Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 41


__ADS_3

"Aaauuuuuu..... ais.... bisa gak sih kalo ngerem itu bilang-bilang atau pelan-pelan.... kepentok nih sakit tau..... " omelnya sembari memegangi kepala nya.


"Mana yang sakit.... mana.. maaf.. akuntansi sengaja... karena aku kaget tadi maaf.. " Bili panik saat mendengar jeritan ayura yang terhantuk kepalanya.


"Kaget sih kaget tapi gak mesti jadi bodoh gini kan mau nyelakain orang lagi.... " umpat nya kesal iya melanjutkan meraba kantong celana bili.


"Iya... iya maaf... lagian kamu buat apa rokok...??? " tanya bili lagi.


Gara-gara ayura meraba tanpa izin membuat bili menjadi berigidik hingga membuat si junior menggeliat .Iya menatap ayura yang mulai menyalakan sebatang rokok di tangan nya.


"Kamu merokok...??? " tanya bili yang baru tau jika ayura menghisap rokok.


"Tak usah cerewet.. lakukan saja mobil nya cepat...!!! " ketua nya saat sudah menghisap rokok.


Kini di dalam mobil itu di penuhi asap rokok , bili yang tak tahan iya pun membuka kaca mobil guna mengeluarkan asap rokok, bili tak bisa berkata laginya juga harus bisa bertahan dengan api yang sudah mulai membara di dirinya, dia hanya bisa melajukan mobil nya untuk menuju ke club malam terdekat di daerah tersebut.


Ayura terus menghisap rokoknya hingga hisap pan terakhir dan iya melemparkan puntungnya ke luar jendela.


"Ayura.... merokok itu tak baik untuk tubuh mu... apa bisa berhenti sebelum terlalu kau kecanduan...??? " ujar bili memecah keheningan di antara keduanya .


"Cih... kau bilang padaku tak baik untuk tubuh lalu apa yang kau lakukan menghisap nya, jadi sebelum kau sendiri tak menghisap nya tak usah menasehati ku " celetuk nya.


Bili terdiam memeng benar apa yang iya katakan , iya bisa menasehati tapi dia sendiri juga tak bisa lepas dari rokok.


"Jika aku berhenti apa kau mau berhenti juga...?? " Tiba-tiba bili menanyakan hal tersebut.


"๐Ÿคจ๐Ÿคจ... heh... apa hubungannya dengan ku kau berhenti atau tidak nya "menaikan satu alisnya bertanya.


" Ayura aku berbicara seperti itu, demi kebaiaku juga karena merokok itu tak baik "ucap bili lagi.


" Buktinya aku masih sehat dan hidup sekarang di hadapan mu bukan, jika memang rokok dapat membunuh mungkin sekarang taka akan ada satu mobil dengan mu, kalo tidak mungkin aku sedang gentayangan menjadi roh penasaran "celetuk ayura.


Sudah lah bili hanya diam dia tak ingin berdebat dengan ayura dia juga tak ingin mencari masalah, bili ternyata bukan membawa ayura ke club melainkan iya membawanya ke pantai untuk menikmati angin malam di sana, agar bisa lebih tenang.


" Sudah sapi ayok turun...!!!! "Ajak bili sembari iya membuka pintu milik nya.


" Kenapa ke tempat seperti ini.... bukanya aku menyuruhmu ke club... mau ngapain di pinggir pantai mau berenang...??? "tanya ayura dengan bete...


" Huuuff... kita kesini untuk mencari angin dan menenangkan pikiran... kau di sini bisa melampiaskannya dengan berteriak sekuat mungkin hingga hatimu merasa teneng kembali... "jawab bili sembari turun.


Ayura ikut turun dan berjalan ke arah bibir pantai ayura bejalan-jalan di sana menikmati angin malam kala itu karena ayura mengenakan baju yang cukup sedikit terbuka, yang membuat bili kasihan takutnya ayura kedinginan iya pun melepaskan jas yang iya kenakan dan menghampiri ayura dan memakaikannya.


"Emh.... kenapa....??? " tanya ayura sembari menoleh ke arah bili.


"Ini dingin pakai lah agar kau tak masuk angin... " balasnya sembari berjalan di samping ayura.


"Yur... pertanyaan aku waktu itu belum kamu jawab loh...??? " celetuk bili lagi yang menginginkan jawaban dari ayura.


"Bukanya aku sudah katakan... dengan jelas waktu itu juga... aku bukan wanita yang baik buat kamu, di luar sana masih banyak yang lebih baik. apa lagi kau juga tak akan mengerti kehidupan pribadi ku,.... " jawab ayura lagi.


"Tapi cinta kuni tak memandang baik buruk nya kamu yur... aku benar-benar tulus... sifat buruk bisa di ubah seiring waktu berjalan bukan... yang jadi masa lalu aku tak peduli.... yang aku ingin kan kamu ada untuk masa depan ku yur.... " bili... mengeluarkan semua pemikirannya tentang apa cinta menurut pemahamannya.


"Sudah lah..... itu paling hanya cinta sesaat... nanti saat telah.. melihat daun muda kau juga akan berpaling.... karena dari itu aku tak mau menyesal nanti dan sakit hati nantinya karena kembali di permainkan oleh kata cinta... aku masih trauma akan cinta... " jawab ayura lagi menolak dengan pandangan yang yang lurus memandang laut gelap.


"Cinta ku ini benar tulus untuk ayura.... meski aku tau kamu pasti berharap pada tuan angga bukan... saya tau nona dia memang sempurna dan mempunyai segalanya.... tapi kau harus tau... aku baru dapat kabar dari tuan besar wiranto kalo perusahaan untuk tiga hari ke depan di serahkan padaku, karena tuan muda akan segera melaksanakan pernikahan nya " ujar bili menjelaskan...


Ayura sedikit terkejut.... karena iya bagai mana menjelaskan nya pada anak-anak jika ayah nya tak lama lagi akan memiliki keluarga nya sendiri.


"Lalu apa hubungan nya dengan ku dia ingin menikah atau tidak tak ada sangkutannya dengan ku " jawab ayura.


Bili tak menyangka dengan jawaban ayura yang tak peduli sama sekali prihal angga akan segera menikah.Padahal perkiraan bili ayura akan terkejut atau apa lah tapi iya terlihat tenaga, bili juga sempat berpikir lalu bagai mana dengan anak-anak, jika ayah mereka memiliki keluarga baru.



Sedangkan kini di kamar di tempat angga di kurung tua wiranto masuk untuk melihat putranya dan meyakinkan putranya untuk menerima pernikahan tersebut.



"Pah... apa tak ada cara yang lebih rendah....????!! hingga harus mengurungku untuk memaksa menikah.... pah aku juga punya kehidupan sendiri dan aku juga memiliki pilihan sendiri prihal jodoh....!!!! pernikahan karena pemaksaan tak akan bahagia selamanya.... " rutuk angga pada sangat ayah yang baru saja masuk ke dalam kamar tersebut.



"Apa kah pilihan mu adalah wanita liar itu.... cih.... sungguh buruk.... papah itu peduli akan masa depan dan reputasi keluarga... jika kau menikah dengan wanita liar itu lalau semua pablik talu kalo menantu keluarga besar wiranto adalah seorang wanita malam.... mau di tarok di mana muka ini hah... "


__ADS_1


"Lagian Keluarga wilas juga termasuk orang terpandang dan baik, kita juga tau bibit bobot latar belakangnya, sedangkan gadis pilihan mu tak tau latar belakang nya, jadi papah harap kamu tak membantah lagi jika ingin melihat wanita itu masih dengan hidup tenang nya " jelas tuan wiranto dengan sengaja sedikit mengancam.



Angga yang mendengar itu sontak menjadi marah karena jika ayahnya melakukan sesuatu pada ayura bagai mana nasib anak-anak nya kelak tanpa ayura.



"Ok... baik aku akan terima pernikahan ini... tapi ingat lah papah jangan menyentuh nya sedikit pun... kalo tidak jangan harap aku akan menerima perjodohan.. ini atau pun memberikan hidup tenang di masa tuamu " angga menyanghupi pernikahan itu karena iya tak mau ayah nya melakukan hal buruk pada ayura.



"Bagus... kenapa tak sedari tadi kau menurut... aku kan tak perlu susah mengancam... dan melakukan penangkapan dan mengurung mu di sini " ucap nya sembari berlalu pergi dari ruangan itu.



"Aaaagggghhh..... sial... kau bodoh.... tak berguna..... masalah seperti ini saja kau tak bisa.... " angga merutuki dirinya sendiri yang kini tengah tak berdaya dan tak bisa melawan kehendak orang tuanya.



"Nak.... maaf kan ayah... yang mematahkan lagi keceriaan mu.. ayah masih tak bisa membuat kalian dan bunda mu bahagia... tapi tunggu ayah menyelesaikan kan ini semua.... ayah berjanji... ayah akan membawa kalian jauh dari kota ini dan hidup bahagia ... " dengan sendu dan lirih angga berucap sembari menatap kosong ke arah pintu yang terbuka.



Angga hanya bisa pasrah untuk sekarang akan keinginan kedua orang tuanya, dia pun melangkah pergi untuk kembali ke rumah pribadi.



Sedangkan ketiga anak yang sekarang sedang di rumah hanya bertiga tanpa ada orang dewasa di sana sedang asik di sibuk kan dengan aktifitas mereka masing-masing, begitu juga aji yang sedang fokus dengan laptop di pangkuan nya.


"Dek kamu sedang apa dengan laptop itu....?? " tanya wilona yang melihat aji sedari tadi sibuk dengan dunia nya sendiri.


"Tidak ada aku sedang bermain game saja.. " jawab nya datar tanpa menoleh ke lawan bicaranya.


"Ji.... kamu bisa tolong cari informasi tentang...... data-data perusahan bunda gak... soalnya aku gak sengaja tadi liat kerjaan bunda seperti nya ada masalah... " tanya galuh pada sangat adik yang pintar dalam bidang komputer.


"Sebentar..... ini pekerjaan ku sebentar lagi selesai.. " jawab aji dengan cepat menyelesaikan pekerjaan nya yang tak tau apa.


"Oh... iya dek biasanya bunda sering pulang paling larut jam berapa??? " tanya wilona pada bocah dua itu. karena menurut Wilona ayura susah pergi cukup lama tapi masih belum kembali.


"Jadi kakak.. gak usah nungguin bunda palang.... oh iya kak aku boleh minta tolong gak...??? " ucap nya lagi dan Galuh kembali bertanya.


"Tolong apa dek...?? " tanya balik wilona.


"Tolong buatin cemilan dong... ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ akun lagi males masak... kakak bisa kan..?? ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ƒ" ujar Galuh yang sedang asik juga dengan ponsel di tangannya.


"Oh.... bisa ok... kakak buatin dulu ya buat kalian... oh iya kakak juga boleh minta tolong gak...??? " Dengan senang wilona akan membuatkan apa yang adik nya itu minta .


"Apa...??? "langsung di sahut oleh aji.


" Tolong dong bantuin kakak beresin semua mainan nya ya bay... "sembari berlalu ke arah dapur.


Keduanya menghela napas saat melihat mainan yang berserak di lantai bagai kan ada perampokan di sana,Ya mau tak mau mereka juga merapikan.


" Kalian tumben sekali rajin....??? "terdengar dari arah pintu ada yang menyapa keduanya yang sedang sibuk merapikan mainan.


Keduanya menoleh ke asal suara dan kembali lagi dengan ke dibuka mereka.


" Dih.... gak usah mgenyek... sorang mau bantuin di bilangin orang malas di omelin... "gerutu bocah kecil itu.


" Ya bunda heran aja kalian sejak kapan rajin begini..??? atau jangan kalian ada mau nya nih...??? "ejek ayura pada si kembar.


" Bunda juga tumben pulang masih agak sore biasanya pulang subuh.... apa bolos dari pekerjaan "balas aji.


" Bunda bosen aja di kantor... oh iya besok lain mulai sekolah ya... udah bunda daftarin dan peralatan sekolah semua udah bunda beli,... eh... di mana kakak kalian kok sedari tadi bunda gak liat...??? "ujar nya dan bertanya tentang wilona yang tak terlihat dari tadi.


" Aku di sini bunda.... bunda dah pulang ya sini kita ngemil bareng lona baru selesai buat ini masih anget "jawab nya yang baru timbul dari arah belakang dengan membawa nampan yang berisi makan.


" Oh... iya bunda lona kayak nya gak lah... biar lona belajar di rumah saja... lona malas keru banyak orang "ucap gadis kecil itu dengan perasaan yang sangat sedih.


" Tidak sayang... kalian harus sekolah tenang lah... di sini tidak ada yang tahu tentang kamu... mereka tahu nya kalo kamu anak bunda ok... lona harus sekolah ya "bujuk ayura yang tahu kalo wilona ,trauma karena di sekolah sebelum nya iya sering di bully.


" Baik lah... "jawab nya lesu.


Kini ketiga anak itu sedang asik menonton TV sedangkan ayura dia membersihkan diri karena badannya terasa lengket.

__ADS_1


Di saat sedang asik menonton tiba-tiba suara bel di tekan oleh tamu yang minta di bukakan oleh sang tuan rumah, lona yang saat itu mendengar langsung beranjak untuk membuka kan pintu dan melihat siapa yang bertamu di malam hari.


"Iya sebentar....!!! " jawab lona dari dalam


"Asalamualaikum... " saat pintu sudah terbuka ada orang-orang mengucap kan salam.


"Waalaikumsalam eh... paman angga silahkan masuk paman..." wilona mempersilahkan angga untuk masuk.


"Pasti paman nyari bunda ya... bunda lagi bersih-bersih dia juga baru pulang " ucap wilona memberi tahu kan.


"Emh... iya sayang " jawab nya singkat.


"Kalian sedang apa....?? " tanya angga saat melihat anak-anak nya sedang duduk anteng tak bergeming.


"Ayah. ..... " seru Galuh yang langsung melompat ke pelukan angga .


"Iya sayang... kalian sedang menonton apa..?? " tanya angga saat susah memangku anak gadisnya.


"Biasa ayah kami sedang menonton, berita perihal ekonomi " jawab Galuh dengan polos.


"Wah.... kalian kok tontonan nya beda banget ya dari akan seusia kalian , yang bisanya asik nonton acara dia budak kembar palak botak " ujar angga.


"Huh... bosan tak perah berubah sudah bertahun-tahun tapi dia gak pernah besar... jangan kan besar... sekolah aja gak pernah lulus tk... apa bagus nya " ucap Galuh dengan bibir di manyun kan.


"Hahahah.... anak ayah memeng beda ya " angga mencubit gemas pipi Galuh yang bulat itu.


Sedang asik berbincang dan tertawa lepas ayura yang susah bersih-bersih dia pun turun ke ruang keluarga tersebut dan tersenyum saat melihat anak nya tertawa bahagia dengan sang ayah , namun sesaat ayura langsung tertegun, karena kegembiraan itu tak akan lama lagi akan hilang dari mereka, saat iya mengingat perkataan bili saat tadi di pantai yang mana angga akan segara menikah dalam waktu dekat ini.


"Huh.... sudah lah jangan terlalu berharap akan bisa menggapai bintang di langit dengan tangan ku " gumam nya dan iya melanjutkan langkah nya utuk turun.


"Oh...... ada tamu.. " ucap ayura saat sudah sampai di dekat mereka.


Angga menoleh ke asal suara dan menampilkan senyum nya pada ayura.


"Jadi....!!! " ucap ayura sembari menatap angga.


"Apa yang jadi....??? " tanya angga bingung dengan ucapan ayura.


"Jadi tujuan anada apa tuan......??? " tanya nya lagi.


"Oh... aku hanya rindu anak-anak.. memang tak boleh... ??? " jawab angga lagi dengan sewot.


"Oh silahkan saja... " Ujar nya sembari mengganti saluran TV


"Oh... iya yur... kenapa kamu tak menempati rumah yang dulu kau beli ....? kenapa harus beli yang baru..??? " tanya angga karena iya baru tau kalo ayura membeli rumah tersebut.


"Rumah itu telah di tempati orang .. ya aku harus beli yang baru kah " jawab ayura.


"Setahu ku rumah itu tak ada yang menempati, kamu tau dari mana rumah itu ada yang menempati....??? " tanya angga


"Aku juga sering ke sana dan menyuruh orang utuk membersihkan rumah itu agar jika kamu kembali atau mau nempatin tinggal tempatain aja jadi gak usah bersih-bersih lagi " sambung angga.


"Aku beberapa hari lalu ke sana dan kayaknya ada orang yang baru saja keluarga dari rumah itu, soalnya aku lihat di wastafel masih basah, dan di bagai lain juga masih bersih " jelas ayura.


"Oh... sudah lah aku tak akan menempatinya, paling nanti jika anak-anak sudah besar siapa saja boleh menempatinya. " jelas ayura.


"Oh... iya bukanya kamu lagi diboingit ya kenapa ke luar... seharusnya kan kamu diam di rumah ...??? " Angga terkejut saat mendengar pertanyaan ayura. sebab nya belum ada berita jika iya akan menikah, atau pun angga memberitahu jika iya akan menikah.


"Kamu tau dari mana...?? " ujar angga bertanya balik.


"Ya tau aja... " Jawab nya.


"Emh... ini sudah malam anak-anak kalian kembali ke kamar dan tidur lah besok kalian akan sekolah, nanti kesiangan lagi " ayura melihat jam dan menyuruh anak-anak agar segara tidur untuk sekolah besok.


"Ok... bunda selamat malam " ucap ketiganya.


"Selamat malam ayah.... " Galuh tak lupa untuk mengucap kan selamat malam pada angga.


"Iya sayang selamat malam semoga mimpi indah " angga mengecup puncak kepala putrinya dan mengusap nya lembut.


"Hey... boy apa kau tak mengucapkan selamat malam dengan ku " ucap nya pada aji yang masih diam dan melihat adegan ayah dan anak itu.


"selamat malam " ujar nya singkat dan berlaku pergi.


"Ya malam juga sayang " Angga tersenyum kecut saat menatap putra nya tersebut.

__ADS_1


Karena memeng iya merasa iya belum mendapatkan pengakuan sang putra namun iya kini akan membuat nya kecewa kembali, itulah yang membuat angga merasa sedih dengar hal itu.


__ADS_2