
Evan hanya tersenyum menanngapi pertanyaan keponakan nya itu sembari mencubit, lembut pipi gembulnya itu.
"Paman ke kampus sayang... paman kan sekolah.... sama kan kayak kalian... paman bukan pergi jalan-jalan, nanti deh kalo mau jalan-jalan, " jawab nya
"Bener loh ya paman, nanti kita ajak oma, sama oppa jalan juga ya... kasian oppa... gak pernah di ajak jalan-jalan sama kita " gadis kecil itu senang saat evan mengajak nya jalan-jalan.
"Ok... nanti kita jalan-jalan semua ya, tapi nanti kita mau jalan-jalan kemana...??? " seloroh evan.
"Kita jalan-jalan ke puncak.. paman... di sana kayak nya enak deh " jawab nya antusias.
"Ok sial tuan putri...... nanti tapi ya kalo mau ke puncak kita tunggu liburan dulu soal nya kan paman juga masih sekolah, dan kalian juga kan sekolah sayang " ucap evan lagi.
"Ok... janji ya " gadis kecil itu menunjukan jari kelingking nya.
"Janji.. " evan menautkan jari kelingking nya dengan jari kelingking gadis kecil itu.
"Mah... nanti kita mau makan ayam goreng ya... " ucap aji
"Iya... tapi kita... pesan online aja ya sang, nanti kalian sama paman evan di rumah ya soalnya mamah masih harus ke rumah sakit sayang " jawab ayu dengan lembut.
"Ada apa lagi mah di rumah sakit apa teman mamah, tak ada yang menemani " ucap aji
"Iya sayang... keluarga nya jauh, besok deh mamah bawa jenguk ya " ucap nya.
Anak-anak hanya mengangguk mengiyakan, sedangkan evan dia, merasa tak berani untuk bertemu ayura nanti nya, jadi iya bingung apa kah iya akan menjenguk atau tidak.
Sedangkan di sisi gabriel iya yang sedang bersantai di,rumah apa lagi yang iya lakukan hanya menonton acara televisi, dan saat iya sedang fokus dengan handphone nya, acara di televisi menyiarkan berita tentang kecelakaan tadi siang.
Gabriel langsung mengalihkan pandangan nya ke arah layar televisi yang sedang menayangkan berita tersebut, dan saat di perlihatkan mobil, dan nomor plat mobil yang mengalami kecelakaan tersebut, gabriel terkejut.
"Itu... kalo tidak salah mobil wanita sialan itu kan...??? " gumam nya sembari terus mengingat untuk memastikan agar iya tak salah menduga.
Sedang fokus dan berfikir tiba-tiba ponsel nya berdering, dan ada panggilan dari nomor yang tak di ketahui itu milik siapa, karena tak ada di dalam kontak nya.
"π·πππ... "
"π·πππ... ππππ πππ’π πππππ ππππππππππππ πππππππππ πππ’π, ππππππ πππππ ππππππ πππ πππππ... πππππππ ππ’π πππ ππππ πππ ππππ π’πππ πππππππππ ππππ "
Ujar orang yang berada di sebrang telpon, yang tak lain adalah preman suruhannya.
"π±ππππ πππ πππ ππππ’ππππ ππππππ πππππ ππππππππ ππ’π, πππππ πππππ ππππππππ ππ’π..?!, ππππ πππππ ππππππ πππ πππππ ππππ..? "
__ADS_1
Gabriel jadi sedikit merasa takut, meski dia senang karena merasa saingan cintanya telah , menghilang untuk selamanya, menurut dia karena dia tak tau dengan keadaan ayura sekarang.
"π±ππππ πππ πππ πππππ ππππ... ππ ππππ πππππ πππ ππππ πππ π’πππ πππππππππ ππππ,... πππ πππππ πππππππππ ππππ πππππ πππππππ... ππππππ ππππππ ππππ π’πππ ππππ ππππππππ... "
Seloroh para preman itu, dan iya meminta uang bayaran pada Gabriel yang masih, ada di tangannya yang belum di bayar lunas.
"ππ... πππ πππ ππππππππ.... ππππ πππππ πππππππ πππ ππππππ πππππ ππππ ππππ ππππ πππ, ππππ.. ππππππ πππ πππππππππ πππππ.. ππππ ππππππ πππ ππππππππ πππππ ππππππππππ πππ... ππππ πππππ.. ππππππ ππππ ππππππππππ ππππππ ππ’π πππππππ... πππππ πππππππ... "
"ππππ... ππππ πππ πππππ πππππππ.... ππππ πππ’ππππ ππππ ππππππ.... "
"π±ππππ πππ ππππππππππ πππππ ππππππ...??! ππππππ ππππππ πππππππ πππππππ πππ’π.... ππππ πππππ πππ’π ππππ ππππππππππ ππππ πππππ πππ πππππππππ ππππππ πππππππππ ππππππππ.... "
Gabriel kenal karena preman itu meminta uang lebih, yang padahal tak seperti itu waktu perjanjian, sebelum Gabriel memberi perintah untuk menculik ayura dan beserta anak-anak nya.
"πΈππππ ππππ... ππππ πππ πππ ππππππππ πππππππ ππππ.... πππ ππππ πππππππ... ππππππ ππππ ππππ ππππ ππππππππ, πππ πππππππ ππππ ππππ πππππ πππππππ πππ, πππ ππππ πππππ πππ πππππππ... πππππππ π’πππ ππππππππ ππππ πππππ πππππ ππππ π
ππππ ππππ ...??! "
Gabriel langsung mematikan sambungan telpon, mau tak mau iya harus mengirim kan uang yang mereka minta pada nya, karena iya tak mau di penjara nantinya, karena iya juga masih ada keterlibatan akan kecelakaan ayura.
"Aaahhhhh.... sial... preman... goblok.... sial.. tapi tak apa... seharusnya... sekarang aman wanita itu tak akan menggangu angga lagi, nanti akan ku cari tau, dia sudah mati atau belum " uampat nya sembari uring-uringan tak jelas.
"Hahahahah.... itu akibat nya mengganggu milik Gabriel Wilastri... harus kau bayar dengan kehidupan... mu wanita sialan " Iya tertawa lepas dan membanggakan dirinya serata mengumpat orang.
Entah lah kerasukan setan apa Gabriel ini... yang padahal angga juga dekat dengan ayura di karenakan anak-anak, nya bersama ayura.
Tapi mungkin begitu lah kalo wanita cemburu... segala cara akan iya lakukan untuk, menghancurkan penghalang menurutnya.
Sedangkan di rumah sakit ayj yang baru sampai ke rumah sakit kembali , iya melihat seperti ada orang di ruangan rawat ayura, iya langsung bergegas untuk melihat siapa orang yang ada di dalam sana.
__ADS_1
"Eh.... Kalian toh... susah lama..? " tanya ayu pada 3 orang pria yang ada di ruangan rawat ayura.
"Ayu... aku mau tanya ini kenapa bisa, ayura kecelakaan begini...??? " tanya salah seorang dari ketiga pria tersebut.
"Saya juga kurang tau tuan , saya juga sedang makan siang dan tiba-tiba ada yang menelpon dari kepolisian yang mengabarkan kalo ayura kecelakaan " jawab ayu yang tak tau menau
"Lalu di mana anak-anak kenapa aku tak melihat nya..?? "
"Anak-anak belum ada yang tau kalo bunda mereka mengalami kecelakaan, jadi tak saya bawa ke mari, besok setelah mereka pulang sekolah baru lah akan saya bawa kemari " kabar ayu menjelaskan pertanyaan angga.
Ya tiga sosok pria itu adalah angga dito, dan bili, mungkin mereka tau ayura kecelakaan, setelah mereka melihat pemberitaan di televisi yang sudah sejak tadi sore , menayangkan berita kecelakaan mobil tinggal yang menumbur truk yang sedang berhenti di tepi jalan.
'tok... tok. tok..... '
"Permisi tuan-tuan dan ibu... saya ingin memeriksa dulu keadaan pasien " ujar suster yang baru saja masuk keruangan ayura untuk memeriksa.
"Oh iya silahkan Sus... " jawab ayu mempersilahkan.
"Ayok para tuan muda sebaik nya kita menunggu di luar saja, biarkan suster memeriksa " Ajak ayu pada ketiga pria itu untuk menunggu di luar.
Mereka berempat pun keluar dan memutuskan untuk menunggu di depan ruangan saja, karena ingin membiarkan ayura untuk merasa tenang.
Dari ujung lorong rumah sakit itu ada pria muda yang berlari menuju ke arah, empat orang tersebut dengan terburu-buru, langsung menghampiri.
"Asalamualaikum.. " sapa pria itu pada keempat nya.
"Waalaikumsalam.. " Jawab mereka serentak.
"Adit kamu sudah sampai...?? " tanya ayu saat melihat siapa orang itu.
"Iya kak... gimana keadaan kak ayur kak?..? " tanyanya yang terlihat cukup panik.
"Tenang lah dit... ayura sudah melawati masa kritis... tapi dia masih dalam keadaan koma , kamu masuk lah... jenguk dulu, oh iya nanti kamu temuin dokter dit " ayu mencoba melerai rasa panik aditya.
"Em... eh.... ada tuan dito... tuan angga , tuan bili jiga ya, maaf saya baru ngeh kalian ada di sini " ujar adit yang baru sadar ada orang lain di sana selain ayu.
Mereka hanya membalas sapaan Adit dengan senyuman tipis, dan tak lama suster keluar setelah memeriksa, adit masuk untuk melihat keadaan sang kakak, baru saja iya membuka daun pintu, dan tampak lah wanita cantik yang terbaring tak sadarkan diri, dengan berbagai alat medis untuk membantu nya menempel di seluruh bagian badan sang kakak.
Dengan langkah gontai adit berjalan, menuju ke ranjang tempat ayura terbaring, dan tak terasa air mata lolos begitu saja, meluncur melewati pipi mulus milik adit.
"Kak... ini adit kak.... kakak cepet sadar ya...?? kak..kasian anak-anak kak... mereka nanyain kakak terus,kakak harus cepet sadar ya " ucap nya lirih pada sang kakak yang tak merespon ucapannya.
"Kak... kenapa bisa begini... aku tau... nasib memang gak ada yang tau.... bagai mana kita kedepannya .... tapi kak adit mohon, kakak bertahan ya... bangun.. kasian anak-anak masih butuh kasih sayang kakak sebagai bunda nya..... " ucap nya lagi sembari duduk dan menggenggam tangan ayura yang tanpa selang infus.
Adit terus saja mengajak bicara ayura meskipun tak mendapat respon dari sang kakak, tapi terus saja adit mengajak bicara, adit yang mungkin lelah akan pekerjaan nya, dan lagi di tambah tadi di perjalanan juga dia tak sempat istirahat karena khawatir dengan ayura, dia ingin cepat sampai, hingga iya kini tertidur sembari terduduk dan tangan nya masih saja memegang tangan ayura.
Ayu...membuka pintu... untuk melihat keadaan di dalam, dia sangat terharu dengan, kedua nya karena adit yang begitu sayang dengan sang kakak, di sudut bibir ayu sedikit menyunggingkan senyum tipis, dan dia menghampiri adit, untuk membangun kan nya supaya iya pindah ke sofa saja, jika iya tertidur semalam dengan posisi, duduk maka badannya besok pagi akan sakit semua.
"Adit.. dek... pindah dit... " ujar ayu membangun kan adit, dengan mengguncang lembut bahu adit.
"Emmm... iya kak ada apa.. ?? " tanyanya masih setengah sadar.
"Pindah tidur nya di sofa... biar nyaman, jika kamu tidur begini yang ada badan kamu nanti sakit semua " ucap ayu lagi sembari menunjuk sofa di belakang nya.
"Em... iya kak " adit bangkit dari duduk dan pindah ke sofa.
Karena iya sangat lelah, karena adit menempuh perjalanan jakarta bandung... dengan mengunakan jalur darat, tak menggunakan pesawat, jadi lah iya sangat kelemahan,iya pun menyambung tidur nya kembali.
__ADS_1
Ayu... melihat ayura sejenak, sebelum iya pulang, karena dia merasa kasihan dengan anak-anak di rumah yang ditinggalkan hanya dengan paman nya yang masih remaja, jadi meski sudah tengah malam ayu memutuskan untuk pulang saja ke rumah.
"Yur... kamu cepet sadar ya.... aku pulang dulu besok setelah Anak-anak pulang sekolah, aku akan datang kesini lagi dengan mereka " ucap nya dan langsung berbalik badan dan kelur dari ruangan itu.