
Dokter keluar dari ruangan ICU dengan raut wajah yang kurang enak di pandang.
"Bagi mana keadaan anak saya dok?? " tanya Asyura dengan rasa penuh khawatir dengan keadaan putrinya yang masih sangat kecil itu.
Dokter melepas maskernya dan menjawab dengan pelan agar menghilangkan rasa ke khawatir di diri ayura.
"Tenang lah nyonya anak anda hanya demam saja, tapi jika terlambat sedikit saja anak ibu akan membuat bagian organ dalam mengalami kerusakan " ucap dokter dengan tenang.
" Tapi sekarang keadaan anak ibu sudah baik-baik saja , tak usah khawatir lagi, kalo begitu saya harap anda menjaganya dengan baik, saya akan kembali untuk beristirahat.
"Iya terimakasih dok" ucap ibu panti dan ayura.
Dokter itu mengangguk dan pergi untuk kembali karena sudah selesai tugasnya.
"Bu.. ibu juga istirahat lah aku yang akan menjaga Galuh "ucap ayuna yang melihat ibu panti yang tampak leleh.
" Apa kah tak apa neng, ibu tinggal?? "tanya si ibu yang merasa kasih karena ibu panti melihat ayuna juga yang sangat kelelahan.
" Aku tak apa bu, oh iya nanti jika ayu datang ke panti, tolong bilangin sama dia aku ada urusan gak bisa pulang untuk beberapa hari ya bu "jawab ayura dengan tersenyum dan sebelum ibu panti pergi dia menitip pesan untuk temanya.
" Iya neng nanti ibu sampaikan "ujarnya dan lalu pergi meninggalkan rumah sakit untuk kembali ke panti asuhan.
Ayuna melihat anaknya yang masih kecil susah benyak selang di tubuh nya dia merasa sedih, dengan kondisi anaknya yang masih bayi harus menderita seperti itu.
" Nak.. kamu cepat sembuh ya, nanti mein bareng lagi sama bunda dan adik aji ok sayang "ucap ayura lirih sembari meneteskan air mata.
Yura duduk di sofa yang ada di ruangan inap tersebut, karena badannya yang merasa lelah dia pun tertidur, iya lupa jika hari ini adalah hari pertamanya kerja menjadi pembantu.
Sekarang jam sudah menunjukan pukul 05:00 pagi angga terbangun lebih cepat dari biasanya karena ada niat ingin menjalin dan balas dendam pada wanita yang membuatnya terlambat datang ke rapat dan badannya basah karena terguyur hujan.
Angga berjalan ke arah jendela, namun belum ada tanda-tanda orang di depan rumahnya.
"Heh.. di hari pertama saja sudah terlambat, dasar tak konsisten... " gerutunya kesal, laluinya kembali membaringkan tubuh nya dan terlelap kembali.
Tak terasa kini hari sudah mulai terang, asisten pribadinya sudah datang dan mempersiapkan semua keperluan angga, dan kini saat nya untuk membangun kan tuan nya itu .
'Tok... tok... tok... '
"Tuan... sekarang hari sudah siang, kita hari ini akan ada pertemuan dengan kelen dari luar negri tuan " ucapnya di balik pintu membangunkan tuanya.
Angga yang mendengar panggilan sang asisten dia terbangun lalu pergi ke arah kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya.Saat setelah selesai berpakaian dia langsung pergi ke arah meja makan yang mana di sana semuanya sudah siap.
"Apa wanita itu tak datang??? " gumamnya di sela iya makan.
"Tuan nona ayuna mengirim pesan pada saya kalo dia tak bisa datang karena ada keperluan yang sangat penting " ucap si asisten yang baru tiba entah dari mana.
"Emh.... jadwal hari ini apa saja?? " angga bertanya dengan datar.
"Tidak ada tuan anda hanya perlu memeriksa semua berkas saja yang ada di atas meja di kantor setelah itu jadwal kosong "jawabnya
Angga mengangguk mengerti dia meletakan sendok dan garpu di tangan nya lalu mengelap sisa makan di mulutnya dan beranjak pergi.
Ayu yang kini datang ke panti asuhan, yang iya kira kalo Ayura berada di sana untuk menemani si kembar. Ayu masuk dan langsung di sambut oleh para anak-anak di panti tersebut dengan gembira begitu juga dengan anaknya wilona.
__ADS_1
Ayu berjongkok di hadapan anak nya lalu iya bertanya perihal tentang ayura.
"Sayang kemaren apa di dalam ada bunda?? " tanya ayu dengan lembut.
"Tidak ada bu, bunda datang kemaren pagi pas hari hujan dan tak ada lagi datang kemari bu " jawab nya dengan polos.
Ayu hanya tersenyum ya mungkin dia pikir wilona belum bertemu dengan ayura, makanya iya menjawab seperti itu, dia menggandeng tangan sang anak lalu masuk kedalam dan menemui ibu panti, untuk memberikan bahan makan dan uang tunjangan.
"Bu apa yura tadi malam ada datang kesini?? " tanya ayu pada ibu panti sembari membres kan barang bawaan nya.
"Oh... neng yura, iya ada tapi dia pergi untuk beberapa hari neng setelah membawa si kembar, jadi untuk beberapa hari ini dia gak mau di ganggu ponsel nya di simpan di sini " jawab ibu panti sesuai dengan pesan ayura padanya pada malam itu saat di rumah sakit.
"Oh... bagus lah kalo gitu, oh iya bagai mana kabar si kembar?? soalnya yura gak pernah pergi di tengah jam bekerja bu pasti ada apa-apa sama si kembar ya?? " jawab nya sembari mengangguk, namun iya juga masih merasa aneh lalu bertanya pada ibu panti.
"Si kembar baik-baik saja neng ya memang semalam Galuh agak rewel, mungkin iya kangen dengan bundanya " jawab ibu panti langit dengan tenang.
"Ohh.. " jawab nya singkat.
"Kalo boleh tanya lagi mereka pergi liburan kemana ya bu?? apa dia ada bilang sama ibu, dan gak mungkin juga pergi berlibur di tengah malam kan bu?? " tanya ayu yang masih sangat curiga dengan Kean temannya itu.
"Ibu juga tidak tau neng soalnya neng ayura buru-buru gitu jadi ibu gak sempet nanya, ya mungkin dadakan kali neng, ya sudah ibu mau liat anak-anak dulu ya " ucap si ibu dia pergi untuk menghindari pertanyaan lainya dari ayu.
"Ahh aneh tapi udah lah mungkin dia emang butuh waktu privat kali " ucapnya sembari berjalan ke depan untuk bermain dengan anak-anak.
Aji yang terbangun dari tidur nyetak nya dengan lucunya yang membuat ayura gemas.
"Aduh.. gemasnya anak bunda, udah bangun bobok ya, maaf ya bunda bawa kamu ke rumah sakit, kita jaga kakak Galuh di sini ya " ayura mengajak bicara anaknya itu.
"Sayang... kamu mau gak ikut bunda, kita hidup bertiga aja bunda jamin deh kita akan bahagia " ayura mengutarakan keinginannya pada bayi nya itu yang belum mengerti apa-apa.
Ayura mengajak aji berjalan di taman rumah sakit untuk berjemur di pagi hari. iya tak tahu kalo ada sepasang mata yang menatapnya sedari tadi ke arah nya yang jaraknya tak begitu jauh darinya, hanya terpisah beberapa pilar tiang rumah sakit.
"Tuan.. tuan.. mari kita pergi " sapa seseorang yang berada di sebelahnya.
"Emh... mari " orang itu berlalu pergi.
Ayura yang menoleh ke arah lorong rumah sakit sempat melihat pria tersebut, iya terkejut dan langsung beranjak dari taman untuk menuju ke ruang inap Galuh.
"Hah.. kenapa papah ada di sini? kira-kira dia liat aku gak ya tadi " gumam ayura dengan ada rasa takut.
Ayura masuk ke dalam kamar inap Galuh dia melihat di sana ada suster yang akan mengganti infus nya.
"Eh nyonya... saya hati ini akan menganti infusnya, oh iya baby Galuh juga nanti siang sudah bisa di bawa pulang bund" ucap suster itu.
"Oh iya makasih ya Sus, kalo boleh saya titip dulu aji saya mau beli makanan sebentar " ucap ayura sembari menyerahkan aji pada suster.
"Iya bund, silahkan " jawab suster sembari mengambil aji.
Ayura berjalan keluar, dengan perlahan untuk mencari makan, karena iya juga harus tetap sehat untuk menjaga si kembar.
__ADS_1
Saat berjalan tiba-tiba ada yang menarik tandanya dari sebelah kanan. Ayura langsung menoleh reflek kearah karang yang menarik tangannya.
"Papah.... " ucapnya pelan saat melihat sisik ayah di hadapannya.
"Iya ini papah.. kenapa kaget ayah bisa nemuin kamu di sini?? " ucap papahnya sembari memegangi tangan putrinya itu.
"Pah.. papah bersama siapa di sini??, emh ayok ikut yura untuk sarapan pah "tanya ayura sembari melihat ke sekeliling dan mengajak sang papah untuk sarapan bersama.
" Tidak.. usah papah ke sini untuk mengajak kamu pulang ke rumah , papah sudah tau kau di sini menjadi wanita malam, lebih baik kau kembali dan menikah "tegas sang papah yang kesal pada anaknya.
Ayura mendengar pernyataan sang papah , terkejut karena rahasia yang selama ini iya tutupi dari keluarga ternyata diketahui oleh sang papah.
" Maafin ayura pah.. ayura selama ini tak ada niat untuk membohongi kalian,"ucap ayura lirih sembari menunduk .
"Papah kecewa...!!! jadi selama ini kamu memberikan kamu makan dengan uang haram mu itu, kalo papah tau sejak awal , papah tak mau terima uang haram mu itu " ucap sang papah kecewa pada putrinya tersebut.
"Pah.. selama ini ayura memberi kalian uang bukan hasil ayura menjadi wanita malam pah, tapi itu murni hasil kerja ayura dengan halal pah, pah sekali lagi maafin ayura pah" ucap ayura sembari menangis di bawah berlutut di kaki sang papah.
"Ayura papah kecewa, sama kamu selama ini papah dan mamah mendidik kamu dengan benar tapi kamu malah menjadi seperti , papah malu yura, papah sudah gagal menjadi orang tua, sudah setelah ini jangan anggap kami keluarga mu lagi " ucap papah ayura sembari menepis tangan ayura dan berlalu pergi dengan rasa kecewa.
Semua orang yang lewat melihat kejadian itu menatap ayura dengan rasa jijik dan benci.
"Hiks... hiks... hiks... pah.. mah.. maafi ayura pah... mah... hiks... hiks... hiks.. ayura juga gak bakal lakuin ini jika bukan lelaki brengsek itu dan aku mempunyai hutang yang cukup besar pah hiks... hiks... hiks... " ayura terduduk dan menangis sendiri di pinggir jalan.
Angga yang pas melintasi tempat tersebut melihat ayura yang sedang menangis terduduk iya turun dari mobilnya dan menghampiri ayura.
"Hei... wanita kenapa kau hari nini tak ada datang kerumahku untuk bekerja..!! " ucap angga dengan dingin .
Ayura yang mendengar ada orang yang bicara padanya iya pun mendongak dan melihat wajah pria itu, ayura langsung bangkit dan mundur beberapa langkah.
"Pria mesum, untuk apa dia ada di sini?? " tanya ayura dalam hatinya srmbari menyeka air mata nya.
"Maaf apa anda berbicara dengan saya tuan..?? " tanya ayura sembati menujuk pada dirinya.
"Ya aku bicara dengan mu, kenapa kau pagi ini tak datang untuk bekerja, bukan hanya saja tekat ini malah tak sama sekali datang di hari pertama kamu bekerja " ucap nya dengan dingin.
"Heh.. sejak kapan saya melamar kerja ke tempat anda tuan, saya tak merasa pernah mengajukan pekerjaan pada anda " balas ayura dengan tak mau kalah.
"Kemaren , kau datang ke kantor Wr. untuk melakukan wawancara, apa masih tak ingat " ucap angga mengingat kan.
__ADS_1
Ayura semakin bingung apa yang di maksud pria di hadapan, karena iya tak mau pusing berurusan dengan pria asing pikirnya iya pun pergi berlalu meninggalkan angga yang masih saja berbicara menjelaskan.