Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 89


__ADS_3

Kini semua sudah berkumpul di meja makan, begitu juga dengan Angga yang ikut makan di sana, seperti biasa di meja makan tak ada pembicaraan jika sedang makan.


Saat semua sudah selesai dengan acara makan mereka, Ayura langsung bergerak untuk segara jalan karena jam juga sudah menunjukan pukul 07:15 menit.


"Kalian berdua biar ayah yang antar ke sekolah ok...? " Angga berinisiatif untuk mengantar kan anak-anak.


"Tak usah anak-anak akan di antar oleh Evan, anda pasti banyak pekerjaan hari ini " potong Ayura dengan ketus sembari menjinjing tas nya.


Angga hanya diam saat mendengar penuturan Ayura, tapi emang pagi ini dia masih ada pekerjaan yang harus di selesai kan pagi itu juga.


"Em.. baik lah, Van saya titip anak-anak karena saya baru ingat benar hari ini saya masih ada pekerjaan " ucap nya pada Evan yang emang udah siap juga untuk berangkat.


Evan hanya tersenyum dan mengangguk untuk menanggapi ucapan Angga , Angga menghampiri anak-anak dan dia berjongkok untuk menyetarakan tinggi mereka.


"Aji Galuh maaf ya ayah hari ini gak jadi untuk mengantarkan kalian ke sekolah, ayah baru ingat kalo masih ada kerjaan, maaf ya lain kali deh nanti ayah anatar ok " ucap Angga berbicara pada anak-anak.


"Iya pergi lah tak apa ayah, kami juga sudah biasa, di antar paman Evan atau mama Ayu " jawab Aji dengan datar nya.


Angga hanya tersenyum menanggapi jawaban anak nya tersebut.


"Janji loh ya lain kali ayah anter kami ke sekolah ya...? " rengek gadis kecil itu sembari menjulur kan jari kelingking nya.


"Iya ayah janji.. " Angga menautkan jari kelingking nya.


"Ya sudah ayah pergi dulu ya dah... 👋👋" Angga mengusap bahu kedua anak nya dan dia berdiri dan langsung beranjak untuk pergi.


Kedua anak nya membalas lambaian tangan ayah nya.


"Yok kalian udah siap kan...? " tanya Evan pada kedua nya.


"Iya paman udah, ayo kita berangkat...! " sahut Galuh dengan antusias nya.


"Ya sudah ayok kita naik ke motor " Evan membantu keduanya untuk naik ke motor.


Dan kini Evan juga mengendarai motor nya meninggalkan halaman rumah dan berbaur ke jalan, bersama dengan kendaraan lain nya.


Sedangkan kini Ayura yang sudah berada di kantor yang baru saja dia mendudukkan badan nya di kursi, Tiba-tiba ada orang yang menggebrak pintu ruangan nya dengan kasar.


'Braaakkkkk..... !!!!!!!!!!'


"Astaghfirullah" ucap Ayura sembari mengelus dada nya.


Ayura langsung melihat ke arah, pintu yang di dobrak orang dan di ambang pintu terlihat ada dua perempuan yang berjalan ke arah dia.


"Nona.... anda jangan begini...!? anda bisa dengan baik-baik jangan begini tidak sopan! " ucap wanita di belakang yang tak lain adalah Mia sebagai sekretaris Ayura.


"Ayura.....!!!! kau wanita j@l@ng ...!!!!, apa kamu tak punya malu hah.. sudah tau Angga sudah beristri.... tapi masih kau bat juga....!!! " ujar wanita itu dengan penuh emosi.


Ayura perlahan berdiri dari duduk nya, dan melangkah ke depan perempuan tersebut yang tak lain adalah Gabriel istri Angga.


"Saya... tak pernah lupa dan saya juga tahu dengan jelas, Anda adalah istri sah tuan Angga Wiranto, untuk masalah merebut...? saya tak merasa dan saya tak pernah melakukan nya, jika pun iya..?, anda kan tau sendiri status saya bukan...? " ucap Ayura masih dengan nada sura lembut.

__ADS_1


Mia yang melihat itu langsung pergi keluar sebelum itu juga iya menutup pintu ruangan tersebut , sembari membubarkan orang yang ingin melihat apa yang terjadi di ruangan atasan nya itu, karena mereka mendengar ada keributan, dan suara yang cukup nyaring.


"Jika kau sadar...?? maka jauhi suami ku...?, jangan terus kau menempel pada nya,...?, dan bawa jauh anak-anak haram mu itu....!? " ucap nya yang mampu membangkitkan amarah Ayura.


'Plllaaakkkkk......!!!!'


"Jaga bicara anda....!!, kau bisa menghina ku sesuka mu sepuas mulut mu mengatakan nya, tapi jangan. sekali-kali kau mengatai anak-anak ku....!!! " Ayura yang geram menampar pipi mulus milik Gabriel.


Iya berkata dengan penuh emosi dan muka yang sudah merah padam, saat mendengar hinaan untuk anak nya.


"Ck... bukan kah emang benar apa yanga ku katakan, anak-anak mu itu adalah anak haram...! jika bukan anak haram lalu ingin di sebut apa....???, anak di luar nikah..?, atau anak hasil kamu menjadi l0nte...??? "Balas Gabriel sembari memegang pipi nya.


Saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Gabriel, Ayura semakin memanas, namun yang di katakan nya emang benar, anak-anak hadir bukan lah dari hubungan yang sah, namun dari hubungan yang tidak sah.


Ayura hanya terdiam , karena emang benar meski diam sebenar nya Ayura sudah sangat geram, iya rasanya ingin segera menjambak rambut panjang milik Gabriel itu.


"Tidak bisa menjawab bukan....? jadi selagi aku berniat baik dan belum bertindak,...? sebaik nya kau dan anak haram mu itu segera pergi dan menjauh dari suami ku....?! " ucap Gabriel lagi saat melihat Ayura hanya diam tak, menjawb perkataan nya lagi.


"Heh.... nona Gabriel... yang terhormat.. saya tak pernah merasa jika saya telah merebut suami anda, tapi yang harus anda tau... ?, kalo suami tercinta anda itu tak pernah ada perasaan dan, tak pernah menginginkan pernikahan ini terjadi, maka baru lah terjadi hal yang mana suami anda mencari saya dan anak-anak nya itu " Balas Ayura dengan senyuman di wajah nya.


"Oh iya baru saja tadi pagi suami anda datang keranjang saya, dan menghangat kan nya, dan dia juga berkata pada saya a, secepat nya akan segera menjatuhkan talak pada anda, dan anda tinggal menunggu surat panggilan dari pengadilan agama " Seloroh Ayura lagi memprovokasi Gabriel.


Gabriel di sana tampak terkejut dengan pernyataan Ayura barusan, jika iya akan segara di jatuhi talak oleh Angga, ada rasa senang namun juga kesal, kenapa bisa senang, karena iya akan merasa bebas dari keterikatan pernikahan, namun dia kesal alasan suami nya ingin menceraikan dia adalah karena Ayura.


Gabriel membalikan badan dan langsung melenggang pergi, dengan rasa kesal sembari tangan yang terkepal menahan emosi, Yira yang melihat itu dia kembali merapihkan baju nya dan kembali duduk di kursi nya.


Ayura terlihat sangat banyak pikiran dan pusing, sesekali terlihat Ayura memijat pelipisan nya, dan kembali melihat laptop nya, untuk mengecek semua data yang masuk ke e-mail nya.


"Huh.... hari ini cukup membuat menguras emosi...!! " keluh nya sembari bersandar.


'Tok... tok... tok.. '


"Masuk...! " seru Ayura mempersilahkan orang yang ada di balik nya masuk.


"Permisi bu...! " ujar orang yang baru saja membuka pintu.


Ayura langsung mengalihkan pandangan nya ke arah pintu dan melihat siapa yang masuk.


"Ya ada apa Mia...?! " Ayura bertanya saat susah melihat siapa yang masuk.


"Ini bu... saya hanya ingin memberi tahu anda, kalo sekarang sudah hampir waktu nya untuk anda bertemu, dengan klien di restoran ×××××××××" jawab Mia sembari memberikan beberapa map berwarna kuning kepada Ayura.


"Oh ya... ini kerjaan saya sedikit lagi, lalu itu apa...? " tanya nya pada map yang di tarok Mia di meja nya.


"Ini semua berkas, untuk persentasi saat pertemuan nanti bu,oh iya bu kali ini saya tidak bisa menemani ibu untuk berjumpa klien, soal nya saya masih harus mengurus yang masalah pemasokan dan barang mentah yang akan masuk bu " ucap Mia memberi tahu kan Ayura.


"Em.. iya tak masalah, oh iya nanti kamu suruh Laki dari Dapar temen Humas untuk mengganti kan kamu menemani saya " ucap Ayura sembari membereskan barang yang akan iya bawa ke pertemuan.


"Baik bu, kalo begitu saya permisi " Mia undur diri untuk menuju dapar temen humas memberi tau Laki.


Ayura memastikan semua berkas namu sebelum di masukan, iya memeriksa nya sebentar, sebelum di bawa pergi, dan merasa semua nya sudah benar, Ayura bangkit dari duduk nya dan mengambil blazer yang tergantung di sandaran kursi nya.

__ADS_1


'Tok... tok... tok.. '


"Masuk... "


"Permisi bu...! ibu memanggil saya...? " ujar seorang pria di ambang pintu.


Ayura melihat ke arah pintu sembari berjalan mendekat ke arah pria tersebut.


"Ya... kamu ikut dengan saya untuk bertemu klien, hari ini "ucap nya.


Pria itu hanya menjawab dengan anggukan setelah itu iya mengekor di belakang Ayura.


" Oh iya Laki ini kamu nanti yang membawa mobil, karena saya masih harus ada yang saya periksa "Ayura memberikan kunci mobil nya pada pria yang ada di belakang nya tersebut.


" Baik bu " jawab nya sembari menerima kunci mobil nya .


Kini keduanya keluar gedung kantor tersebut, dan menuju ke jajaran mobil yang terparkir di sana, keduanya masuk mobil sepeti yang di kayak Ayura sebelum nya, iya kembali membuka laptop di pangkuan nya, dan melihat-lihat, lagi semua data yang belum sempat iya periksa tadi.


Tak selang berapa lama akhirnya mobil pun menepi di sebuah pelataran restoran yang cukup luas dan megah, Laki keluar terlebih dahulu, dan dia membukakan pintu mobil untuk atasan nya itu.


"Mari bu kita sudah sampai..." ujar nya


"Em... "


Ayura turun pandangan nya terpana akan bangunan restoran tersebut, iya merasa kagum dengan disain restoran nya, yang megah namun masih terlihat asri di sekeliling nya, karena masih banyak pohon-pohon besar yang tumbuh.


"Laki... nanti kamu yang persentasi semua nya sudah ada di dalam map ini,...! " ujar Ayura sembari menyerahkan map pada. Laki.


"Hah... saya bu.. tapi saya belum memahami materi, bagai mana nanti jika saya membuat kesalahan...? " Ujar nya sungkan dan menolak secara halus.


"Kau hanya tinggal menjelaskan apa yang sudah tertulis di kertas itu saja, tidak perlu menambah atau mengurangi,.. " celetuk


Ayura lagi.


"Em... eh.. baik lah bu kalo begitu, tapi... "


"Gak ada tapi.. "


Ayura memotong perkataan Laki, dia juga menjawab dengan ragu, karena iya sama sekali belum pernah, melakukan persentasi di depan orang apa lagi ini klien yang cukup penting bagi perusahaan, iya merasa ragu, mamun kembali Ayura membuat Laki tak bisa menolak


"𝘋𝘶𝘩 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘶 𝘔𝘪𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘦𝘬 𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘯𝘦𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯, 𝘣𝘶 𝘈𝘺𝘶𝘳𝘢 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘬𝘭𝘪𝘦𝘯, 𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘨𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘦𝘱𝘰𝘵, 𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩, 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘵𝘢𝘴𝘪 𝘥𝘪 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘬𝘭𝘪𝘦𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘬 𝘨𝘪𝘯𝘪, 𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘨𝘶𝘨𝘶𝘱 𝘨𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘳𝘶𝘢𝘯 𝘨𝘪𝘯𝘪 " gerutu Laku dalam hati nya .


"Sudah tenang, gak udah gugup nanti saya bantu " celetuk Ayura seakan tau apa yang di gerutu Laki.


"Iya bu "


"𝘏𝘢𝘩.. 𝘪𝘺𝘢 𝘪𝘣𝘶 𝘦𝘯𝘢𝘬 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘣𝘶, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘬𝘢𝘭 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘵𝘢𝘴𝘪, 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘨𝘦𝘳𝘰𝘨𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘶, 𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘣𝘶 𝘮𝘢𝘩 𝘦𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘰𝘴 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘯𝘺𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘢𝘫𝘢, 𝘥𝘶𝘥𝘶𝘬 𝘥𝘪𝘢𝘮 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘪𝘤𝘢𝘳𝘢, 𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘺𝘢.. ?, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘯𝘨𝘰𝘮𝘰𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘯𝘢..? "


Laki kembali lagi menggerutu di dalam hati.


"Selamat siang maaf kami telat " celetuk ayura saat sampai di meja, yang mana sudah ada orang di sana yang menunggu Ayura.

__ADS_1


"Ya tak apa bu.. kami juga belum lama " sahut orang tersebut dengan menyambut kedatangan Ayura dan Laki.


Mereka saling menjabat tangan, setelah itu semuanya kini duduk kembali, begitu juga dengan Ayura dan Laki duduk di kursi yang masih kosong.


__ADS_2