Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 08


__ADS_3

Ayura hanya memandang ke arah langit yang sangat cerah di pagi itu, di dalam kepalanya banyak sekali pikiran yang muncul, karena dia ingin berhenti dari dunia malam dia juga harus dengan cepat mencari pekerjaan yang bergajih tinggi agar bisa menghidupi, kedua anak nya dan mencicil hutang.


"Nak... andai saja bunda itu dulu tak salah memilih, pria untuk menjadi kekasih, mungkin sekarang bunda tak menjadi seperti ini, meskipun kalian hadir di kehidupan bunda, mungkin kamu juga memiliki keluarga yang utuh, dan nantinya kalian tak akan mendapat kan cacian"keluh nya akan nasib nya yang kurang beruntung.


"Nak... jika kalian nantinya hidup di tengah-tengah masyarakat, dan mereka mengunjungi kalian, bunda harap kalian bisa kuat, tapi sebisa mungkin bunda akan menjauhkan semua hal tersebut dari kalian" ucap nya lagi sembari menatap kedua akan nya yang tertidur lelap.


"Ya Allah andai aku bisa kembali, ke masa di mana aku tak mengenal nya, aku pasti akan menghindari pria itu, aku tak akan mungkin mempersulit kehidupan kedua akan ku di masa depan, hanya karena kesalahan ku " keluh nya hingga tak sadar air mata sudah menetes ke pipi mungil milik anak nya.


Dengan cepat ayura menyeka nya dan mengusap air mata yang menetes di pipi anak nya, dan dua melanjutkan berjalan untuk mencari sarapan di sekitar taman tersebut karena iya tadi belum sampai untuk sarapan saat berada di hotel.


Ayura melihat cafe yang tak terlalu jauh dari sebrang jalan dia pun berjalan ke arah sana, namun iya , lalai tak melihat kondisi jalanan kala itu hinga, hampir saja iya dan kedua anak nya tertabrak mobil.


"Aaaahhh..... " jerit ayura sembari mendorong kereta bayi ke arah pinggir.


'Ccccekkkiiittt....... 'dekat rem mobil yang hampir saja menemani ayura, yang kini hanya berjarak satu inci, ayura yang terkejut dia hanya terdiam sembari menunduk, saat telah sadar iya langsung menghampiri kereta bayi.


"Oooooweeekkkk..... oooooweeekkkk... oooooweeekkkk.... oooooweeekkkk... oooooweeekkkk.... " suara gema tangis kedua anak nya yang membuat meraka di kerumuni oleh para pejalan kaki yang yang melihat kejadian tersebut.


"Mba... anda baik-baik saja kan??? " tanya salah satu sorang pada ayura.


"Iya mba saya baik-baik, Terima kasih sudah mau menghentikan kereta bayi saya " ucap ayura, dengan badannya bergetar.


"Iya mba sama-sama, lain kali hati-hati ya mba ini kasihan anak nya " ucap orang itu lalu pergi.


Orang yang tadi mengerumuni kedua bayi itu mulai membubarkan diri, pengemudi mobil tadi dia keluar dari mobil untuk melihat keadaan ayura.


"Mba... apa anda baik-baik saja??? " tanya nya


"Iya saya baik-baik saja pak " jawab ayura tanpa menoleh pada orang yang mengajaknya bicara.


"Maaf ... mba saya tadi tak melihat emba ingin menyebrang, oh iya mari saya antar anda untuk pulang mba, apa ada yang perlu saya ganti rugi " ucap pria itu yang merasa ketakutan juga.


Ayura berbalik melihat pria yang sedari tadi mengajak nya bicara, dan iya terkejut karena pria itu yang sempat berta baraka di club sedap malam tempo hari.


"Hai nona kita bertemu lagi " sapa si pria.


"Kenalin, nama ku dito " ucap nya memperkenalkan diri.


"Pantas saja aku sial hampir tertabrak, ternyata kamu " cerutu ayura saat sudah melihat muka tampan dito.


"Ehhh... loh kok malah menyalahkan saya anda juga salah nona jika ingin menyebrang itu harus melihat dulu ke Adan jalan dan lampu rambu, jangan asal jalan " jawab dito membela dirinya.


Kini keduanya menjadi adu mulut, namun ayura melihat cuaca yang sangat panas dan kedua anak nya masih menangis dia lebih, memilih pergi untuk menuju cafe, untuk kembali ke tujuan awalnya untuk sarapan.


"Huh.... wanita aneh, kenapa jika ketemu aku bawaan nya selalu emosi, untung kau cantik kalo tidak sudah habis kau aku bejek jadi ayam geprek" cerutu dito sembari menaiki mobilnya kembali untuk melanjutkan perjalanan.


Ayura sampai ke cafe tujuannya, dia langsung menuju ke meja pemesanan, ayura meminta air panas untuk menyeduh susu untuk kedua anak nya dan memesan makan untuknya.


"Sayang... minum ya susunya, kalian diam-diam ya bunda mau sarapan dulu biar kita bisa lanjut lagi jalan-jalan nya ok" ucap nya sembari memberikan botol susu kepada dua anak nya.


"Mba... ini pesanannya, selamat menikmati, jika ada yang di perlukan lagi anda bisa panggil saya " ucap si pelayanan.


"Wah anak nya lucu sekali mba, ini kembar ya mba?? " tanya pelayan itu saat melihat Galuh dan aji.


"Iya.. mereka kembar " jawab ayura sembari tersenyum.


"Wahhh.... lucunya ini kembarnya sepasang ya mba?? yang mana ini kakak dan yang mana adiknya ??? " tanya pelayan itu sembari menunduk melihat keduanya.


"Iya sepasang, yang perempuan kakak nya dan yang cowok adik nya " jawab ayura sembari menekan makannya.


"Waahhh.... mba dan suami beruntung ya, mendapat anak kembar yang sepasang gini lucu-lucu semau lagi, yang cowok mirip mba nya ya, kalo yang cewe ini pasti mirip ayahnya," celetuk pelayan itu yang masih saja di sana melihat kedua anak ayura.


Ayura hanya diam tanpa menjawab perkataan pelayan itu iya hanya melemparkan senyuman saja, dan melanjutkan makan nya.


"Saya pamit kembali ke belakang ya mba, emaknya silahkan lanjut kan lagi makannya " ucap si pelayan pada ayura.


Ayura hanya mengangguk, saat pelayan itu pergi ayura merasa lega karena tak ada lagi orang yang banyak tanya padanya.




Bikin yang sudah selesai mengantar bosnya kembali ke kantor, iya pun kembali lagi pergi ke taman tempat iya tadi mengikuti ayura, karena iya mendapat perintah dari tuanya untuk terus mengikuti ayura, namun tak di sangka saat bili sampai di sana ayura sudah tak ada di taman itu, bili mencari ke sekeliling tempat tersebut hingga ke tempat terdekat, namun bili tak menemukan ayura.

__ADS_1



"Aduuh.... gawat aku kehilangan jejak nona ayura, kalo tuan tau habis lah aku, mana aneh lagi kelakuan taun ini membuat susah orang saja " gerutunya kesal karena telah leleh mencari keberadaan ayura.



Bili kembali ke hotel tempat ayura menginap, namun di sana juga tak ada ayura , kata resepsionis ayura belum ada kembali ke kamar hotel nya, sedari tadi pagi.



"Mampus..... gue bakal kena marah bisa ini..?!! " ucap bili yang merasa prustasi.



Saat sedang pusing tiba-tiba dito tiba menghampiri bili yang sedang duduk di kursi yang di sediakan pihak hotel di bagian lobi.



"Hoi... loe kenapa kaya orang stres aja, kenapa lagi bisa loe ngasih tugas yang sangat berat lagu??? " begitu banyak pertanyaan yang di layangkan dito pada bili.



"Ya bisa lah, bos gue kab aneh gue harus ngikutin satu cewe sama anak nya, bos gue kira kalo anak nya itu anak dia, " jawab bili dengan malas.



"Ya kalo bener bil" jawab dito.



"Belum tentu lah, orang ibunya aja seorang psk yang tiap malam kerjaannya naik turun ranjang laki, mana ada itu anak anak nya kan belum tentu juga " jawab bili dengan yakin.



"Loe ngapain di sini?? " tanya balik bili pada dito.



Abis ketemu sama temen lama gue di sini, tadinya kita mau pergi jalan-jalan, tapi dia balik ke kamarnya dulu mau ngambil barang ceweknya, yang ketinggalan "jawab dito.




" Ya elah mau gimana lagi mereka berdua itu kan temen lama gue kali bil, si cewe temen SD gue "jawab dito lagi.



Gabriel dan Yuda menghampiri dito yang sedang berbincang dengan bili.



" Ayok dit... "Ajak Gabriel pada dito.



"Ahhh iya sebentar, Bil gue pergi dulu ya semoga ketemu orang yang kamu cari " dito melihat ke arah Gabriel dan berpamitan pada bili.



"Tuan bili..? " ucap Yuda saat melihat bili.



"Oh iya", bili yang kaget mendengar namanya di panggil iya pun menoleh ke asal suara.



" Oh.. tuan Yuda bagai mana kabarnya?? "tanya bili yang kenal dengan Yuda.



" Alhamdulillah baik tuan, bagai mana dengan anda sendiri??? "jawabnya dan bertanya kembali.

__ADS_1



Kedua teman yang ada di sebelahnya kaget ternyata Yuda dan bili saling mengenal.



" Kian saling kenal?? "tanya dito sembari menunjuk ke arah bili dan Yuda.



" Iya dit tuan bili ini adalah asisten ceo perusahaan WT, dan dalam beberapa minggu ini kami sedang menjalin kerja sama " jawab Yuda.



Dito hanya mengangguk mengerti.



"ayo lah sayang nanti keburu siang tar panas lagi " ucap manja Gabriel pada Yuda.



"Ok..maaf nih tuan kami pergi duluan ya " ucap Yuda berpamitan pada bili.



"Iya silahkan, Hati-hati di jalan " jawab bili.



"Ya udah bil gue juga pergi ya, lo yang semangat kalo gak mau kena oceh bos loe" dito juga pergi sembari memberi sangat pada bili.



Bili hanya menggelengkan kepalanya, sembari menghela napas karena orang yang iya cari belum ketemu.



"Hahh..... sekarang aku kemana lagi cari nona ayura, apa aku harus ke kontrakan nya atau panti asuhan, apa ke club sedap malam. " gumam bili sembari berjalan untuk mencari ke tempat-tempat yang kemungkinan ayura datangi.



~\`~~



Ayura yang kini masih mengajak kedua anak nya berjalan-jalan, masih menikmati hari dengan, happy bertiga.



![](contribute/fiction/2666904/markdown/6174376/1625933485247.jpg)



Ayura asik bercanda ria melupakan sejenak masalah yang sedang menumpuk di dalam kepalanya, sekarang iya sedang berpikir untuk membahagiakan kedua anaknya tersebut, dengan mengajak mereka berjalan-jalan.



"Sayang nya bunda udah capek belum?? kalo udah capek gimana kalo kita pulang aja ya ke hotel, buat istirahat besok kita jalan lagi, mau kan?? " tanya ayura kepada kedua anaknya tersebut.



"Emh... sebelum pulang kita beli dulu beberapa barang aja ya, untuk persiapan sama perlengkapan kalian juga udah ada yang mau habis " ajak ayura untuk berbelanja sejenak kepada dua anak nya.



Anak nya yang masih bayi itu tentu saja tak merespon, karena belum tahu apa-apa, dan tak mengerti apa yang di katakan ayura.Aji hanya tersenyum saat melihat ayura mengajak nya bicara, dan saat ayura melihat ke arahnya sedangkan Galuh dia tertidur di sepanjang perjalanan.



"Sayang lihat lah kakak mu ini dia sangat pemalas sekali sedari tadi hanya tidur tak mau menemani bunda berbicara " rengek ayura kepada anak lelakinya mengeluh tentang sang kakak yang tertidur saja di pangkuannya sedari tadi.


__ADS_1


Anak nya yang masih polos itu hanya tertawa merespon perkataan sang bunda.


__ADS_2