
Ayura melihat Bili yang sedari tadi berusaha membujuk majikan nya itu untuk pulang namun tak mau pulang, Rasa peduli dan ke manusia nya tergerak untuk membantu, padahal sedari tadi iya enggan untuk membantu dan memperdulikan, Angga yang sedari tadi meracau, dan namanya juga di sebut-sebut.
"Ayo.. pulang... ini sudah malam...! " seru ayura sembari menarik tangan Angga.
"Tapi kamu juga ikut pulang dengan ku, kau jangan menipu ku...!!" Angga memegang erat tangan Ayura, karena takut kalo, Ayura membohongi nya.
"Ya aku ikut pulang dengan mu...! " jawab Ayura ketus sembari menarik tangan nya yang di pegang erat oleh Angga.
Angga terus bergelayut tak melepaskan tangan Ayura, meski sedari tadi Ayura terus mencoba melepas tangan nya, karena iya kini sudah menjadi perbincangan orang di sana siapa yang tak kenal, dengan tuan muda dari keluarga Wiranto tersebut, dan mereka juga sudah tau kalo tuan muda tersebut telah berkeluarga.
"Tuan mari saya bantu... " usul Bili yang melihat Ayura yang mulai risih, di gelayuti oleh Angga.
"Diam lah... tak usah menggangu ku.. Aku juga tak akan melepaskan Ayura untuk mu Bil...! " Seloroh nya Angga pada Bili.
"Saya tau tuan... saya tak akan merebut nya dari anda, tapi anda tidak melihat tatapan mereka pada Ayura, .. " ucap bili lagi dan di tanggapi oleh Angga, dia melihat ke orang sekitar.
"Ck... mereka hanya iri, karena tak bisa di cintai oleh ku... " ucap nya tanpa rasa malu.
"Sudah lah Bil cepat biar cepat sampai ke mobil, kaki ku keram " Ayura mulai ngeluh kaki nya terasa keram kembali.
Bili yang mendengar itu langsung menarik tubuh Angga dan membawanya ke mobil, meski Angga terus memberontak, Dia juga tak mau membahayakan Ayura , apa lagi Ayura baru saja pulih dari lumpuh nya.
"Dari tadi kek.... ini nunggu orang keram dulu baru, di ambil " gerutu nya kesal sembari berjalan menuju ke arah mobil nya sendiri.
"Hah.... aku harus cepat... kalo tidak nanti, Anak-anak bangun nyari aku lagi. " Ayura langsung tancap gas dan meninggalkan area club tersebut.
Sedangkan Angga terus saja memberontak ingin keluar dari mobil, namun Bili tak membiarkan nya dia terus mengendarai mobil nya melejit menembus ramai nya jalanan kala itu. Bili juga berusaha untuk mengejar mobil Ayura yang melejit kencang di jalanan.
"Ayura dia mau kemana.... kenapa membawa mobil begitu cepat....!!? " ucap Bili pelan sembari terus mengejar mobil Ayura.
"Hai.... bodoh... pelan sedikit ....! jika ingin mati jangan mengajak orang.....!!! " gerutu Angga yang kesal karena Bili membawa mobil terlalu cepat.
"Maaf tuan tapi kita harus mengejar Ayura, dia membawa mobil begitu cepat takut nya ada hal buruk terjadi padannya nanti " Jawab Bili tanpa menoleh ke arah belakang.
Angga menjadi diam dan patuh bagai kan anak kecil, yang sudah mengerti jika di beritahu oleh orang tuan nya, Bili melihat Kendaraan Ayura yang ternyata melaju ke arah perumahan tempat iya tinggal dia pun kini sudah bernapas lega, dan kini memutar balik arah laju mobil, untuk mengantarkan tuan mudanya tersebut pulang ke rumah, Saat Bili melihat ke arah belakang iya melihat Angga juga yang sudah tertidur.
Tak berapa lama kini Bili sudah sampai di pekarangan rumah yang sangat mewah, apa lagi tampak malam hari dengan ditambah gemerlap terang nya lampu yang menghiasi.
"Tuan kita susah sampai... " Ujar Bili membantu kan dengan lembut.
"Emh.... dimana Ayura....??! " tanya Angga yang baru saja terbangun.
"Ayura sudah pulang ke rumah nya tuan" Jawab Bili sembari membantu Angga keluar dari mobil.
"Bukan kah dia sudah berjanji untuk pulang dengan ku....!? " tanya Angga yang masih dalam keadaan mabuk.
"Maaf tuan tadi Ayura mengatakan pada saya untuk hari ini dia belum bisa pulang ikut dengan anda tuan " Bili menenangkan Angga yang mulai ingin memberontak lagi.
"Ini kenapa lagi.....!? " tanya seseorang dari arah tangga.
"Eh...nona ini tuan tadi terlalu banyak minum nona " jawab Bili saat melihat siapa yang bertanya.
__ADS_1
"Ck... mabuk lagi pasti karena wanita J@L@ng itu lagi... cih..., bawa saja dia ke kamar nya " ucap wanita itu yang tak lain adalah Gabriel sang istri.
"Baik nona, permisi " Bili memapah Angga menuju ke karam nya untuk membaringkan tubuh tuan muda nya itu.
Saat sampai di kamar, Bili langsung membaringkan tubuh tuan nya itu di atas ranjang dan dia langsung bergegas pergi keluar, karena hari sudah malam juga jadi lah Bili bergegas untuk pulang karena besok lagi masih ada pekerjaan pagi di kantor.
"Bil.... tadi dia minum dengan siapa saja....? " tanya Gabriel.
"Tadi tuan minum dengan saya dan nona Ayura nona " jawab Bili dengan jambalng nya
"Hem.... sudah gue duga..... " Gabriel berjalan menaiki tangga dengan kesal saat mendengar jawaban dari Bili yang ternyata benar tebakan nya.
Bili hanya melihat sembari mengerutkan dahinya dan berbalik badan lalu pergi keluar, untuk pulang ke rumah, karena iya rasa tugas nya sudah selesai.
"Bagus sekali ya..! pulang malam mabuk... !!! kenapa tak sekalian tak usah pulang....!!! " gerutu gabriel saat masuk ke kamar dan melihat suami nya yang terbaring di tempat tidur.
"Istri mana sih yang sabar kaya aku, meski sumi nya tak mencintai nya padahal tau sejak awal tapi tetep, bertahan " Gabriel terus saja menggerutu sembari menggerutukki dirinya sendiri.
"Yur... kamu datang ya.... " Angga berjalan menghampiri gabriel dengan berjalan yang masih sempoyongan.
"Gua bukan Ayura... buka manat loe Angga ini gue Gabriel istri loe.....!! " Bantah Gabriel dengan sebutan yang Angga katakan.
"Yur.... kenapa kamu marah...? apa gara-gara aku pulang dengan Bili ya.....!!? " ucap Angga sembari memeluk Gabriel dari belakang.
Gabriel kesal karena lagi-lagi suami nya menyebut wanita lain saat memeluk diri nya, dia pun melepaskan kasar pelukan Angga dari badan nya, dan iya langsung berbaring, dan menutupi badan nya dengan selimut, Angga yang melihat itu langsung ikut naik dan menindih tubuh Gabriel.
"Aku sudah lembut pada mu yur... kenapa kamu begitu kasar hah....!!!! " Angga geram karena tadi di lepas kasar pelukan nya oleh Gabriel.
"Gue udah bilang gue bukan Ayura......!!!!! Gue bukan Ayura...!!!! Angga kamu bisa gak sih menjaga perasaan gue sebagai istri loe, kalo loe gak mau dan gak cinta kenapa loe gak cerai kan gue hah.....!!!!!! " Gabriel yang sudah hilang kesabaran nya kini meluap kan apa pemikiran nya.
Kini entah kerasakuan setan mana Angga dengan rakus dan kesurupan nya menggagahi Gabriel dengan berutal dan kasar, tanpa ampun, padahal sedari tadi Gabriel sudah mengeluh sakit, Sudut bibir yang sudah berdarah, area ******** yang sudah terasa perih , pinggang yang udah rasanya remuk.
Entah habis minum obat kuat merek apa Angga seakan tak ada puasnya, untuk menggauli sang istri dan tanpa lelah, hingga tak terasa kini malam pun sudah berganti pagi, Baru lah Angga melepaskan tautan nya dan iya berbaring lalu memejamkan matan nya sejenak, sebelum iya berlalu ke kamar mandi.
"Hiks... hiks... hiks... Kenapa....?? kenapa...!? kenapa penyesalan selalu datang terlambat... hiks... hiks... kalo aku tau sejak awal, jika aku menikah dengan nya akan seperti ini lebih baik aku tak melakukan nya.. hiks.... hiks... Aaaaaagggghhhhh....... KENAPA.......!!!! " Gabriel yang tak sanggup untuk bangkit dia hanya menangis dan menyesali keputusanmu nya dulu yang menuruti keinginan sangat ayah untuk menikah dengan Angga.
Ya sebenar nya Gabriel dulu tak mau untuk menikah dengan Angga, namu iya di paksa dan di ancam oleh sang ayah, jika iya tak mau menuruti keinginan sang ayah dia akan melukai sang adik.
Ya meski pun Gabriel adalah termasuk wanita malam, yang kadang memiliki sifat jahat tapi dia juga sangat baik dan peduli akan sang adik.
Angga yang baru saja selesai mandi dia, langsung mengenakan setelan kantor nya, iya hanya menoleh sekilas pada Gabriel yang masih terbaring berbalut selimut, dan pergi keluar begitu saja.
"Selamat pagi tuan... " sapa salah satu Art yang sedang membersihkan bagaian atas.
"Ya pagi... oh iya mba.. nanti kamu bangun kan, nona mu itu... " ucap Angga saat hendak turun.
"Em.. iya tuan "
Angga berjalan ke bawah dan langsung pergi keluar, tanpa ada niat untuk sarapan, entah lah sepagi ini iya ingin pergi kemana, karena tak seperti biasanya iya pergi ke kantor masih di jam 05:45 pagi seperti ini.
Sedangkan Gabriel dia tak ada niat untuk bangun dari tempat tidur nya, Karena dia sudah tak ada tenaga dia hanya berbaring sembari terus meratapi kesalahan nya dulu, dan menyesali keputusanmu nya itu.
__ADS_1
"Harus nya yang ada di posisi ini bukan aku, kalo bukan karena ketamakan pria tua itu, aku tak akan seperti ini.....!! " gerutu nya dengan kesal.
Di saat Gabriel terdiam terdengar ketukan dari balik pintu.
'Tok.... tok.... tok... '
"Nona.......? " suara art yang memanggil nya dari balik pintu.
"Kenapa......!!!! " sahut Gabriel dengan sedikit teriak.
"Nona di depan ada tamu yang ingin bertemu dengan anada nona " sahut art itu lagi.
"Em... ya suruh dia menunggu di bawah...!! " jawab Gabriel dan iya berusaha untuk bangun meski berjalan dengan perlahan dan tertatih-tatih, menahan sakit di pinggang dan area ******** nya.
"Ish..... badan gue hancur gini....!! huh.. sudah lah aku mandi dulu sebentar " gumam nya sembari memegangi pinggang nya.
Sedangkan art tadi menghampiri tamu nona nya itu, sembari memberikan segelas teh hangat.
"Nona.... silakan di minum, kata nona tolong tunggu beliau sedang bersiap " ucap art itu pada tamu nona nya itu.
"Iya terimakasih mba " jawab nya sembari tersenyum.
Art itu pun pergi ke belakang untuk mengerjakan pekerjaan nya, yang sempat tertunda karena harus menerima tamu dan memanggil nona nya ke atas.
Remaja itu hanya duduk dan melihat ke sekitar rumah mewah itu, iya merasa kagum, namu di wajah nya tertera kesedihan juga, karena iya tah bagai mana rasanya tinggal di tempat itu dengan pria yang tak iya cintai atau pria yang tak mencintainya juga.
"Kamu kenapa kesini...?? " suar perempuan yang mengejutkan remaja itu.
"Em... tidak ada kak... aku hanya rindu saja " sahut remaja itu.
"Kamu tau alamat ini dari siapa.....? " tanya Gabriel pada sang adik.
"Aku tau alamat rumah ini dari kaka Yuda kak, kakak sih udah seminggu ini gak ada kabar dan gak ada jenguk Gea, ya jadi Gea datang kesini " ujar remaja itu yang tak lain adalah adik kandung Gabriel dan satu-satunya.
"Oh... naik apa tadi kamu ke sini Gea....? "tanya Gabriel sembari duduk di sofa di depan adik nya.
" Aku naik Mobil yang kakak belikan satu bulan lalu 😁😁"Jawab nya dengan polos.
"Oh... kamu emang nya tak ada jadwal kuliah..?" tanya Gabriel lagi yang tau jika sang adik masih seorang mahasiswa.
"Ada kak cuman nanti jam siang aja, jadi aku bisa main ke sini " jawab nya.
Gabriel hanya menggunakan kepalanya menanggapi jawaban sang adik.
"Kak... badan kakak kapan merah semua, apa kakak dapat kdrt dari suami kakak itu...??! " tanya sang adik saat melihat banyak memerlukan di tubuh sang kakak.
Gabriel dengan reflek memegangi leher nya, yang banyak bekas cupangan Angga semalam.
"Oh... tidak ini buka kdrt kok " jawab Gabriel dengan malu-malu, karena adik naya itu terlalu polos untuk menanggapi semua nya.
"Kalo bukan kdrt terus itu apa kakak kenapa badan kakak memar semua....!!? " jujur aja kakak nanti aku minta tolong kak yuda untuk bantu kaka cari pengacara buat kakak gugat pria brengsek itu....!!! "ucap sang adik kesal karena melihat sang kakak banyak memar.
__ADS_1
" Sudah... tak usah kamu, gak usah merepotkan yuda, ini masalah keluarga kakak, ini juga bukan akibat kdrt "pungkas sang kakak untuk menenangkan sang adik.
Sang adik hanya bisa pasrah dan diam saja lah, karena sang kakak melarang nya dan dia juga berpikir dia punya kuasa apa.