lancang menjawab telpon saya tuan "ketus ayura yang tampak tak senang.
Penampilan ayura saat setelah ganti baju, iya mengajak kedua naka nya untuk segara berjalan keluar.
Angga tak terlalu menanggapi sikap ayura barusan, iya berpikir memeng iya juga yang salah tanpa permisi menjawab telpon nya , kini keluarga kecil itu berjalan ke arah lift untuk turun ke bawah.
Ternyata di dalam lift ada Adit yang akan turun ke bawah juga, iya akan kembali ke kampung halaman nya karena masih ada pekerjaan di sana sebelum iya kembali ke jakarta.
"Kak.... sepertinya aku tak bisa bantu kakak untuk pindahan maaf ya, aku ada kerjaan yang harus segera di selesai kan kak" ujar Adit membuka pembicaraan.
"Ya tak apa.. kakak bisa sendiri " jawab ayura datar.
"Paman.... mau kemana...?? bukanya udah janji ingin temanin kita main..? " keluh Galuh.
"Emh... maaf ya sayang paman harus kembali kerja. oma windi tadi nelpon paman, ada yang harus paman urus " ujar Adit menjelaskan pada keponakan nya itu.
"Bisa punya urusan apa dia..? palingan dia ngin membicarakan masalah pembagian harta, yang ayah tinggalkan memang untuk kita " ketus ayura dengan dinginnya.
Angga yang tak mengetahui apa masalah keluarga mereka hanya diam tak mau ikut campur dalam urusan internal mereka, karena iya bukan lah siapa-siapa, hanya berstatus kan ayah dari anak ayura.
"Ya sudah aku duluan kak, kakak hati-hati dan jaga selalu kesehatan, dan kurangilah merokok dan meminum minuman beralkohol " wejangan Adit pada sang kakak yang mana iya juga tahu sifat ayura tersebut.
"Pergilah tak usah banyak bicara " ketusnya mengusir.
"Tuan saya pamit, saya titip keponakan saya pada anda, dan pesan saya juga anda jangan masukan kedalam hati setiap perkataan si wajah es itu " ujar Adit sembari tersenyum dan berlalu pergi.
Ayura memasuki mobilnya dan melajukan membelah keramaian kota bandung pagi itu, yang ayura juga tahu pusat perbelanjaan mana yang telah buka di sepagi ini, jadi iya pergi menuju ke tempat rehabilitas ayuna sekarang, untuk sekedar memberikan sarapan.
"Eh... bunda kita mau kemana..?? " tanya Galuh.
"Kita akan lihat, mamah ayu sayang sebentar ya lagian mall belum ada yang buka, bunda mau anterin sarapan buat mamah ayu " Ayura menjelaskan iya akan pergi kemana.
Angga yang mengikuti dari belakang juga heran karena arah pusat perbelanjaan dan jalan yang kini di tempuh itu berlawanan arah.
Sampai lah ayura di sebuah restoran, iya turun untuk membeli makan untuk iya bawa kepada ayu.
Dan tak lama mereka melanjutkan perjalanan hinga sampai lah di pusat tempat rehabilitas para pecandu narkoba, di sana angga semakin heran kenapa ayura membawa anak-anak ketempat seperti ini, tapi angga hanya diam menunggu di dalam mobil nya di sebrang gedung tersebut.
"Hai..... yu.. gue datang nih bawa sarapan buat loe, loe pasti belum sarapan kan...? " ujar ayura saat membesuk ayu.
"Hai juga.... eh... siapa dua bocah imut ini yur.. .??? " tanya ayu saat melihat si kembar.
"Itu anak gue si kembar " ayura melihat ke raha yang di tunjuk oleh ayu, yaitu anak-anak nya.
"Serius... wah dah gede aja ya... uluh.... uluh.... masih saja imut, sini ding mamah mau peluk kalian " ujar ayuna yang tak percaya sembari merentangkan tangan.
Ayura menganggukkan kepalanya sembari tersenyum pada putra dan putrinya menyuruhnya menyambut pelukan dari sahabatnya itu. Kedua anak itu pun mendekat dan membalas pelukan ayu pada mereka.
Satu jam sudah berlalu mereka ada di dalam sana angga yang sudah mulai bosan menunggu mereka bertiga, dia keluar dan menuju ke mini market yang ada di depan nya untuk mencari cemilan atau sekedar mencari minum.
"Yu... kami pulang dulu ya hari ini kami mau menempati rumah baru, selepas ini akan jemput wilona dan berbelanja barang yang kurang setelah itu aku baru pergi ke rumah yang baru aku beli " ujar ayura berpamitan pada ayu.
"Oh... iya silahkan kan maaf ya yur aku repotin kamu buat jaga lona, oh iya ini ada uang tabungan aku buat wilona, kamu pakai ini buat kebutuhan sehari-hari dia " ayu menyerahkan blackcard pada ayura.
"Pin nya tanggal lahir wilona, makasih ya buat kalian harus jagain bunda dan jangan nakal ya " ayu mengusap kedua kepala anak itu dengan lembut.
"Iya mah pasti itu akan kami lakukan, bay mah " ujar Galuh yang langsung akrap dengan ayu berbeda dengan aji yang memeng dia itu berwatak dingin.
__ADS_1
Kini ayuna kembali ke kamar nya dan ayura beserta si kembar berjalan keluar untuk kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan ke panti asuhan untuk menjemput lona yang akan iya asuh bersama si kembar nantinya.
Saat ayura melihat mobil angga yang masih terparkir di sebrang jalan iya pun menghampiri mobil itu, saat ayura menghampiri angga yang belum kembali dari minimarket membuat ayura bingung kemana orang nya.
"Lah.... mobil nya ada tapi orang nya kemana..?? " gumam ayura.
"Kenapa bunda.....!!!!!! " teriak Galuh dari dalam mobil yang melihat ayura seperti kebingungan.
Ayura menoleh ke arah mobilnya, dan tersenyum pada putri nya itu, ayura kembali ke mobil nya untuk menghubungi angga karena ponselnya ada di alam mobil.
"Kenapa bun kok kaya yang bingung....!??? " tanya Galuh saat ayura telah kembali ke mobil.
"Gak ada... bunda cuman heran ayah kalian pergi kemana soalnya bunda , ketuk kaca mobilnya tak ada orang di dalam " jawab ayura sembari mencari kontak angga di ponselnya.
'Tok.... tok... tok... 'suara ketikan dari kaca mobil yang mengejutkan ayura yang sedang sibuk dengan ponselnya, menghubungi angga namun tak di jawab nya.
"Astagfirullah..... " Ayura mengusap dadanya karena terkejut dan langsung menurun kan kaca mobil nya.
"π€¨ Ada apa???? " tanya nya saat kaca sudah terbuka sempurna.
"Ini cemilan untuk anak-anak, oh iya aku gak bisa temani kamu karena ada pekerjaan yang mendadak membutuhkan aku "ujar orang itu yang tak lain adalah angga.
"Oh... ya sudah, kan aku juga tak meminta mu menemani, sedari tadi juga aku sudah bertanya apa kau ada pekerjaan " balas ayura dengan mengambil kantong kresek yang di serahkan angga.
"Emh... aku akan suruh bili untuk menemani kalian, agar tak terlalu repot saat kalian berbelanja nanti " aju angga untuk menyuruh bili.
"Ehhh.... apa... tak usah... aku.. bisa sendiri
.." Ayura sedikit gugup saat mendengar nama bili, sebab nya beberapa hari lalu iya baru saja iya menyatakan perasaan nya pada ayura.
"Tak apa aku takutnya kau repot dan tak bisa melihat anak-anak, berbahaya jika anak-anak berkeliaran sendiri di pusat perbelanjaan " sanggah angga pada ayura.
"Ya... terserahlah.. tuan apa mau mu " ketus ayura yang kesal.
"Emh.... ya sudah ayah pergi duluan ya sayang.... lain kali kita main lagi " ucap angga pada kedua anak nya.
"Iya ayah... ayah hati-hati hati di jalan ya ππ" ucap Galuh semangat sembari melambaikan tangan nya.
Kini mereka melakukan mobil ke tujuan mereka masing-masing, ayura yang hendak perginke panti asuhan untuk menjemput wilona, dan angga yang akan pergi ke perusahaan nya untuk menghadiri sebuah rapat penting.
Tak selang berapa lama ayura sudah sampai di panti asuhan, wilona yang sudah di kabari sejak awal, dia pun sudah menunggu kedatangan ayura di teras, dan di Sana juga ada ibu panti dan anak-anak yang lain untuk mengantar wilona.
"Asalamualaikum.... bu... " salam ayura pada ibu panti.
"Waalaikumsala neng... ayok masuk dulu..? " ajak ibu panti.
"Ah... iya buk, tapi kita gak lama nih soalnya masih harus pergi belanja barang yang masih kurang bu, " ucap ayura dengan sungkan.
"Iya neng gak papah... oh iya Ibu nanti titip lona ya nak, soalnya kasihan dia di sini sering di bully oleh yang lain " ucap ibu panti itu.
"Iya bu... saya akan menjaga dia seperti menjaga si kembar... oh iya bu ini ada sedikit rezeki untuk anak-anak di sini di terima ya bu " jawab ayura sembari menyerahkan amplop coklat yang berisi uang untuk anak-anak panti.
"Iya neng terimakasih banyak, ini ibu terima dan akan ibu pergunakan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak " pungkas ibu panti yang menerima amplop tersebut.
"Oh iya... kami pergi dulu ya bu Asalamualaikum" ayura berpamitan untuk segara pergi.
"Bu... lona pergi sama bunda ya, asalamualaikum" ucap wilona yang ikut berpamitan.
"Waalaikumsalam " jawab ibu panti
"Iya sayang kamu sama bunda baik-baik ya jangan bandel " pesan ibu panti pada wilona.
"Iya bu. " jawab nya dan mengekor ayura ke mobil.
Kini mereka pergi ke pusat perbelanjaan dan berbelanja kebutuhan rumah yang masih kurang, dan berbelanja semua bahan yang di butuhkan, setalah itu mereka langsung melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.
"Hah..... kita sudah sampai anak-anak. ayok kita turun kalian bantuin bunda bawak barang ya " ucap ayura saat selesai memarkirkan mobil di halaman rumah nya.
"Wah... bun... rumah nya bagus banget...!!!! " riuh Galuh yang senang...
"Berisik banget sih ... " ketus aji sembari menutup telinganya.
__ADS_1
Sedangkan wilona iya hanya mengagumi dalam diam, dia bahagia bisa ikut ayura.
Mereka bertiga membantu ayura menurunkan barang yang ringan, dan ayura yang membawa barang yang cukup besar seperti koper pakaian yang cukup besar.