
Seiring berjalan nya waktu.. ayura kini mulai kembali pilih dan mulai bisa mengerahkan kakinya kembali, iya dengan sabar melatih kakinya untuk bisa berjalan kembali, selama ini hidup nya tenang dan tanpa ada gangguan tau pun keributan serius.
Sore ini ayura sedang melatih kaki nya dengan di temani oleh anak-anak dan ayu di taman belakang rumah nya.
"Ayok bunda... bunda pasti bisa...!!! " seru gadis kecil itu menyemangati.
"Iya yur... pelan-pelan aja " ayu ikut bersorak menyemangati.
Ayura yang mendapat dukungan dari putri dan sahabat nya itu, dengan semangat melangkahkan kaki nya perlahan.
"Asalamualaikum... " terdengar salam dari arah dalam.
Ayu yang mendengar itu langsung berjalan ke arah dalam untuk melihat siapa tamu yang bertandang sore-sore begini, yang biasanya jarang sekali ada orang datang, jika buka Mia mengantarkan pekerjaan atau angga yang entah lah ingin apa.
"Waalaikumsalam... " sahut ayu sembari terus berjalan ke arah depan.
Saat ayu membuka pintu utama, iya melihat punggung seorang perempuan paruh baya, yang sedang berdiri sembari memandang ke arah jalan.
"Permisi... cari siapa ya..? " tanya ayu pada orang di depan pintu.
"Saya mencari ayura " sahut perempuan itu dengan nada bicara datar nya.
"Oh masuk dulu bu... nanti saya panggilkan ayura nya " ucap nya sembari mengajak orang itu untuk berbicara di dalam.
Perempuan itu masuk sembari melihat ke sekitar dalam rumah milik ayura itu, dinding rumah ayura terlihat polos tak ada bingkai foto atau pun lukisan tertera di sana terlihat kosong dan polos hanya tembok bercat putih saja.
"Silahkan duduk dulu bu.. saya akan panggilkan dulu ayura nya " pintanya setelah itu berlalu le halaman belakang.
Perempuan itu hanya mengangguk, tanda merespon ucapan ayu, ayu menghampiri ayura yang masih berusaha untuk berjalan itu.
"Yur... di dalem ada tamu nyari loe...! " ucap ayu pada ayura.
"Hah.. tamu... perempuan apa laki-laki yu...??, dan seingat aku, hari ini tak ada janji temu dengan siapa pun.. ..! " tanya ayura sembari mengingat jadwal nya hari ini.
"Ya mana aku tau... ya udah kamu temui dulu tamu nya, belajar jalan nya nanti lagi. " ujar ayu sembari memapah ayura.
Ayura masih bingung siapa sih orang yang ingin bertemu dengan dia, ayura kembali duduk di kursi roda nya dan di dorong oleh ayu masuk ke dalam, ya benar saat ayura masuk dia melihat ada perempuan yang sedang menunggunya di ruang tamu.
Tapi yang membuat ayura terkejut adalah.. siapa perempuan itu.
"Nyonya hingga sudi menginjakan kaki ke mari... Kira-kira ada apa...?? " tanya ayura dengan datar pada perempuan tersebut.
Ayu yang tak tau apa-apa.. dia hanya diam, dan kembali kebelakang untuk membuatkan minuman.
"Ternyata benar yang di rumorkan kau sudah cacat..! " caci nya saat melihat kondisi ayura.
"Ya... memang nya kenapa... jika saya cacat... toh.. saya tak merugikan anda.. dan tak meminta bantuan atau belas kasih han dari anda juga bukan...??! " balas ayura dengan masih nada bicara yang datar.
Entah lah ada dendam apa antara ayura dan perempuan paruh baya itu.
"Ya memang tak ada merugikan saya... tapi anda sudah menganggu kehidupan keluarga anak dan menantu saya..! "seloroh perempuan paruh baya itu menatap tak bersahabat pada ayura.
" Oh..... no.. nyonya wiranto seperti nya anda, salah... saya tak pernah ada niat atau pun ke ingianan untuk menggangu, rumah tangga mereka. bukan kah selama ini memang putra anda tak pernah mencintai istri nya itu "telak... ayura dengan ucapan nyonya wiranto, memeng benar yang dikatakan ayura.
Selama ini angga tak pernah mencintai Gabriel, angga menikah dengan Gabriel pun itu karena, tekanan dari sang papah, baru lah terjadinya pernikahan tersebut yang tanpa di dasari cinta.
" Jika kau tak menginginkan nya lalu kenapa...??kau selalu menarik perhatian, angga dengan menggunakan anak-anak haram mu itu, dan sekarang mengunakan keadaan mu...!!!? "cerca dan makinya pada ayura.
Ayura yang mendengar itu menjadi sangat emosi apa lagi, iya mendengar anak nya yang di hina, semakin marah lah ayura, karena baginya jika dia yang di hina dia tak masalah dan akan menerima hinaan itu dengan lapang dada, namu jika menyangkut kedua anak nya, ayura tak bisa terima.
__ADS_1
" Ck... anda bisa menghina saya hingga mulut Anda berbusa..! tapi jangan sekali-kali anda menghina anak saya...!!!, "ucap ayuta dengan nada tinggi membuat ayu yang sedang berjalan membawa nampan berisi minuman dan cemilan sentak terkejut.
Pasalnya.. ayura tak pernah meninggikan nada bicara nya kepada.. orang yang lebih tua dari dia.
" Yur... sabar yur... " ucap ayu menenangkan saat sudah menarok nampan di atas meja.
"Ck... bukan kah benar anak mu itu anak haram saya tak salah kan...!!!? " ucap nyonya wiranto lagi.
"Pergi.... !!! anda silahkan pergi...!!! , dari rumah saya....!, dan jika perlu anak anda anda ikat di ranjang biar dia tak pergi keluyuran... ke sembarang tempat.... hingga masuk ke dalam got...!!! saya juga tak sudi... anak anda datang kemari... kalo saya tak memikirkan anak-anak, dan dia juga berhak untuk bertemu dengan anak-anak...! " usir ayura... dengan marah, sembari mengeluarkan pikirannya.
"Cih... tak usah mengusir ku.... aku pun tak sudi terlalu lama... di tempat mu...!! tapi ingat... jangan pernah kau mendekati putra ku, dan jangan berharap untuk bisa merusak pernikahan nya... ! " ucap nya sebelum pergi.
"Ck... semakin anda mengatakan itu... semakin aku ingin menghancurkan nya, dan merebut putra anda dari sang istri ...! " ucap ayura yang masih dengan amarah nya.
"Selagi saya hidup.... jangan harap kau bisa... melakukan niat jahat mu itu... wanita j@l@ng ... " hina nya sembari berlaku pergi.
Ayura yang kesal dia memaksakan kakinya berjalan menuju kamar nya dengan susah payah , ayu yang hendak membantu, selalu iya tepis .
"Yur... kamu duduk di sini, biar ku antar kamu je kamar.. ? " ucap nya pada ayura.
"Tak usah aku bisa sendiri...!! " ucap nya.
"Tapi yur.. kamu jangan memaksakan diri gini... nanti.. kaki kamu tambah cedera... ! " ayu khawatir dengan kondisi ayura saat ini yang masih belum pulih sepenuh nya, namun memaksa untuk berjalan sendiri.
"Sudah ku kata kan aku bisa sendiri...!!! kau tak usah bawel...!! disini kau bukan dokter ku...!! " bentak ayura pada ayu.
Ayu mendengar kata-kata teman nya itu, sontak terdiam dan hanya memerhatikan nya saja, ayura yang sedang berusaha berjalan menuju ke kamar itu.Beberapa menit berselang... Anak-anak datang menghampiri ayu, yang masih menerhatikan ayura yang masih berusaha berjalan.
"Mah... nenek tadi... siapa..? sampek buat bunda sangat marah banget...?? " pertanyaan gadis kecil itu membuat ayu sedikit terkejut.
"Hah... nenek radi ya... entah lah mamah juga tak tau... entah bunda dan nenek itu punya masalah apa... tapi sudah kah kalian tak usah memikirkan nya... itu masalah orang dewasa.. " jawab ayu.. memang tak tau pasti spa masalah nya.
"Kau bodoh apa... gimana sih... itu.. nyonya wiranto, yang artinya nenek kita bundanya ayah...! " ceketuk aji tiba-tiba.
Ayu di situ semakin di buat bingung dong...? iya tambahan tak mengerti orang yang mana, dan siapa yang sedang kedua bocah itu bicarakan.
"Hai... sudah sana kalian mandi... nanti pas waktu nya makan malam mamah panggil, sana.. mamah akan masak dulu ok " ayu.. menghentikan obrolan kedua bocah kecil itu.
"Ok.. mah.. masak yang banyak ya.. mah " ujar gadis itu sembari berjalan menuju tangga untuk ke kamar nya.
"Siap pasti nanti mamah masak banyak " sahut ayu sembari tersenyum melihat tingkah gadis kecil itu.
Ayu pergi menuju dapur untuk, melakukan pekerjaan nya di dapur, ya itu bertempur dengan wajan, sayuran, bahan dan barang lain nya yang ada di dapur, untuk menyiapkan kan makan malam.
Ayura yang berada di dalam kamar nya dia, hanya terdiam termenung menatap ke arah luar jendela, yang mana pandangan nya lurus ke arah taman di samping rumah nya, entah lah apa yang sedang dia pikir kan.
Sedangkan evan yang baru saja ingin pulang... dari cafe... namun dia di jalan di hadang, oleh sekelompok remaja seumuran nya, entah lah.. ada apa dengan mereka.
"Heh... cupu... baru mau pulang ya... bagi duit dong....! " seru salah satu remaja itu pada evan.
Namun evan hanya diam tak memedulikan mereka.
"Heh.... cepet bagi duit...!!! apa loe sekarang bisu.... hah apa budek...!!!! " maki remaja itu pada evan yang hanya dima.
"Dakdo.. duit aku... awas aku nak balek....!! " ucap nya dengan bahasanya.
"Wih orang kubu mana nih... masuk kota... Hai kalian cepet.. ambil duit nya pasti ada di tas nya " seru remaja itu pada teman nya.
"Bambang.... apo kau.... dak bosan apo.. nak ganggu aku...!!, alah aku kato ngatek duek.. aku ko...!!! " celetuk evan lagi yang mulai kesal.
__ADS_1
Para remaja itu merampas tas evan dan memberantakan, semua isi tas evan.. dan yang lain ada yang menggeledah di saku celana milik evan.
"Eh... itu lagi ngapain... ribut di pinggir jalan gitu...?? " celetuk Dito yang kebenarannya sedang melawati cafe tempat evan kerja part-time.
"Bukan nya itu adik ayura kan... kenapa dia di keroyok gitu...?? " tanya dito lagi pada diri sendiri dan iya langsung menepika mobil nya.
"Hai... kalian... sedang apa....?!! " teriak dito saat sudah keluar dari mobil nya, dan menghampiri para remaja itu.
"Tak usah ikut campur... ini urusan kami para remaja..! " ucap bambang saat melihat dito.
"Ya ini memang urusan kalian, tapi orang yang sedang kalian keroyok adalah adik saya... kenapa kalian memukuli nya....?? " ujar dito.
Sontak para remaja itu menghentikan perbuatan nya, dan menatap dito, salah satu dari mereka ada yang mengenali siapa dito itu.
"Eh... tuan muda dito... maaf.. tadi dia memalak teman kami.. " bohong nya menuduh evan.
"Benar kah..?. setau ku dia tak pernah kekurangan uang...? "ucap dito sembari memicingkan satu matanya.
" Benar tuan.... dia tadi memaksa teman kami untuk menyerahkan uang nya, karena dia mau berbuat kasar karena teman kami tak menuruti nya dia memukul nya, maka dari itu aku membantu nya "bohong nya para remaja itu dengan memfitnah evan.
Sedangkan evan hanya diam, tak berkata apa-apa.
" Ya sudah kalian pergi lah dia biar kami yang mengajarinya menjadi manusia yang benar.. "ucap dito dengan datar.
Para remaja itu pada pergi, dan tinggal tersisa evan, yang udah bonyok... entah lah meski banyak orang yang sedari tadi melewati e an dan yang lain, tapi seakan tak melihat apa pun, mereka melewati nya begitu saja tanpa ada niat untuk membantu.
" Hai... kamu kenapa bisa berurusan sama para bocah berandalan itu..?? "tanya dito pada evan.
" Terima kasih bang... usah mau bantu aku.., entah lah.. mereka memang suka sekali membully orang yang mereka anggap lemah "ucap evan dengan menunduk.
" Ya sudah ayok kita pulang... pasti kakak mu khawatir menunggu kamu yang belum pulang "ajak dito untuk segera pulang.
" Hah... andai memang kak yura, seperti yang abang ini katakan... mungkin aku akan sangat senang, tapi toh kakak tak pernah menghawatirkan aku, atau menanyakan keadaan ku meski aku pulang dengan banyak luka juga dia acuh "batin nya sembari menaiki motor milik nya, untuk segera pulang.
Dito... sangat kasihan pada evan doa juga tau kalo ayura.. tak sayang dengan adik nya itu, dito juga tak tau kalo evan hanya lah adik tiri ayura.
Sampai nya evan di rumah, iya sebelum berjalan menuju ke kamar nya dia menuju dapur terlebih dahulu untuk mengambil es batu untuk mengompres lebam di wajah nya,dan mengambil minum.
"Asalamualaikum kak..? " salam nya saat melihat ada ayu di dapur.
"Waalaikumsalam.. baru pulang van " menjawab tanpa menoleh ke arah orang yang mengajak nya bicara, karena iya sedang fokus dengan masakan nya karena takut gosong.
"Iya... harini kerja ku lembur kak, ya udah aku ke kamar dulu ya kak... mau mandi gerah nih " tutur nya setalah mengambil es batu dan minum nya.
"Iya... sebentar lagi juga kamu turun untuk makan ya " ucap ayu.
"Ok"
Evan berjalan menuju ke kamar nya untuk membersihkan diri dan mengompres luka lebam nya tersebut.
Satu jam sudah berlalu ayu yang tadi memasak kini sudah selesai, dan kini mereka semua sedang berada di meja makan, begitu juga dengan ayura, seperti biasa jika di meja makan taka ada pembicaraan atau pun suara di antara mereka, Hinga semuanya sudah selesai makan.
"Sekarang kau... sudah menjadi seorang jagoan ya... sering aku liat kau pulang dengan muka bonyok " celetuk ayura pada evan memeng untuk beberapa minggu ini ayura sering melihat kalo evan pulang dengan wajah dengan penuh lebih, atau pun dengan bada yang ada luka.
Evan terkejut ternyata selama ini ayura memperhatikan dia, Padahal sering kali evan melihat ayura tampak lah cuek dan tak peduli dengan keadaan nya, hanya ayu lah yang memerhatikan dia.
"Tidak... ini aku tadi tak sengaja... banting setir karena hampir menabrak kucing di jalan kak... " jawab nya berbohong.
"Van... ini obati luka lebam mu... " ayu memberi salep untuk menghilangkan lebam.
__ADS_1
"Terimakasih kak... kalo gitu evan ke kamar dulu, karena masih ada tugas kuliah yang harus evan kerjakan " ucap nya berpamitan.
Ayu hanya menjawab dengan anggukan, lalu evan berlalu ke kamar, ayura seperti biasa tampak acuh, Anak-anak sudah berada di kamar nya, untuk mengerjakan PR nya yang di berikan guru kepada mereka. Ayura seperti biasa memangku laptop nya di, pangkuan nya dia melihat-lihat fail yang masuk lewat e-mail.