
Kini satu bulan ayura berada di kota kalimantan dan akhirnya iya pun akan segara bersiap untuk kembali ke Bandung untuk menemui anak-anak nya yang sudah lama iya tinggalkan dengan sahabat nya dan adik tirinya di bandung, kehidupan sehari-hari ayura di Kalimantan juga berjalan dengan lancar meski ada sedikit drama di setiap harinya seperti bili , dito dan angga yang selalu saja menggangu nya tiga pria tampan itu terus saja mencari perhatian di hadapan ayura, dengan segala cara.
Seperti sekarang ini mereka di bandara, ayura di buat pusing dengan tingkah ketiganya.
"Tuan dito... tuan angga biar saya saja yang membawakan barang kalian kalian sebaiknya segera naik ke pesawat... kalo tidak kita akan terlambat.. " Ujar bili dengan tenang.
"Cih... kau juga ingin berebut dengan kami... " decih dito.
"Jangan harap kalian berdua... sini biar aku yang membawa barang milik ayura " tarik angga
"Tidak aku saja, kau itu susah menikah angga jadi tak usah berebut dengan ku ayura biar jadi milik ku saja, kau di rumah susah punya istri jangan serakah dong...?? " rebut dito lagi koper dari tangan angga.
"Kalian lanjutkan saja, pusing aku melihat kalian yang susah tua masih saja berebut barang " ayura yang kesal melihat barangnya ada di belakang dito dia pun langsung menarik dan pergi dari ke tiga nya .
Bili melihat ayura yang susah berlalu, iya pun mengikutinya untuk segera naik ke pesawat dan meninggalkan kedua tuan muda itu terus beradu mulut.
"Yur... sini biar ku bantu... " tawar bili pada ayura yang seperti susah membawa barang nya yang cukup banyak itu.
"Oh... ini kau bawa yang ini, yang ini biar aku saja " ayura menyerahkan koper besar pada bili dan iya masih menarik satu koper besar dan menjinjing satu tas di tangannya yang tak tau itu apa isinya.
"Sini biar aku bawa semua saja kau pasti berat dan leleh kan....? " Bili mengambil tas yang di tangan ayura dan kopernya yang satu.
"Terserah saja awas barang kunjika ada yang hancur... kau harus ganti rugi " rutuk ayura.
"Ok... aman" jawab bili sembari menarik semua barang di tangannya.
Kedua tuan muda yang baru sadar jika iya telah ditinggalkan oleh bili dan ayura mereka pun langsung berlari untuk mengejar.
"Ini gara-gara loe dit.. kita di tinggalkan si bili jadinya yang menang.. " angga terus saja nyerocos menyalahkan dito.
"Ya salah elo kali yang kagak mau ngalah padahal udah punya bini juga di rumah, masa target gue mau loe embat juga serakah loe namanya " keduanya tak henti terus saja beradu mulut.
Hingga masuk pesawat keduanya tak berhenti beradu mulut hingga membuat pramugari dan penumpang lain merasa heran pada kedua orang tersebut, sedangkan bili dan ayura duduk dengan tenang di kursinya masing-masing.
Kita skip kini pesawat sudah mendarat dengan sempurna di bandara bandung, ayura yang sudah turun dan menarik barang nya lebih dulu karena takut terjadi seperti tadi lagi , jadi iya lebih dulu mengambil barang jd bagasi dan langsung mengarah ke luar bandara untung saja ayura langsung menemukan orang yang menjemputnya.
"Yur... banyak amat bawaan loe.. " tanya wanita yang di hampiri ayura.
"Iya yu ini ada barang perusahaan sebagian jadi ya gini deh rempong, oh iya kamu sendiri aja nih jemput gue nya mana para bocil..?? " tanya ayura sembari melihat ke sekeliling .
"Para bocil dia gak mau ikut kayanya takut kejadian waktu jemput Adit terulang katanya jadi mereka lebih memilih menunggu di rumah, yok sini gue bantu " tawar ayu sembari membantu membawa satu koper ayura.
"Oh ok lah ya udah yok lah sebelum. masalah menghampiri " keduanya berjalan ke arah parkiran bandara.
"Hah... masalah apa yur...?? " tanya ayu.
"Tar deh gue ceritain di mobil, sekarang kita cepet ke mobil aja " ayu mengikuti saja karena ayura mempercepat jalannya .
Sedangkan di dalam bandara tiga pria tampan sedang mencari seseorang, yang sedari tadi pesawat take-off mereka bertiga tak melihat orang tersebut.
"Gimana bil kamu liat gak..?! " tanya dito.
"Tidak tuan saya juga tak menemukan di ruang tunggu atau di bagasi juga tak ada " jawabnya.
"Gimana ga ada ketemu...?? " tanya dito pada angga yang baru tiba.
"Huh... kita ngapain nyariin lagi dia di sini, orangnya udah pulang beberapa menit lalu dia saat pesawat sudah berhenti dengan sempurna langsung turun lebih dulu dari pramugari, dan langsung pergi " jelas angga yang telah memeriksa ke ruangan keamanan.
Anggota berjalan ke arah parkiran untuk pulang ke rumah karena iya juga merasa lelah.Begitu juga dengan yang lain.
__ADS_1
Kini ayura dan ayu telah sampai di rumah nya dan di depan pintu sudah di tunggu oleh evan yang baru saja pulang dari kampusnya, yang entah mengapa iya pulang lebih awal.
"Van...!!! bantu angkat barang dong...!! " teriak ayu dari arah mobil.
"Iya kak sebentar " evan melepas helem nya dan berjalan ke arah belakang mobil.
"Wih..... banyak banget nih barang bawaan mu kak...?? " evan tampak terkejut dengan barang bawaan ayura yang banyak.
"Bawa saja ke dalam dan untuk yang di dalam koper warna abu-abu biarkan saja di mobil itu barang kantor.. tak usah di turun kan nanti aku akan langsung ke kantor " ucap ayura.
"Lah yur.. gak besok aja loe juga baru sampek masa dah mau ke kantor aja lagi...?? " tanya ayu yang melihat ayura tak mau diam.
"Gak yu.. soalnya di kantor bakal ada meeting tar jam 3 sore ini, gue balik ini sebenarnya cuman mau ganti baju doang dah itu langsung berangkat , barang tarok aja di kamar gue aja " ujar ayura sembari berjalan ke arah kamar nya .
"Kak... ini koper sebesar ini mau di sempet dimana nih...??? " tanya evan yang membawa koper besar.
"Ayura bilang sih tadi suruh simpan di kamarnya, tapi dia sekarang lagi ganti baju kamu taruh di depan pintunya aja dulu, tar kalo dia dah keluar baru deh di masukin " jelas ayu
"Ok... " evan berjalan ke arah kamar ayura.
Tak selang berapa lama ayura pun keluar dari kamar dengan pakaian kerja nya yang sudah rapi.
"Yu... ngapa tuh koper di tarok di dapan pintu ngalangin jalan tau.....!!! " teriak ayura dari tangga.
"Hah.... mana gue tau adek loe tuh yang narok...!!! " balas ayu teriak dari arah dapur.
"Van....!!! kenapa tuh barang di tarok depan pintu..!!!! benerin tuh ngalangin orang jalan aja ...!!! " teriak ayura yang sudah akan turun kebawah.
Evan yang mendengar teriakan ayura dia pun langsung berlari keluar dari kamarnya, menghampiri ayura.
"Eh... maaf kak tadi kata kak ayu suruh tarok barangnya di depan kamar kakak, ya aku tarok situ aja " jawab evan tanpa dosa.
"Ya gak di tarok depan pintu juga kali... untung aku gak jatuh... oh iya di mana anak-anak kok dari tadi aku gak liat...??? " tanya ayura yang sedari tadi iya sampai rumah tak ada melihat anak-anak.
"Anak-anak lagi main di rumah nya orang tua abang bili kak... biasa dia kalo jam segini sering main di sana, nemenin nyonya Qi yosi karena kasian katanya dia sendirian kata aji " jelas evan.
"Emang suaminya di mana..? " tanya ayura lagi yang selama ini tak pernah banyak tanya tentang orang tua bili, dia hanya tau kalo terkadang anak-anak memang di bawa main oleh bili di sana.
"Yang aku tau sih.. tuan qi yosi nya sakit dan dia tak bisa bangun lagi dari tempat tidur... jadilah terkadang nyonya merasa sepi, tapi semenjak anak-anak suka kesitu mereka merasa bahagia kak, terkadang aku juga disuruh nginep aku juga di anggap anak nya " jawab evan yang merasa punya orang tua saat berada di perantauan.
"Oh... ya sudah aku pergi ke kantor.... oh iya ala kau tak ke kampus hari ini..? " ujarnya
__ADS_1
"Pergi cuman hari ini memang kami di pulangkan cepat, oh... nanti bereskan barang itu masukan ke kamar ku dulu "
"Ok."
Ayura pergi menuju ke kantornya, karena masih ada pekerjaan yang harus segera iya kerjakan sekarang, meski sebenarnya iya lelah dan ingin sekali istirahat, tapi itu semua harus di tunda, karena sewaktu iya di Kalimantan menemukan sedikit masalah yang berpengaruh pada perusahaan, jadi harus iya selesaikan dan luruskan terlebih dahulu.
"Eh... ayura udah pergi ya van..? " tanya ayu yang dari arah dapur.
"Iya baru aja pergi emang kenapa kak..?? "
"Tidak... ya sudah kakak harus jemput anak-anak dulu... untuk makan siang, kamu juga bereskan dulu itu barang ayura " ucapnya sembari pergi berlalu untuk menjemput anak-anak.
Evan mrngngguk dan langsung berjalan menuju ke lantai atas untuk membereska barang yang iya letakan di depan pintu kamar ayura tadi.
Hari sudah menjelang malam kembali ayura belum juga ada kembali ke rumah entah apa yang sedang iya kerjakan di kantor hingga larut seperti ini masih juga belum kembali.
"Yur.... ini sudah malam srbaiknya kamu pulang saja masih ada besok hari.. " ujar Mia yang kasihan melihat ayura yang kelelahan.
"Pulang lah lebih dulu aku akan menyelesaikan ini dulu... " bantah ayura.
"Yur jangan memaksakan diri jika kau sakit nanti semua pekerjaan akan semakin menumpuk... kau akan tambah sulit untuk menyelesaikan semuanya, sudah kamu juga jangan terlalu menyalahkan diri... ini juga karena kesalahan aku yang menimpakan semua pekerjaan pada mu yur.... " Mia terus membujuk ayura agar segera beristirahat karena sangat terlihat jika iya sangat kekeh.
"Sudah lah... tak usah menyalahkan kamu... ini memeng salah aku juga Mia... aku kurang fokus dengan pekerjaan, kau pulang saja sebentar lagi juga aku akan pulang " ayura tetep kekeh ingin menyelesaikan pekerjaan nya hari itu juga.
"Sudah lah yur aku gak taun lagi mesti ngomong apa sama kamu, jika kamu sakit anak-anak khawatir atau sedih aku tak tanggung jawab, aku juga bukan tak mengingatkan mu " Mia menyerah membujuk ayura, karena ayura yang sangat keras kepada .
Ayura tak memperdulikan perkataan Mia dia tetap saja melanjutkan kerjanya, hingga cukup larut malam, kini iya di kantor hanya tinggal seorang diri, dan penjaga kemana kantor tersebut saja yang masih di kantor, dan sekarang jam sudah menunjukan pukul 21:40 yang mana penjaga keamanan sedang berkeliling mengecek setiap ruangan kantor, dan iya melihat lampu ruangan ayura yangasih menyala.
'Tok.... tok... tok... '
"Iya... siapa...??? " sahut dari dalam ruangan.
"Saya bu penjaga keamanan " sahut orang di luar ruangan ayura.
"Masuk saja pak.. " perintah ayura.
"Selamat malam bu...??? " ujar penjaga keamanan itu saat sudah masuk.
"Iya malam Pak ada apa ya...? " Ayura menghentikan aktifitas nya dan melihat ke arah orang yang masuk keruangan nya tersebut.
"Ibu belum pulang ini sudah sangat larut bu...?? " tanya satpam itu.
"Memeng ini jam berapa pak...?? " tanya ayura tanpa melihat arloji di tangan nya.
"Ini sudah setengah sepuluh malam bu... dan kantor juga sudah tak ada orang... " jawab satpam itu.
"Oh... iya Pak sebentar lagi ini dikit lagi pekerjaan saya... jika bapa ingin pulang... gak papa pulang duluan saja nanti kantor biar saya yang mengunci " usul ayura yang mana masih bertumpuk berkas dan kertas di hadapannya.
"Tidak apa lah bu... biar saya tunggu ibu saja , kalo begitu saya kembali ke pos bu " ujar satpam itu.
"Oh... baik lah"
Satpam itu pun pergi berlalu untuk kembali mengecek ke ruangan yang belum sempat iya cek, dan setelah itu baru iya akan, kembali ke pos untuk menunggu ayura, pulang dan dia juga baru pulang. Hingga kini waktu sudah berlalu lagi cukup lama dan jam juga sudah menunjukan pukul 23:41ayura baru saja menyelesaikan pekerjaan nya, dan iya langsung membereskan semua barang dan akan segera pulang, dan mengistirahatkan badannya yang leleh.
"Pak. . pak... pak.... " panggil ayura pada satpam yang sudah ketiduran karena menunggu ayura.
"Eh... iya bu maaf saya ketiduran... " ujar satpam itu.
"Iya tak apa pak... maaf gara-gara menunggu saya anda jadi harus pulang larut sekali., kantor susah saya kunci anda bisa pulang pak " ujar ayura sembari memberikan kunci kantor.
"Ahhh... iya maaf ya bu sudah merepotkan anda " uajar satpam itu buang merasa tak enak.
"Sudah tak apa. pulang lah ini juga sudah sangat larut " ujar ayura sembari masuk ke mobilnya.
Satpam itu mengangguk dan mengambil semua barang nya dan, iya juga bersiap untuk pulang, karena ini sudah tengah malam juga.
Ayura juga sudah pulang jalanan yang sepi dan gelap hanya di terangi oleh lampu-lampu jalan saja, dan hanya ada beberapa kendaraan saja yang melintas.
Ayura yang merasa perut nya sangat lapar iya pun di sepenjang jalan sembari melihat siapa tau masih ada kedai yang buka,untuk iya membeli makan.
__ADS_1
"Hah... sudah tak ada lagi yang buka kah.... emh... sepertinya di rumah ada makan deh sudah lah aku pulang saja makan di rumah " guam nya karena sepanjang jalan iya tak menemukan kedai yang buka.
Ayura semakin cepat mengendarai mobilnya agar cepat sampai rumah. Tak lama ayura pun sudah menepi di di depan rumah nya, dia pun membuka pagar dan memasukan mobil kedalam garasi nya.