Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 74


__ADS_3

Evan yang masih saja termenung memikirkan perkataan kakak tirinya tersebut, yang masih tak iya mengerti, Sedang kan ayura menatap kesal pada evan, dan iya sangat kesal karena telah mau menampung evan di rumah nya, jika akan tau seperti ini, ayura dari awal tak mau menampung nya.


"Tak usah sok lugu... tadi polisi datang ke sini nyari kamu...! , ingat evan meski aku tak suka dengan ibu mu dan kamu tapi aku sebagai orang yang lebih tua, dari kamu itu harus mendidik kamu dengan baik bukan untuk, menjadi seperti ini..! " ucapnya ketus dan kesal ayura.


"Polisi.... untuk apa mereka mencari ku...?? aku rasa aku tak pernah melanggar lalu lintas, atau bersangkutan dengan hal kriminal atau pun protitusi apa pun...? " jawab evan yang entah bener rak tau apa-apa atau hanya, berpura-pura polos saja di hadapan ayura, untuk menutupi perbuatannya tersebut.


"Kau mengonsumsi narkoba...!! " ucapnya menekan.


"Hah... aku gak ada konsumsi obat seperti itu kak sumpah... aku beneran gak ada konsumsi..! " bantah evan atas perkataan ayura.


"Ya tak mengonsumsi tapi kau pengedarnya....!!! " bentak ayura lagi sembari berkecak pinggang .


"Kak jangan mengedar atau mengunakan, aku aja gak tau bagaimana barang nya... bener kak...! " bantah evan lagi, yang kini iya merasa jika dia sedang di fitnah.


"Aku tak mau mendengar , ucapan mu lagi serangan ambil semua barang mu, dan pergi dari sini jangan sampai kau, melibatkan aku dalam masalah mu, jika bisa jangan sampai bertemu lagi "


"Aku masih baik tak, membawa mu langsung ke kantor polisi, "ayura mengusir evan dengan rasa kesal nya yang tak mau lagi mendengar penjelasan nya.


" Tapi kak mohon dengar aku dulu, aku siap di periksa apa aku ini menggunakan, obat itu atau tidak, dan mana bukti barang jika aku pengedar...!!! "ucap evan yang tak mau pergi.


" Kak jika aku pengedar... pasti lah barang itu aku bawa ke sini, sedangkan di rumah ini, selalu ada kak ayu yang selalu mengawasi semua nya, tanya saja kak ayu dia tau apa yang selama ini aku lakukan kak "


"Kakak...mungkin gak percaya, karena kakak kan gak ada di rumah dan suka pulang larut, terus mana ada kakak liat apa aja aktifitas yang aku lakukan " terus ucap evan yang membela diri nya jika iya tak bersalah.


Namun di situ ayura yang dari awal nya emang tak suka, dengan evan apa lagi, beberapa hari lalu iya juga baru bertemu dengan ibu nya, yang ingin menjodohkan ayura dengan kenalannya, yang menambah ayura tak senang , selama ini evan tinggal di rumah nya ayura tak mempermasalahkan nya, karena iya juga masih ada sedikit hati nurani.


"Kak... aku mohon...!! jangan usir evan... jika evan di usir evan akan tinggal di mana kak " ucap evan memelas pada ayura.


"Akun tak peduli dengan kehidupan mu, sebaik nya kamu segara pergi " ucap nya dingin sembari pergi untuk menuju ke kamar nya.


"Kak.... kakak... kak... kak ayura.......!!!! " panggil evan sembari terduduk di lantai dengan menatap punggung ayura yang semakin menjauh dari pandangan evan.


"Sebenar nya kakak ayura sama mamah itu punya masalah apa sih, sampai kakak ayura gak suka sama mamah....???! " gumam nya dalam hati.

__ADS_1


Perbuatan apa yang di berbuat oleh mamah, dan apa yang di perbuat oleh ayura, hingga keduanya tampak tak akur, Evan terus termenung sembari mengemas semua barang nya, masuk ke dalam koper, karena mau tak mau ya mau bagaimana lagi tuan rumah juga telah, menyuruhnya pergi evan hanya, menurut saja ,meski bingung setelah iya melangkah keluar dari rumah tersebut iya akan melangkah ke mana, mana sekarang dia sedang terjerat kasus , narkoba lagi, lengkap sudah rasanya masalah yang evan rasa, mana tadi sebenernya evan, sedang kencan dengan kekasih nya, Namun dia mendapat pesan dari sang kakak untuk segera pulang, maka evan langsung pulang.


Ayu dan anak-anak yang sudah kembali dari kediaman orang tua bili, ayu menyuruh anak-anak untuk, ke kamar dan istirahat, karena nanti malam kan ada rencana akan ke pasar malam, Karena kamar evan adanya ayu itu aling berhadapan.


Saat ayu melewati kamar evan iya melihat tumben pintu terlihat terbuka dan di sana juga ayu melihat, remaja yang sedang di sibukkan mondar, sembari membawa barang di tangan nya, yang membuat ayu pemasaran.


"Evan mau kemana...?? kok usah beres-beres ya.. ?bukan nya tadi tuh dia mau pergi keluar ya, tapi kok ini udah pulang lagi aja " Gumam ayu sembari memperhatikan kamar evan.


Ayu yang merasa jika rasa kepo nya semakin memuncak, dia pun menghampiri evan yang sedang berkemas...


"Kamu mau pergi kemana van...?? " tanya ayu pada evan yang membuat evan terperanjak, dari kesibukan nya saat mendengar suara orang menyapa nya.


"Eh... kak ayu, Aku di suruh pergi kak sama kak ayura, " ucap nya sendu sembari terus mengepek barang nya.


"Ayura gak mungkin setega itu van, emang nya kalian ada masalah apa...??? coba cerita...?? " ayu tak percaya, karena bagai mana pun ayu juga tau sifat ayura itu bagaimana, dia tak mungkin akan mengusir evan begitu saja tanpa sebab.


Evan menjelaskan bagaimana iya di usir, dan ayu juga teringat jika memeng tadi pagi iya melihat ada empat orang dari ke polisian datang ke rumah, tapi ayu juga tak tau pasti apa masalah nya, dan ayu baru tau kalo ada yang melaporkan evan sebagai pengedar narkoba, dan ganja, masing masing memiliki berat sekitar 1,43kg , tapi ayu yang udah pernah mengalami hal seperti itu, dan iya juga tau bagaimana keseharian evan di rumah itu, karena iya lah yang tau.


Ayu yang tak percaya, iya mencoba meyakinkan evan, untuk tetap tenang dan sekarang coba datang dulu saja, untuk pemeriksaan jika memeng iya tak salah tak perlu takut.


Karena ayu tak tega jika harus mengusir evan dari rumah, karena ayu sudah sangat menganggap evan seperti adik nya sendiri, yang mana memeng seharusnya adik nya yang di lampung mungkin seumuran dengan evan tapi ya selisih 8bulan , lebih tua evan.


"Sudah yu... tak usah membujuk ku lagi... aku sudah tak tahan lagi dengan dua ibu anak ini... selalu saja bisa nya membuat masalah, dan selalu ingin membuat aku mati dengan kesal " gerutu ayura menolak ucapan ayu.


"Yur... coba kamu bayangkan jika kejadian ini, menimpa Aditia apa kamu juga bakal mengusir nya...! atau tidak..? " tanya ayu yang mulai jengkel dengan sifat keras kepala ayura.


"Sama saja mau itu Adit evan atau anak-anak sekali pun, jika udah menyentuh barang itu, harus pergi, jangan harap untuk kembali berkumpul dengan ku " celetuk nya dengan pedas dan dingin.


"Ck... kau memeng keras kepala yur, jika kata kamu A ya harus A gak bisa B. " gumam nya jengah.


"Kalou sudah tau terus kenapa memaksa? " balasnya ketus.


"Tapi kan yur... sudah lah aku tak mau memaksa, memang kehidupan itu selalu seperti itu, aku tau kau tak akan percaya kalo gak keliatan di depan mata " ucap nya berubah menjadi sendu dan wajah tampak murung.

__ADS_1


Ayura masih dengan sikap tak acuh nya, dia hanya sibuk dengan laptop nya, dan tak lama terdengar lagi suara bel pintu yang di tekan seseorang dari luar .


Sedangkan ayu dia sibuk sedang masak untuk makan siang, karena sebentar lagi waktunya makan sing, ayura yang sebenar nya enggan untuk membuka pintu, iya pun terpaksa berjalan ke arah pintu, sedang kan evan masih ada di kamar nya, karena ayu menyuruh nyan untuk makan siang terlebih dulu sebelum pergi.


"Asalamualaikum.. "ucap nya orang yang ada di depan pintu.


" Waalaikumsalam. " ucap ayura dengan datar.


"Yur.. anak-anak ada di rumah...?? " tanya orang itu.


"Siapa kamu menanyakan anak saya...? saya rasa mereka tak ada kaitannya dengan anda..? " jawab ayura ketus.


"Saya... ini ibu sambung nya, tadi angga bilang untuk menjemput anak dia sedang menunggu di rumah" ujar orang itu yang tak lain adalah gabriel.


Entah lah... ada keberanian apa dia sampai melakukan dan mengakui dia sebagai ibu sambung, anak-anak, padahal ayura masih hidup, mungkin kulit muka nya tertutup make up, setebal 5cm kali ya.


"Heh... anda harus ingat saya sebagai ibu kandung dan ibu mereka, melarang anda untuk menyebut tuh mereka, jika suami tercinta anda ingin, bertemu dengan mereka, dia bisa datang kemari sendiri tak perlu menggunakan perantara. " ketus nya.


"Dan seingat saya.... anda itu istri yang tak pernah di harap kan..?, "ucapnya


"Dan oh iya aku lupa seingat ku di malam pertama kalian sah menjadi pasutri ,tapi suami anda sedang bermain dengan saya, dan oh... iya dengan para wanita lainnya dengan penuh gairah, sepertinya anda tak usah berharap dia akan baik dan suka pada anda, anda boleh memiliki nya tapi sayang hati nya hanya terpaut pada saya " sindir nya dengan ucapan yang menusuk.


Entah lah.. kenapa ayura hari ini rasanya ingin sekali, memaki orang dan mengeluarkan hinaan nya, mungkin karena di picu akan masalah evan, yang iya ikut terseret.


"Jaga ucapan mu ya... aku dan angga hidup harmonis.......! " ucap gabriel yang mulai jengah dengan ucapan ayura.


"Wow... harmonis...? benarkah...? tapi seperti yang saya lihat, harmonis itu hanya ada dalam kepala anda saja, dan tak ada bukti nya " ledek ayura lagi ya g lagi senang menghina.


"Soal kau ayura... dia pergi di malam pengantin itu karena kamu..?, kamu itu ingin merusak rumah tangga ku...! " cerca nya dengan kesal.


"Tapi ingat ayura... kau hanya mendapat kan hati angga tapi, ingat keluarga Wiranto tak pernah suka dengan mu...??!, meski bagai mana pun kau tak akan pernah bisa mendapatkan dia atau merebut nya dari ku " balas gabriel yang tak kalah kejam.


Bagaimana sih pikiran ayura saat ini, masa iya dia mau jadi pelakor... dan memprovokasi istri sah, dari ayah anak-anak nya itu, padahal iya juga tau kalo keluarga nya tak menerima ayura, entah kah apa yang ada di kepala ayura sekarang ini.

__ADS_1


"Pergi lah... anak-anak tak akan pergi dengan mu, kau bukan siapa-siapa nya, yang tak ada sangkutan sama sekali " usir nya.


__ADS_2