
Kini ketiganya sampai di hotel staf hotel yang tahu sang pemilik hotel datang mereka menyapa dan memberi hormat pada angga.
Aji berjalan lebih dulu untuk menaiki lift karena iya ingin segara sampai ke kamar hotel nya
"Ayah maaf kan sikap aji ya... dia memeng begitu sejak dulu dia kurang ramah jika dengan orang-orang baru di sekitar nya, tapi jika ayah sering menyapanya nanti dia akan biasa saja ya meski sikap dingin dan ketusnya masih ada " ujar anak gadisnya yang mencoba menghibur sang ayah yang terlihat sedih karena perkataan aji tadi.
"Iya sayang ayah maklumi kok, dia juga masih anak-anak " ucap angga dengan tersenyum dengan putrinya itu.
"Huh.... masih anak-anak apa nya dia itu sudah punya pemikiran yang dewasa, ayah cuman tampang dan tubuh kami saja terlihat anak-anak " Galuh merasa tak terima jika iya di bilang anak-anak.
"Benar kah... ayah tak percaya putra dan putri ayah yang imut ini sudah dewasa...??! " keduanya bercanda didalam lift namun berbeda dengan Aji yang hanya diam menatap lurus ke pintu lift yang masih tertutup.
"Iya dong... kami sudah dewasa.... kami sering menjaga bunda dari orang-orang jahat " celoteh Galuh.
"Cerewet diam lah tak usah banyak bicara dan tak usah mengatakan semua pada dia, " ketus aji saat Galuh menyatakan jika keduanya sering melindungi ayura dari bahaya.
"Dih.... orang eskimo mau bicara juga nyatanya....!! " sindir Galuh pada aji.
"Jika kau banyak bicara lagi... akan ku ambil semua coklat yang ada di tasmu , dan bilang pada bunda masih banyak lagi yang lainya " ancam aji pada Galuh.
"Hai... aku ini kakak mu panggil aku kakak jangan kau... kau... bocah... ambil saja aku masih bisa minta ayah membelikanya untuku " ujar Galuh komplen.
"Cih.. . cuman berbeda 10 menit saja apa bedanya.. " decih aji.
Angga hanya tersenyum melihat keduanya bertengkar, rasanya iya bahagia karena harinya di warnai oleh kericuhan anak kecil yang saling bertengkar karena hal sepele.Tak terasa lift sudah berhenti di lantai tujuan mereka dan pintu terbuka .
"Sudah ... ayok kita keluar jangan ribut lagi " ujar angga lembut.
Ketiga nya keluar dari lift untuk menuju ke kamar hotel tempat mereka menginap.
Tapi saat itu angga melihat ada petugas pembersih yang baru saja keluar dari kamar tersebut.
" Permisi.... apa anda baru saja membersihkan kamar ini ??? "tanya angga.
" Iya... tuan, iya saya di perintahkan oleh manager untuk membersihkan kamar ini karena orang di sini udah check out tuan " ujar petugas pembersih itu.
"Tapi sejak kapan check-out tamu kamar ini??? " tanya angga lagi yang tau jika ayura memang sudah melapor pada resepsionis pagi tadi jika iya akan check out.
"Setau saya sih pagi tadi tuan, tapi manager baru menyuruh saya membersihkan nya 1jam lalu " jawab nya lagi.
"Oh..ok " jawab singkat angga.
Petugas pembersih itu pun kembali untuk mengerjakan tugasnya yang lain yang masih belum selesai karena barusan di hentikan oleh angga.
"Sayang... apa benar bunda kalian sudah check out hotel??? " tanya angga pada kedua anak nya.
"Galuh tidak tau ayah, apa kau tau aji.??? " jawab nya dan langsung bertanya pada aji.
"Ya tadinya bunda berencana siang ini untuk kembali ke rumah yang baru bunda beli" jawab aji.
"Ya sudah lah kalian ikut ayah saja untuk istirahat dulu pasti kalian lelah juga bukan?? " ajak angga untuk menuju ke kamar khusus milik nya.
Keduanya mengekori angga dari belakang untuk menuju kamar yang di maksud oleh angga, dan sesampainya di kamar tersebut memang kamar tersebut sangat lah mewah dan luas, pemandangan yang terpampang inda di balik dinding kaca sebagai pembatas luar dan kamar tersebut. Dan tempat tidur pilin di hiasi oleh kasur yang berukuran king sizi.
"Aaaahhhh..... aku suka kamar ini ayah.... aku mau di sini...!! " teriak Galuh sembari berlari ke arah tempat tidur.
__ADS_1
"Jangan lari sayang... nanti kamu jatuh...!! " teriak angga yang melihat Galuh berlari.
Galuh langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur king sizi itu dan berguling kesana-kemari.
"Waaaahhh.... ini empuk sekali...!!! " ucapnya kagum.
"Kamu tak ikut tidur dengan kakak mu?? " tanya angga yang melihat aji masih ada di sebelahnya.
"Aku tak lelah..! " jawab aji singkat.
"Boy... ayah ingin bicara dengan kamu berdua boleh??? " tanya angga pada putra nya itu.
"Bicara saja.. " jawab aji sembari terasa heran apa yang ingin di bicarakan ayahnya pada dia.
"Boy... ayah hanya ingin tau kenapa kamu tak suka dengan ayah??? " tanya angga.
"Aku bukan tak suka padamu, tapi aku hanya tak mau hanya sesaat bahagia merasakan keluarga yang lengkap... " jawab aji dengan ada sedikit kesedihan.
"Maksud nya bagai mana... ayah tak akan pergi lagi dari kalian... ayah akan selalu ada buat kalian boy.. " ujar angga menanggapi perkataan anaknya itu.
"Ya kau akan selalu ada dengan kami, tapi kasih sayang mu tak akan lagi dengan kami, aku sudah tau semuanya, kau akan memiliki keluarga mu sendiri, dan di saat itu kau juga akan memiliki anak sendiri, meski kami ini secara hukum memang anak kandung anda, dan secara biologis juga anda adalah ayah kami.. " ucap aji panjang lebar angga mendengarkan perkataan putranya dengan seksama.
"Tapi saat kau menikah nanti dan memiliki keluarga baru, kami yang hanya anak di luar nikah ini akan tak ada gunanya lagi kasih sayang anda, pun tak akan ada lagi untuk kami, jadi sebelum terlanjur aku candu akan kasih sayang dan kehangatan yang anda berikan pada kamu sebaiknya aku terlebih dahulu menghindar " setiap ucapan aji terdengar sangat lah menyentuh hati dan tak terasa air mata angga menetes mendengar perkataan putranya itu.
Perkataan aji sangat lah dewasa dan memikirkan masa depan, hingga terpikir di pikiran angga bagai mana pun meski kedua orang tuanya tak merestui iya dengan ayura, dia akan berusaha untuk tetap menikahi ayura,.
"Tenang lah sayang... bagai mana pun kita tak akan terpisah lagi Ayah janji akan membawa kalian ke arah kebahagiaan bersama dan keluarga kita akan tetap utuh untuk selamanya " tutur angga sembari menekuk tubuh mungil putranya itu.
"Heh.... sudah lah tak perlu menentang semua apa yang telah di putuskan oleh keluarga kalian, kami dan bunda akan menjauh, aku juga tak mau bunda tersakiti olehnya hanya karena kami " ujar aji lagi.
"Maksud kamu sayang...!!! " tanya angga yang bingung.
"Andai anda tau tunangan anda, telah menyuruh beberapa preman untuk mencelakai bunda, dan dia juga yang sering buat bunda depresi dulu " ujar aji yang telah mencari tahu secara detail.
Angga tak menyangka anak kecil yang sekarang di pelukannya itu mengetahui banyak tentang kehidupan lima tahu lalu sang bundanya.
"Maaf kan ayah nak,... mulai sekarang itu semua tak akan terjadi lagi di kehidupan kalian sayang " bujuk angga sembari mengelus lembut punggung putranya.
Aji merasa tenaga karena pelukan sang ayah yang memeng selama ini sangat iya rindukan, dan tak lama terdengar deringan dari ponsel angga, dan keduanya melepaskan pelukan nya, angga melihat siapa yang menelpon nya , saat angga melihatnya ternyata itu ayura yang menelpon dia angga sudah tau apa yanga kan di katakan ayura.
"π·πππ.... " ππππ πππππ ππππ πππππ ππππππ ππ πππππππ’π.
"ππππ πππ ππππ-ππππ πππ ππππππ ππππ ππππππππ....??? " ππππ’π ππ’πππ ππ πππππππ ππππππ
"ππ ππππππ πππ ππππππ ππ, πππ ππ ππππ ππππππππ??? " ππππ’π πππππ ππππ ππ’πππ.
"πππ’π ππππππ ππ πππππ, ππππ ππππππππ ππ ππππ ππππ ππππ πππ’π ππππππ ππππ-ππππ ππππππππ??? " πππ ππ ππ’π π’πππ πππππππ ππππ’ππππ πππππ.
"πΊπππ ππ πππππ, πππππππ’π πππ ππππ’ππππ ππππ ππππ ππππππ πππππ ππππππ ππππππ ππππππ-ππππ " πππ ππ ππ’π πππ ππππππππ πππππππππ ππππππ ππππππ πππππ ππππ ππππ ππππ ππ’πππ π’πππ ππππππ πππππππππ ππππ πππππ ππππππππ.
"Apa kata bunda..??? " tanya aji.
"Bunda menanyakan kalian dimana , dia sedang dalam perjalanan pulang " jawab angga dan iya melihat jam yang kini sudah menunjukan pukul 20:00malam .
"Apa kalian sering di tinggal bunda kalian sampai selarut ini??? " tanya angga.
__ADS_1
"Ya ini sudah biasa bagi kami, sudah tak ada yang aneh , terkadang aku kasihan pada bunda yang harus bekerja keras dan kadang pulang dengan badan yang sangat leleh dan sesekali bunda pulang juga dengan badan bau alkohol " aji menjawab dengan raut wajah yang sedih mengingat bunda nya yang harus berjuang menghidupi mereka berdua.
"Bunda kalian pernah sampai seharian gak pulang...??? " tanya angga curiga takutnya jika ayura sering pulang malam dan terkadang berbau alkohol mungkin iya menggeluti lagi dunia malam tersebut.
"Hah.... tah lah tapi aku pernah memergoki bunda sekitar 2kali bunda baru pulang di subuh hari seperti nya bunda tak tidur semalam dan pagi nya iya harus pergi kembali ke kantor " aji menceritakan semua yang iya ketahui.
"Oh.... ok ya sudah ini juga sudah malam kamu istirahat lah nanti bunda kalian sampai ayah akan bangun kan " perintah angga pada putranya dan dua pergi ke meja kerja yang ada tak begitu jauh dari tempat tidur dia membuka laptop nya.
Aji yang memeng iya juga merasakan leleh akhirnya iya juga berjalan ke arah ranjang dan tertidur di samping Galuh. Angga mengirim nomor kamar nya pada ayura yang menanyakannya lewat pesan singkat. tak berapa lama terdengar ketukan pintu, angga langsung bergerak dan berjalan ke arah pintu
dan membukanya .
"Di mana anak-anak???? " tanya ayura saat pintu telah terbuka.
"Masuk lah anak-anak ada di dalam sedang tertidur, ayura akun juga ada yang ingin aku banyak pada mu...?? " ujar angga mempersilahkan ayura untuk masuk.
"Apa lagi yang ingin anda tanyakan,..?? " ujar ayura sembari berjalan duluan.
"Sebaiknya kita berbincang di balkon " Ajak angga pada ayura.
Ayura mengikuti kemana langkah angga, padahal iya sangat lelah hari ini tapi iya ingin mendengar dulu apa yang ingin di bicarakan oleh angga padanya.
"Mau bicara apa...? " tanya ayura saat sudah sampai di teras balkon.
Ayura melihat ke arah lampu-lampu gedung yang menyala indah di malam hari sembari bersandar di pagar balkon dan terbesit ada rasa rindu di hatinya pada dunia malam nya yang telah berlalu beberapa tahun lalu di kota itu.
"Ayura..... apa kau masih menggeluti dunia malam selama ini???? " tanya angga yang tiba-tiba membuat ayura tersentak kaget.
"Apa maksud pertanyaan Anda tuan...!.? " Tanya ayura dengan bingung pada angga.
"Ayura tadi aji bercerita , bahwa iya sering melihat kamu pulang larut dan badan terlihat leleh, dan beberapa kali melihat kamu pulang dalam badan bau alkohol atau pernah juga pulang di subuh hari. " jelas angga dengan pertanyaan nya.
"Itu bukan urusan anda tuan ,saya mau menggeluti dunia malam atau pub tidak nya, yang terpenting anak-anak tetap makan dari hasil kerja kerasku yang halal " jawab ayura dengan santai.
"Ayura jika kau masih seperti itu... aku taka kan sungkan untuk mengambil paksa anak-anak dari mu???, aku tak mau jika dia mengikuti tapak jejak mu itu yur .....??!!! " angga mulai menaikan nada suaranya saat mendengar jawaban ayura.
"Tuan angga wiranto... andai kau tau... selama lima tahun ini bukan mudah untuk aku lalui apa lagi di kampung halaman ku, aku di gunjing dan terus di pertanyakan siapa ayah dari anak ku oleh para tetangga..... " yang kini ayura juga mulai kesal karena angga menaikan nada suaranya.
"Kau tau tuan aku selama ini harus hidup menahan malu, saya hidup di dunia luar bersosial dengan gunjingan orang, tapi saya terus mencoba bertahan demi kelangsungan hidup mereka, aku selama ini berusaha untuk menutupi semua itu dari mereka, " ujar ayura dengan lirih dan tak terasa air matanya menetes begitu saja.
"Saya memeng pulang malam, dan terkadang subuh hari, tapi saya tak pernah melakoni dunia malam yang telah saya tinggalkan, saya hanya meredakan rasa mabuk saya sebelum saya pulang saya tak ingin anak-anak melihat susi lemah ibu nya " tutur ayura lagi.
Angga yang sedih mendengar cerita ayura iya menghampiri ayura dan mendekup hangat ayura di dalam pelukannya seraya membelai lembut pundak ayura untuk menyalurkan semangat pada ayura yang sedang rapih itu.
"Maaf.... maaf aku sudah membuka luka mu... aku hanya tak ingin anak-anak terjerumus karena pergaulan mu yang kelam itu " ujar angga dengan mempererat pelukannya pada ayura.
Ayura mulai merasa tenang dalam pelukannya angga, yang selama ini iya inginkan dan rindukan yaitu ada orang yang bisa berbagi beben dengannya.
Ayura yang teringat akan kejadian kemaren saat iya di labrak gabriel dia pun melepaskan pelukannya dari angga dan mengusap air matanya, dia kembali memandangi kota malam yang indah bergemerlap lampu itu.
"Maaf... " hanya kata maaf yang terucap dari bibir ayura tanpa menoleh ke arah angga.
"Kenapa...!???? " tanya angga bingung.
"Aku sadar kau bukan milik ku jadi maaf, oh... iya untuk ke depan nya tuan juga harus, menjaga jarak dengan saya, saya tak mau menimbulkan fitnah " ucap ayura lagi tanpa memandang ke arah angga.
__ADS_1
Angga masih bingung dangan semua perkatran yang ayura ucap kan dia sedikit pun tak mengerti.