Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 72


__ADS_3

Ayura berjalan menuju depan sekolah anak-anak dan di sans juga sudah terlihat banyak wali dari para murid yang bersekolah di Taman kanak-kanak tersebut, dan yang iya liat dari kejauhan tadi ternyata benar apa yang iya lihat dan pemikirannya tadi.


"Hai sayang.... hay yur... " sapa orang tersebut sembari menghampiri ketiga nya.


"Hai... juga ayah..., ayah udah lama ya nungguin kita di sini..? " tanya gadis kecil itu sembari menghampiri pria yang iya sebut ayah tersebut.


"Belum juga... ayah baru sampai sayang " jawab nya dengan tersenyum.


"Apa anda tidak pergi ke kantor tuan, dan malah repot datang kemari..? " tanya ayura.


"Kalo saya pergi ke kantor ya mana mungkin saya di sini yur, lagian di kantor juga lagi gak ada pekerjaan , jadi saya datang untuk menemani anak-anak " jawab pria itu.


"Oh... ya susah mari... ayo sayang " ajak ayura sembari menggandeng tangan putranya.


"Ayah sama budaya masuk saja, kami mau ke belakang... " Ucap gadis kecil itu sembari menarik tangan sang adik.


"Oh baik lah.. kalian hati-hati " ujar ayura melepas gandengan nya.


"Kau melepaskan begitu saja anak-anak, jika terjadi apa-apa dengan mereka bagai mana..??! " ucap angga yang melihat ayura begitu gampang melepaskan anak-anak.


"Ini di lingkungan sekolah tuan... anda tak usah parno seperti itu, dan selamat ini mereka aku lepas baik-baik saja toh... jadi tak usah berlebihan dan juga tak perlu terlalu mengekang mereka, untuk melakukan apa pun yang mereka ingin kan " jawab ayura dengan santai sembari berjalan untuk mecari tempat duduk.


Angga terlihat tampak tak senang, karena iya merasa khawatir dengan anak-anak yang tanpa pengawasan, dia mengikuti ayura dengan pemikiran nya, yang melayang entah kemana.


Di sana ayura berbaur dengan para ibu-ibu, mengobrol masalah pekerjaan atau pun sekedar mendengarkan mereka saling bergosip.



Sedangkan kini gabriel yang sedang berada di cafe dia sedang menunggu seseorang di sana, entah lah siapa yang iya tunggu.



"Hai... udah lama ya sayang " sapa seseorang yang baru datang.



"Hai.. juga engga juga kok sayang.. ya udah duduk dulu yang ini aku juga udah pesenin late buat kamu " ucap nya sembari menyodorkan segelas late.



"Iya sayang makasih ya " orang itu mengambil gelas itu dan meminum nya.



"Oh.. iya gimana... apa berhasil rencana kemaren..? " ucap nya bertanya.



"Belum.... dia memang sudah setuju untuk memberikan itu pada ku, tapi sampai sekarang masih belum melakukan penyerahan secara resmi, " jawab nya



"Terus gimana rencana selanjutnya ...? "



"Entahlah.. tapi kita liat aja dulu, apa beberapa dia ada niatan untuk memberikan nya dengan suka rela atau, terpaksa aku harus menggunakan cara kotor " ucap gabriel dengan serius.



"Emh... bener.... tapi kamu juga hati-hati Angga itu tak sebodoh yang kita kira, apa lagi kemaren kamu udah mengertak dia dengan cara itu, dia pasti akan lebih waspada " ujar orang itu lagi.



"Tenang lah yud meski dia waspada , tapi anak-anak tak di tangan nya, jago bakal lebih mudah " ya orang yang menemani nya berbicara sedari tadi adalah Yuda.



"Oh.. iya sayang aku gak bisa lama nih masih ada kerjaan, dan masih ada pertemuan dengan A'W kolegs " ujar nya sembari bangkit dari duduknya nya.

__ADS_1



"Ya... aku juga masih ada pemotretan nanti siang " kini kedua nya beranjak dari cafe tersebut, untuk menuju ke tujuan masing-masing.



Gabriel yang mengendari mobil nya, ternyata iya tak menuju jalan pulang melainkan melaju ke arah perumahan yang mana di sana juga ayura tinggal.



"Ayura... lihat lah.. setelah ini kamu akan, di camp akan oleh semua orang, seperti aku yang selalu di acuh kan oleh suami ku sendiri, ini semua karena kamu ayura, " gumam nya sembari tersenyum sinis.



Kini kembali lagi ke keadaan di taman kanak-kanak, yang mana si kembar kini sedang tampil di atas podium untuk membacakan puisi karya nya, dan di persembahkan untuk kedua orang tua nya yang hadir, karena di sekolah mereka sedang mengadakan acara ulang tahun sekolah.


Ayura merekam mereka dengan ponsel nya dengan senyum dan merasa terharu, angga yang ada di sebelah ayura merasa terharu dengan penampilan kedua anak nya.


Hingga tak terasa acara pun berakhir, anak-anak yang berada di atas panggung pun sudah turun, dan menghampiri para orang tuanya, tapi tidak dengan si kembar mereka pergi ke belakang panggung.


"Yur... tunggu, " ucap angga menghentikan langkah nya yang hendak ke arah belakang.


"Ada apa...?? " tanya nya sembari memicingkan matanya sebelah.


"Aku ingin mengajak anak-anak untuk makan siang bersama ku.. apa kah boleh...? " ujar nya bertanya pada ayura.


"Oh... ya lagian aku juga ada pekerjaan sebentar ke kantor, setelah makan anda bisa mengantar nya ke rumah, di rumah ada ayu" ucap ayura dan langsung menerus kan langkah nya.


Angga mengikuti ayura ke arah belakang, dan terlihat di sana , si kembar sedang mengobrol dengan wali kelas nya.


"Asalamualaikum"


"Waalaikumsalam, oh bunda ayura ya " jawab wali kelas nya sembari menyapa.


"Iya ustadzah, oh iya habis ini mereka gak ada kelas kan ustazah, soal nya ayah nya ingin mengajak kedua nya main " tanya ayura dengan ramah, sedangkan angga yang ada di belakang ayura , dia hanya menyapa dengan tersenyum.


"Oh... iya bunda gak ada kok, silahkan kalo mau pulang terlebih dulu juga " jawab sang ustazah.


"Iya silahkan "


Kini keluarga itu pun keluar gedung sekolah dan menuju ke parkiran mobil untuk menuju ke mobil masing-masing, ayura juga sudah bicara pada anak-anak jika iya akan pergi ke kantor dan tak ikut makan bersama mereka.


Kini ayura sudah berada di kantor, iya langsung berjalan menuju ke ruangan Mia.


'Tok... tok... tok.. '


"Masuk...! " sahut orang di dalam ruangan.


"Mia... apa mereka udah datang...?? " tanya ayura saat udah masuk.


"Balum bu... mungkin sebentar lagi " jawab Mia saat sudah melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan nya.


"Oh... ya udah kalo dia nanti datang panggil saya di ruangan " ayura berlalu untuk menuju ke ruangan nya.


Ayura mengerjakan apa yang ada di atas meja nya, sembari menunggu klien datang, semua pekerjaan yang perlu ayura kerjakan begitu menumpuk, padahal hanya iya tinggalkan sehari saja.


'Tok.... tok... tok... '


"Masuk....! " sahut orang


"Buk... klien sudah datang dan sedang menunggu di ruang tunggu " ucap Mia.


"Em.. ini cuman ingin membahas masalah pemasokan hanya dengan Y'D kolegs kan..? " tanya ayura memastikan


"Iya bu.. "


"Suruh dia ke sini, saja tak perlu menggunakan ruang rapat, kalo klien nya cuman Y'D " ucap nya memberi saran.


"Eh... tapi buk.... semua sudah di atur untuk bertemu di, ruang rapat " ujar Mia.

__ADS_1


"Em... ya sudah, " ayura menghela napas dan segera mematikan komputer nya dan langsung menutup semua berkas , untuk bertemu klien.


Ayura sebenar nya ada rasa malas untuk bertemu dengan, sang pemimpin Y'D kolegs entah itu masalah pribadi, atau mungkin rasa dendam di masa lalunya, ya apa bedanya sih sama-sama masalah pribadi, toh bukan masalah pekerjaan.


Kini ayura sudah masuk di ruang rapat, dan tak lama di susuk oleh Mia beserta CEO Y'D yang mengekor di belakang.


"Silahkan tuan... pimpinan kami sudah menunggu " Mia mempersilahkan tamu nya untuk masuk.


"Selamat... siang " ujar Yuda menyapa.


"Ya siang silahkan duduk, dan mari kita langsung bahas saja apa yang perlu di bahas " ujar ayura tutup poin.


"Baik... jadi begin..... yang ingin saya bahas dengan anda adalah, masalah pemasukan bahan mentah yang baru-batu ini masuk ke perusahaan saya " ujar nya menjelaskan.


Meski pun mereka terlibat, masalah pribadi dari dulu atau pun sekarang, meski ada rasa dendam dan benci di hati ayura, tapi keduanya tetap profesional dalam pekerjaan mereka, dan tak mencampur adukan dengan masalah pribadi, keduanya masih tau posisi dan porsi nya di mana, jika ingin membahas masalah pribadi, jika di meja kerja mereka fokus dengan apa yang di hadapi.


"Em... baik... untuk masalah ini kita akan bicarakan lagi dengan para Departemen yang bersangkutan, apa perlu mengurangi atau menambah pemasokan, dan untuk pemilihan bahan nanti saya akan turun tangan sendiri " jelas ayura.


"Ok saya sepakat... jika sudah ada keputusan anda bisa menghubungi lagi kami " keduanya berjabat tangan tanda telah sampai ke sepakatan bersama.


Rapat keduanya pun sudah selesai, kini mereka juga keluar dari ruangan rapat tersebut.


Ayura juga yang sudah selesai dengan pekerjaan nya memutus kan untuk, segara pulang ke ruang, hanya sekedar untuk berkumpul dengan anak-anak, dan hati juga memang sudah sore waktunya untuk para karyawan, pulang meninggalkan semua pekerjaan untuk hati esok lagi.


Kini ayura sudah sampai di rumah nya, iya melihat jika anak-anak sedang asik bermain dan tampak lah wilona juga ada di sana, begitu juga evan yang baru sampai tadi siang.


"Bunda... bunda udah pulang.. " sapa wilona yang melihat ayura.


"Iya sayang... kamu pulang yah... oh iya mana mamah sayang..? " tanya ayura yang tak melihat ayu ikut berkumpul.


"Oh.. tadi mamah pergi ke luar katanya, sih mau belanja " jawab wilona.


"Kamu sampai kapan van...?? " iya mengangguk paham dengan jawaban gadis kecil itu, dan iya melempar pertanyaan pada adik tirinya.


"Tadi siang kak... " jawab nya sembari melihat ke arah ayura.


"Ya udah bunda ke kamar dulu, ya nanti kita makan diluar, lona nanti kalo mamah pulang suruh siap-siap ya kita makan di luar aja gak usah masak " pesan ayura sebum iya ke kamar nya.


"Ok bunda "


Ayura berjalan menuju ke kamar nya untuk bersih-bersih sebelum, mengajak mereka makan malam di luar, karena ayura juga ingin memberikan waktu pada anak-anak, tak mau seperti hari-hari yang sudah lewat, iya selalu sibuk dengan pekerjaan nya hingga lupa akan kedua anak nya .


Semua orang sudah bersiap, begitu juga ayu yang sudah oang dan saat di beri tahun oleh putri nya untuk bersiap, iya langsung bersiap.


"Kalian sudah siap...?? " tanya ayura yang sudah duduk di kursi kemudi.


"Siap.... " jawab semua orang.


"Ok...siap meluncur..... "


Kini mobil yang di kendarai oleh ayura meluncur berbaur di jalanan dengan kendaraan lain, menembus keramaian kota, bandung malam itu.


"Bun... nanti aji mau makan pizza ya.....!? " ujar aji yang membuka suaranya.


"Ok sayang... terus yang lain mau makan apa...?? " tanya ayura lagi.


"Bunda Galuh juga mau makan pizza, terus minum nya nanti jus.. mangga, sama es krim ya bunda " celetuk gadis kecil itu.


"Ok... ada lagi.."


"Kak... nanti aku mau beli buku ya... " celetuk evan ikut rikues pada ayura.


"Apa loe mau makan buku van..? "


"Ya gak.. cuman kan evan mau cari buku, gitu soalnya ada mata pelajaran juga yang belum selesai di kerjakan kak, mana besok mesti di kumpulin lagi "


"Em... kalo lona mau makan apa sayang?! " tanya ayura, yang sedari tadi tak mendengar suara wilona.


"Aku mah ikut, kayak mereka aja bun, paling nanti aku juga mau beli buku bacaan " jawab wilona.

__ADS_1


"Ok"


Tak terasa kini mereka sudah sampai di salah satu restoran, yang mana tadi makanan nya yang sudah di sebutkan oleh para bocil.


__ADS_2